Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 63 Penyesalan


__ADS_3

Chapter sebelumnya


Charlotte! Apa kau baik -baik saja? " tanya Evans.


"Iya, aku baik baik saja. Karna kau datang sebelum monster tadi menyerang ku, aku tidak terluka sama sekali. Terimakasih sudah menolongku Evans! "ucap Charlotte.


"Bagus kalau begitu"ucap Evans yang tersenyum.


Blush


Charlotte melihat senyum manisnya Evans membuat merasa aneh dibagian dadanya, lalu wajahnya pun mulai memerah sedikit mulai sedikit.


".. (Apa Evans memang setampan ini? Padahal dulu dia biasa biasa saja dimata ku, tapi kenapa dia semakin keren saja) "ucap Charlotte dalam hatinya.


"Charlotte! Ada apa? Kenapa kau terus melihat ku begitu? " tanya Evans yang melihat Charlotte terus menatapnya.


"Apa! "Kaget. "Tidak ada apa apa"memalingkan wajah. "Aku hanya,,.. Melihat,,.. Rambutmu yang berantakan itu aja, kayak benang kusut"ucap Charlotte yang mencoba mencari alasan agar tidak ketahuan bahwa dirinya sedang memperhatikan Evans begitu lekat.


".. (Semoga saja Evans percaya akan kata kata ku, jika tidak nanti dia tebal muka lagi gara gara aku memperhatikannya) "ucap Charlotte dalam hati yang sedang menyembunyikan rasa malunya.


"Oh benarkah? "Melihat keatas. "Aku tidak bisa melihatnya, memang seberantakan apa sampai kau terus memperhatikannya? "Tanya Evans kembali sambil melihat Charlotte.


"Sudah ku katakan bukan rambutmu itu seperti benang kusut "ucap Charlotte kesal.


"Kalau begitu bisakah kau merapikannya untukku? Kalau aku yang melakukannya mungkin saja akan tambah kusut"ucap Evans.


"Hah! Kenapa aku harus melakukannya? " tanya Charlotte.


"Tentu saja. Bukankah kau yang bilang jika rambut ku seperti benang kusut, jadi kau yang harus merapikannya"ucap Evans yang tersenyum dengan percaya dirinya.


Charlotte yang mendengar perkataan Evans membuatnya merasa kesal, namun Charlotte juga tidak bisa menolak karna Evans sudah menolongnya dari serangan monster, karna itu Charlotte tidak ingin berhutang pada Evans dan ingin cepat membalas kebaikan yang Evans lakukan padanya.


"Baiklah, "ucap Charlotte.


Saat mereka duduk dibawah pohon dimana Charlotte dibelakang Evans yang sedang mencoba merapikan rambut Evans dengan sihir tananman rambat yang Charlotte miliki ,Charlotte membersihkan sisa dedaunan yang menempel dirambut Evans karna terkena darah dari monster yang ia bunuh.


Setelah selesai membersikan, Charlotte menata kembali rambut Evans dengan begitu baik.


"Sudah selesai "ucap Charlotte yang berdiri.


Ketika Charlotte ingin cepat cepat pergi, karna ingin menyembunyikan wajahnya yang merah, Evans memegang tangannya Charlotte.


"Tunggu Charlotte! " ucap Evans yang juga berdiri.

__ADS_1


"Apa kau masih tetap dengan keputusanmu? " tanya Evans.


"Aku,,.. "Charlotte yang ragu ragu menjawabnya.


Evans yang menyadari jika Charlotte masih belum menerima dirinya, mulai menyerah akan apa yang telah ia lakukan selama ini. Karna Evans tidak ingin memaksa keinginan nya pada orang yang begitu ia cintai itu.


"Baiklah, tidak apa apa. Sepertinya aku harus menyerah sampai disini"ucap Evans yang sedikit sedih.


"Apa! "Kaget. ".. (Apa Evans sudah tidak menyukai ku lagi? Apa dia sudah menemukan wanita lain?)"Charlotte yang merasa kecewa.


Menggelengkan kepala, ".. (Tidak, untuk apa aku peduli akan hal itu, kalau dia sudah menyerah dan mencari wanita lain bagus dong, dengan begitu aku gak perlu lagi disusahkan olehnya dan bisa bebas sekarang, ) "Charlotte yang merasa senang.


".. (Tapi kenapa aku merasa aneh begini) "ucap Charlotte didalam hatinya yang sedang gelisah.


"Aku akan kembali esok"ucap Evans.


"Apa!? "Charlotte yang kembali terkejut. "Apa kau akan pulang kedesa mu? "Tanya Charlotte.


"Iya, karna urusanku didesa agelios sudah selesai, jadi sudah waktunya aku pulang, "ucap Evans.


