Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 50 Apa Anda Bisa Tinggal Lebih Lama Lagi Disini?


__ADS_3

Hari yang mulai sore dan Nevan juga masih belum kembali untuk mencari obat didesa agelios. Lisia yang terus menunggu didepan pintu rumah memasang wajah khawatir dan gelisah.


"Kenapa Nevan lama sekali"ucap Lisia yang kelihatan panik.


"Kak Lisia! "Panggil Nox.


"Ada apa Nox? "Tanya Lisia.


"Apa kak Nevan masih belum pulang? Elis terus merasa kesakitan"ucap Nox.


"Masih belum"


Lisia lalu melihat kearah kamarnya Elis dengan perasaan cemas, lalu kembali melihat kearah dimana Lisia menunggu kembalinya Nevan dengan perasaan khawatir. Saat Lisia mulai putus asa, Lisia teringat akan sesuatu saat ia pernah mengalami sakit perut dan neneknya memberikan segelas jahe hangat.


"Nox apa Nevan ada menanam tanaman jahe? "Tanya Lisia.


"Mmm.. "Berfikir. "Nox rasa ada kak! "ucap Nox.


"Oh! Benarkah? Kalau begitu bisa Nox tunjukan dimana Nevan menanamnya"ucap Lisia.


"Mari kak Nox tunjukan"ucap Nox.


Lisia dan Nox menuju kebelakang rumah untuk mengambil jahe. Setelah mereka mendapatkan jahenya Lisia langsung menuju kedapur.


"Nox! Apa Nox bisa menghidupkan apinya? " ucap Lisia.


"Bisa kak! "Jawab Nox. "Kalau begitu tolong rebus sedikit air ya! Kakak akan membersihkan jahe ini dulu "ucap Lisia yang langsung membersihkan jahe.


"Baik kak! " ucap Nox.


"Seandainya ada susu mungkin bisa membuat Elis meminum jahe ini"gumam Lisia.


"Kalau susu ada kok kak!"melihat kearah Lisia. " Kakak mau gunakan untuk apa?"ucap Nox yang sedang mengambil susu.


Lisia kaget. "Benarkah? Kalau begitu Nox! Tolong hangatkan susunya, kalau air biar kakak saja yang rebus dengan jahe sekalian. Karna kakak ingin mencampurkan jahe kedalam susu agar Elis mau meminumnya nanti"ucap Lisia.


"Baiklah kak". Nox langsung menghangatkan susu atas permintaan Lisia.


Setelah Lisia selesai membersihkan jahe, ia mulai merebus air dan memotong jahe beberapa bagian dan memasukan kedalam rebusan air tadi. Begitu air sedikit menyusut dan mulai tercium aroma jahe, Lisia menyaring agar tidak ada ampas yang masuk.


Nox yang juga selesai menghangatkan susu langsung memasukan kedalam gelas.


"Kak Lisia! Susunya sudah selesai Nox hangatkan"ucap Nox.


"Terimakasih Nox. Sekarang kakak akan mencampurkan jahe kedalam susu. " ucap Lisia yang menuangkan sedikit jahe kedalam susu,lalu mengaduk agar tercampur sempurna.

__ADS_1


"Nah sekarang tinggal memberikannya kepada Elis "ucap Lisia yang selesai mengaduk. "Ayo Nox kita kekamar sekarang "ucap Lisia.


"Baik kak"


*****


Begitu Lisia dan Nox sampai didalam kamar, Lisia meletakan gelas yang berisi jahe susu tadi kemeja yang ada disamping Lisia, lalu mencoba membangunkan Elis.


"Elis sayang apa masih terasa sakit? "Tanya Lisia dengan lembut.


"Masih terasa sakit kak"ucap Elis.


"Nah Elis coba bangun dulu ya, kakak sudah menyiapkan segelas susu hangat untuk meredakan rasa sakit perutnya"ucap Lisia yang memberikan susu kepada Elis.


Elis lalu bengun dan mengambil gelas yang Lisia berikan sambil melihat kearah kakak laki lakinya Nox yang ada dibelakang Lisia.


"Mi..num..lah la..lu bi..lang su..dah me..ra..sa ba..i..kan"ucap Nox dengan suara pelan.


Elis langsung meminum susu tersebut hingga habis.


"Rasanya hangat"ucap Elis yang sudah menghabiskan susunya.


"Kakak menambahkan jahe kedalam susunya. Bagaimana apa kah enak? Lalu apa rasa sakit perutnya sudah hilang? " tanya Lisia yang mengambil gelas ditangan Elis.


