
Berkah selalu buat pembaca, mohon dukungannya. Terimakasih......
...Happy reading...
...🍁...
...🍁...
...🍁...
...🍁...
...🍁...
Chapter selanjutnya
Dibalai desa,,...
“Kak, kita mau kemana sekarang? ” tanya Elis.
“Kita keliling dulu, lihat lihat apa ada toko yang sesuai kagak” ucap Nevan.
“Ok” ucap serentak Nox dan Elis.
Nevan, Nox dan Elis pun berkeliling balai desa bersama sama, dimana mereka bisa bebas karna balai desa yang tidak jauh dari desa agelios sendiri dipenuhi oleh orang orang pedagang keliling yang singgah untuk berjualan. Sedangkan toko toko yang ada berasal dari orang orang yang bukan dari desa agelios sendiri, jadi tidak akan ada yang mengenal Nevan, Nox dan Elis.
🍁🍁🍁🍁🍁
Ditempat lain, Lisia yang sedang berkeliling bingung harus mau kemana, “Sekarang aku mau kemana lagi ya? ” ucap Lisia sambil melihat sekitar.
Ditempat lainnya, Oliver yang mengikuti Lisia kebalai desa sedang mencari keberadaan Lisia sendiri. “Lisia pergi kemana ya? ” gumam Oliver sambil mencari cari Lisia.
Ternyata posisi mereka jika dilihat dari atas adalah, Lisia berada paling depan sekali, sedangkan Oliver ada dibelakang Lisia dimana ditutupi oleh kerumunan orang orang. Sementara, Nevan Nox dan Elis berada tepat dibelakang Oliver yang juga dilindungi oleh kerumunan orang orang.
Siapakah diantara mereka yang akan saling bertemu nantinya?, apakah Oliver bisa mendahului Nevan dan bertemu dengan Lisia yang ada didepannya?. Atau malah Nevan yang bertemu dengan Lisia duluan?,,.......
Setelah saling menikmati pemandangan yang ada dibalai desa, Lisia terus melihat sekeliling untuk mencari sesuatu yang menarik hatinya. “Disini terlalu banyak untuk dilihat, aku bingung jadinya” ucap Lisia.
Saat Lisia melihat sebuah toko kue yang menarik perhatiannya, ia langsung menuju ketoko tersebut dengan penuh semangat. “Kelihatannya enak, aku akan kesana” ucap Lisia yang segera menuju ketoko.
Saat Lisia pegi ketoko kue, Oliver yang tadinya ada dibelakang Lisia sudah dekat dengan Lisia. Namun sayang sekali, Oliver malah tetap maju kedepan untuk mencari Lisia dan tidak memperhatikan sekelilingnya, sehingga mereka tidak berpapasaran karna Lisia pergi kearah kanan, sementara Oliver terus maju kedepan.
“Disini terlalu ramai sekali, bagaimana aku bisa menemukan Lisia kalau begini? ” ucap Oliver yang mengerutu, sambil melihat kearah depan.
Ketika Oliver berbalik dan tidak sengaja melihat kearah toko kue dimana Lisia ada disana, Oliver masih tetap tidak melihat Lisia dikarenakan terlindung oleh sepasang kekasih yang ada tepat melindungi Lisia yang ada dibelakang mereka.
__ADS_1
“Mau kemana lagi sayang? ” tanya pria tersebut kepada kekasihnya.
“Bagaimana kita cari tempat makan aku lapar” ucap wanita tersebut.
“Baiklah, aku tau tempat yang tepat untuk dikunjungi. Ayo! ” ucap pria tersebut kepada kekasihnya.
“Ok”
Ketika sepasang kekasih tersebut pergi,Oliver malah kembali melihat kedepan untuk mencari keberadaan Lisia, sehingga tidak melihat kalau Lisia ada dibelakangnya.
“Aku coba cari kedepan, mungkin saja Lisia ada disana” ucap Oliver yang lalu pergi maju kedepan melewati kerumunan. Sementara Lisia sendiri sedang melihat kue kue yang ada ditoko kue tersebut.
“Kue stroberi ini kelihatan enak, ” melihat ke kue rasa stroberi. “Tapi, rasa coklat sepertinya juga lezat” ucap Lisia yang melihat kearah kue rasa coklat.
“Ukh, jadi binggung” ucap Lisia yang pusing memikirkan akan membeli kue rasa stroberi atau coklat.
“Bagaimana jika nona beli keduanya saja!, dari pada pusing memikirkan harus memilih yang mana” ucap sipenjaga toko kue.
“Benar juga, kalau begitu tolong bungkus dua potong kue rasa stroberi dan dua potong kue rasa coklat” ucap Lisia.
