Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
episode 49(s2)


__ADS_3

Maaf lama update lagi ya dikarenakan dikejar deadline tugas dan ujian saya mohon maaf tidak update selama sebulan🙇‍♀️.


Di tengah-tengah ujian dan dikejar deadline saya mencoba update walau gak bisa memuaskan rasa penasaran kalian selama sebulan.


Selamat membaca...


"Eh? Eeeeehhhhhhh??????"


Mereka tampak terkejut karena posisi Maura dan Ryan san~gat dekat hingga tidak ada jarak di antara mereka bahkan yang mengejutkan bibir mereka bersentuhan.


"M- maafkan aku bisa berdiri?", tanya Maura sambil berdiri dan mengulurkan tangannya ke Ryan.


Tak menjawab Ryan hanya menyambut uluran tangan Maura.


"Kak? Kakak maafkan aku sungguh aku bersungguh-sungguh tidak sengaja", kata cowok itu berkeringat dingin padahal ac menyala.


"Riko sini kamu", panggil Ryan dengan diselimuti aura yang siap membunuh Riko, adiknya.


"Y-ya? Kenapa kak?", tanya Riko bergidik ngeri sambil berjalan mundur.


"SINI", ucap Ryan tegas sambil menatap Riko tajam nan dingin. Riko sudah berkeringat dingin dan berjalan pelan mendekati Ryan.


Ryan beralih menatap Maura sangat tajam seakan mengisyaratkan "mundur anak ini akan kuberi hukuman" tahu maksud tatapan Ryan Maura berjalan menjauh.


"Kakak ipar jangan tinggalkan aku-", kata Riko bersamaan seseorang menepuk pundaknya sambil berkata "dia istriku dan kau punya urusan denganku ayo berbicara berdua tanpa gangguan".

__ADS_1


Tubuh Riko mematung seketika dan ia pun pasrah mengikuti kakak sulungnya.


Ryan duduk di bangsal menatap tajam Riko dengan teliti sedangkan Riko sudah menelan ludah ketakutan.


"Tidak usah takut aku akan maafkan kau kalau kau memberikanku informasi yang kau dapatkan selama ini di pasar gelap", kata Ryan sambil menghela nafas.


"Eh? Benarkah? Seriusan?", tanya Riko dengan mata berbinar-binar dan Ryan menjawabnya dengan anggukan kepala.


"Baiklah tunggu sebentar", kata Riko sambil mengeluarkan map di tas yang dibawanya.


"Apa itu?", tanya Ryan saat melihat map biru yang dikeluarkan Riko.


"Ini? Map ini berisi berkas-berkas hasil penyelidikanku di pasar gelap ku harap dapat membantu dengan ini janjiku lunas kak sisa janji kakak padaku", jelas Riko serius.


"Kerja bagus sesuai janjiku kau bebas ayah juga mengizinkanmu ke Indonesia menyelidiki kejadian 26 tahun lalu dan mengaitkannya dengan kejadian 5 tahun lalu sisanya bersenang-senanglah selama tidak merigukanmu", kata Ryan sambil melihat isi map biru itu sesekali melirik Riko.


"Kerasukan tuh anak tetapi biarlah sudah lama ia tidak berlibur hari-hari yang ia lewati seperti neraka", gumam Ryan sambil mengingat Riko bersekolah di sekolah khusus dia tidak akan mendapat liburan selama ia tidak menyelesaikan misi dari atasan dengan kata lain Riko didiik menjadi mata-mata di bawah pengawasan ayah.


"Aku tahu alasan ayah melakukannya tetapi Riko tidak akan hidup normal selamanya tetapi anak itu saja tidak keberatan sejak awal", kata Ryan.


"Kenapa?", tanya Maura tiba-tiba sudah di samping Ryan duduk manis.


"Kau menganggetkan saja", kata Ryan dan Maura menatapnya tak percaya. "Kenapa? Ada yang salah?", tanya Ryan tidak nyaman.


"Kau mengatakan aku mengejutkanmu tapi reaksimu santai sekali, tunggu! Jangan mengalihkan topik! Jawab pertanyaanku tadi!", kata Maura kesal sambil melipat kedua tangannya.

__ADS_1


"Lucu", gumam Ryan dan tanpa aba-aba Maura mencubit lengan kanan Ryan pelan hingga Ryan meringis kesakitan. Masa bodoh kalau dia kesakitan toh bukan bagian lengannya yang diinfus.


"Jadi?", tanya Maura sambil mengangkat satu alisnya. Ryan menghela nafas dan menatap intens Maura.


"Kau tahu kan Riko bukan adik kandungku maka posisi dia sebagai anak angkat ingin ia balas membantu dan mempermudah koneksi ayah atau tempat yang tidak bisa ayah datangi tanpa izin tentu ini ditentang oleh ibu awalnya namun tekad Riko kuat dia tidak ingin di adopsi hanya sekedar diberikan kasih sayang dan ia tahu betul musuh yang akan di hadapi dan juga-", jelas Ryan namun tiba-tiba ia berhenti berbicara sedangkan Maura menunggu kelanjutannya dengan sabar.


"-Ia ingin membalaskan dendamnya karena orang itu telah membunuh ibunya", lanjut Ryan dan Maura tidak bisa berkata-kata lagi.


"Kenapa?", tanya Ryan bingung Maura tidak bereaksi apa-apa sambil meraih lengan Maura Ryan menarik perempuan yang berstatus istrinyake pangkuannya.


"A- aku tidak tahu kenapa rasanya menyesakkan bukankah mereka tidak bersalah? Kenapa ini bisa terjadi? Ini tidak adil", kata Maura di sela-sela tangisannya.


"Inilah kehidupan yang kejam keadilan  kadang susah didapat jadi jalani saja ini sudah jalannya ya?", kata Ryan disertai anggukan kepala dari Maura.


Hari itu memasuki musim dingin di Tokyo adalah hari-hari manis dan pahit bagi mereka.


"Maaf", gumam Maura. "Tidak, aku yang seharusnya meminta maaf untuk semuanya", bisik Ryan.


Dah lama gak update ya semoga dengan episode ini membuat rasa penasaran terjawab(walau gak sepenuhnya karena cerita ini masih akan berlanjut).


Mohon maaf jika ada kesalahan kata dan terima kasih supportnya sampai hari ini.


See you....


Note: anyway, di tengah-tengah nyari foto cover terbaru saya berniat membuat cerita baru(dua cerita) dengan tema/genre berlatar kerajaan nantikan saja ya infonya lebih lanjut saya tidak tahu kapan pastinya resmi di rilis jadi ditunggu aja ya.

__ADS_1


Saya sebagai author tangan saya gatal pengen buat cerita baru padahal belum ada satu pun cerita/novel benar-benar sampe tahap akhir/tamat yađź—ż.


__ADS_2