Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 58 Aku Hanya Perlu Melakukan Hal Yang Sama Padamu


__ADS_3

Chapter sebelumnya


Setelah menyelesaikan permasalahan yang terjadi dan mendapatkan sebuah solusinya, Clara dibawa oleh Maria untuk memakaikannya dengan pakaian baru. Begitu juga Galen yang menyuruh Oliver untuk merapikan dirinya yang begitu berantakan itu, walau seperti pengemis ia masih tetap saja ganteng.


Setelah selesai, Maria, Galen, Oliver dan juga Clara makan bersama diruang makan dengan suasana yang sedikit suram. Namun Clara memulai pembicaraan dan mencairkan suasana yang ada diruang makan tersebut.


🌺🌺🌺🌺🌺


Setelah selesai makan, didepan rumah.


"Baiklah paman! Bibi!, Clara pulang dulu"ucap Clara tersenyum.


"Clara! Sampaikan kepada orang tuamu jika kami akan berkunjung 2 hari lagi, karna paman akan membicarakan lebih lanjut tentang pertunangan mu dengan Oliver kepada mereka nantinya"ucap Galen.


"Baik paman! " ucap Clara.


"Oliver! Kamu harus mengantar Clara sampai rumah, mengerti! " ucap Maria.


"Baik bu! Akan Oliver antarkan Clara sampai rumah"ucap Oliver yang tidak bisa menolak perkataan ibunya.


"Bagus kalau begitu"ucap Maria yang ketus.


Clara dan Oliver pun pergi menuju kerumah Clara yang letaknya dekat dengan kuil dewi hutan.


🌺🌺🌺🌺🌺


Begitu sampai dijalan utama, Oliver menarik Clara disebuah gang sempit dan gelap.


Brukk!


"Kau! Berani sekali mencoba menjebakku hanya karna aku tidak menerima mu. Apa kau tidak malu mengunkana cara licik seperti ini? " ucap Oliver yang marah sambil menumbuk dinding.


"Kenapa kau marah seperti ini? "Memegang pipi Oliver. "Kamu sendiri yang meminta ku melakukan hal ini. Jika saja kau tidak menolak ku, maka hal ini tidak akan terjadi"ucap Clara dengan nada mengodanya.


Oliver menepis tangan Clara yang memegang pipinya sambil menatap Clara dengan tatapan menjijikan.


Clara mengeluarkan ekspresi tidak senang akan sikap Oliver padanya, "Seharusnya kamu mencintai ku bukannya si Diana j*lang itu, kalau saja kau menerima ku maka kita pasti bahagia selamanya! "ucap Clara yang berteriak.

__ADS_1


"Sepertinya kau terlalu banyak bermimpi, Clara! Sampai kapan pun aku tidak akan pernah menyukai perempuan licik sepertimu"ucap Oliver dengan nada ketusnya.


Clara yang merasa kesal dan geram, karna Oliver lebih memilih Diana ketimbang dirinya.


"Sebenarnya apa yang membuat mu begitu mencintai Diana sampai seperti ini hanya karna dia pergi?. Padahal Diana hanya beberapa tahun didesa kita, tapi kenapa kau lebih memperhatikan nya ketimbang diriku yang merupakan teman masa kecil mu?"ucap Clara.


"Apa kau ingin tau kenapa aku lebih tertarik dengan Diana ketimbang dirimu? "Tanya Oliver.


Clara hanya diam sambil menatap Oliver yang ada didepannya itu.


"Aku akan mengatakannya alasannya, dan membuatmu sadar betapa rendahnya dirimu dimataku"ucap Oliver dengan mata sinis.


"Kita memang teman masa kecil, tapi aku sangat tidak menyukai mu yang selalu menempel terus dengan ku. Kau membuat ku muak setiap kau ada disamping ku, Clara!"menatap tajam.


"Lalu, kenapa aku menyukai Diana yang hanya beberapa tahun didesa kita? Karna bagiku dia sangat istimewah dan terlebih lagi baik hati dan juga cantik. Tidak seperti mu yang memiliki hati busuk dan juga licik"ucap Oliver yang melihat Clara dengan penuh ketidak sukaannya.


"Karna itu, jangan pernah bermimpi untuk bisa memilikiku apalagi mendapatkan cinta dari ku"ucap Oliver dengan nada dinginnya.


Clara yang terdiam sambil melihat kebawah dengan ekspresi marah dan juga kesal.


"Jika semua orang tau apa yang telah kau perbuat padaku, maka bukan hanya kau saja tapi keluarga mu juga akan menderita. Karna itu kau tidak akan bisa lagi lari dariku"ucap Clara yang begitu terobsesi.


