Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 34 Kalung Dan Gelang


__ADS_3

Flora yang baru saja pergi dari rumah pelayannya yang telah meninggal tersebut kembali menuju kekediaman Duke Floweries. Didalam kereta kuda..


"Dengan benda ini maka siapapun tidak akan bisa melihat ingatan milikku"ucap Flora yang memegang kalung permata yang merupakan artepak sihir penangkal yang ia dapatkan.


Flashback


Didalam kereta kuda


"Ini dia nona! "Memberi.


Flora mengambil benda yang diberikan oleh pelayannya itu dan benda tersebut adalah..... Sebuah kalung permata yang berwarna biru langit.



"Jadi bagaimana cara mengunaan artepak sihir ini?"tanya Flora.


"Penjualnya hanya bilang untuk memakainya dan jangan pernah melepaskan kalung itu setelah memakainya, jika tidak maka ia tidak akan berfungsi lagi "ucap Daisy nama pelayannya Flora.


"Baiklah. Kalau begitu pasangkan kalung ini dileherku! " ucap Flora memberikan kalung itu pada Daisy.


"Baik nona "


Daisy lalu memasangkan kalung itu kelehernya Flora, setelah selesai Flora pun memegang sambil berkata"Dengan benda ini maka si tangan kanannya raja iblis tidak akan bisa melihat ingatanku"ucap Flora yang tersenyum puas.


Ketika Flora begitu senangnya ia tersadarkan kembali.


"Tunggu! bagaimana dengan mu? Jika mereka melihat ingatan mu maka mereka akan tau yang sebenarnya"ucap Flora yang gelisah.


"Tenang saja nona! Saya sudah membeli sebuah artepak sihir yang sama fungsinya dengan kalung milik anda, walau saya membeli sebuah kegelang sederhana yang tidak akan mencolok jika saya yang seorang pelayan ini memakainya"


Daisy menunjukan gelang yang ia pakai kepada Flora.



"Wah! Cantik sekali desainnya "ucap Flora yang terpesona.


"Apa anda menyukainya nona Flora?" tanya Daisy.


"Ah! Eehm Tidak juga"ucap Flora yang membuang mukanya dengan nada sombong.


Daisy tertawa, "kebetulan saya membeli dua pasang"mengeluarkan. "Karna mungkin akan cocok jika nona Flora juga memakainya"ucap Daisy yang memakaikan gelang yang sama sepertinya ditangan Flora.


Begitu gelangnya telah terpasang ditangannya, Flora memandangi gelang tersebut begitu lekat sampai gak sadar jika Daisy terus memperhatikannya.


Sadar kembali"Ah! Aku tidak akan berterimakasih kepadamu"malu"sama sama nona"ucap Daisy dengan tersenyum.


"Sudah ku bilangkan jika aku tidak berterimakasih sama sekali"ucap Flora yang majahnya mulai memerah.


Daisy hanya tertawa kecil melihat majikannya itu begitu berusaha menyembunyikan rasa malunya itu.

__ADS_1


"Berapa harga kalung yang kau beli ini?"tanya Flora yang masih memegang erat gelang yang ada ditangannya itu.


"Nona tidak perlu khawatir. Karna sana membelinya dengan menggunakan uang gaji yang saya dapatkan dari nona"ucap Daisy.


"Apa! "Keget. "Siapa yang menyuruh mu menggunakan uang gaji yang kau dapatkan? " tanya Flora yang marah.


"Saya sendiri "ucap Daisy dengan santainya.


"Berapa harga gelang ini? " tanya Flora kembali.


"Saya tidak akan bilang"ucap Daisy yang menghindar. "Jika saya katakan pasti nona akan mengembalikan uang saya kan?"


"Tentu saja"langsung. "Kalau begitu saya tidak akan mengatakannya"ucap Daisy yang tersenyum pada Flora.


Flora yang merasa jengkel akan perkataan Daisy mulai memasangkan wajah masam.


"Nona Flora! "memegang tangan Flora. "Saya ingin memberikan hadiah kepada anda karna anda telah membawa saat itu, selama ini saya hanya selalu menerima apa yang ada berikan kepada saya. Jadi kali ini tolong terima gelang ini sebagai hadiah dari saya, saya mohon!" ucap Daisy.


Flora yang melihat wajah Daisy yang memelas dihadapannya itu tidak bisa menolaknya, lalu Flora menganggukan kepala dan mengatakan "iya".


Daisy yang senang memeluk Flora dan mengatakan"terimakasih nona! ". Lalu Flora hanya bisa terdiam dengan perasaan malu.


14 tahun sebelumnya.


Kejadian dimana Flora yang saat itu masih berusia 5 tahun, pergi Kekerajaan Magixion mengikuti ayahnya yang sedang ada urusan diistana. Lalu saat ingin kembali kewilayah Floweries, Flora tidak sengaja melihat Daisy yang sedang disiksa oleh seseorang dari dalam kereta kudanya.


