Nona Menikahi Bocah

Nona Menikahi Bocah
Bonus Chapter Terakhir


__ADS_3

Dua hari kemudian.


Dewa mencari dua orang pengasuh untuk anak-anaknya. Satu untuk mengasuh ketiga balitanya menemani Nona dan satu lagi untuk mengasuh duo Ken. Zian membantu mencarikan melalui agensi yang mempunyai pengasuh terbaik dan tentunya sudah berpengalaman.


Dewa bisa bernafas lega karena ini adalah solusi terbaik.


Sambil mengemasi orderan, ia tersenyum kecil mengingat putra-putranya sedang menunggu dirumah. Sang pengasuh selalu melaporkan apa yang terjadi di rumah setiap 3 jam sekali.


"Wa, ada barang datang," ucap Arsel mengagetkannya.


"Eh.. Benarkah? Turunkan saja!"


Arsel merangkul Dewa, berita kehamilan Nona sudah tersebar pada teman-temannya. Dewa si pria berumur 22 tahun akan menjadi ayah dari 6 orang anak. Itu sangat rekor baginya dan orang sekitarnya.


"Bagaimana rasanya menjadi seorang ayah untuk kelima anak dan tahun depan akan ada 6 anak?" tanya Arsel.


"Anak itu anugerah sih, buktinya setelah kehadiran bayi-bayi D dan duo Ken toko online kita selalu ramai pembeli apalagi tahun depan aku akan mempunyai bayi lagi. Walau rasanya sangat lelah namun tawa mereka membuatku tambah semangat untuk mencari uang," ucap Dewa.


Arsel menepuk bahu Dewa, sang bos yang masih sangat muda bisa memberinya contoh motivasi dalam menjalani hidup dan melalui setiap masalah yang melanda. Truk barang sudah datang, mereka lalu menurunkan barang yang sudah mereka pesan untuk dikirim ke pembeli. Semangat jiwa muda Dewa memang patut diacungi jempol, walau dia terlahir kaya raya namun ia berusaha dari nol hingga sekarang memiliki toko online sendiri yang ia kembangkan bersama Nona.


Setelah selesai, kini waktunya pulang. Ini adalah hal terindah bagi Dewa bisa pulang lebih cepat ke rumah. Setelah seluruh gudang di cek, lalu ia menguncinya. Arsel kali ini mengantarnya pulang ke rumah.


***


Sesampainya di rumah. Dewa masuk ke apartemen dan disambut hangat oleh Kenzo dan Kenzi. Dewa menciuminya dengan gemas, mereka tidak nakal membuat sang pengasuh tidak kerepotan.


Dewa menggandeng mereka menuju ketiga adiknya, bayi-bayi D itu rupanya sedang disuapi makan oleh sang pengasuh sedangkan Nona terlihat terlelap di sofa.


"Mbak, mereka nakal 'kah?" tanya Dewa.


"Enggak, mas. Mereka penurut."


Dewa melihat kearah Nona. "Nona tidur dari tadi?"


"Baru saja tidur, Kak Nona pasti kelelahan."

__ADS_1


"Jika masih butuh pengasuh lagi bilang ya mbak, 'kan bayi-bayi D ada 3 tapi pengasuhnya hanya 1 apalagi seiring bertambahnya bulan perut Nona membesar, aku takut jika dia kelelahan ikut merawat mereka," ucap Dewa.


Pengasuh itu mengangguk paham. "Mungkin jika triple D sudah bisa berjalan harus nambah satu pengasuh lagi Mas Dewa."


"Iya nanti saya akan bilang pada agensimu untuk mengirim satu pengasuh lagi," jawab Dewa.


Dewa mendekati Nona lalu membopongnya untuk menuju ke kamar. Dengkuran Nona menandakan ia sangat lelah. Walau sudah pukul 5 sore, Dewa tidak sanggup membangunkan Nona karena merasa kasian kepadanya.


Dia membaringkan Nona di ranjang nan empuk lalu membelai rambutnya.


