
Hi balik lagi nih untuk seterusnya sepertinya bakal sering update kali ini hehe.
Gimana menurut kalian perkembangan cerita nya? Tulis di kolom komentar ya.
Selamat membaca....
"Sumpah deh mereka itu kenapa? Biasa nya kalau bertengkar gak baka⁷l lama lah ini? Ini udah lama banget udah satu minggu woi!! Ada masalah apasih?", kata Reyna frustasi sambil mengacak-acak rambut nya.
"Memangnya kenapa kak?", tanya Keila tiba-tiba berada di samping Reyna.
"Eh kambing", kaget Reyna sambil memukul kepala Keila memakai panci yang ia pegang.
"Ih kakak ini aku Keila bukan kambing ya", keluh Keila sambil mengusap kepala nya yang terasa sakit.
"Kau sih bikin orang jantungan tahu gak?! Huft, untung gak jantungan aku emang kau mau tanggung jawab dasar bocah prik", kata Reyna cerocos mulu sambil menyiapkan peralatan memasak nya.
"Mau ngapain kak?", tanya keila dengan tampang polos nya.
Dengan kasar nya Reyna mencubit tangan Keila gemas berkata "udah tahu kakak mau ngapain masih tanya lagi ni bocah sana pergi jika gak bantu ganggu aja", cibir Reyna sambil menyalakan kompor.
"Kakak masak? Kak Rey? Masak? Emang bisa? Dulu aja kak Ryan yang urus rumah udah kek ibu rumah tangga aja kak Ryan saat itu", ujar Keila tapi kesan nya seperti meledek Reyna.
"PERGI GAK LO DASAR BOCAH DAKJAL GUE DOAIN LO MASUK PARIT SAAT MAIN", teriak Reyna dengan keras hingga menjuru ke seluruh rumah.
"REYNA!! KAMU ITU SUDAH MENIKAH!! JAGA ETIKA DAN AURATMU!! KAMU GAK MAU KAN JADI JANDA MUDA", teriak Anisa yang mendengar teriakan Reyna.
"Ih ibu kok gitu ngomong nya ish gara-gara lo nih", ujar Reyna sambil memasang wajah cemberut.
Keila terlihat acuh sambil berpura-pura melihat ke arah lain.
__ADS_1
"Keila", panggil Reyna. Keila pun berbalik menatap Reyna namun yang ia dapat senyuman penuh er dendam(?) Ntahlah Keila tak tahu senyuman apa itu tapi firasat nya jika itu sesuatu yang buruk.
"Y-ya?", respon Keila gagap karena ketakutan melihat Reyna, kakak nya saat ini.
Keila menelan ludah karena ketakutan saat ini, tubuh nya seketika membeku di tempat dan ia tak bisa berkata-kata seakan mulut nya terkunci rapat.
"M-maaf kak Rey sungguh sumpah demi er mmm ah! Demi kucing bunting milik tetangga iya begitu", kata Keila gugup karena di tatap yah tahulah bagi Keila menyeramkan dari setan atau hantu.
"Hm"
"Plis kakak ku yang paling tercantik", mohon Keila dengan puppy eye nya.
"Oke", ujar Reyna lebih santai sekarang Keila pun merasa lega ia bisa lolos. "Eits tapi ada syarat nya", tambah Reyna seketika yang awal nya gembira tiba-tiba berubah murung.
"Kau pikir bisa lolos dengan mudah? Sayang sekali ya nona kecil kau harus menjadi babu ku", kata Reyna sedikit mendekatkan wajah nya ke wajah Keila dengan senyum licik nya.
Keila lagi-lagi menelan ludah berkata "j-jadi mau apa kau? Apa syaratmu? C-cepat katakan", kata Keila mulai bercucuran keringat di buat Reyna.
"Beri aku waktu berpikir sebentar", ujar Keila. "Boleh ingat hanya 3 menit", kata Reyna sinis.
"Jika aku membantu kak Rey maka aku juga bakal terseret masalah kak Ryan nanti tapi itu tak akan terjadi selama aku tidak ketahuan lalu jika aku menolak maka aku akan menjadi babu kak Rey tapi aku tak mau menjadi babu yang ntah sampai kapan kakak juga gak bilang. Jadi pilihan aman dan tepat adalah", pikir Keila yang terus berpikir keras dengan tawaran Reyna ia juga memperhitungkan untung dan rugi nya.
"Waktu habis apa jawabanmu?", tanya Reyna dingin. Keila menatap Reyna tanpa rasa takut sedikit pun.
"Oh sungguh menarik dan menusuk nya tatapanmu itu", ucap Reyna sombong sambil mengangkat kepala nya tinggi.
"Aku sudah memutuskan akan memilih menyidiki nya aku juga penasran dengan pasangan itu akhir-akhir ini", jawab Keila dengan mata membinar-binar.
Reyna tersenyum puas lalu bertanya "kenapa kau memilih opsi pertama?".
__ADS_1
"Karena sama aja jika ku pilih opsi kedua lagian aku tak mau menjadi babumu yang ntah sampai kapan lalu juga sama saja bagai keluar mulut harimau masuk mulut singa", jelas Keila.
"Memang sih adikku ini pintar banget deh", puji Reyna sambil mengelus kepala Keila pelan.
Sudah pasti wajah Keila memerah seperti tomat karena malu tapi di sisi lain ia merasa senang karena di perlakukan selayak nya seorang adik.
"Kok kamu kelihatan senang banget?", tanya Reyna heran.
"Hihihi, tentu saja jarang-jarang loh kakak begini padaku", jawab Keila sambil memamerkan deretan gigi nya yang putih.
"Kalau kau mau kakak bisa selalu sepetti ini kok", kata Reyna sambil mengelus-elus kepala Keila lembut.
"Apa karena kakak sedang hamil ya? Hihihi jadi hangat dan nyaman", kata Keila senang.
"Mungkin saja jangan lupa tugas kamu ya", pesan Reyna mengingatkan.
"Tentu saja serahkan padaku kak akan ku tuntaskan misteri rumah tangga mereka hingga ke akar-akar nya", kata Keila bangga pada dirinya sendiri.
"Iya aku mengandalkanmu dek", ujar Reyna sambil memeluk tubuh kecil Keila.
"Iya kak"
Cinta antara pasangan sudah biasa tapi hal tak biasa ialah cinta antara saudara sebuah ikatan yang tak akan putus sampai kapan pun
~Keila~
Jangan lupa vote dan komen ya terus support ya hehe...
Thank's you sehat selalu
__ADS_1
Selamat saur bagi umat islam(saya juga kok).
See you