
DUAAAAK ...
Dav, Dev dan Ven memukul Kenzo secara bergantian. Mereka sangat kesal kepada kakaknya itu karena sempat melakukan hal mesum pada Monalisa. Kenzo hanya diam mendapat semua pukulan itu. Ini memang kesalahannya dan ia pantas mendapatkan itu semua.
"Kasih minyak kampak baru mantab," ucap Dav.
Saudara kembar itu menyeringai, Kenzo melihat ketiga adiknya tak main-main. Dev dan Ven memegangi tangan Kenzo, Dav yang paling nakal mulai melancarkan aksinya. Saat mereka akan melakukan itu Dewa datang dan sangat terkejut melihat anak-anaknya seperti itu. Apalagi wajah Kenzo lebam.
"Tridi? Apa yang kalian lakukan?" tanya Dewa.
"Mau kasih balsam di anunya, Pah. Biar kapok," ucap Ven.
Dewa terkejut, ia memarahi ketiga putranya yang bandel. Ketiga kembar itu hanya berdecih ketika sang Papa selalu membela Kenzo maupun Kenzi.
"Sudah sana kalian keluar, kerjakan PR!" ucap Dewa.
"Awas kau, Kenzo! Ini belum selesai," ancam Dav sambil menunjuk Kenzo.
Dewa menatap tajam Dav yang mengancam kakaknya. Seketika itu Dav menjadi takut lalu keluar bersama saudara kembarnya yang lain. Dewa menghampiri Kenzo lalu mengusap bahunya.
"Maafkan adik-adikmu!" ucap Dewa.
"Mereka gak salah, aku yang salah," jawab Dewa.
Dewa menghela nafas panjang, ia memeluk Kenzo. Dia sudah memaafkan kesalahan Kenzo, Kenzo sebenarnya anak yang sangat baik namun entah bagaimana memiliki pemikiran negatif seperti itu.
Disini lain,
Ketiga bocah kembar itu menginterogasi Mona yang sedang membaca buku pelajaran. Mona tak memperdulikan kehadiran mereka dan justru membaca tanpa berdosa.
"Kau masih santai begini setelah Kak Kenzo berbuat mesum padamu?" tanya Dav.
"Apasih? Mesum apanya? Kami gak mesum kok," jawab Mona.
Dav menoyor jidat Mona membuat Mona sangat kesal. Mona berteriak menyuruh mereka untuk keluar namun ketiga kakak kembarnya tidak mau tahu.
"Awas jika kau berani melakukan itu lagi! Kami tak segan untuk mengikatmu di bawa pohon beringin malam-malam," ancam Dev.
__ADS_1
Ketika kakak kembarnya keluar, Mona mulai menangis karena sangat malu dan trauma. Ini semua menurutnya salah Arsel, pasti ia mengadu pada Papa dan mamanya.
Setelah Dewa keluar dari kamar Kenzo, Kenzo kini masuk ke kamar Kenzi. Dia melihat sang adik yang termenung memikirkan sesuatu sampai tak memperhatikan kedatangan sang kakak.
"Zi, kakak ingin bicara padamu?" ucap Kenzo membuat Kenzi terkejut.
"Eh ... ada apa, kak?"
"Kemasi barang-barangmu! Kita akan berangkat ke Korea besok," ucap Kenzo.
Kenzi yang tadi berbaring kini langsung terduduk menghadap kakaknya. Dia seolah bertanya mengapa mendadak mengajaknya? Apakah karena pertengkaran tadi membuat Kenzo memutuskan untuk pergi?
"Kita selalu merepotkan mereka. Kita sudah besar, Zi. Mau sampai kapan bergantung pada mereka?" ucap Kenzo.
Kenzi berpikir sejenak, memang benar jika dirinya terlalu sering merepotkan Dewa dan Nona. Kenzi mengangguk membuat Kenzo tersenyum. Mereka langsung berkemas mengemasi barang-barang penting mereka.
**
Keesokan harinya.
"Kalian mau kemana?" tanya Dewa.
"Aku akan mengajak Kenzi untuk tinggal di Korea," jawab Kenzo.
Nona langsung memeluk mereka berdua. Ada apa ini? Apa ini salahnya yang terlalu keras pada duo Ken? Tidak, semua yang ia lakukan untuk kedua anak angkatnya yang memang cukup bandel.
Monalisa langsung menangis, ia akan di tinggal kedua kakak tersayangnya.
"Ini pasti gara-gara Mona. Jangan pergi kak!" ucap Mona terisak.
Kenzi memeluk Mona, ia mengatakan akan sering menelpon adik kesayangannya itu namun tidak dengan Kenzo, ia kini sangat menjaga jarak dengan Mona.
"Baiklah jika itu keputusan kalian, kami bisa apa? Sekali lagi papa dan mama meminta maaf karena sudah sering memarahi kalian," ucap Dewa.
