Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
episode 38(s2)


__ADS_3

Hi balik lagi nih maaf gak update akhir-akhir ini di karenakan saya sendiri sudah kehabisan ide konflik sebagaimana cerita ini berjalan.


Tapi demi kalian semua saya tetap berusaha semaksimal mungkin tetap update.


Maaf jika ada kesalahan kata dan penempatan serta nama tokoh yang sering terubah-ubah saya sendiri lupa akan nama mereka hehehe..


Selamat membaca...


Di waktu yang sama


"Reyhan", panggil Rena sambil menatap Reyhan, kakak sekaligus kembaran nya itu yang sedang sibuk dengan tumpukan kertas - kertas yang harus ia tanda tangan saat itu juga.


"Hm", sahut Reyhan yang masih fokus dengan selembaran kertas nya di antara tumpukan kertas yang menggunung.


"Aku ingin sekali kembali ke sisi ayah dan ibu a- aku rindu", kata Rena sambil menundukkan kepala nya.


BRAK


Suara hantaman meja membuat Rena mengangkat kepala nya karena terkejut.


"Santailah", ucap Rena sambil mengelus dada.


"Rena", panggil Reyhan dengan nada dingin sampai Rena merinding ketakutan memeluk diri nya.


"Habislah riwayatku kakak benar-benar marah besar padaku", pikir Rena sambil mata nya kesana kemari tidak mau menatap sang kakak.


"Aku tahu keinginanmu yang mau kembali ke sisi ayah dan ibu tapi tidak sekarang mereka tidak hanya akan membunuh kita tapi juga seluruh keluarga kita yang seharus nya reuni keluarga malah berakhir kuburan keluarga kau tidak mau kan semua itu terjadi begitu saja?", jelas Reyhan sambil menatap Rena sedih nan sendu.


Sedangkan Rena? Cewek itu bahkan enggan dan takut bertatapan dengan Reyhan dan melihat ke arah lain.


Reyhan berdiri berjalan mendekati Rena yang masih membuang muka enggan menatap nya. Hal itu membuat hati kecil Reyhan terluka.


"Tatap mataku adikku saat ini hik aku h- hanya punya kamu aku tida- k bisa membayangkan suatu hari kau pergi dari sisiku aku tidak menginginkan semua itu terjadi begitu saja bagiku lebih baik aku mati daripada aku kembali kepada mereka tanpa dirimu", kata Reyhan sambil memegang kedua tangan Rena dengan lembut dan duduk bersimpuh dengan deras air mata.


"M- maaf maafkan aku kakak aku tidak akan mengeluh lagi maaf", kata Rena tiba-tiba terjatuh terduduk menangis.


Reyhan segera memeluk tubuh Rena yang bergemetaran mencoba menenangkan nya dalam pelukan hangat nya.

__ADS_1


"Tidak ini salahku, adikku aku yang seharus nya meminta maaf bukan dirimu", pikir Reyhan yang masih memeluk Rena.


Beberapa selang menit berlalu


"Kak, kak Rey? KAKAK REYHAN SESAK WOI BUDEG YA LO REYHAN?!", teriak Rena tepat di sebelah telinga Reyhan.


Spontan Reyhan terkejut mendorong diri nya sendiri ke belakang sambil mengusap telinga nya.


"Kalau kau berteriak seperti tadi budeg beneran aku loh dek", kata Reyhan sambil mengusap - usap telinga nya yang sakit.


"Ya maaf habis kau memelukku sangat erat hingga aku tidak bisa bernafas lagi sesak tahu", jelas Rena sambil beranjak pergi.


"Mau ke mana?", tanya Reyhan.


"Kau lupa? Hari ini aku, kau, Yuli, dan Virza kerja kelompok dasar sama pacar sendiri lupa aku bilangin ah", kata Rena sambil menggoda Reyhan dan langsumg pergi begitu saja ketimbang ia di jadikan santapan oleh Reyhan.


"Sini kamu Rena!! Jangan lari kamu!! Awas kau!! Jangan beritahu Yuli!! Rena!!", teriak Reyhan mengejar Rena yang berlari sejauh mungkin dari Reyhan.


"Akan ku bongkar aib mu pada Virza!! Rena!!", teriak Reyhan sambil mengancam Rena.


Hingga.... BRUK


Rena tersandung di rerumputan saat berlari.


"Aduh eh?", kata Rena saat mata nya menemukan sosok lelaki yang kini mendekati nya.


Segera Rena berniat berdiri dan berlari namun kaki nya terkilir.


"TERTANGKAP KAU", kata Reyhan sambil memegang ujung baju Rena yang tengah berusaha melarikan lari.


"Aaaaaaaa TTTTTTTIIIIIIIDDDDDAAAAAKKKKKK",  seru Rena pasrah.


Di dalam kamar Rena


"Sudah lain kali hati-hati", ucap Reyhan sambil mengobati kaki Rena.


"Hm"

__ADS_1


"Oh satu hal lagi kau tak akan bisa lari dan menang dariku Rena", kata Reyhan penuh percaya diri.


"Sombongnya", gumam Rena.


"Kau? Kau bilang apa barusan?", tanya Reyhan sedikit mendekat.


Tiba-tiba pintu terbuka menampakan dua sosok makhluk hidup.


"Ayo kita dah tungguin nih daritadi", kata Virza.


"Iya nih ayo akhir pekan tugas nya di kumpul", kata Yuli.


"Oke ayo", kata Rena cepat langsung berjalan melewati Reyhan.


"Selama kau bisa tersenyum dan tertawa bahagia aku tidak masalah kaulah alasan aku bertahan walau sakit beberapa kali kehilangan adik tapi kaulah paling utama bagiku benar kan, kak Ryan?", pikir Reyhan.


"Rey ayo cepat", teriak Virza.


"Iya"


Di tempat lain


"Kau benar Reyhan lindungilah Rena dan orang-orang yang kau anggap berharga kelak kita akan bertemu dan berkumpul bersama bercanda tawa walau luka dan duka kita lewati ku harap kalian baik-baik saja", pikir Ryan.


"Yang tenang kalian semua di sana adik-adikku mimpi buruk keluarga ini akan segera berkahir", kata Ryan sambil menatap taman bunga milik keluarganya.


"Sayang ayo kita akan ketinggalan pesawat", panggil Maura.


"Aku akan ke sana sayang", kata Ryan sambil berjalan menyusuri setiap bunga yang tumbuh mekar.


"Hidup dan takdir mana yang lebih penting? Entahlah kadang takdir mempermainkan hidup kita jadi ku pikir hidup lebih penting saat ini biarlah takdir yang menentukan jalan hidup ini", pikir Ryan.


Jangan lupa vote dan komen ya maaf sekali lagi maaf jika saya jarang update lagi ya🙇‍♀️.


Ini sudah saya usahakan tetap stay update untuk kalian para pembaca setia saya.


Seeyou..

__ADS_1


__ADS_2