
Di Jakarta, kediaman Djafar beberapa kali Ayu mondar-mandir dengan perasaan kalut sampai masuklah seorang pria tinggi dengan wajah masam berjalan dengan lunglainya.
Ayu berjalan menghampirinya dan menatap pria tersebut dengan penuh harapan.
"Tidak, aku tidak menemukan keberadaan Maura maafkan aku, Sayang," katanya sambil menundukkan kepalanya lesu.
Ayunda, istri Joshua Djafar dan ibu dari Maura dan Argan mengangkat kepala Joshua, suaminya dan menampar kedua pipinya dengan sangat keras sembari berkata "bukan salahmu, Sayang jangan pernah menyalahkanmu aku yakin putri kita aman diluar sana dan akan segera kembali pada kita dengan senyuman hangatnya beserta anak-anaknya yang lucu serta ayah dari anak-anaknya," jelas Ayu sambil menitikkan airmata.
Tak kuasa melihat sang istri menitikkan airmata Joshua langsung mendekapnya dengan sangat erat sambil mengusap kepalanya.
6 bulan kemudian
Di pusat kota Jepang, Tokyo tepatnya di Shinjuku, Taman Nasional.
Seorang perempuan tengah memandang langit sore sambil mengusap perutnya yang kini makin membesar.
Suara desiran angin bersamaan suara khas pria memanggil Maura serta ocehan anak-anak yang memanggilnya ibu. Spontan perempuan tersebut berbalik badan dan tersenyum saat melihat anak laki-lakinya berlari kearahnya.
__ADS_1
"Fadli, jangan lari-lari kasian ibumu lagi hamil," ucap pria yang sedang menggandeng kedua anaknya dan anak yang dipanggil Fadli hanya terkekeh.
"Aku gak apa-apa kok, Ryan Fadli juga baru berusia 8 tahun," kata Maura sambil mengendong Fadli.
Ryan menatap Maura khawatir namun tiba-tiba perempuan itu mencium pipi kanan Ryan sedangkan Ryan hanya tersipu malu langsung mengalihkan wajahnya karena ketiga anak-anaknya tak henti-henti menggodanya.
Mereka berjalan-lancar mengelilingi taman tersebut dan tak henti-hentinya Maura ngidam aneh-aneh lagi.
1 jam kemudian mereka pun duduk di salah satu bangku sembari melihat ketiga anaknya sedang bermain kejar-kejaran.
"Jadi, gimana urusan pindahannya? Kali ini aku ngikut kamu apapun keputusanmu Sayang tapi aku juga rindu orangtuaku," kata Maura sambil menatap langit yang semakin sore.
Sementara itu, di kediaman Mahesa di Tokyo.
"2 minggu lagi kita akan ke Jakarta? Apa kau yakin semuanya akan berakhir setelah bencana selama ini?," tanya Anisa dan Arfan mengangguk tanpa keraguan.
"Bagaimana bisa? Sebenarnya apa yang kau sembunyikan dariku?," tanya Anisa lagi.
__ADS_1
Namun, bukan mendapat jawaban Anisa ditarik ke pangkuan Arfan sambil pria itu berbisik sesuatu.
Spontan wajah Anisa memerah dan beberapa kali memukul Arfan karena malu. Arfan hanya tersenyum.
"Belum saatnya kau tahu jika mereka masih hidup, sayang," pikir Arfan.
Di kanada di sebuah rumah besar nan mewah seorang pria, wanita, dan seorang anak laki-laki turun dari mobil.
"Sayang, kau yakin ini berhasil?," tanya wanita yang sedang mengendong anak laki-lakinya.
"Tentu saja, belenggu yang menyesakkan keluargaku akan berakhir setelah ku putuskan ikatan dengan dunia gaib," katanya dengan tatapan penuh keyakinan.
Dan 2 minggu mendatang semua terjadi seperti apa adanya(s1) dan tertangkapnya Revana yang sedikit menimbulkan salah paham semua dijelaskan oleh Arfan tanpa terlewat.
Bersambung...
Tak sangka sudah sejauh ini terima kasih sudah mengikuti cerita flashback yang membosankan ini dari awal chapter/episode selanjutnya kita akan kembali ke timeline di s1 dan masuk arc final.
__ADS_1
See you..