Kenzo dan Kenzi langsung memeluk kedua orang tua angkatnya. Kenzo memang sudah 3 tahun tinggal di Korea dan kini sudah terbiasa meninggalkan rumah ini. Namun tidak dengan Kenzi, ia merasa tidak ingin meninggalkan rumah ini dan faktanya ia harus meninggalkannya.
POV DEWA.
__ADS_1
Aku, sekeluarga mengantar kepergian duo Ken di bandara. Kini aku harus melepas kepergian mereka. Setidaknya Kenzo dan Mona bisa berpisah supaya tidak bertambah tumbuh benih-benih cinta terlarang. Ku lihat istriku menangis memeluk keponakannya itu. Dia meminta maaf jika selama ini ada salah dengan duo Ken.
Ya, ketika mereka tumbuh dewasa maka akan mencari kehidupan pribadi mereka masing-masing. Orang tua bisa apa? Melarang mereka untuk pergi? Tidak mungkin, orang tua pasti ingin melihat anak-anakmya tumbuh dengan sukses. Setelah kepergian duo Ken yang sudah kami anggap sebagai putra kami sendiri. Kini kami harus mendidik putra dan putri kami yang sangat bandel. Huh ... Mereka terus bertengkar jika berdekatan sampai membuatku sangat pusing.
Detik demi detik berlalu, waktu silih berganti sampai berganti tahun. Tahun demi tahun terlewati sampai Mona kini beranjak dewasa berumur 20 tahun. Dia anak perempuan namun nakalnya bukan main. Dia keras kepala dan suka berkelahi dengan teman maupun kakaknya. Duo Ken? Mereka sudah sukses di Korea dan sesekali mengirim uang pada kami walaupun kami tidak meminta dan kabarnya juga mereka sudah menemukan pujaan hatinya disana. Kami sangat senang mendengarnya.
Sedangkan anak kembar kami meneruskan bisnis usaha kami. Mereka sangat pandai dan selalu bekerja sama tanpa bertengkar sedikitpun.
Namun sekarang ini yang aku herankan, temanku yang seumuran dengan istriku dan kini masih melajang membawa seserahan lengkap untuk melamar putriku satu-satunya. Aku dan Nona ternganga, Arsel si pria lajang berumur 48 tahun melamar Mona yang kini baru 20 tahun.
Mona yang duduk di tengah-tengah kami hanya bisa tersenyum manis menatap Arsel si wajah bule yang sangat tampan.
"Pah, Mah, aku ingin menerima lamaran Uncle Arsel, kami saling mencintai dan umurku juga sudah dewasa untuk menikah," ucap Mona.
Aku semakin tak bisa berkata-kata dan istriku langsung pingsan saat itu juga.
**
Aku tak tahu lagi, aku hanya berharap Arsel membahagiakan putriku satu-satunya. Kami merestui mereka untuk menikah. Jadi selama ini aku dan Nona membuatkan jodoh Arsel. Ya, semua tidak ada yang tahu. Setelah pernikahan mereka, beberapa bulan kemudian aku mendapat kabar jika Mona telah hamil. Wah ... topcer juga si Arsel. Sekali cetak langsung gol. Ini menandakan jika usiaku yang belum ada 45 tahun sudah akan memiliki cucu. Tak apalah, aku senang. Ketika cucuku sudah besar aku tidak tua-tua amat dan beginilah jika punya anak perempuan pasti mereka akan cepat memberikan cucu untuk kita.
Setelah anak-anak kami sukses dan menikah dengan pasangannya. Kini aku dan istriku begitu kesepian di apartemen yang besar ini. Kami menghabiskan masa tua kami dengan melakukan hal yang menyenangkan. Aku sangat mencintainya. Ku lihat dia memasak sangat banyak kali ini. Ya anak-anak kami akan datang membawa pasangan dan anak mereka masing-masing.
Dan benar saja, berselang menit kemudian mereka datang. Ya, apartemen ini menjadi hidup lagi setelah sepi beberapa tahun. Mereka sudah sangat bahagia dengan keluarga kecil masing-masing.
"Kakek .... " teriak para cucu kesayanganku.
Aku memeluk dan menciumi mereka. Mereka sama seperti orang tua mereka. Aku dan Nona menangis terharu sebab keluarga kami bisa berkumpul kembali.
Inilah kehidupanku yang penuh lika-liku. Dari awal aku menikah dengan Nona sampai aku mempunyai cucu sebanyak ini. Kalian para orang tua harus mendidik anak dengan baik, sayangi mereka setulus hati maka masa tua mu akan terjamin dan mereka akan selalu mengingatmu walau tak di minta.
Aku, Nagara Dewa Bimasena dan keluarga besar mengucapkan undur diri dan banyak terima kasih. Kami sangat senang ketika kalian mau membaca ini sampai akhir. Mohon maaf jika ceritaku banyak yang kurang berkenan karena si author juga tak luput dari kesalahan.
Sampai jumpa di lain waktu.
NONA MENIKAHI BOCAH
TAMAT!!!!!!
__ADS_1