
Hai balik lagi nih entah kenapa lagi rajin up buat cerita satu ini.
Mungkin karena kalian para readers yang udah dukung cerita aku satu ini.
Saya ucapkan terimakasih ππ dan untuk itu saya bayar dengan update extra dan rajin update.
Oke tanpa basa-basi lagi silakan dinikmati ceritanya.
...Happy reading π...
8 bulan kemudian
"Arfan", panggil Nanda.
" Apa? ", tanya Arfan cuek.
" Ih bentar lagi punya anak masih aja cuek bebek", gerutu Nanda.
"Cepat mau ngomong apa? Ngomong aja main gerutu-gerutu", kata Arfan yang fokus memasukkan buku-bukunya dalam tas.
" Anisa kan udah libur sejak usia kandungannya memasuki 6 bulan setengah apa kabar Anisa? Dia baik-baik aja kan? ", tanya Nanda khawatir.
" Baik-baik aja aku yang gak", kata Arfan ngengas.
"Nyantai aja bro", kata Dimas yang tiba-tiba muncul disamping Nanda.
" Kenapa? Ada masalah? ", tanya Arif sambil memperhatikan dari ujung rambut hingga ujung kaki Arfan.
" Kenapa liatin aku segitunya", seru Arfan marah dengan rona merah di wajahnya.
Seketika teman-temannya tertawa terbahak-bahak melihat Arfan malu diliatin segitunya.
"Gak ada yang lucu!! Udah ah aku mau pulang", kata Arfan sambil memakai tasnya.
" Eh tunggu", cegah Dimas.
"Apa lagi? Mau kalian semua apa?! ", tanya Arfan emosi.
" Kalem bro", kata Arif.
"Jawab pertanyaan kami ada masalah apa? ", tanya Aldi.
Arfan diam.
1 menit
3 menit
__ADS_1
5 menit
10 menit
15 menit
20 menit
30 menit
30 menit suasana hening Arfan diam membuat Aldi dan lainnya geram.
" JAWAB DODOL!!KAU ANGGAP KAMI APA?! PATUNG YANG SEDANG BERDIRI?! HAH?! LAMA-LAMA AKU BISA GILA!!!! ", ucap Aldi frustasi sambil mengacak-acak rambutnya.
" GILA!!! OHHH AKU GILA KARENA DIA!!! DIA!!! OHHH DIA!!! DIA MELUPAKAN AKU!!! RASANYA SAKIT UOOOHHH SAKIT!! ", kata Arif sambil nyanyi gak jelas.
" Diam krucul", kata Rara sambil menjitak kepala Arif.
"Aww sakit syg dan namaku bukan krucul", kata Arif sambil memandang kepalanya yang sakit kena kita kan maut Rara.
" Syg-sygmu aku bukan syg-sygmu jijik tahu merinding aku mendengarnya ", kata Rara sambil memeluk dirinya sendiri.
" Mau dengar jawabanku gak? Kalau gak aku pulang", kata Arfan sambil membawa tasnya di punggungnya.
"Dengar kok", jawab Aldi sambil menampol Arif.
"Kau pantas mendapatkan nya", tanya Dimas diikuti anggukkan kepala lainnya.
" Jahat", kata Arif sambil mengusap bagian tampolan tadi.
"Anisa akhir-akhir ini agak galak dan manja denganku", kata Arfan.
" Itu mah wajar mengingat dia lagi bunting", kata Arif.
"Belum selesai aku ngomong", kata Arfan dengan mata melotot ke arah Arif.
Seketika Arif bungkam tak bersuara.
" Anisa juga makin lama makin suka minta aneh-aneh setiap tengah malam aku tahu itu termasuk ngidam tapi aku tersiksa", kata Arfan yang bercerita dan mulai gila.
Sedangkan teman-teman nya hanya menjadi penyimak setia.
"Ngidam apa Anisa? Minta aneh-aneh?", tanya Aldi.
" Nasi kuning, nasi dengan cabai 8 biji, es sirsak dengan es krim di atasnya, juga yang terakhir", kata Arfan dan di kata-kata terakhirnya ia mengambil napas dalam-dalam lalu membuangnya dan teman-temannya melakukan hal yang sama.
(Memang teman gak ada akhlak)
__ADS_1
Mereka semakin merapat dan mendengarkan curahan dari seorang tuan muda Mahesa.
"Kue ditaburi keju dan 12 cabai", kata Arfan lalu diikuti teriakannya yang sudah ia tahan berbulan-bulan.
Sontak mereka semua terkejut bukan main.
" Anisa itu ngidam atau apa? "
Iya, pertanyaan seperti itu berputar-putar di kepala mereka.
Yah itulah keseharian mereka hingga kecelakaan itu terjadi.
(Skip aja ya udah pada tahu kalian bagi yang lupa silakan baca di chapter awal-awal ada kok).
"Siapa yang mau mecelakakan kami? ", pikir Anisa sambil mengendong Ryan yang baru lahir.
" Siapa lagi kalau bukan mereka", jawab Arfan yang sibuk mengurusi Reyna.
"Wanita itu dan dia", gumam Anisa yang masih di dengar oleh Arfan.
" Hei", kaget Arfan karena dimuntahi oleh Reyna.
"Apes banget kamu tadi pagi di kencingin oleh Ryan sekarang di muntahin oleh Reyna", kata Anisa sambil tertawa kecil.
" Cuih, dasar putri kecil. Nis urus dulu aku mau mandi", kata Arfan sambil berjalan ke kamar nya.
Anisa menurunkan Ryan yang sedang main krincing-krincinhnya di atas karpet tempat mereka main.
"Haha... Reyna putri ibu sini ayo pakai popok", kata Anisa lembut.
Dibalik pintu kamar Arfan dapat melihat Anisa dengan lembutnya mengurusi dua buah hati mereka.
" Aku beruntung kaulah yang menjadi ibu dari anak-anakku Anisa", kata Arfan lirih lalu menutup pintu kamar.
"Nanti nambah lagi ah kapan ya buatnya sebentar malam kah? ", pikir Arfan dengan senyum smirk nya.
Hahaha... Sih Arfan doyan jadi tahu kan kenapa mereka cepat sekali punya anak? Hahaha... ππππππ
Padahal umur Ryan dan Reyna masih 2 tahun loh sih Arfan mau nambahπππ
Oke jangan lupa like dan komen di bawah ya....
Ig: friska_pikachan
Salam manis
Friska chan
__ADS_1
See youπ