".. (Kalau Evans pergi aku tidak akan bisa menemuinya lagi) "ucap Charlotte yang merasa sedih.


"Begitu ya"ucap Charlotte.


"Baiklah, akan kusampaikan pada ayah nanti "ucap Charlotte.


Lalu Charlotte dan Evans kembali kedesa agelios.


🌺🌺🌺🌺🌺


Keesokan paginya, Evans berpamitan kesemua orang untuk kembali kedesanya yaitu desa bulan sabit. Sambil menerima ucapan terimakasi dari warga desa, Evans terus memandagi kedepan seolah olah menunggu seseorang yang begitu ia nantikan, namun orang yang Evans tunggu tidak kunjung datang. Sedangkan Charlotte sendiri masih durumah dan terus berada didalam kamarnya.


Tok tok tok


"Charlotte! Apa kau tidak akan bertemu Evans untuk terakhir kalinya sayang?. Dia akan pulang hari ini, kalau kamu tidak pergi nanti kamu menyesal. Setidaknya temuilah dia untuk terakhir kalinya"ucap Ibu Charlotte.


Charlotte sama sekali tidak mrnghiraukan panggilan dari ibunya dan tetap diam atas tempat tidurnya.


"Biarkan saja sayang! Mungkin Charlotte benar benar tidak menyukai nak Evans, karna itu jangan dipaksa"ucap ayah Charlotte.


"Hah, padahal ibu sangat berharap jika nak Evans bisa menjadi menantu kita, soalnya dia anaknya baik dan juga sopan. Sangat sulit menemukan seseorang yang benar benar tulus mencintai putri kita"ucap Ibu Charlotte yang sedih.


"Mau bagaimana lagi, jika Charlotte tidak menyukai kita juga tidak bisa berbuat apapun untuk mereka"ucap ayah Charlotte.

__ADS_1


"Kau benar sayang "ucap ibu Charlotte.


Charlotte berjalan kearah jendela sambil melihat keluar, ia hanya menatap dengan ekspresi sedih karna tidak lagi bertemu dengan Evans seseorang yang selalu menggangunya dengan kata kata melamar setiap mereka bertemu.


"Hahh"menghela nafas panjang. "Sekarang terasa sepi tanpanya"ucap Charlotte.


Charlotte mengingat kembali, saat dimana Evans pertama kali datang kedesa agelios lalu bertemu dengan Charlotte untuk pertama kalinya ditepi danau ketika berkeliling desa, Evans langsung melamar Charlotte saat itu juga. Ketika Charlotte menolak lamaran tersebut , Evans selalu melamar Charlotte setiap mereka bertemu. Bayangan terlintas,,..


Waktu Charlotte baru selesai berdoa pagi dikuil dewi hutan.


"Charlotte! Menikahlah dengan ku"ucap Evans yang tiba-tiba muncul didepan Charlotte dengan memegang setangkai bunga mawar merah.


"Tidak"ucap Charlotte yang tegas dan langsung meninggalkan Evans.


Ketika Charlotte datang ketempat pelatihan prajurit agelios,untuk mengantar makan siang milik ayahnya.


"Charlotte! "Berlutut. "Menikahlah dengan ku! " ucap Evans.


"Tidak! "Teriak Charlotte yang begitu keras dan langsung pegi.


Setelah itupun Evans tidak pernah berhenti melamar Charlotte, setiap mereka bertemu. Terkadang Evans sering datang kerumah Charlotte dan berteriak untuk melamarnya.


"Charlotte! Menikahlah dengan ku"teriak Evans.


Kedua orang tua Charlotte yang mendengar hal itu hanya bisa saling memandagi satu sama lainnya dan terus memperhatikan putri mereka satu satunya itu.


"Charlotte! Apa kau tidak akan menemui anak itu? Seperti dia sangat tulus padamu"tanya sang ayah.


"Kenapa kamu gak terima saja lamarannya? Sangat jarang ada laki laki yang begitu berusaha keras seperti ini, jika kamu terus mengabaikannya suatu hari nanti bisa saja dia mencari wanita lain"ucap sang ibu.


"Tidak akan. Charlotte gak akan bertemu apa lagi menerima lamarannya"ucap Charlotte.


"Baiklah seterah kamu saja, tapi ibu harap kamu gak akan menyesal dikemudian harinya"ucap sang ibu


Bayangan pun selesai. Lalu akhirnya Charlotte pun menyesali akan keputusan yang ia ambil.


"Apa seharusnya ku jawab saja pertanyaannya saat itu? Mungkin jika aku mengatakan iya, Evans gak akan pergi"ucap Charlotte yang merasa menyesal.


Setelah 2 bulan berlalu, Galen dan Maria melangsungkan pernikahan mereka.


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....

__ADS_1


...Salam cinta dari redblack. ...


__ADS_2