"Ayah tolong hentikan kereta kudanya! " ucap Flora.


"Berhenti"ucap Flora yang melindungi Daisy dari seorang pria yang ingin memukulnya dengan sebuah Botol kaca.


Riecaldo yang tidak bisa diam melihat putrinya dalam bahaya langsung menghampiri dan menghentikan serangan yang hampir mengenai putrinya itu. Pria yang mabuk tersebut langsung diringkus oleh para prajurit yang mengawal kereta kudanya Duke.


"Kau tidak apa apa kan sayang? "tanya Riecaldo pada putrinya yang begitu khawatir.


"Tidak apa apa ayah! Flora baik baik saja"tersenyum. "Tapi kakak ini tidak baik baik saja"ucap Flora yang melihat kearah Daisy yang terluka dikening dan tangan kirinya.


"Nak! Apa kau baik baik saja"tanya Riecaldo.


Daisy menganggukan kepalanya dengan wajah yang puncat dan terlihat kurus, lalu Daisy pun pingsan karna mengeluarkan banyak darah. Flora dan Riecaldo terkejut dan mencoba memambangunkan Desi.


"Ayah! lakukan sesuatu"ucap Flora yang mulai menangis.


Saat Riecaldo mengendong Daisy dan ingin membawanya bersama mereka, pria yang sedang ditahan oleh para prajuritnya berkata"kembalikan anak itu padaku! Mau kalian bawa kemana anak ku? "Ucap Pria tersebut.


"Anakmu? "Riecaldo terkejut dan melihat kearah Daisy. "Kau tidak pantas menjadi ayah anak ini, seorang ayah tidak akan menyakiti anaknya sendiri"ucap Riecaldo dengan ekspresi marahnya.


Riecaldo memberi isyarat kepada ajudannya, lalu ajudan Riecaldo melemparkan sekantong Koin emas didepan pria mabuk tersebut.


"Uang itu cukup untuk mengantikan anak ini bukan? Kalau begitu mulai hari kau bukan lagi ayah dari anak ini "ucap Riecaldo dengan nada dinginnya.

__ADS_1


Riecaldo langsung memberi isyarat kepada prajuritnya untuk melepaskan pria itu, begitu terlepas pria tersebut langsung mengambil uang yang Riecaldo berikan dan bersikap seperti orang gila.


"Ayo Flora! "


Riecaldo mengajak Flora untuk pergi meninggalkan pria tersebut dan kembali kekereta kuda miliknya, lalu mereka pun kembali kekediaman Floweries.


🌺🌺🌺🌺🌺


Begitu sampai , Ricaldo langsung memanggil dokter untuk mengobati Daisy yang terluka. Setelah selesai diobati Flora mendekati Desi dan Riecaldo mencoba bertanya pada dokter itu"Bagaimana keadaan anak itu? "


"Dia baik-baik saja. Karna kehilangan banyak darah tubuhnya pun ikut melemah, jika diperhatikan dan menjaga asupan makannya dengan teratur maka sekitar 1 bulan ia akan pulih seperti anak normal lainnya"ucap dokter.


"Baik. Saya akan mengatur pola makan anak itu dengan baik, terimakasih dok"


"Sama sama "


Begitu dokternya pergi Riecaldo memghampiri Flora yang terus berada disampingnya Daisy.


"Ayah! Apa kakak baik baik saja? " tanya Flora yang polos.


"Dia baik baik saja sayang,ia hanya sedikit kelelahan"ucap Riecaldo yang mengelus kepala putrinya yang sedih itu.


Tak beberapa lama kemudian Daisy pun sadar. Saat ia membuka matanya ia sangat terkejut melihat orang asing tepat disampingnya.


"Kalian siapa? " langsung bangun. "Dimana ini?"ucap Daisy yang melihat sekelilingnya.


"Tenanglah nak kami tidak akan menyakiti mu. Kau ada dikediaman Floweries sekarang, aku adalah Riecaldo..Riecaldo Floweries. Lalu disampingku ini putriku namanya Flora Floweries"


"Lalu bagaimana dengan ayah ku? " tanya Daisy yang ketakutan.


"Ia sudah dimarahi oleh ayahku"ucap Flora yang tersenyum.


"Apa?! "


"nak! Kalau boleh tau siapa namamu? " tanya Riecaldo


"Daisy namaku Daisy"ucapnya yang malu.


"Daisy ya? Kalau begitu Daisy, maukah kau tinggal disini dan menjadi teman putri ku?"ucap Riecaldo.


"Apa? "Terkejut


Bersambung


...Terus dukung Redblack...


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya....


...Agar redblack terus semangat...

__ADS_1


...Salam cinta dari redblack....



__ADS_2