"Tidurlah yang nyenyak sayang!" ucap Dewa.


Setelah itu, Dewa mandi untuk menyegarkan pikirannya. Guyuran air dingin bisa membuatnya kehilangan rasa lelah karena aktivitas seharian. Setelah selesai mandi, ia segera menggunakan pakaian lalu menghampiri kelima putranya.


Dua pengasuh itu harus pulang, mereka sudah menyelesaikan pekerjaan hari ini.


"Mas, kami pulang dulu ya? Bayi D sama Ken sudah makan dan mandi."


"Baik, mbak. Terima kasih."


Kenzo si sulung melihat papanya terlihat lelah langsung berdiri dibelakang Dewa dan memijat punggung papa angkatnya. Dewa sontak terkejut, ia menyuruh Kenzo untuk duduk namun bocah itu tidak mau dan masih tetap memijat punggung papanya.


"Papa pasti capek?" tanya Kenzo.


"Enggak kok."


"Aku juga mau pijat papa," ucap Kenzi si kecil yang menggemaskan.


Kenzi memijat kaki Dewa, tangan kecilnya mencoba memijat seenak mungkin. Kenzo yang memijat papanya melihat Dav memainkan ludah, sebagai kakak laki-laki ia aktif untuk memperhatikan adik-adiknya. Kenzo mengambil tisu lalu mengelap ludah adik balitanya tanpa rasa jijik. Kenzi juga ikut-ikutan mengambil tisu lalu mengelap ludah Ven. Dewa sangat terharu dengan kedua bocah itu. Dia bisa ikut menjaga adik-adiknya dengan baik.


"Papa harus janji jangan bawa kami ke penitipan lagi ataupun memberikan kami ke Paman Bara atau Paman Bayu. Kami sangat sayang kepada bayi-bayi D, kami juga janji tidak akan merepotkan kalian," ucap Kenzo.


Dewa mengulurkan tangan lalu Kenzo meraihnya. Dewa memeluk bocah itu. "Papa janji, maafin papa ya?"


Kenzo mengangguk, ia mengelap air matanya. Dewa yang sangat baik membuat ia yakin bisa menjadi Papa bagi mereka.

__ADS_1


Nona yang mengintip dari balik pintu kamar menangis sedih. Akhir-akhir ini ia sering membentak kedua anak asuhnya. Hormon kehamilannya yang membuatnya emosi tidak bisa mengontrol diri.


"Mas Dewa sudah pulang?" tanya Nona mendekati mereka.


"Loh, kok udah bangun sayang?"


"Ibu mana yang bisa tidur jika anak-anaknya masih bangun? Oh ya, mbak-mbak tadi sudah pulang?" tanya Nona.


Dewa mengangguk sementara Nona menghampirinya dan memeluknya. "Terima kasih mas sudah mencarikan pengasuh untuk mereka. Nuna cinta Mas Dewa."


Nona menciumi sang suami di depan anak-anaknya. Nona yang kini berusia kepala 3 sedangkan Dewa masih berumur 22 tahun tak menyangka jika pikiran Dewa jauh lebih dewasa dari Nona. Dewa mampu berpikir kritis dan mencari solusi dengan cepat.


"Oh ya, bagaimana jika kita berfoto bersama?" tanya Dewa.


"Asyik tuh..."


Nona dan Dewa menggendong ketiga putra mereka lalu tak ketinggalan duo Ken berdiri didepan mereka. Nona yang menggendong Dev bisa menyalakan kamera ponsel lalu memotret mereka.


CEKREK


CEKREK


CEKREK


Setelah itu tak lupa mereka masukan ke akun medsos.


Kebahagiaan kami adalah sebuah kebersamaan. Tulisnya di akun medsos.


BONUS CHAPTER SELESAI


***


AUTHOR MAU LIHAT SEBERAPA BANYAK YG MAU SEASON 2?


Tinggalkan LIKE atau KOMEN jika setuju. Otor tunggu sampai tanggal 1 ya.

__ADS_1


Season 2 hanya 60 bab saja


__ADS_2