
Chapter selanjutnya
"Ezra, ada apa? "
"Kotak yang berisikan racun yang kuletak diatas meja hilang"ucap Ezra
"Apa?!,"kaget. "Bagaimana mungkin? "tanya Finn yang merasa tidak percaya
"Sepertinya saat kita sibuk dengan mayat yang ada diruang itu, seseorang datang kemari untuk mengambil racun tadi yang ada disini"ucap Ezra yang memegang meja.
"Mungkinkah sang ahli racun itu datang kemari dan membawa racunnya? "tanya Finn
"Bukan dia, tapi orang lain yang datang"ucap singkat Ezra.
"Ehh, Benarkan?, siapa? "Tanya Finn.
"Mungkin salah satu temannya, atau mungkin ia orang yang membantu sang ahli alkimia racun untuk bersembunyi. Karna itu pihak kerajaan Magixion sulit menemukan keberadaan sang ahli racun itu "ucap Ezra.
"Sekarang apa yang harus kita lakukan? "tanya Finn.
"Kita kembali dulu, dan membawa semua mayat tadi kembali kekeluarganya "ucap Ezra.
"Baiklah "
Ezra dan para anggota bulan sabit lainnya kembali kemarkas bulan sabit, sedangkan Filex, Elito dan Owen pergi mengantar mayat yang sudah diidentifikasi namanya dikembalikan kekeluarganya mereka.
Orang orang yang menerima mayat dari keluarga mereka, merasa sedih dan tidak terima akan hal tersebut. Namun mereka hanya bisa pasrah akan keadaan yang terjadi, begitu juga Daniel dan Killien yang mengantar Robeth Harmasen.Baron dan Baroness menagis melihat putra bungsu mereka telah pergi dari sisi mereka, dan Daniel dan Killien yang melihat tersebut hanya bisa diam sambil menunduk kepala saja.
Setelah mengantar putra bungsu baron dan Baroness kembali, Daniel dan Killien pamit kepada mereka dan kembali kemarkas bulan sabit. Begitu juga Filex, Elito dan Owen yang juga telah selesai mengantarkan korban, juga kembali kemarkas bulan sabit.
Dimarkas bulan sabit
Ezra dan Finn yang sedang menunggu anggota bulan sabit lainnya, sambil menunggu Finn membuatkan teh dan membawa beberapa camilan untuk Ezra yang sedang memikirkan dimeja kerjanya.
Melihat Ezra yang sedang banyak pikiran, membuat Finn sedikit cemas karna tidak bisa melakukan apapun untuk sahabat dekatnya itu.
meletakkan teh dan csmilan diatas meja, "Apa kau masih memikirkan kotak berikan racun itu, Ezra? "tanya Finn.
"Iya, seharusnya tadi aku tidak meninggalkannya disana. Tapi kau tidak perlu khawatir karna sebelum pergi aku sudah meninggalkan sihir pelacak dikotak itu"ucap Ezra.
"Oh benarkah? " tanya Finn.
"Mmm"menganggukan kepala, "Saat ini aku sedang mencari keberatan kota itu sekarang "ucap Ezra yang lagi serius.
"Ku pikir kau sedang sedih karna kotak itu hilang ternyata tidak, "memegang kepalanya. "Sia sia aku khawatir tadi "ucap Finn yang berguma dan lalu pergi.
__ADS_1
Ezra yang sedikit bingung akan sahabatnya itu hanya bisa terdiam dengan pikiran kosong, ia lalu melanjutkan mencari keberadaan kotak yang berisi ramuan itu.
🍁🍁🍁🍁🍁
Setelah beberapa menit berlangsung, para anggota bulan sabit yang pergi mengantar korban mayat keperistirahatan terakhir bersama keluarga mereka telah kembali kemarkas dengan ekspresi sedih dan tidak bersemangat.
Krekk
"Selamat datang, bagaimana? " tanya Finn yang melihat anggota bulan sabit lainnya.
"Keluarga Baron Harmasen sangat sedih melihat putra mereka pulang dalam keadaan tidak bernyawa"ucap Daniel.
"Keluarga korban lainnya juga, "ucap Filex yang menyambung.
"Tentu saja mereka sedih, karna salah satu anggota keluarga mereka menjadi korban percobaan si ahli racun yang sampai sekarang sedang dicari cari oleh istana"ucap Ezra yang sedang duduk dimeja kerjanya dengan ekspresi serius.
Para anggota bulan sabit lainnya hanya terdiam dengan ekspresi sedih dan tidak bisa berbuat apapun, sedangkan Owen kelihatan kesal dan seperti tidak terima.
"Orang itu harus segara ditangkap"ucap Owen dengan nada tingginya.
Para anggota bulan sabit lainnya sedikit terkejut melihat Owen begitu marah dan kesal.
