
Cerita tentang tumbuhnya cinta Arsel dan Mona,
Beberapa tahun yang lalu.
Mona menyadari jika pria yang lebih tua dari papanya sendiri sudah meluluhkan hatinya. Arsel, dia dengan berani mengatakan rasa sukanya pada Mona yang tentu saja pantas sebagai anaknya. Kala itu Mona berdecih mendengar ucapan Arsel yang
di anggapnya mesum itu karena Mona sudah mendengar jika Arsel pernah menyukai
mamanya saat muda. Mona berpikir jika Arsel ingin balas dendam saja kepada sang
Mama terutama Papanya yang sudah menikahi Nona di waktu muda.
“Apa Uncle sungguh mencintaiku? Uncle hanya ingin balas dendam ‘kan?” tanya Mona.
Gadis berparas bule itu sangat mirip dengan sang mama sewaktu muda. Arsel tersenyum
sambil mengelus rambut coklat Mona.
“Untuk apa balas dendam? Jika Uncle balas dendam pasti sudah sedari dulu.”
Mona menatap mata Arsel, ia mengangguk membuat dahi Arsel berkerut.
“Aku mau jadi pacar uncle, tapi pasti mama dan papa tidak akan setuju,” ucap Mona sambil
memainkan jemari tangannya.
Arsel menggenggam tangan Mona lalu mencium tangannya. “ Kita bicarakan bersama-sama
dengan papa dan mamamu.”
Mona menggeleng, ia takut dengan papa dan mamanya. Mereka pasti tidak akan
menyetujui hubungan mereka. Arsel mengusap pipi Mona lalu mengecupnya sekilas.
Pria itu sadar jika ia terlalu tua untuk Mona namun yang namanya cinta memang
tidak bisa di pungkiri. Setelah itu, Arsel mengantar Mona untuk pulang ke rumah. Di dalam mobil Mona hanya terdiam bagaimana reaksi papa dan mamanya jika
mereka tahu kalau ia berhubungan dengan pria matang nan masih perjaka itu.
__ADS_1
“Uncle benar-benar serius denganku?” tanya Mona.
Arsel mengangguk, ia sudah lama tidak dekat dengan perempuan namun kali ini beda,
Arsel tertarik dengan gadis yang sudah di anggapnya keponakan itu. Dalam hal ini, Arsel mencoba menyesuaikan dengan Mona yang baru menginjak 20 tahun di
tahun ini.
Setelah sampai di apartemen, Arsel mengantar Mona sampai depan pintu. Mona menyuruhnya
masuk dulu namun Arsel menolak karena ia harus kembali ke kantor tempatnya bekerja mengurus perusahaannya sendiri.
“Masuklah! Jangan lupa untuk makan!” ucap Arsel.
Mona mengangguk, ia lekas menutup pintu lalu
melihat sang mama sedang bersih-bersih rumah. Mona berjalan melewatinya dan
masuk ke kamar namun sang mama menghentikan langkahnya.
“Anak gadis malas sekali tidak membantu mamanya,” ucap Nona.
Mona membalikkan badan. “Mommy, aku capek. Nanti aku bantu deh. Kalau mau, hehe .. “
Mona merebahkan diri ranjang dan mulai mengingat kejadian tadi saat bersama Arsel.
Bagaimana cara memberitahu papa dan mamanya jika dirinya sudah berpacaran dengan Arsel? Pasti mereka tidak akan setuju terutama sang mama. Mona sedari tadi membolak-balikan badannya di ranjang karena saking bingungnya.
Ah .. sepertinya aku harus
memberitahu papa terlebih dahulu. Papa kan baik tidak seperti mommy yang galak.
Ya, aku harus bilang papa. Dia pasti setuju.
Saat malam hari,
Mona melihat sang papa sedang meminum teh sambil merekap hasil penjualan hari ini. Mona
memastikan jika mamanya tidak ada di sekitar sana. Setelah sang mama tidak ada kini ia bisa mendekati sang papa yang masih sangat muda dan tampan.
__ADS_1
“Papa?”
“Hem, ada apa, Sayang?”
“Pah, aku sudah punya pacar.”
Dewa menatap
Mona, putri bulenya itu terlihat takut bahkan sedari tadi hanya menunduk. Dewa mengangkat dagu Mona, ia tersenyum saat Mona menatapnya.
“Siapa pacarmu? Ajak main ke sini!” ucap Dewa.
Mona malah memainkan jemarinya, ia takut untuk menyebut nama Arsel di depan sang papa. Namun ia mencoba untuk berani dan melihat mata sang papa yang terlihat tidak
akan marah dengannya.
“Aku pacaran sama uncle Arsel,” ucap Mona malu-malu.
Dew langsung melotot dan menutup laptopnya. Mona menunduk ketakutan takut jika sang papa memarahinya. Dewa menghela nafas panjang dan mencoba mengontrol emosinya.
Apa yang di perbuat Arsel sehingga putrinya jadi seperti ini?
“Kau tahu jika Arsel umur berapa? Dia 10 tahun lebih tua dari papa bahkan dia seumuran
mommy mu,” ucap Dewa.
“Aku tahu, Pah. Makanya aku meminta pendapat papa dulu. Jika papa gak setuju aku bisa
memutuskan Uncle Arsel tapi ku mohon jangan bilang mama tentang ini!” rengek Mona.
Dewa mengusap wajahnya kasar. Dia melihat mata putrinya yang memerah, apa yang
sebenarnya terjadi sehingga Mona tiba-tiba berpacaran dengan Arsel yang umurnya
2 kali lipat dengannya.
“Umurmu barun20 dan baru kuliah, mungkin ini adalah cinta sesaat atau cinta monyet. Jika kau pacaran dengan orang lain papa akan setuju tapi jika dengan Arsel, maaf jika
papa kurang setuju. Arsel adalah pria dewasa dan matang yang pantasnya dia menjadi papamu bukan malah menjadi pacarmu," jelas Dewa.
__ADS_1
"Tapi, pah ..."
"Tidak ada tapi-tapian, biar Arsel ku marahi karena bisa-bisanya memacari putriku," ucap Dewa geram.