"Syukurlah kalau begitu "Lisia yang tersenyum kembali."Baiklah akak akan mengantar gelas ini dulu kedapur "ucap Lisia yang berdiri.


"Kak Lisia! Kakak Disini saja temani Elis, biar Nox saja yang meletakan gelasnya kedapur "ucap Nox.


"Baiklah. Kalau begitu tolong ya? " ucap Lisia.


"Baik kak"ucap Nox yang tersenyum.


Saat Nox keluar pintu kamar, tiba-tiba saja Nevan juga baru sampai dengan nafas yang terengah engah.


"Eh! Kak Nevan! Kakak sudah kembali? " ucap Nox.


Elis dan Lisia yang mendengar Nox yang menyebutkan nama Nevan langsung melihat kearah belakang.


"Nevan! "Berdiri dan berjalan kearah Nevan "Anda kemana saja? Kenapa lama sekali? "Tanya Lisia.


"Itu maaf, saya tidak menemukan obatnya. "Ucap Nevan yang sedih.


"Kakak gak perlu khawatir, Elis sudah baikan kok kak! Berkat kak Lisia "ucap Nox.


"Benar Nevan! Elis udah sembuh sekarang. Nevan bisa melihatnya sendiri "ucap Lisia yang memperlihatkan Elis pada Nevan.

__ADS_1


"Kak Nevan "ucap Elis yang tersenyum.


Nevan lalu berjalan kearah Elis sambil duduk kelantai dan memegang wajah adik perempuannya itu.


"Elis! Apa kau baik baik saja? Apa sudah tidak sakit lagi? "Ucap Nevan yang sedikit gelisah.


"Kak Nevan! Tenanglah! Elis baik-baik saja kok sekarang. Berkat minuman yang diberikan oleh kak Lisia, rasa sakit diperut Elis udah mulai membaik dan gak sakit lagi"ucap Elis yang tersenyum.


"Syukurlah. Kakak benar benar khawatir sekali "ucap Nevan yang memeluk adiknya.


"Nox bagaimana jika kedapur dulu, biarkan mereka berdua saja"ucap Lisia yang berbisik.


"Baik kak"ucap Nox.


Saat Nox yang pegi duluan, Lisia melihat kearah Nevan dan Elis dengan tersenyum, lalu pergi menyusul Nox kedapur.


"Kak Lisia! Apa kakak bisa tinggal lebih lama disini?"Tanya Nox.


"Eh! "Keget. ".. (Aku sih mau mau aja karna rencana ku memang ingin bergitu, tapi jika bukan Nevan yang tidak menahanku untuk tidak pergi rasanya akan kurang pas) "ucap Lisia dalam hati.


"... (Bagaimana caraku untuk membuat hal itu terjadi? Rasanya gak mungkin jika tuhan bisa mengabulkan keinginanku sekarang) "ucap Lisia yang sedih.


"Bukannya kakak tidak mau untuk terus disini, tapi kakak harus kembali kekuil sekarang. Terlebih Elis kan sudah sembuh ,lalu kakakmu juga udah kembali jadi gak ada alasan untuk tetap ada disini"ucap Lisia.


Nox yang kelihatan murung membuat Lisia merasa tidak enak hati. ".. (Nox! Sebenarnya aku ingin sekali berada lebih lama disini, tapi akan terasa aneh jika aku tetap disini tanpa alasan yang kuat untuk menahanku. Karna itu Nox maafkan aku) "ucap Lisia dalam hati yang sedang merasa sedih.


".. (Oh tuhan! Dewa atau siapapun tolong buat agar diriku gak pergi meninggalkan rumah Nevan) "ucap Lisia dalam hati yang sedang memohon.


Saat Lisia yang terus berdoa didalam hatinya, doa yang ia minta terjadi saat Nevan datang.


"Dewi! "Panggil Nevan. "Iya?! "Lisia yang kaget.


"Apa saya boleh meminta sesuatu pada anda? "Ucap Nevan yang ragu ragu.


"Tentu saja Nevan! Memang anda ingin meminta apa?"tanya Lisia.


"Itu.. "Ragu ragu. "Apa anda bisa tinggal lebih lama lagi disini?"


Lisia yang kaget mendengar perkataan Nevan membuanya merasa tidak percaya, karna doa yang ia minta terkabul begitu cepat.


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....


...Salam cinta dari redblack. ...

__ADS_1


__ADS_2