Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
64


__ADS_3

Maaf baru update lagi ya lagi cari inspirasi buat kelanjutan ini cerita dan akhir-akhir ini saya flu sih jadi maklum lah.


Dan hari ini saya menyempatkan diri buat update hanya untuk kalian saja.


Selamat membaca


"Ryan", panggil Maura sambil bergelut manja memeluk Ryan dari belakang dengan menggantungkan kedua tangan nya di leher Ryan.


"Kamu kenapa sih? Manja banget pasti mau sesuatu", tebak Ryan dan Maura hanya tersenyum manis mendapat respon baik dari suami nya.


"Aduh peka amat sih suami aku jadi gemes pengen cubit deh", kata Maura gemas sambil menoel pipi Ryan yang masih sibuk mengurus dokumen-dokumen kantor nya.


"Tapi aku cuma mau ikut dan di samping kamu kok gak mau yang lain", kata Maura yang beralih duduk di samping Ryan.


"Serius?", tanya Ryan memastikan jika Maura gak mau yang lain lagi.


"Yakin cuma mau sama kamu hari ini suer janji deh", jawab Maura dengan mengangkat jari kelingkingnya.


"Oke aku pegang janji mu awas ingkar janji bakal kena hukuman", kata Ryan mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingkingnya Maura.


"Janji"


"Tunggu aku menyelesaikan ini setelah itu ayo jalan-jalan keluar dengan anak-anak", kata Ryan yang masih fokus dengan laptop nya.

__ADS_1


"Oke aku akan siap-siap", kata Maura senang berjalan ke kamar nya.


"Dasar bumil(ibu hamil)", gumam Ryan terkekeh.


"Eh?! Kenapa ini yang ku ketik?! Ah!! Jadi salah fokus aku tadi!!! Ulang-ulang", kata Ryan sambil mengacak-acak rambut nya frustasi karena salah ketik.


Masalahnya yang ia ketik ialah hari ini istriku gemesin banget pengen ku karungin setelah itu ku ajak ia dan anak-anak jalan-jalan keluar.


"Eh?! Kok save?! Alalamak habislah sudah!!! Mana ke kirim ke perusahaan lagi!! Aaaaaa", ucap Ryan makin frustasi dan tidak konsisten dengan pekerjaan nya.


Kacau? Tentu saja iya mana lagi file itu ke kirim ke perusahaan nya di Jakarta makin malu dia dengan para karyawan di sana dan dewan petinggi di sana.


"Tamatlah riwayat ku", kata Ryan pasrah saja dengan keadaan nya sekarang.


Bersamaan dengan telepon masuk dari berbagai orang apalagi para petinggi perusahaan dan ayah nya.


Ryan sudah tak bisa lari lagi dari persoalan yang ia buat sendiri barusan.


"Assalamualaikum halo", kata Ryan pasrah saja.


"Waalaikumsalam Ryan ayah mau tanya nih", kata Arfan dengan nada suara serius.


"Iya maaf soal pesan itu Ryan gak sadar waktu mengetik dan malah ke save lalu terkirim", jelas Ryan mengaku saja ketimbang kena marah.

__ADS_1


"Eh? Bukan itu kok kalau kasus mu itu lebih gak papa dulu ayah lebih memalukan saat kerja sewaktu kamu masih kecil ibu mu gak berhenti tertawa saat itu malah kejadian nya di depan para dewan petinggi perusahaan. Malu? Ya tentu saja malu mana ibumu gak berhenti tertawa saat itu cuma gegara ayah salah putar video saat presentasi yang terputar bukan proyek saat itu melainkan video saat terjadinya rumah berantakan mana lagi cuma ayah yang urus ibu mu malah jalan-jalan sama teman-teman nya saat itu ayah yang ngurus semuanya termasuk saat Yudith mengompol di baju ayah bagian itu yang terputar terus banyak orang di sana hadeh ayah pengen rasanya nyungsep di got saja saat itu aduh kenapa malah curhat sih? Ayah nelpon mau bicara hal penting lain bukan ini kamu sih", jelas Arfan yang berujung ngomel-ngomel gak jelas.


"Jadi mau bicara apa yah?", tanya Ryan to the point.


"Kamu mulai sekarang berhati-hati mereka mengawasi kita", kata Arfan dengan menekankan kata mereka.


"Sayang ayo berangkat aku udah gak sabar", kata Maura yang sudah siap.


"Iya ayah aku paham sampai sini saja aku mau keluar jalan-jalan Assalamualaikum", kata Ryan mengakhiri telepon nya.


"Waalaikumsalam ingat ya", kata Arfan memperingati.


"Iya"


"Siapa sayang? Ayah?", tanya Maura kepo.


"Iya ayah udah ayo", ajak Ryan mengalihkan topik.


Maura tahu persis Ryan gak mau membahas masalah yang ia bicarakan dengan ayah mertua nya jadi ia lebih memilih diam saja dan menikmati hari ini.


Semoga memuaskan ya🤗. Jangan  lupa vote dan dukungan nya ya.


See you Next time

__ADS_1


__ADS_2