
Mau lanjut season 2 tapi takut gak ada yg baca...
Setelah sampai gudang, Dewa beserta keluarga kecilnya turun dari mobil. Dewa menggendong kedua putranya sedangkan Nona membawa putra ketiganya. Zian membawakan barang-barang baby D.
Dewa mengajak anak-anaknya untuk masuk ke kamar pribadinya. Di kamar itu terlihat seperti kamar biasa yang ada tempat tidur beserta sofa.
"Kalian disini ya? Jika kerjaan mas selesai nanti akan kesini lagi," ucap Dewa.
Nona mengangguk lemas, semenjak mengetahui dirinya hamil lagi membuat tidak bersemangat. Di pikirannya hanya memikirkan bagaimana nasib anak-anaknya nanti.
Dewa tahu jika sang istri belum menerima kehamilan ini namun apa mau di kata? Ini adalah pemberian Tuhan dan tidak boleh ditolak begitu saja.
Dewa meninggalkan ketiga putranya dan istrinya di kamar pribadinya. Dia bekerja seperti biasanya mengurus orderan, ia sedikit lega jika mereka ikut disini namun ia tak tega dengan duo Ken yang dititipkan di penitipan anak dua hari ini.
Niat Dewa sangat baik ingin mengurus anak-anak Bagas, namun apa ia bisa mengurus bocah kecil itu jika Nona hamil lagi?
Sang asisten yaitu Zian melihat sang tuan melamun, ia mendekatinya dan menepuk bahunya. Dewa nampak terkejut.
"Kenapa, Dewa?" tanya Zian.
"Gapapa kok, Zi. Aku hanya bingung saja, apa memang aku sok baik? Niatku ingin merawat Kenzo dan Kenzi namun pada akhirnya aku menitipkan mereka di penitipan anak. Apalagi Nona hamil lagi membuatku tambah pusing."
"Nona hamil lagi?"
Dewa mengangguk, Zian menepuk bahu sang tuan sekali lagi. Topcer sekali bocah yang seumuran putranya itu.
__ADS_1
"Kenzo dan Kenzi 'kan masih ada paman yaitu Bara dan Bayu, titipkan saja pada mereka!"
"Aku gak enak, aku sudah sangat yakin untuk mengurus Kenzo dan Kenzi namun sekarang seolah aku menyepelekan mereka," jawab Dewa.
Mendengar sang tuan mengeluh tak membuat Zian diam begitu saja. Dia memikirkan cara supaya Dewa bisa menyerahkan Kenzo dan Kenzi pada pamannya. Niat Dewa sangat baik namun kondisinya sekarang tak memungkinkan merawat kedua bocah itu.
"Saya akan bilang pada Bara untuk merawat kedua keponakannya," ucap Zian.
"Tidak perlu, aku tetap tidak enak. Biar aku jemput Kenzo dan Kenzi."
Dewa berdiri lalu menghampiri Arsel untuk sementara mengurus gudangnya. Dia meminta Zian untuk mengantarnya ke tempat penitipan anak.
Sesampainya di tempat penitipan anak, Dewa membayar biaya lalu membawa pulang kedua anak angkatnya.
"Papa," teriak Kenzi si kecil memeluk Dewa.
"Kita pulang ya, tapi ke gudang. Mama dan ketiga adikmu berada disana."
"Asyik...." ucap Kenzi.
Dalam perjalanan, Kenzi si kecil menceritakan jika di tempat itu sangat enak, terdapat banyak anak-anak yang seumurannya. Bocah polos itu ingin datang kesana lagi sedangkan Kenzo memilih untuk diam tak banyak bicara.
Setelah sampai di gudang, Dewa mengajak mereka ke ruangannya dan membiarkan menunggunya bekerja. Kenzi ingin melihat mama dan ketiga adiknya namun Dewa menjelaskan jika mereka sedang tidur dan tidak bisa di ganggu.
"Om Dewa jika sudah tidak sanggup mengurus kita lebih baik bawa kita ke panti asuhan saja," ucap Kenzo yang mengeluarkan unek-uneknya.
__ADS_1
"Kenapa bilang begitu? Papa sanggup mengurus kalian."
"Buktinya kalian mengirim kami ke tempat penitipan anak dan Tante Nuna terakhir marah-marah pada kami," jawab Kenzo.
Dewa menghela nafas, ia beranjak dari kursi kerjanya lalu berjongkok depan anak angkatnya itu. "Mama kalian sedang hamil lagi makanya dia jadi terbawa suasana dan emosian. Dia sebenarnya sayang dengan kalian," ucap Dewa.
"Tapi jangan juga kesempatan melampiaskan amarah pada kami. Kami kan gak nakal," jawab Kenzo sambil matanya memerah.
Dia menangis, adiknya Kenzo yaitu Kenzi hanya diam melihat sang kakak menangis. Dia masih belum paham akan situasinya.
Dewa memeluk mereka berdua untuk meminta maaf jika belum menjadi orang tua asuh yang baik.
"Sekarang papa mau tanya pada kalian, kalian mau ikut dengan Paman Bara atau Paman Bayu?" tanya Dewa.
Kenzo semakin menangis kencang mendengar pertanyaan dari Dewa. Dewa sangat bingung.
"Huaaaaa... Benar 'kan jika papa sudah tidak sayang kami lagi? Papa mau membuang kami ke orang lain, huaaaaaa," ucap Kenzo sambil histeris.
"Apa? Papa dan mama mau membuang kami? Aku tidak mau, huaaaa," sahut Kenzi yang mendadak paham.
Dewa memeluk mereka dengan erat, hampir satu tahun kedua bocah itu ikut dengannya dan sudah ia anggap sebagai putranya sendiri.
"Papa tidak akan membuang kalian, papa sayang kalian."
Zian yang melihat mereka dari luar sangat takjub dengan sifat Dewa yang baru genap 22 tahun itu. Di usianya yang baru menginjak dewasa ia sudah harus mengurus kelima anaknya serta kini ditambah istrinya yang hamil lagi.
__ADS_1
Sebenarnya anda merasa tertekan juga namun kebaikan anda mengalahkan segalanya. Batin Zian.