
Chapter selanjutnya.
Dipagi hari dikediaman Duke Floweries.
Diruang makan, Duke yang sedang membaca koran pagi sambil menunggu putrinya turun.
"Selamat pagi ayah"ucap Flora yang datang.
Flora lalu menghapiri ayahnya dan mencium pipinya. "Selamat pagi sayang, bagaimana tidurmu? " tanya Riecaldo.
"Sangat nyenyak ayah."ucap Flora yang lalu duduk dikursi.
Semua hidangan untuk sarapan pagi mulai berdatangan, semuanya diletak diatas meja makan dengan tataan yang begitu rapi.
Setelah semua makanan sudah ada diatas meja, Riecaldo dan Flora mulai menyantap makanan mereka.
🍂🍂🍂🍂🍂
Setelah selesai sarapan pagi, Riecaldo dan Flora makan makanan penutup yang telah disediakan bersama secangkir teh.
"Flora, ayah dengan kamu akan mengadakan pesta minum teh nanti siang, apa itu benar? " tanya Riecaldo.
"Benar ayah, saya akan mengadakannya dihalaman belakang rumah. Apa ayah mengizinkannya? " tanya Flora.
"Tentu saja, lakukanlah. "
"Terimakasih ayah"
"Daisy! "
"Iya tuan"
"Siapkan semuanya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Flora, ingat! jangan sampai ada yang kurang. Semuanya harus dilakukam dengan baik dan sempurnya mengerti! " ucap Riecaldo.
"Baik tuan, akan saya laksanakan"jawab Daisy.
Riecaldo lalu beranjak dari tempat duduknya, dan berjalan kearah Flora. "Ayah pergi kerja dulu, kamu baik baik ya dirumah"ucap Riecaldo yang mengelus kepala putrinya itu.
"Baik ayah, hati hati"ucap Flora yang senang. Ia melanjutkan makan hidangan penutupnya dengan wajah yang berseri seri karna ayahnya mengizinkannya untuk melakukan pesta teh.
🍁
🍁
Setelah selesai menyantap hidangan penutup, Flora lalu meminta semua orang menyiapkan hal yang diperlukan untuk pesta tehnya, lalu menulis undangan untuk orang orang yang akan ia undang.
Semua orang pun sibuk, dan koki kediaman Duke juga sibuk memanggang kue dan makanan lainnya. Flora dan Daisy sibuk memilihkan pakaian akan akan Flora kenakan nantinya.
"Daisy, pakaian mana yang cocok buat ku? "Tanya Flora yang mengetes gaun satu persatu didepan cermin.
"Apapun yang anda kenakan pasti akan kelihatan cantik nona"ucap Daisy yang sedang memilih perhiasan yang akan dikenakan Flora.
"Ayolah, semua pakaian disini sudah pernah ku gunakan. Apa tidak ada yang lain? " ucap Flora.
Daisy pun berfikir keras, ia melihat sekelilingnya dimana penuh dengan pakaian yang berserakan. Lalu saat Daisy melihat dua gaun yang menarik matanya, ia pun mengambil gaun tersebut dengan cepat.
"Nona, silakan tunggu sambil menyantap kue yang dibawa para pelayan lainnya, saya akan segera kembali"ucap Daisy.
"Baiklah "
__ADS_1
"Tolong bereskan semua pakaian yang berserak dilantai"ucap Daisy yang memerintah kedua pelayan yang sedang berdiri.
"Baik"
Kedua pelayan tersebut memebereskan pakaian yang berserakan tadi, sedangkan Daisy pergi dengan membawa dua gaun yang ia ambil. Sementara disisi lain, Flora menunggu sambil menyantap kue ditempat duduk sambil memilih perhiasan yang nanti ia gunakan.
🍁
🍁
Setelah beberapa jam Daisy pun kembali, ia membawa sebuah patung yang tertutup dengan kain besar masuk kedalam kamarnya Flora.
"Apa yang kau bawa ini Daisy? " tanya Flora yang kebingungan namun penasaran.
