
Istirahat makan siang telah tiba. Dewa menghidupkan ponselnya, ia melihat ratusan chat menumpuk di grup chat teman-teman sekolahnya. Setelah mengirim pesan kepada Nona, menanyakan sedang apa dan sudah makan atau belum, Dewa mampir ke grup chatnya.
...Grup Chat Alumni Alay...
200 Chat tenggelam
^^^Dewa^^^
^^^Pada ngomongin apaan sih?^^^
Jojo
Ngomongin dirimu sudah kawin
Giman
Bro, kok kawin gak ngajak-ngajak?
Kusnandar
Homo lu, man.
Jojo
Kapan nih Wa resepsinya? Pengen makan gratis nih.
^^^Dewa^^^
^^^Haha... Pejuang gratisan, isi amplop gopek makan sepuasnya sabar ya. Ngumpulin uang dulu nih buat resepsi. Sebenarnya udah resepsi tapi dari pihak istriku, entar deh aku undang kalian buat makan-makan.^^^
Marsidi
Lu mah payah banget Wa, ujug-ujug kawin
Jojo
Apaan tuh ujug-ujug?
Giman
Bukan orang Jawa minggir!
^^^Dewa^^^
^^^Mau gimana lagi? Jodohku cepet, rezeki mana boleh ditolak? Haha...^^^
Jojo
Giman minta kena tampar.
Mukidi
Kerja kerja! Banyak omong kalian.
^^^Dewa^^^
^^^Kabarmu gimana, Di? Gi apa?^^^
Mukidi
Lagi ngarit bro, cari pakan kambing. Biasa calon orang sukses tak malu dengan pekerjaan
Kusnandar
Asyeeeeek...
Jojo
Banyak bacot kalian! Padi tidak bisa menggugurkan buahnya sendiri. Ambil baju partaimu lalu mulailah melompat bersamaku! Hilangkan malu dan kita mulai berjuang bersama!
^^^Dewa^^^
Marsidi
Mukidi
Bantu kami Dewa!
^^^Dewa^^^
^^^Dewa disini woy^^^
Jojo
Kok kau bisa dinamai Dewa kenapa?
^^^Dewa^^^
^^^Terus aku harus lari ke tempat ibuku lalu mengajaknya naik angkot menuju ke stasiun TV lalu mengajak ibuku rebutan michrophone dengan pembawa acara lalu dia harus menjelaskan didepan kamera kenapa ibuku memberi aku nama Dewa?^^^
Giman
Jangan lupa ajak ibumu koprol-koprol didepan kamera!
Jojo
Auto coret dari KK, wkwk...
^^^Dewa^^^
^^^Hahaha, gak ada tanya saat aku malam pertama?^^^
Kusnandar
Aku suka cerita ini, tunggu aku mau plorotin celana dulu! Lagi setor di WC sambil menunggu balada malam pertama Si Dewa.
Jojo
Ehhh tungguin! Angkat s*mpak dulu!
__ADS_1
^^^Dewa^^^
^^^Ngapain angkat s*mpak?^^^
Jojo
Ishhhh parah kau! Disini hujan njir, basah semua CD ku. Susah payah aku menyikatnya dengan sikat gigi. Malah kehujanan, tunggu! Tungguin!
Giman
Cepatan Waaaa! Gak nahan nih!
^^^Dewa^^^
^^^Cerita beginian kalian pada kompak lupa jika tadi ribut.^^^
Kusnandar
Pemersatu harapan indah njir...
Jojo
Yok Waaa mulai!
^^^Dewa^^^
^^^Sebenarnya malam pertamaku cukup menggelikan, aku malu-malu melakukannya dan sama halnya dengan istriku.^^^
Giman
Lanjut
^^^Dewa^^^
^^^Aku bingung bagaimana cara memasukan dengan pas. Nah, aku inget rumus kesebangunan segitiga. Aku mengaitkannya dengan itu.^^^
^^^
^^^
Kusnandar
Paraaaaah...
