Nona Menikahi Bocah

Nona Menikahi Bocah
Bonus chapter : Arsel & Mona


__ADS_3

"Katakan apa yang kau mau?" tanya Mona pada pria yang kini menjadi suaminya. Baru menikah mereka sudah mendapat masalah walau sepele bagi Arsel namun tidak bagi Mona.


"Tidak ada, hanya ingin bilang 'love you' padamu. Tidak boleh?"


Mona mengernyitkan dahi. Pria gagah nan tampan itu mengatakan cinta dengannya. Entah rasa apa ini namun Mona sangat bahagia, cintanya terbalaskan. Tidak dapat Kenzo namun bisa mendapat Arsel adalah hal yang luar biasa.


"Aku juga cinta sama kamu, hubby," ucap Mona memeluk Arsel.


"Jangan marah lagi ya, Sayang!"


Mona mengangguk, mereka berciuman di kamar dan di ranjang terdapat putri mereka yang tengah tertidur pulas. Setelah berciuman, mereka memutuskan untuk membuat makanan bersama. Arsel rupanya sangat manis pada sang istri yang tengah labil itu. Mona sering marah masalah hal sepele namun Arsel sigap untuk meminta maaf dengan cara yang romantis.


"Mama, tolong ambilkan pisau!" ucap Arsel menyuruh Mona.


"Baik, hubby."


Sebagai sang suami yang kini sudah tidak muda lagi dan memiliki istri yang belum pandai memasak membuatnya harus seperti merawat anaknya sendiri. Mona kini masih berumur 23 tahun dan putrinya berumur 2 tahun. Mona sangat manja dan jika Arsel membuat masalah maka ia akan mengadu pada sang Papa yaitu Dewa.


"Nih, hubby. Kali ini mau masak apa?" tanya Mona.


"Masak apa aja deh yang penting bisa di makan," jawab Arsel.

__ADS_1


Mona mendengus namun ia mendengar suara putrinya menangis dan segera ia hampiri di kamar.


"Jessi, cup ... mama di sini."


Wajah putrinya sangat mirip dengannya. Sangat bule dan putih bersih. Untuk menenangkan Jessi menangis, Mona segera membuka kancing bajunya dan menyusui Mona yang sudah berumur 2 tahun. Jessi masih menyusu mamanya walau sudah tidak keluar asinya lagi tapi jika Arsel tahu, ia akan marah.


"Cepat, nak! Nanti jika papa mu tahu mama akan kena jitak," ucap Mona.


"Mama ... Jess sudah bangun? Bawa sini biar lihat Papa nya masak," teriak Arsel.


Mona terkejut. "Bentar, hubby."


"Hubby, ini bisa di jelaskan," ucap Mona takut.


Arsel mendekat, tangannya seolah akan menjitak kepalanya membuatnya begitu takut. Namun tak di sangka, Arsel malah mengelus kepalanya dengan lembut.


"Mama, nanti gantian aku ya yang menyusu?" ucap Arsel.


"Ha?"


****

__ADS_1


Pov Mona.


Suami tua ku yang satu ini sangat manja, entah apa yang di pikirannya. Dia selalu iri pada Jessi apalagi masalah susu menyusu. Ah ... Pada akhirnya ku biarkan mereka minum bersama-sama dan aku cukup geli ketika Jessi mengusir papanya.


Ya, bagus Jess. Usir papamu yang nakal itu.


Walau begitu, suamiku sangat sayang pada kami. Dia menjaga kami dengan baik bahkan punya satu gores luka saja ia heboh minta ampun.


Bukannya aku tak pandai masak namun suamiku itu takut jika aku pegang pisau. Dia takut aku terluka, oh so sweetnya.


"Mama, nanti sore main ke papa dan mama mu, mau?" tanya suamiku.


"Iya, hubby. Aku mau."


Yeah, asyik. Aku akan bertemu Papa dan mama. Aku bisa meminta papa untuk memberikan tas branded baru setelah itu aku akan mengajaknya bermain ke tempat wisata, tidak seperti suamiku yang selalu sibuk bekerja tapi dia tetap suami hebatku yang bisa melakukan banyak hal.


****


Jangan lupa mampir ke novel baru ku ya! Gak kalah seru kok.


__ADS_1


__ADS_2