“Baik” ucap sipenjaga toko kue yang segera membungkus pesanan Lisia kedalam kotak kue.
Setelah beberapa menit kemudian, “Silahkan nona ini pesanan anda” ucap sipenjaga kue yang memberikan kue kepada Lisia.
“Terimakasih” ucap Lisia yang mengambil kue sambil membayar uang kuenya.
“Sekarang aku mau kemana ya? ” ucap Lisia sambil melihat sekelilingnya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Disisi lain, Nevan, Nox dan Elis masih berjalan jalan sambil melihat lihat sekitar balai desa.
“Gak ada hal menarik disini” ucap Nox.
“Kakak benar” ucap Elis.
“Memang kalian berdua ingin mencari apa? ” tanya Nevan.
“Sesuatu yang menarik” ucap Nox sambil melihat sekitar.
Nevan hanya bisa menghela nafas panjang akan jawaban ambigu yang Nox berikan, “Hah”
Disaat mereka bertiga sibuk melihat lihat balai desa, Elis tidak sengaja terpandang dan melihat Lisia yang sedang berdiri sendirian didepan toko kue.
“Eh, bukankah itu kak Lisia?. Kak Lisia ada dibalai desa! ” ucap Elis.
“Apa?! Kak Lisia?, mana? ” tanya Nox yang mencari cari keberadaan Lisia, Nevan yang mendengar juga ikut mencari keberadaan Lisia yang dimaksud oleh Elis.
__ADS_1
“Itu didepan toko kue” ucap Elis menunjuk kearah depan. “Kak Lisia! ” teriak Elis sambil belari kearah Lisia.
“Elis tunggu! ” ucap Nox yang menyusul adik perempuannya.
“Nox, Elis, jangan jauh jauh nanti terpisah” ucap Nevan yang segera menyusul kedua adiknya.
Lisia yang masih melihat sekitar tidak menyadari kalau Elis memanggilnya, “Kak Lisia! ”panggil Elis.
“Aku pergi kearah sana saja, mungkin ada tempat menarik lainnya” ucap Lisia yang beranjak dari tempatnya dan berjalan kedepan.
Melihat Lisia pergi, Elis berusaha mengejar namun dihalangi oleh orang orang yang lalu lalang dan sangat banyak. “Kak Lisia tunggu! ” ucap Elis.
Elis harus berhimpit himpitan dengan kerumunan orang orang agar bisa menyusul Lisia, namun hasilnya gagal. Elis kehilangan Lisia karna begitu banyak orang yang ada, “Kak Lisia!, ”ucap Elis yang mencoba mencari cari keberadaan Lisia yang tidak ada dimanapun.
Mengenggam tangan Elis, ” Elis! ” panggil Nox.
“Jangan pergi begitu saja, jika kita terpisah nanti akan repot jadinya” ucap Nox yang mengomeli Elis.
“Maaf, Elis hanya ingin bertemu kak Lisia! ” ucap Elis yang merasa sedih.
“Hah” menghela nafas panjang. “Sudahlah, yang penting aku menemukan mu. Jadi bagaimana, apa kak Lisianya ketemu? ”tanya Elis.
“Tidak, Elis kehilangan kak Lisia ” ucap Elis yang merasa sedih.
“Baiklah, baiklah. Gak papa yang terpenting kita kembali dulu ke kak Nevan, nanti kita cari kak Lisia sama sama. Mungkin kak Lisia masih belum jauh” ucap Nox yang mencoba menghibur Elis.
Elis menganggukan kepalanya. “Iya, baiklah” ucap Elis.
“Tapi kak Nevannya kemana, gak ada dibelakang kakak” ucap Elis yang melihat sekitar.
“Eh! ” kaget. “Kak Nevan! ”ucap Nox yang melihat sekitarnya dan tidak menemukan Nevan.
“Hah, sepertinya kita terpisah dari kak Nevan sekarang! ” ucap Nox sambil memegang keningnya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Disisi lain, Nevan yang sedang kebingungan karna mencari cari keberadaan Nox dan Elis. “Kemana mereka berdua? ” ucap Nevan yang melihat sekelilingnya.
Akhirnya tidak ada satupun yang bisa menemukan Lisia, baik Nevan ataupun Oliver. Malahan Nox dan Elis terpisah dengan Nevan, sementara Nevan juga sibuk mencari keberadaan kedua adiknya itu,,....
Seperti apakah kelanjutannya, kita sambung dichapter berikutnya,,... Bye....
...Terus dukung Redblack....
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Klik juga tombol Favoritnya, agar kalian tidak tertinggal informasi chapter selanjutnya....
...Salam cinta dari redblack....
__ADS_1