"Kalau terus dibiarkan, akan banyak korban laginya. Ketua, apa tidak ada cara untuk menemukannya? , dia harus mendapatkan hukuman atas apa yang ia lakukan"melampiaskan emosi.
"Masuk kedalam penjara dan menebus kesalahan hanya hukuman ringan baginya, ia harus mati atas perbuatan yang ia lakukan agar semua orang yang menjadi korbannya bisa tenang"ucap Owen yang begitu marahnya.
Semua anggota bulan sabit yang mendengar perkataan Owen pun tercenggang akan sikap Owen yang berubah dratis, biasanya Owen selalu mengatur ekspresi dan selalu bersikap tenang jika ada masalah yang menghampiri dan berfikir dingin untuk menemukan solusi.
"Tenanglah Owen, kita pasti akan menangkapnya "ucap Felix yang mencoba menenagkan Owen.
"Benar, setalah kita berhasil menangkapnya, kita akan menghajarnya habis habisan"ucap Elito yang mencoba menghibur Owen.
"Aduh mereka ini, bukannya memadamkan api malah membuat api itu makan membesar"ucap Daniel yang geleng geleng kepala.
"Begitu lah"ucap Killien yang menyetujui akan perkataan Daniel.
"Kalian semua tenang lah, kita akan segera menemukannya. Bukankah begitu Ezra? "Tanya Finn.
"Mmm"mengaggukan kepala.
"Benarkan itu ketua? " tqnya Owen yang ceria kembali.
"Benar, saat ini Ezra sedang melacak sihir yang Ezra pasang dikotak yang diambil oleh mereka saat kita ada diruang mayat, karna itu lebih baik kalian istirahat dulu dan pulihkan tenaga kalian,"ucap Finn.
"Baik"
Semua anggota bulan sabit lainnya pun pergi kekamar mereka dan mulai istirahat untuk memulihkan tenaga, sedangkan Finn menemani Ezra yang sedang berkonsentrasi menemukan sihir miliknya pada kotak itu.
🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Kerajaan Wishangle
Ditempat lain diwaktu yang sama, malam yang begitu dingin berhembus dari jendela yang terbuka disebuah ruang kerja, terlihat seorang yang sedang sibuk mengerjakan dokumen yang tertumpuk diatas meja.
Dengan bulan yang menerangi langit membuat seisi ruangan tersebut diterangi rembulan yang bersinar terang benterang.
Lalu muncullah dua orang yang berdiri didepan meja kerja milik laki laki yangs sedang sibuk bersama dokumennya.
"Salam kepada yang mulia rajaku, kami telah kembali"ucap seorang yang ternyata David dan Ivan.
"Mm"sadar, "Kalian sudah kembali ternyata, bagaimana apa sudah selesai istirahatnya?"tanya Kyler yang sibuk dengan dokumennya dan tidak melihat David dan Ivan.
"Sudah yang mulia, terimakasih atas kemurahan hati yang mulia"ucap David dan Ivan.
Melihat Kyler yang begitu sibuk, Ivan merasa tidak enak hati, "Yang mulia! Apa ada yang bisa saya bantu? " tanya Ivan.
"Mm!!,, "berhenti bekerja. "Tidak perlu,lebih baik kalian istirahat saja lagian pekerjaannya tinggal sedikit lagi, "ucap Kyler.
"Baiklah yang mulia, kalau begitu kami permisi""ucap Ivan.
Saat Ivan dan David ingin pergi, Kyler menghentikan mereka, "Ivan! "
"Iya yang mulia"
"Apa kamu sudah berhasil mempelajari sihir perubahan dengan David? " tanya Kyler.
"Sudah yang mulia, tapi hanya bertahan selama 3 menit saja"jawab Ivan.
"Begitu ya, baiklah, teruslah berlatih karna kamu akan menyamar untuk membatu Lisia nantinya"ucap Kyler yang sibuk menulis.
"Membantu dewi? " kebingungan
"Iya, tak lama lagi Adelio akan mengadakan acara minum teh untuk Lisia, lalu ia akan mengundang para nona bangsawan termasuk putri dari Duke Floweries yang pelayannya ingin membunuh Lisia, "menjelaskan
"Karna itu kau harus bisa menguwasai sihir perubahan untuk menyamar dan berada disamping Lisia agar bisa mendekati dan melihat ingatan gadis bernama Flora itu"ucap Kyler.
"Baiklah yang mulia, saya akan secepatnya mengusai sihir perubahan "ucap Ivan.
"Bagus"
"Kalau begitu kami pamit yang mulia"
"Iya"
David dan Ivan pun pergi meninggalkan ruang kerja Kyler, sedangkan Kyler kembali melanjutkan pekerjaannya.
...Terus dukung Redblack....
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....
__ADS_1
...Salam cinta dari redblack....