"Ah! Lakukanlah! , lagian itu hanya diketahui oleh ku dan juga keluarga ku secara langsung, tidak ada orang lain yang melihat hal itu. Terlebih aku tidak melakukan apapun padamu, jadi siapa yang akan percaya akan ucapanmu, "meremehkan.


"Mungkin orang tuaku memang sudah berjanji, tapi apa mereka akan tetap melakukan nya? karna tidak ada orang lain selain kita saat itu. Jadi aku dan keluarga ku juga tidak akan diremehkan karna tidak ada orang lain yang melihat hal itu"ucap Oliver yang tersenyum sombong.


"Kau benar, tapi aku tidak sebodoh Itu Oliver! " ucap Clara yang mengeluarkan batu sihir rekaman dan menunjukannya pada Oliver.


"Kau! "Kaget. "Sejak kapan? "Tanya Oliver.


"Apa kau fikir jika aku tidak akan menyiapkan sebuah bukti untuk mengekangmu?, Oliver!. Aku sudah mengira jika kau tidak akan mudah untuk tunduk terhadapku. Maka dari itu aku menyiapkan batu sihir ini dan merekam untuk jaga jaga jika hal ini terjadi, "


Saat Oliver yang merasa kesal terhadap pembuatan yang dilakukan oleh Clara dan juga marah, tiba-tiba saja Oliver sadar akan sesuatu.


"Hahah"tertawa. "Aku akui jika kau memang pintar, Clara!. Tapi, apa yang bisa mereka lihat dari kejadian yang sebenarnya tidak ada itu, apa kau ingin menunjukan kebohongan yang kau perbuat pada orang orang desa, jika kau mencoba menjebakku? "


"Sepertinya kau harus lebih pintar lagi, Clara! Jika kau ingin melakukan perbuatan licik,jika tidak maka kau sendiri yang akan dipermalukan, "ucap Oliver dengan sombong nya.

__ADS_1


"Terimakasih atas kekhawatiranmu Oliver! Tapi tenang saja, aku tidak sepolos yang kau pikirkan. Karna aku sudah menemukan sebuah cara agar rekaman dibatu sihir ini menujukan kejadian dimana kau mencoba melecehkanku"ucap Clara yang tersenyum licik.


Mendengar perkataan yang diucap Clara, Oliver mengeyitkan matanya dengan ekspresi kesal.


"Apa maksudnya itu? " ucap Oliver yang menatap tajam kearah Clara.


"Aku hanya perlu meminta prnyihir yang ada diibukota untuk merubah isi rekaman ini sesui keinginanku, dengan begitu semuanya akan mempercayai apa yang aku katakan setelah melihat rekamannya. Jadi Oliver! Apa sekarang kau sudah paham? " ucap Clara dengan ekspresi puas diwajahnya.


Oliver yang mendengar hal apa yang dikatakan oleh Clara, membuatnya marah dan mencoba merebut batu sihir rekaman yang ada ditangan Clara.


Syukk


Namun Oliver tidak mendapatkan batu sihir rekaman karna Clara dengan cepat menghindarinya.


"Serahkan batu sihir itu pada ku!"ucap Oliver yang sedang marah.


"Aku tidak menyangka jika kau akan takut hanya karna rekaman ini, kalau begitu yang kulakukan tidaklah sia sia"menyimpan kembali batu sihir rekaman.


"Baiklah Oliver! Sampai disini saja kau mengantarku, selanjutnya aku akan pulang sendiri "berjalan keluar dari gang. Lalu kembali berhenti dan berbalik melihat kearah Oliver, "Satu hal lagi Oliver! Aku kan menunggu hari pertunangan kita , kalau begitu sampai jumpa dua hari lagi Oliver ku SAYANG! " ucap Clara yang tersenyum.


Setelah Clara pegi meninggalkan Oliver sendiri didalam gang, Oliver mulai kesal dan marah.


Brukk!


"S*al!!"menumbuk dinding. " Clara! akan ku ingat perbuatan mu hari ini sampai kapan pun, dan aku akan membalas nya suatu hari nanti"ucap Oliver yang kesal.


Ketika Oliver yang sedang kesal dan juga marah, ia mulai sadar kembali dengan sebuah rencana yang terlintas dipikirannya.


"Benar juga"tersenyum licik. "Aku akan memanfaatkan dirinya demi kepentingan ku nanti, setelah aku menemukan cara untuk mendapatkan rekaman itu, maka saat itu juga aku akan membuangmu, "


"Jika kau bisa melakukan hal licik seperti ini, maka aku hanya perlu melakukan hal yang sama terhadapmu Clara!." ucap Oliver.


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....


...Salam cinta dari redblack....

__ADS_1


__ADS_2