
Gak jadi tamat nya ada yang kurang menurut saya🤔 jadi lanjut deh sampai benar-benar tamat di ending yang saya pikirkan.
Oke langsung aja
Happy reading
"Aku tidak terima kalian pasti bohong soal kalian keturunan Mahesa?! Iya kan?!", teriak Gita tidak terima ia di permalukan habis-habisan di depan umum.
"Buat apa bohong bukti sudah ada nona", kata Yudith tidak mau kalah.
"Aku tahu aib keluarga Mahesa yang di sembunyikan dan kalian pasti cuma membayar orang untuk membuat flm drama ini bukan kan? Revan juga memiliki skandal buruk", jelas Gita membuat semua orang semakin bertanya-bertanya yang mana benar dan mana yang salah.
"Di jaman sekarang teknologi bertambah canggih jadi kalian bisa merekayasa apa pun asalkan ada uang", tambah Gita.
"Apalagi Revan produser flm terkenal yang terkena skandal sudah berhubungan gelap dengan Yuna juga merusak masa depan para gadis terutama nona Nova"
"Coba kalian pikirkan gadis malang yang menjadi korban pertama tuan Revan ini dibunuh secara sadis olehnya demi menutupi kesalahan yang ia perbuat benar kan? Di mana keadilan untuk mereka?! Dan pria itu masih hidup di atas penderitaan para gadis", jelas Gita memutar balik fakta dan menuduh Revan yang tidak-tidak.
"Cukup atas perbuatanmu nona Floren", kata Yudith menahan amarahnya yang sudah memuncak di ubun-ubun nya.
"Kenapa? Marah? Kenyataannya memang begitu", kata Gita memanasi Yudith.
"Dia akan habis di tangan Yudith jika ia tidak segera berhenti", kata Layla cemas.
"Biarkan saja nanti dia menyesal sendiri saat itu semuanya sudah terlambat", kata Haris.
"Revano nama kakakku yang kau fitnah sedangkan pria yang melakukan itu semua sudah ku buat cacat dia adalah Revana", kata Yudith tetap berusaha sabar.
"Itu hanya fitnah dan kebohongan yang kau buat demi melindungi kakakmu tuan", kata Gita sombong.
"Tarik ucapan mu nona muda Floren", kata Yudith yang mulai mengeluarkan aura kekuatan magis nya.
"Itu apa?", tanya Ciara.
"Mirip seperti milik Devan", jawab Rey.
"Memang sama kami bersaudara", kata Devan yang ntah muncul darimana.
"Ngak akan tuan pemarah selamanya ENGGAK AKAN DASAR PARA KAUM JELATA", teriak Gita bersamaan ledakan kekuatan magis milik Yudith yang sudah membara.
"Kau sudah kelewatan Gita Floren tidak ada maaf bagimu dasar makhluk lebih rendah dari sampah", kata Yudith dengan tatapan membunuhnya.
"A-aku gak takut kau hanya mengertak tapi tidak menyerang", kata Gita lantang.
Tiba-tiba semua lampu berkedip-kedip sendiri dan sebuah rantai tiba-tiba muncul dan menyerang Gita namun ia menghindarinya.
"Hahahaha gak kena", kata Gita dengan sombongnya menghindarinya.
"Bukan kak Yudith ingin mengunci Gita ke dalam rantai kematian", kata Zakir sambil memperhatikan gerakan rantai milik Yudith.
__ADS_1
"Dia berhasil menguasai kekuatan magis rantai kematian", kata Andhika terkejut.
Ia saja tidak bisa melakukannya.
"Arfan", panggil Andhika.
"Apa?"
"Di mana kalung permata yang pernah ku berikan padamu dulu?", tanya Andhika.
"Sudah di tangan anak Ryan, Rifki", jawab Arfan.
"Kalung itu merupakan kalung yang memiliki kekuatan yang besar dari leluhur kita", jelas Hamzah.
"Siapa yang bisa hentikan Yudith?", tanya Vivian.
"Ryan", jawab Arfan datar.
"Masalahnya ini rantai kematian sekali kita terperangkap maka tidak ada jalan keluar", kata Yuki.
"Kalian meremehkan Ryan? Dia bahkan lebih kuat dariku, ia bisa mengendalikan tiga rantai sekaligus", tutur Arfan serius.
"B-bagaimana bisa?", tanya Andhika.
"Ayah lihat saja", kata Arfan sambil memandang Ryan dengan santai berjalan melewati rantai-rantai itu.
Gita yang hampir di cabik-cabik dengan rantai kematian milik Yudith di cegah oleh ketiga rantai milik Ryan.
Gita di buat tidak sadar dan diikat dengan rantai kehidupan.
Sedangkan Yudith di buat tidak sadar oleh Ryan.
"Siapa sih laki-laki yang aku nikahin sih?", pikir Maura melongo saat Ryan merantai Gita bersamaan memukul bagian belakang kepala Yudith.
"Aku sayang", jawab Ryan dalam pikiran.
"Emang ya aku pelupa soal nih cowok memiliki banyak kelebihan", pikir Maura kesal sambil menatap Ryan seakan memintanya untuk tidak menjawab, Ryan hanya membalasnya dengan terkekeh.
Di tengah-tengah mereka Andre melempar tubuh seorang pria yang sudah cacat.
"Ini dia orangnya, Revana sang pelaku", kata Andre dingin.
Semua orang langsung ricuh dan merecoh Revana dan Gita.
Keluarga Floren merasa malu dan segera menyeret keluar dua orang yang sudah memperlakukan mereka.
Belum selesai mereka keluar Gio datang dengan tatapan membenci.
"ANDHIKA LIHAT SAJA AKU AKAN MENGHANCURKAN KETURUNANMU", teriak Gio.
__ADS_1
"Tak ada kapok nya kamu om sini kami urus dirimu yang menyedihkan ini", kata seseorang lalu menyeret keluar Gio.
"Permisi maaf menganggu", kata seorang wanita seumuran Ryan dan Reyna.
"Kau pikirkan apa yang ku pikirkan Arfan?", tanya Anisa.
"Iya lelaki itu bersama wanita itu seperti tak asing bagi kita", jawab Arfan.
"Siapa mereka?"
Di sisi lain
"Gio dasar kau tak berguna begitu saja gak bisa"
"Maaf tuan berikan aku kesempatan lagi", mohon Gio.
"TIDAK KALI INI AKU AKAN TURUN TANGAN", katanya.
"Mitha, kurung orang gagal ini", perintahnya.
"Baik tuan"
"Tunggu dengarkan aku tuan maaf"
"TIDAK"
Gio di kurung dalam sel. "Membusuklah tua Bangka bye bye", kata Mitha.
"Kaliam akan menyesal iya lihat saja hahahaha"
Gio pun menjadi gila di dalam sel.
"Bagaimana?"
"Dia sudah jadi gila tuan", kata Mitha.
"Biarkan saja sekarang kita akan lancarkan serangan, bersiaplah"
...THE END...
Hai teman-teman kemarin bukan tamat ya tapi ini baru tamat
Serius gak bohong kok
Semoga suka sampai jumpa di sequel cerita nikah muda.
Cinta Abadi
Bye bye
__ADS_1