^^^Dewa^^^
^^^Kalian bisa lihat garis tengah pada segitiga itu? Ya yang AD, diibaratkan adalah ehem... ehemmm... icikiwir syalalala...^^^
Jojo
Gak jelas njir...
^^^Dewa^^^
^^^Entar dulu! Nah, ketika aku melihat. Aku berpikir keras bagaimana mengukur panjangnya dengan dibandingkan dengan milikku.^^^
Giman
Ini ngomongin apa woy?
^^^Dewa^^^
Jojo
Gimana rasanya Waaa?
Kusnandar
Oeeee oeeee oeee dan lahirnya dedek gemes. Tamat.
Giman
Apaan sih kus? Baru proses udah jebrolin bayi.
Jojo
Lanjutin Waaaa!
^^^Dewa^^^
^^^Parah! Gila! Rasanya anjim banget.^^^
Jojo
Wkkwkwkk...
Giman
MAK! ANAKMU PENGEN KAWIN MAK
Jojo
Gak jadi jadi pramugara deh, mau nikah aja.
^^^Dewa^^^
^^^Hahaha... ketika aku masukin wuih gila bikin puyeng tujuh keliling. Rasanya kek mau meninggoy.^^^
Giman
Aku lagi bayangin ketika kawin tiba-tiba nyawa kita dicabut malaikat. Awok... awok... hahhah..
Jojo
Lemes dah tuh, hihihi
^^^Dewa^^^
^^^Sumpah, aku sampai geleng-geleng kepala tapi istriku bilang begini "Salah masukin tuh"^^^
^^^Aku garuk-garuk kuping dan berpikir sejenak. Apasih yang kurang?^^^
Jojo
Lanjut ngab! Tanggung woy!
^^^Dewa^^^
__ADS_1
^^^Aku tidak pasrah, sedikit dengan pikiran yang kuat aku memasukannya.^^^
Kusnandar
Icikiwir
Giman
Asyeeeeeek
^^^Dewa^^^
^^^Istrku berteriak OOOOOHHHH NOOOOO. Aku yakin ini semakin membuatnya gila^^^
Jojo
Paraaaaah
^^^Dewa^^^
^^^Istriku juga bilang! Ooooh Shitttttt!...^^^
Kusnandar
oh gitu ya jika cewek bule mendesah?
Jojo
Oh yeees oh noooo watdefak.... No... no... no... no... oke oke... okeehhhhh...
Giman
Yak... Keadaan makin panas bung. Apakah Dewa bisa mencetak gol?
Jojo
Lanjutannya gimana njer? Jangan gantung woy!
^^^Dewa^^^
^^^Aku semakin pusing, memegangi kepala. Huh.... Rasanya bikin stress... Oh matematika, kenapa kau bikin pusing? Gara-gara kau istriku memakiku karena tidak bisa menyelesaikan soal segitiga itu. Padahal sudah ku MASUKKAN angkanya dengan benar. Istriku terus mengomel karena aku terlalu bodoh.^^^
Giman
Tunggu ngab! Yak... daritadi bahas apaan kok sampe ke matematika?
Jojo
Yaaaaah....
Kusnandar
Sudah ku duga, Dewa kopet ini ngajak bertengkar
Jojo
Asli nih, padahal sudah tegang pala gue
^^^Dewa^^^
^^^Maaf teman-teman, aku lanjut dulu!^^^
^^^Byeeeeee... lanjut malam saja perangnya.^^^
Dewa tertawa kecil karena baru saja mengerjai teman-teman yang mempunyai otak mesum. Dia lantas melanjutkan makam siangnya dengan lahap lalu tidak lupa memakan bekal buah dari Nona. Dewa juga menawarkannya kepada Pak Amri, beliau menilai karena sudah merasa kenyang. Dewa memang sangat menyukai buah tetapi jika dimakan menggunakan yogurt dan keju terasa aneh, apalagi dia anti Keju. Dewa tetap memakannya karena ini adalah bekal istimewa dari sang istri.
