Nona Menikahi Bocah

Nona Menikahi Bocah
Season 2 : Bab 9


__ADS_3

*15 tahun kemudian*


"Papa ... hari ini Mona mau belajar kelompok bareng temen-temen."


Dewa mengangguk namun Nona langsung menyela. "Untuk apa? Belajar saja di rumah."


Mona si gadis yang akan lulus SMP tahun ini memonyongkan bibirnya. Sambil tangannya menyendokan tangannya, ia memasang wajah memelas kepada Dewa. Sang mama memang selalu melarang Mona untuk banyak melakukan aktivitas di luar karena Mona adalah perempuan.


"Ya, tenang saja." Dewa berbisik kearah Mona.


Mona tersenyum, ia mengangguk paham. Sedangkan dari tadi Kenzi memainkan makanannya seolah tak berselera makan.


"Kenapa, Zi? Jangan di buat mainan! Mama masak sampai capek," ucap Nona.


Kenzi menghela nafas, ia mengambil tasnya lalu segera berpamitan untuk mencari pekerjaan. Kenzi baru saja di pecat karena melakukan kesalahan, mau tak mau ia harus mencari pekerjaan lagi.


"Ma, Pa ... Aku mau cari pekerjaan dulu. Doakan, ya!" ucap Kenzi.


"Makan dulu!" jawab Dewa.


Kenzi menggeleng, ia mencium tangan kedua orang tua asuhnya dan tak lupa mencium kening Monalisa yang sangat menggemaskan.


"Jika sudah dapat pekerjaan lagi, ajak Mona ke seaworld, ya?" ucap Mona.


"Iya adikku yang manis."


Kenzi juga mengusap kepala ketiga adik kembarnya yang kini sudah SMA. Tak seperti Mona yang ceria. Dav, Dev, Ven sangat cuek dengan Kenzo maupun Kenzi. Setelah kepergian Kenzi, mereka melanjutkan makan pagi. Keluarga bahagia itu memang sudah sangat bahagia. Anak mereka tumbuh dengan baik, pekerjaan Dewa dan Nona juga berkembang sangat pesat selama 15 tahun ini.


"Asyik ... Kak Kenzo akan pulang hari ini 'kan? Aku tidak sabar ia akan membawakan oleh-oleh untukku," ucap Monalisa.


"Kau meminta apa pada Kak Kenzo, Mona?" tanya Dewa pada putrinya.


"Ada deh," jawab Mona sambil menjulurkan lidah pada papanya.


Setelah selesai sarapan, Dewa mengantar anak-anaknya untuk ke sekolah mereka masing-masing. Pertama adalah sekolah Mona lalu sekolah Dev dan Ven lalu yang terakhir sekolah Dav. Dari ketiga anak kembar itu hanya Dav yang tidak bisa masuk sekolah negeri karena dia bodoh tak seperti adik-adiknya. Dav juga sangat nakal dan terkadang membuat Dewa sangat kelimpungan.


Setelah diantar sang papa, Monalisa masuk ke kelasnya. Di dalam lacinya ia menemukan sebuah surat cinta namun ia langsung meremasnya. Parasnya yang bule nan sangat cantik membuatnya menjadi primadona sekolah.


"Ah ... bosan. Surat cinta melulu, sekali-kali kasih duit kek," gumamnya.


Mona tersenyum sumringah saat melihat ponselnya yang berbunyi dan ternyata dari Kenzo, ia langsung mengangkat panggilan telpon dari sang kakak.

__ADS_1


"Barang pesananmu ternyata tertinggal satu? Bagaimana? Maafin kakak!" ucap Kenzo.


Monalisa sangat kecewa, ia memutar bola mata jengah karena sudah tahu jika sang kakak memang orang yang pelupa. Monalisa pun menjelaskan jika tak masalah yang penting jangan sampai Kenzo yang tertinggal. Kenzo tertawa senang melihat adiknya tumbuh dengan sangat baik dan ceria.


"Eh ... Kak Zoo, tadi Kak Zi mukanya murung banget. Aku kasian dengannya. Ajaklah dia kerja di Korea," ucap Mona.


"Dia yang tidak mau. Palingan dia baru putus makanya sedih."


"Putus apanya? Dia saja tidak pernah dekat dengan cewek," ucap Monalisa.


Disisi lain, Kenzi mengendarai motornya ke sebuah tempat kos perempuan dan disana sudah ada wanita yang menunggunya. Kenzi memberikan helm lalu wanita cantik itu memakainya dan naik ke atas motor Kenzi. Kenzi segera melajukan motornya dengan kencang ke suatu tempat.