Daisy lalu membuka kain besar tersebut, lalu terlihatlah sebuah gaun cantik dan membuat Flora begitu terpesona akan gaun tersebut
"Bagaimana nona, apa anda menyukainya? " tanya Daisy.
"Aku sangat menyukainya, terimakasih banyak "ucap Flora yang memeluk Daisy dengan erat.
"Baiklah, sekarang mari kita siap siap "
Flora pun mulai bersiap siap, dibantu oleh Daisy dan juga kedua pelayan lainnya.
🍁
🍁
Pukul 2 siang, dimana hari yang cerah namun tidak terlalu panas.Semua persiapan untuk pesta minum teh telah selesai disiapkan, semua para undangan banyak yang bedatangan dan diarahkan menuju ketempat yang telah disiapkan.
Sambil menunggu, semua para putri bangsawan mulai mencari tempat duduk dan berkumpul bersama teman teman mereka.
"Sudah lama sekali lady Flora tidak mengadakan pesta minum teh dikediamannya"
"Benar benar, kejadian hari itu aku juga datang"
"Sungguh acara yang berantakan bukan, aku cukup kasihan pada lady Flora. Padahal ia sudah susuh susuh mengundangnya untuk minta maaf, tapi dia tidak tau diri dan malah membuat kekacauan"
"Benar sekali"
Para nona nona bangsawan sibuk mengosipkan kejadian yang terjadi dua tahun yang lalu, dimana Diana diundang kepesta acara minum tehnya Flora, namun terjadi hal yang tidak terduga.
"Behenti membicarakan orang yang tidak ada disini, kalian bisanya hanya bergosip saja"
Ecriana Martin, putri kedua Count Martin.Nona yang cukup anggun, ceria dan baik hati. Tidak suka akan kekerasan, merendahkan orang lain dan selalu membela yang lemah.
Jika ada seseorang yang menghina,menjelek jelekkan dan berniat jahat atau pun berbicara hal tidak baik pada orang lain, ia selalu membela orang tersebut jika orang itu tidak bersalah.
"Kalau kalian berani, coba katakan pada orangnya langsung jangan berkata saat orangnya tidak ada"ucap Ecriana yang marah pada nona nona bangsawan yang bergosip tadi.
"Sudahlah, Ecriana. Tidak perlu mengurusi mereka, lebih baik kita duduk saja tidak baik merusak acara minum teh seseorang "
Kristiana Raenger, Putri sulung Marquess Raenger memiliki seorang adik laki laki. kristiana dikenal memiliki sifat yang tenang, anggun, setia kawan dan bijaksanaan. Ia merupakan kadidat putri mahkota saat Adelio masih menjadi putra mahkota. Namun, saat Adelio mengumukan bahwa dirinya tidak akan menikah selain dengan Diana, akhirnya pemilihan putri mahkota pun dibatalkan.
Namun, saat menyangkut temannya, Kristiana bisa berubah menjadi kejam dan dingin. Karna Diana merupakan teman sekaligus sahabat dekat dengan Kristiana dan Ecriana.
"Awas saja kalian, jika berani menjelek jelekkan Diana lagi"ucap Ecriana yang mengancam.
Nona nona bangsawan yang bergosip tadi langsung terdiam dan tidak bisa berkata kata lagi. Lalu, Ecriana pun pergi menuju ketempat duduknya, sedangkan Kristiana diam dan tidak bergerak.
__ADS_1
"Kalian ingatlah, hari ini hanya Ecriana yang menegur kalian. Jika saya mendengar kalian mengatakan tentang Diana lagi , kalian akan tau akibatnya"ucap Kristiana dengan ekspresi dingin namun tetap tersenyum.
Kristiana pun pergi menyusul Ecriana dan meninggalkan nona nona bangsawan yang bergosip tadi dimana mereka kelihatan pucat dan ketakutan.
"Dasar, harusnya kau tidak menghalangiku tadi, aku ingin menampar mulut mereka yang sembarangan bicara tentang Diana kita"ucap Ecriana yang marah marah.