"Dewa, Bapak ke kamar mandi dulu ya?" ucap Pak Amri.
"Oke, pak."
Sambil memakan bekalnya, ia berkirim pesan kepada Nona. Dewa tersenyum sendiri membuat para pegawai wanita meleleh ketika melihat senyumannya. Ingin sekali mengajak berkenalan Dewa tetapi rumor sudah tersebar jika Dewa sudah beristri.
Dewa melirik seseorang yang tiba-tiba duduk disebelahnya. Dia adalah wanita yang sempat mengajaknya bicara saat berada di lokasi kerja.
"Hai dik, numpang duduk ya?"
"Iya, kak."
Perempuan itu terus mencuri pandang kepada Dewa tetapi Dewa tetap cuek karena asyik berbalas pesan dengan istrinya.
"Boleh bertanya? Kau sudah menikah? Mana cincin nikahmu?" tanya perempuan itu.
Dewa menoleh, ia melihat jemarinya yang kosong. Dia terkejut setengah mati. Sepertinya dia selalu memakainya. Dewa nampak panik, ia berdiri dan mencari keberadaan cincin kawinnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dewa menuju ke rumah Bara dengan lemas, bagaimana tidak? Dia menghilangkan cincin sakral itu. Pasti Nona akan sangat marah.
Saat sudah berada didepan halaman rumah Bara. Dewa memarkirkan motornya, terlihat banyak orang yang masih berkunjung mengucapkan bela sungkawa kepada Bara. Bara dan teman-temannya sedang berkumpul di depan terasnya. Disana juga terdapat Bayu yang sudah tidak suka dengan kedatangan Dewa.
Dewa menghampiri mereka, tidak enak jika tidak bersalaman walau tidak kenal.
"Ini adik iparku," ucap Bara mengenalkan Dewa kepada teman-temannya.
"Benarkah? Wah... beruntung sekali bisa menikahi bule cantik."
Dewa hanya tersenyum.
"Eh, ketika kau datang kenapa banyak lalat yang datang?" ucap Bayu menyindir Dewa. "Mandi sana! Bau keringat, buruh sepertimu tidak pantas bersama anak berjas seperti kita," sambung Bayu.
"Apa yang kau katakan?" ucap Bara.
"Benar 'kan? Cowok bau keringat seperti dia bikin muntah saja. Kerja itu ber AC dong! Apaan kok pakai blower, hahahaa..."
Dewa hanya berdiri diam menerima semua hinaan dari kakak iparnya itu. Dia memilih berpamitan untuk masuk menemui Nona tetapi Dani menarik tangannya dan merangkulnya. "Kau bekerja dimana, Dewa?" tanya Dani.
"Di pabrik sepatu."
"Wah, sudah bagus itu. Susah untuk masuk kesana," ucap Dani sambil tersenyum. "Ini hampir jadi menantuku tapi memang tidak berjodoh dengan putriku. Dia pekerja keras, aku suka anak muda sepertimu," sambung Dani.
Bayu yang mendengarnya merasa kesal lantas memilih meninggalkan mereka. Dani begitu puas karena sudah membuat Bayu tidak bisa berkata-kata.
"Adikmu parah sekali, Bara. Padahal 'kan masnya ini juga adik iparnya," ucap teman Bara yang lainnya.
"Si Bayu dan Bagas itu satu paket jika menghina orang. Mulutnya lemes sekali," ucap Dani.
"Seperti itulah mereka.
__ADS_1
Dewa, maafkan Bayu ya! Jangan di masukkan ke hati! Nona juga sudah menunggumu didalam, dia sudah memasak untukmu," ucap Bara.
Dewa tersenyum. "Tidak apa-apa, kak. Kak Bayu hanya bercanda saja."