Setelah sampai mereka turun dan menuju sebuah bangku pada taman. Mereka duduk walau hanya saling diam. Kenzi melirik perut sang pacar yaitu Natalia yang mulai terlihat membesar.


"Sudah berapa bulan?" tanya Kenzi.


"4 bulan."


Kenzi menghela nafas. "Bukannya aku tidak mau bertanggung jawab namun sekarang ini aku tidak memiliki uang untuk menikahimu apalagi kini aku sudah di PHK," jelas Kenzi.


Natalia berdiri, ia menatap Kenzi dengan sedih. "Untuk apa kau menikahiku? Ini bukan anakmu, ini anak Rosen. Aku selama ini berselingkuh di belakangmu. Kenapa kau sok sekali ingin menikahiku jika ini bukan anakmu?" ucap Natalia sambil terisak.


"Karena aku mencintaimu."


Natalia semakin sedih, ia menggeleng. "Kita putus saja, aku akan pulang ke rumah orang tuaku dan bilang jika aku hamil anak pria tak bertanggung jawab itu. Aku tidak ingin pria lain menanggung kesalahannya. Ku harap kau menemukan wanita yang baik, Kenzi."


Kenzi menatap punggung Natalia, wanita yang sudah menjalin hubungan dengannya sejak SMA harus berpisah dengannya. Memang pengkhianatan itu sangat menyakitkan dan lebih sakit lagi jika di tinggal saat sedang cinta-cintanya. Kenzi menghela nafas, ia kembali menuju motornya untuk segera mencari pekerjaan yang baru.


***


Dewa kini menggabungkan gudang tokonya dan gudang mebel milik Nona. Mereka bekerja sama dalam membangun bisnis online ini. Dewa memang benar-benar sukses dalam bisnisnya yang ia mulai dari 0 dan hanya bermodal 10 juta saat itu.


"Sayang, makan camilan dulu yuk! Mas beli rujak di depan," ucap Dewa.


"Mas makan dulu saja, aku mau mengecek ini dulu," jawab Nona.


Dewa memeluk Nona dari belakang, Nona langsung melepaskannya karena sangat malu dengan para karyawannya. Dewa mendengus dan memilih makan rujak favoritnya.


"Permisi," ucap pria matang yang bahkan bisa di pastikan masih perjaka.


Ya, dia adalah Arsel. Sudah 15 tahun berlalu dan ia belum juga menikah. Trauma akan perempuan membuatnya enggan untuk menikah. Dia asyik menikmati kesendirian ini di umur yang sudah lebih dari 45 tahun.

__ADS_1


"Masuk," jawab Nona.


"Haduh ... Maaf mengganggu. Ini ada resi yang harus di tandatangani," ucap Arsel.


Dia langsung menandatangani sedangkan Arsel menunggu di depan Dewa.


"Sel, nanti jemput Mona bisa? Sekalian jemput Kenzo di bandara," ucap Nona.


"Mas yang akan jemput mereka nanti," sahut Dewa.


"Huh ... Mas lupa janji mau ngapain?" tanya Nona sudah memasang wajah monster.


Dewa langsung ciut, ia langsung tertunduk pada resi tadi. Arsel tersenyum kecil melihat Dewa yang masih takut pada sang istri.


"Baiklah, nanti aku akan jemput mereka," jawab Arsel.


**


Pukul 2 siang, Arsel sudah berada di depan gerbang sekolah Monalisa. Mona terkejut saat Arsel yang menjemputnya.


"Cie ... cie ... di jemput om-om," ejek teman Mona yang bernama Febi.


"Uncle Arsel, Febi naksir uncle. Katanya dia mau minta nomor uncle," ucap Mona tak kalah mulutnya yang celamitan.


Arsel hanya diam saat di goda para ABG itu. Dia membuka pintu lalu menyuruh Mona masuk. Mona sangat cemberut saat mengetahui sang papa bukan yang menjemputnya.


"Papaku mana?" tanya Mona.


"Papa dan mamamu sedang berkencan."


"Cih ... sok muda sekali," gerutu Mona.


Arsel mengendarai mobil menuju ke bandara untuk menjemput Kenzo. Setelah sampai Arsel yang turun sendirian sedangkan Mona menunggu di mobil.


Setelah menunggu setengah jam, Kenzo datang juga dan Arsel membantu membawakan barang-barangnya.


"Uncle? Ku pikir papaku yang akan menjemputku," ucap Kenzo.


"Papamu sedang ada urusan penting."


Kenzo masuk mobil, Mona langsung memeluknya karena sangat merindukan Kenzo yang tak pulang selama 3 tahun lamanya.

__ADS_1


"Mona kangen kakak," ucap Mona.


__ADS_2