Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
58


__ADS_3

Hai minna balik lagi nih dah lama nunggu? Sebenarnya cerita ini sudah lama ku buat saat pertengahan konflik di cerita pernikahan dini tapi semoga suka.


Oke langsung saja selamat membaca๐Ÿ™.


Di rumah kamar Maura


"Kok cowok yang bernama Ryan itu gak asing sih? Tapi di mana aku pernah bertemu dengannya?"


Maura mengeluarkan ponselnya dan mencari nama kontak.


Maura: assalamualaikum bu Mei


Maura menunggu balasan dari wali kelasnya.


Bu Mei: waalaikumsalam iya nak


Maura: ibu, Maura mau tanya sesuatu boleh?


Bu Mei: silakan


Maura: nama lengkap Ryan apa ibu?


Bu Mei: kenapa tanya begituan


Maura: tidak ada kok bu hanya saja Ryan kayak orang yang gak asing buat saya


Bu Mei: tapi janji ya jangan beritahu siapa pun hal ini reputasi sekolah bergantung padamu dan Ryan


Maura agak bingung dengan pesan dariย  Bu Mei tapi ia sungguh penasaran.


Maura: saya janji


Bu Mei: Ryan Adinata Mahendra Mahesa


Maura: terima kasih ibu


Bu Mei: sama-sama


Segera Maura membuka laptop nya dan mencari akun sosmed Ryan.


"Ah, kenapa terprivasi sih", ucap Maura kesal.


" Tunggu dulu mungkin aku bisa coba menghack akun nya", pikir Maura dan segera ia lalukan.


Di kos Ryan

__ADS_1


"Hm? Heh, gak semudah itu sayang tapi aku akan membantumu sedikit", kata Ryan.


Di kamar Maura


" Eh? Apa ini? Apa hanya ini yang bisa ku hack? Tapi ini apa?"


Maura menscrool gambar-gambar yang ada di salah satu akun milik Ryan tapi ia berhenti di satu gambar dan satu video.


Maura yang memiliki penyakit penasaran akut memutar video tersebut.


"I-ini? INI AKUN SIAPA?! "


Maura terkejut yang ia hack bukan akun milik Ryan.


"Tunggu Ryan itu anak siapa? Marga dia Mahesa dan para guru seperti ketakutan"


Maura lagi-lagi membuka semua akun yang ada dan berkaitan dengan Mahesa dan Ryan.


Alangkah terkejutnya Maura mengetahuinya sambil membacanya.


"Ini? Ini bohong kan? Gak mungkin", kata Maura sambil membaca isi dari akun tersebut.


" Ryan adalah-"


"Maura turun makan"


Keesokan hari nya


" Ryan", panggil Maura.


"Ya", sahut Ryan.


"Boleh kita bicara? ", tanya Maura dengan tatapan serius.


" Baiklah tapi saat jam istirahat tuh pak botak udah masuk", kata Ryan sambil melirik seorang guru yang berkepala botak kinclong.


Mau tak mau Maura menundanya sampai jam istirahat.


Saat jam istirahat


Di halaman belakang


"Jadi langsung ke intinya kau sebenarnya siapa? ", tanya Maura.


" Seperti yang kau baca kemarin" , jawabย  Ryan santai.

__ADS_1


"Iya aku tahu itu tapi ini aneh siapa orangtuamu? ", tanya Maura.


"Kau akan segera tahu dan lebih baik buang jauh-jauh sifat penasaran akut mu itu atau kau akan menyesal nanti nya", bisik Ryan dan meninggalkan Maura sendirian di sana.


" Aku tidak bisa diam saja harus ku cari tahu sendiri dan membongkar rahasia mu", kata Maura tapi belum juga Maura beranjak pergi dari sana seseorang sudah membawanya ke suatu tempat.


Bel berbunyi menandakan jam masuk saat semua nya sudah berada di kelas hanya Maura yang tidak ada.


"Ke mana dia?", tanya Ryan heran karena Maura tipe anak rajin walau kadang lemot.


Guru pun masuk dan pembelajaran di mulai namun Maura tidak masuk.


Ryan angkat tangan dan meminta izin ke toilet.


Di toilet


" Halo"


".... "


"Cari tahu apa yang terjadi kepada nona muda Maura Djafar cepat"


".... "


30 menit kemudian


"Bagaimana? "


"Tuan muda nona muda di bawa ke hotel oleh seseorang dan akan segera di kirim laki-laki untuk memperkosanya"


"Sial, urus surat sakit kasih ke guru dua lembar aku akan pergi mengurusnya sendiri", kata Ryan pergi meninggalkan sekolah.


" Baik tuan muda pertama"


"Aish, tuan muda Ryan 11 12 dengan tuan muda Arfan"


"Iya tapi itu hal wajar mereka ayah dan anak"


"Iya benar"


Hm? ๐Ÿค”


Segini dulu aku akan biarkan kalian mati penasaran juga๐Ÿ˜.


Wkwkwk ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

__ADS_1


See you ๐Ÿ‘€๐Ÿ‘€๐Ÿ‘€


__ADS_2