"Jangan membuat keributan, disini bukan tempat yang tepat untuk membuat perhitungan bagi mereka"ucap Kristiana yang meredakan amarahnya Ecriana.
"Tapi, kenapa Flora mengundang kita juga? Padahal dia tau kita merupakan temannya Diana, bukankah ia benci pada kita karna berteman dengan Diana "tanya Ecriana.
"Entahlah, aku juga tidak tau. Untuk sekarang kita hanya perlu diam, jangan buat maslah dulu. Jika memang ada maksud tersembunyi Flora mengundang kita untuk mencari masalah, baru kita pergi dari sini "ucap Kristiana.
"Baiklah, tapi aku boleh tanya sesuatu padamu tidak? " tanya Ecriana.
"Apa, kau ingin menanyakan apa? " tanya Kristiana.
"Kristiana kau merupakan kadidat putri mahkota dari sekian para nona bangsawan yang terpilih, namun yang mulia Adelio malah menolak dan memilih Diana. Semua kadidat putri mahkota membenci Diana, tapi kenapa kau tidak dan malah menjadi temannya"tanya Ecriana.
"Aku terpilih menjadi kadidat putri mahkota bukan karna aku mau, dan hal itu juga tidak membuat ku membenci Diana , karna dari dulu aku memang tidak menyukai yang mulia Adelio "jawab Kristiana.
"Eeee, kau tidak menyukai yang mulia? "Kaget. "Padahal yang mulia sangat tampan"ucap Ecriana yang tidak percaya akan pernyataan yang diucap temannya itu.
"Diana saja menolak yang mulia Adelio karna dibilang jelek , jadi dari mananya tampan"ucap Kristiana menyindir.
"Benar juga sih, aku yang mendengar penolakan Diana yang begitu tegas membuatku terpesona padanya"ucap Ecriana.
"Kau benar, aku pun juga terpesona akan keberanian yang Diana lakukan. Dan berkatnya juga, aku menemukan hal yang kuinginkan"ucap Kristiana.
Kristiana mengingat kembali pertemuan dirinya dengan Diana disebuah taman istana.
Flasblack
Ditaman tersebut, terlihat Diana menikmati secangkir teh dan makanan kue. Lalu Kristiana yang sedang jalan jalan ketaman, melihat Diana sendirian yang duduk disebuah balkon ditaman.
Maaf redblack gak tau namanya, tapi divisual gambarnya ada tu yang paling pojok🙏.
Kristiana pun menghampiri Diana, "Maaf, apa saya boleh bergabung bersama anda disini? " tanya Kristiana.
"Tentu, saya juga sendirian disini. "Ucap Diana.
"Tolong siapakah teh untuk lady Kristiana "ucap Diana pada pelayan.
"Baik nona"
Pelayan tersebut menuangkan tehnya untul Kristiana dan meletakannya didepan Kristiana.
"Saya dengar, para calon kadidat putri akan pulang hari ini. Apa anda datang kemari untuk membuat perhitungan dengan saya karna mengacaukan pemilihan putri mahkota? "Ucap Diana.
"Apa?! Tidak, saya sama sekali tidak ingin melakukan hal itu"ucap Kristiana yang panik.
Diana menatap Kristiana cukup lekat, sampai ia tertawa karna melihat Kristiana begitu tegang akan pertanyaan yang ia ajukan pada Kristiana.
Berhenti tertawa . "Maaf, saya hanya bercanda. Dari yang saya lihat anda berbeda dengan nona bangsawan lainnya, jadi saya tidak berfikir kalau anda datang kemari untuk membuat perhitungan dengan saya" ucap Diana.
"Jadi, ada hal apa yang membuat lady kemari?" tanya Diana.
Kristiana gugup, ia yang dikenal sebagai nona bangsawan yang bisa mengatur ekspresi tidak bisa tenang saat berhadapan dengan Diana. Namun ia mencoba memberanikan dirinya dan mengatakan isi hatinya.
"Saya,,... "
Bersambung...
...Terus dukung Redblack....
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....
__ADS_1
...Salam cinta dari redblack....