
Di kediaman Mahesa(Arfan & Anisa)
"Kak", panggil Vincet.
"Panggil nama aja umur kita sama, ada apa? ", kata Ryan yang sibuk membolak-balikkan berkas-berkas dari kantor.
" Kemarin ibu bertemu dengan mantan pacarnya, kau mau melakukan apa nanti? ", tanya Vincet rada-rada takut Ryan marah.
" Ni anak masih aja takut ama aku? ", pikir Ryan gak habis pikir sama sahabat kecil sekaligus adik iparnya.
"Itu tergantung sama mereka selama tidak macam-macam", jawab Ryan santai.
" Iya juga"
"Lalu bagaimana dengan pergerakan wanita itu? ", tanya Ryan mengalihkan topik.
"Dia berkeliaran di kota Jakarta dan sudah hampir setahun setengah dia ada di sini", jawab Vincet sambil mengeluarkan berkas-berkas wanita yang mereka bicarakan beserta fotonya.
Ryan mengamati foto itu dengan tajam dan meremas dokumen itu sekuat tenaga.
" Vincet", panggil Ryan dengan nada begitu dingin hingga atmosfernya pun dingin seperti musim dingin malah sangat dingin.
"Ya"
"Selidiki lebih dalam wanita ini secepatnya", ujar Ryan dengan tatapan mata begitu tajam.
" B-baik"
Vincet langsung lari ke kamar mandi, berhadapan dengan Ryan sama saja cari mati.
"Untung gak diterkam", ucap Vincet lega bebas dari tatapan elang milik Ryan.
" Malang juga nasib mereka apalagi wanita itu karena berhadapan langsung dengan Ryan, anak tertua di keluarga ini", gumam Vincet.
"Ryan", panggil Maura sambil bertingkah manja ke Ryan.
" Ada apa? Duduklah kenapa masih malu-malu? ", tanya Ryan dengan tampang polosnya.
"Dasar tentu saja malu karena harus duduk di sana", pikir Maura dengan rona merah di pipinya.
__ADS_1
Ryan sangat gemas melihat tingkah istri kecilnya itu dan saling gemasnya Ryan mencubit pipi Maura gemas.
" Akh, sakit tahu pipi aku", kata Maura cemberut.
"Iya2 maaf deh ayo ke kamar", kata Ryan dan Maura dengan manjanya menggandeng tangan kiri Ryan.
Di lantai dua sebelah kiri pojok. Anisa dan Arfan melihat putra dan menantunya sangat mesra.
" Hihihi... Mereka mesra banget", kata Anisa jadi iri lihat pasangan muda tadi.
"Dulu kita juga kan malah lebih mesra loh👫❤", bisik Arfan yang membuat rona merah di pipi Anisa.
Jujur aja yang dikatakan Arfan ada benarnya.
" Ih, jangan gombalin aku kamu tuh masih lemas loh udah ayuk kembali ke kamar", kata Anisa dengan menggandeng lengan kanan Arfan.
"Kalau diingat-ingat lagi banyak sekali momenku bersama Arfan apalagi waktu ulang tahun pernikahan kami ke-17 Arfan membawaku ke alun-alun kota Jakarta", pikir Anisa.
Iya mereka sempat kembali ke Jakarta karena urusan pekerjaan Arfan selama 5 bulan. Waktu itu juga Andra dan Mutia sudah lahir umur mereka saat itu sudah memasuki 7 bulan.
Lalu setelah itu, mereka kembali lagi ke Singapura. Iya waktu itu mereka menetap di Singapura.
Mereka sejak pergi meninggalkan Kota Jakarta, Indonesia pergi ke Yogyakarta, lalu ke Bali itu pun hanya honeymoon, lalu ke New York, lalu ke Amerika, terus ke Malaysia kurang lebih selama 3 bulan setengah, lalu ke Singapura lalu ke Jakarta karena urusan pekerjaan selama 5 bulan lalu kembali lagi ke Singapura, terus ke Jerman selama 1 tahun, lalu ke Bandung lalu kembali ke Jakarta lagi.
Di acara reuni, angkatan xxxx di Jakarta.
" APA?!! ", seru Ayu terkejut mendengar kabar dari Rosa.
"Apa benar? Wanita itu Anisa? ", tanya Dwi.
" Benar, dia mengenaliku dan mengakui semuanya dan kemarin lusa itu ulang tahun pernikahannya dengan Arfan yang ke-26 tahun", kata Daniel berusaha meyakinkan teman-temannya.
"Kemarin lusa? Sepertinya keluarga mereka belum menyelidiki soal kapan mereka menikah", kata Joshua dengan pose berpikir.
"Lalu ternyata juga Maura selama ini bersama Anisa dan Arfan", kata Ayu.
" Kok bisa?! ", heboh Naya.
" Itu- itu karena Ryan ternyata anak tertua Arfan dan Anisa kembaran Reyna", jawab Ayu.
__ADS_1
"Iya Reyna juga mengatakannya", kata Joshua.
" Kita harus menemukan mereka", gumam Dwi.
"Iya dan kelihatannya Maura hamil lagi ah aku ingin lihat cucuku", kata Ayu kesal sendiri.
" Kita hanya bisa berharap mereka secepatnya muncul kembali hanya masalah waktu saja", gumam Dwi.
Di kediaman Mahesa(Andhika)
"Tuan, ini undangan dari ceo perusahaan Mahesa groub", kata Dion.
" Undangan? Dari perusahaan? ", tanya Andhika bingung.
" Iya tuan", kata Dion dan pamit keluar.
Andhika membuka undangan itu dan membacanya namun ternyata isinya bukan cuman undangan ke acara tahunan perusahaan.
Yang membuat Andhika lebih terkejut adalah foto-foto Arfan dan Anisa bersama 13 anak-anaknya.
Andhika kenal merasa tidak asing dengan anak-anak itu seperti pernah lihat lalu ke nama-nama anak-anaknya alangkah terkejutnya ia tak percaya yang ia baca.
Lalu ke bagian paling bawah ada tulisan langsung dari Arfan mengatakan:
Assalamu'alaikum dengan hormat mengundang anda dan sekeluarga ke acara tahunan perusahaan. Saya harap bisa bekerja sama dan jangan beritahu siapa pun ke publik soal semua foto-foto itu.
Sekian maaf kalau ada salah mohon dimaafkan
Dari Moh. Arfan Mahesa
Waalaikumsalam
Note: ayah kita akan bertemu setelah aku menangkap seseorang yang memulai semuanya 25 tahun lalu oh ya gimana pendapatmu setelah bertemu anak kembarku, Ryan-Reyna😄 asyik gak ngobrolnya? Aku juga udah dengar Reyna kelepasan dimaafkan aja dia memang begitu tipe tak suka menutup-nutupin.
Udah dulu nih tanganku pegal nih hehehe.... Ditambah aku harus istirahat total kalau tidak Anisa bakal seret aku ke rumah sakit
Waalaikumsalam eh udah ya tadi ok sampai jumpa ayah salam ya sama ibu👋👋👋
Nih lanjutannya jangan lupa vote dan komen
__ADS_1
Nih juga sesuai janji sebelumnya foto keluarga Ryan dan Maura👪