
Di gudang.
Setelah menutup gudang, Dewa bersama teman-temannya berencana untuk mengeluarkan Arsel dari rumah penjara itu. Semua teman-temannya terkejut jika Arsel malah di kurung oleh kakaknya sendiri.
Rencana demi rencana terlontar dan kini mereka segera melaksanakannya. Ada yang mengalihkan penjaga rumah sampai ada yang memanjat pagar belakang rumah. Bahkan ada yang berpura-pura menjadi tukang service AC. Mereka lakukan dengan totalitas supaya Arsel bisa keluar dari sana.
Rencana dimulai, satu orang mengalihkan petugas penjaga rumah dan Dewa beserta Jojo memanjat pagar belakang. Cara ini cukup berhasil, namun setelah akan masuk di rumah megah itu mereka hampir ketahuan oleh petugas yang menjaga di dalam. Jojo dan Dewa mulai menyusun rencana lagi. Mereka mengendap-endap masuk ke pintu yang lain yang ternyata terhubung pada dapur.
Disisi lain, teman Dewa yang menyamar menjadi petugas AC datang. Si petugas tidak menaruh curiga lalu menyuruhnya untuk masuk. Sedangkan Dewa dan Jojo mulai beraksi sambil menunggu temannya berpura-pura menjadi tukang AC untuk membenarkan AC di kamar Arsel.
Saat petugas keamanan membukakan pintu kamar Arsel. Teman Dewa masuk membuat Arsel terkejut.
"Nino?"
"Ssttttt..."
Arsel mengangguk lalu menutup pintu. "Dimana Dewa?"
Nino menjelaskan jika Dewa dan Jojo akan menjadi umpan bagi semua penjaga rumah supaya hanya fokus pada mereka dan Arsel bisa langsung kabur tanpa di halang para penjaga rumah.
"Kalian semua menolongku? Aku jadi sangat terharu," ucap Arsel.
"Kita 'kan teman jadi harus saling tolong menolong."
Saat mereka sedang mengobrol, terdengar di luar sedang terjadi keributan. Nino langsung mengajak keluar Arsel dan berlari sekencang mungkin sedangkan Dewa dan Jojo berlari ke arah belakang lalu memanjat pagar belakang rumah.
__ADS_1
Setelah Arsel masuk mobil, mereka lalu menjemput Dewa dan Jojo yang berlari tunggang langgang. Nino menyetir mobil sangat kencang lalu meninggalkan kompleks perumahan elit tersebut.
Di dalam mobil, Arsel sangat terharu. Walau teman-temannya masih bocah namun memiliki solidaritas yang tinggi apalagi Dewa sampai menutup gudang hanya untuk menyelamatkan Arsel.
"Terima kasih," ucap Arsel.
"Jangan kaku dong! Kita 'kan teman," ucap Jojo.
Dewa tersenyum kecil lalu memeluk Arsel yang ada di sebelahnya. Dia sudah menganggap Arsel sebagai kakaknya sendiri.
"Setelah ini kita kemana?" tanya Nino.
"Ke apartemenku saja, kita makan disana," jawab Dewa.
Dewa sangat senang bisa bertemu dengan Arsel lagi namun pasti Altaf tidak hanya diam saja melihat sang adik kabur dibantu para bocah-bocah itu.
Bara sedang bermain dengan putranya. Setelah mempunyai anak dari Sarah membuatnya sedikit melupakan keberadaan Elara yang kini sudah besar. Tentunya membuat Elara sangat cemburu hingga memutuskan untuk tidak menemui Bara.
Sarah kini sedang berdandan padahal tidak akan kemana-mana, ia harus terlihat cantik di depan sang suami setiap harinya. Namun Bara seolah tak suka apalagi saat kemarin sang istri mengobrol dengan Zian membuatnya cemburu.
"Mau ketemu Zian lagi?" tanya Bara.
Sarah mengernyit lalu memandang sang suami yang tak memandangnya sedikitpun. "Apa maksudmu?" tanya Sarah.
"Kemarin mengobrol dengan Zian sampai salah tingkah sendiri."
__ADS_1
Sarah langsung melempar bantal pada Bara dan tepat mengenai wajah Bara. Bara tentu saja tidak terima menerima perlakuan seperti itu dari sang istri.
"Sangat tidak sopan seperti itu," ucap Bara.
"Kau juga sama saja memfitnahku seenaknya. Aku bukan perempuan seperti itu," teriak Sarah.
Bara meminta maaf, ia menggendong putranya lalu menghampiri Sarah. Sarah yang masih muda nan cantik serta Bara yang kini pria tua sangat takut kehilangan istrinya. Sarah mendengus namun ia tidak tega berlama-lama marah dengan Bara.
"Iya deh, sini aku cium!" ucap Sarah.
CUP...
Ciuman sekilas menempel pada bibir Bara membuat pria itu sangat senang. Sarah menggeleng-gelengkan kepala melihat sang suami yang sangat manja malah manjanya melebih putra kecilnya.
Disisi lain, Nona menelpon Elara untuk memberitahu agar sekedar menjenguk adik-adiknya. Walau Elara dan duo Ken berbeda ibu namun mereka tetap satu ayah tapi jawaban Elara membuat Nona sangat kesal.
"Aku sudah gak peduli dengan mereka, hidupku saja sudah berat kenapa aku harus ikut mengurusi anak dari yang membunuh mamaku sendiri?" ucap Elara.
"Ela, kenapa kau berbicara seperti itu? Mereka tetap adikmu."
"Nggak, aku anak tunggal dari Mama Zalina. Mereka bukan adikku."
Telpon langsung tertutup membuat Nona sangat geram. Dia menghela nafas untuk menyabarkan dirinya menghadapi situasi yang pelik ini.
Pintu bel berbunyi, Nona yang baru pulang kerja membuka pintu dan sangat terkejut melihat sang suami sudah pulang dengan membawa rombongan teman-temannya.
__ADS_1
"Sayang, tolong pesankan makanan dong! Kami lapar habis menyelesaikan misi," ucap Dewa.
Tanpa bertanya Nona langsung mengiyakan, ia hanya menggaruk-garuk kepalanya melihat para bocah itu kelelahan.