Nikah Muda(END)

Nikah Muda(END)
68


__ADS_3

"Kamu kenapa?", tanya Ryan heran melihat raut wajah Maura.


"Gak kenapa-kenapa kok"  jawab Maura acuh.


"Aku gak percaya deh katakan ada apa", kata Ryan mendesak Maura untuk menjawab pertanyaan nya.


Tapi tetap saja Maura tidak menjawab pertanyaan Ryan.


Ryan pun geram dengan tingkah kekanakan Maura. Ingin rasanya mencubit pipi istrinya gemas saat ini.


"Oh gak mau jawab ya? Sini kamu ku beri kau pelajaran sampai menjawab ku", kata Ryan langsung menerjang Maura menarik nya lebih dekat dengannya.


Maura spontan menghindar namun sayang nya ia tertangkap oleh Ryan.


Saat ini posisi mereka sangat dekat Maura bisa mendengar hembusan nafas Ryan yang teratur.


Terlihat sangat jelas wajah Maura memerah tetap saja ia masih belum terbiasa dengan keadaan seperti ini sekarang.


"Ih salting padahal udah 4 tahun menikah masih aja tingkah mu seperti ini', godaan Ryan sambil mengelamkan kepala nya di pelukan Maura.


Maura sudah tak tahan lagi perasan nya tiba-tiba mendorong Ryan menjauh dari nya.


Sementara Ryan tersenyum menang, ia mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Tawa Ryan pecah dan semakin membuat Maura salah tingkah lagi.


"Ih Ryan!!"


Alhasil mereka saling menjambak rambut.


"Jadi kau sudah dengar cerita itu ya", kata Ryan yang terlihat lelah setelah main jambak-jambak rambut.

__ADS_1


"Iya"


Ryan menghela nafas panjang menatap ke atas dengan tatapan sayu.


Ada perasaan sedih dan rindu tersirat di mata Ryan. Sedih dan rindu akan saudara kembar nya yang entah di mana sekarang.


Keheningan menyelimuti mereka saat ini tak ada yang berbicara.


1 detik


2 detik


3 detik


4 detik


5 detik


"Kau ingat pertama kali kita menikah? Kau bahkan enggan tidur bersamaku meski tahu aku tak akan melakukan apapun padamu", kata Ryan mengenang 4 tahun lalu saat mereka masih menjadi pasangan pengantin baru.


"Iya bahkan Yudith dan Reyna yang paling heboh saat itu", kata Maura membenarkan perkataan Ryan mengenai masa lalu nya.


"Saat-saat itu memang menyenangkan tapi juga sedih", kata Ryan dengan nada suara agak lemah.


Maura paham arti maksud perkataan Ryan tadi. Menyenangkan karena hari itu adalah hari pernikahan mereka tapi juga sedih karena Ryan tidak bisa melakukan tanggung jawab nya sebagai suami saat itu.


Maura masih ingat hari di mana ia menikahi laki-laki ini. Ia memang bahagia akhirnya Ryan mau bertanggung jawab tapi diam-diam Ryan menyembunyikan sesuatu.


"Sejujurnya aku masih marah karena kau menyembunyikan hal yang bisa merenggut nyawa mu", kata Maura sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.


Ryan diam seribu bahasa tak bisa berkata-kata karena apa yang di katakan Maura benar.

__ADS_1


Ia hanya bisa menundukkan kepala nya malu dan takut Maura akan meninggalkan nya, sama saat itu dia merasakan hal yang sama.


"Ku mohon jangan tinggalkan aku sendiri maafkan aku", mohon Ryan berusaha meraih Maura walau tangan nya bergetar menahan sakit nya.


Maura sebenarnya saat itu berniat meninggalkan Ryan tapi di sisi lain ia merasa iba dengan keadaan Ryan. Perasaan sakit hati dan kasihan Maura bingung dan bimbang memilih yang mana.


Ryan lagi-lagi batuk dan merasa ingin muntah-muntah.


Maura terkejut keadaan Ryan tiba-tiba memburuk, segera ia memanggil dokter tapi tangan Maura di tarik dari belakang otomatis Ryan yang berada di bangsal terjatuh bersama Maura.


Maura menelan ludah tegang, posisi mereka sangat dekat tak ada celah di antara mereka.


Maura bertindih di atas Ryan, ia bisa mendengar hembusan nafas Ryan tidak stabil dan suara detak jantung Ryan yang tiba-tiba melemah.


Segera Maura bangkit dan memanggil dokter.


"Untung nya gak parah kau membuatku takut saja",  kata Maura sambil mengeluarkan dada nya lega.


"T-tapi r-rasa sakit nya tak bisa ku t-tahan", kata Ryan terbata-bata karena masih kesusahan bernafas walau sudah memakai alat bantu.


"Kalau begitu istirahatlah aku akan menemani mu di sini gak ke mana-mana", kata Maura sambil membelai lembut pucuk kepala Ryan.


"Janji?", tanya Ryan mematikan lagi dan Maura mengangguk.


Ryan tersenyum menatap Maura tentu saja Maura salah tingkah lagi.


Tak lama kemudian Ryan pun tertidur pulas.


"Kenapa kau selalu membuat ku khawatir sih? Dulu maupun sekarang Ryan. Hari itu aku memang marah dan berniat meninggalkan mu tapi hati ku tak bisa menolak kehadiran mu saat itu aku sadar jika aku sudah jatuh hati oleh dirimu jadi biarkan aku berada di sisi mu sampai akhir hayat", kata Maura yang akhirnya tertidur juga.


Jangan lupa vote dan komen ya terus dukung ya.

__ADS_1


See you Next time


__ADS_2