
Hi balik lagi nih udah pada nunggu gak? Banyak misteri belum terpecahkan di cerita sebelumnya maka di sequel nya ini kita akan mengungkapkan misteri-misteri tersebut.
Simak terus ya.
Selamat membaca.....
Maura terbangun melihat sekelilingnya. "Kok aku ada di kamar sih? Seingatku aku ada di ruang kerja Ryan deh", kata Maura kaget dirinya sudah berada di dalam kamarnya.
"Aku yang memindahkan mu sayang", ucap seseorang yang baru saja selesai mandi.
Maura menelan ludah melihat Ryan tak berusana dan hanya di balut handuk.
"O-oh gitu ya aku akan mandi lalu menyiapkan sarapan", kata Maura membuang muka.
Saat ini Maura tidak ingin menatap Ryan jika tidak ia akan nafsu karena terus memandang Ryan apalagi suami nya itu tak berbusana.
Ryan mengerti kenapa Maura menghindari tatapannya saat ini. Bukannya cowok itu berpakaian malah mendekati Maura ingin menggoda wanita di hadapannya saat ini.
Ryan menjilat leher Maura spontan Maura menghindar dan menatap takut Ryan.
Ryan? Cowok itu malah memasang senyum smirk nya.
"R-r-RYAN PAKE BAJU MU DULU ATAU AKU TIDAK AKAN MEMASAK DAN JANGAN MESUM KAU!!! INI MASIH PAGI!!! SANA DASAR SUAMI MESUM!!!", teriak Maura sampai Fadli mendatangi kamar orangtua nya.
"Ayah, ibu kenapa libut pagi-pagi?", tanya Fadli sambil membuka sedikit pintu kamar.
__ADS_1
Sontak Ryan dan Maura menatap kaget Fadli bukan itu saja mana lagi pintu kamar tidak terkunci.
"RYAN ADINATA MAHENDRA MAHESA KENAPA KAU TAK KUNCI PINTU HAH?! SINI KAMU!! JANGAN LARI KAMU!!", Maura mengejar Ryan di atas kasur sedangkan Fadli hanya terheran-heran melihat kelakuan orangtua nya seperti anak kecil.
"Fadli ayo mandi", ajak Rifki menarik Fadli.
"Tapi ayah dan ibu", kata Fadli khawatir.
"Itu biar nenek yang urus", kata Rifki dan Fadli hanya pasrah mengikuti Rifki.
Maura telat menyiapkan sarapan dan malah sarapan ceramah, siapa lagi kalau bukan Anisa menceramahi kedua pasangan suami istri ini.
"Lihat!! Gara-gara kalian pagi-pagi kerjaan nya main doang anak gak di urus!!", marah Anisa pada Ryan dan Maura saat ini.
Terlihat jelas saat ini wajah Ryan maupun Maura hanya pasrah sambil menunduk tak melakukan apapun.
"Makanya jangan cari ribut kan Fira datang ke Ayah bilang belum sarapan lalu sampai sini Fadli bilang kalian main kejar-kejaran di atas kasur", kata Arfan menasihati putra dan menantu nya.
"Coba cerita sebenarnya apa yang terjadi?", tanya Arfan hati-hati.
"Si Ryan tuh ayah pagi-pagi sudah mesum aja mana lagi dia tadi belum pakai baju cuma di balut handuk siapa yang gak marah", jelas Maura geram dengan kelakuan suami nya itu.
Padahal semalam adem-adem aja mereka lah ini? Pagi-pagi sudah buat naik darah saja ni cowok ah tidak lebih tepat nya papa muda ini bikin jantungan saja.
"Kan sama istri sendiri gak papa bukan sama cewek lain kok", kata Ryan membela diri.
__ADS_1
Arfan hendak bicara namun di potong oleh Anisa.
"Ibu sih setuju sama kamu Maura suami kek gitu lebih bagus di timpuk bantal lalu menendangnya", kata Anisa enteng.
Arfan menatap jengkel istrinya itu yang sudah mengajari menantu nya salah-salah.
Dan Anisa dan Maura saling mengutarakan rasa jenuh mereka soal suami mereka.
Arfan dan Ryan? Jangan tanya lagi wajah mereka sangat datar dan dingin tak lupa dengan tatapan kosong.
"Oh begitu sini kamu dasar istri durhaka", kata Arfan dan Ryan dengan tatapan lapar menatap Anisa dan Maura.
Anisa dan Maura terkejut dan langsung lari dari kejaran nya.
"AMPUN MAS/AMPUN SAYANG", teriakan Anisa dan Maura di hiraukan oleh Arfan dan Ryan hingga mereka berhasil tertangkap.
"J-jangan AMPUN!!!!"
"Malam ini layani suamimu"
Ada yang merindukan Arfan dan Anisa? Silakan angkat tangan ya bagi rindu mereka🙋♀️.
Kisah ini akan panjang jadi tetap setia dan dukung ya.
Jangan lupa vote dan dukung ya terus.
__ADS_1
Maaf jika ada kesalahan kata sampai jumpa lagi
Muach😘