Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 49 Elis sakit perut


__ADS_3

Saat Nevan, Lisia, Nox dan Elis selesai memanen sayuran, mereka menuju kedalam rumah untuk memasak hasil kebun yang mereka petik sendiri.


"Nox! Elis! Selama kakak dan dewi memasak, kalian boleh kembali kekamar dan menunggu sampai makan selesai dimasak"ucap Nevan.


"Baiklah kak"ucap serentak Nox dan Elis.


Setelah Nox dan Elis pergi, tinggalah Lisia dan Nevan berdua didapur dengan perasaan canggung yanv tiba-tiba datang diantara mereka.


".. (Wah! Kenapa tiba-tiba jadi sepi begini) "ucap Lisia yang kelihatan panik.


".. (Sekarang apa yang harus kulakukan untuk membuat suasana kembali normal?) "Sedang berfikir.


".. (Benar juga! Aku akan menawarkan untuk membantu Nevan masak atau menotong sayur saja) "ucap Lisia


Disini Nevan sendiri, ".. (Apa yang harus kukatakan ya? Apa aku coba minta bantuan dewi saja untuk memotong sayur agar bisa membuat suasana gak canggung lagi. Tapi rasanya tidak sopan meminta seorang dewi melakukan perkejaan ini) "ucap Nevan yang sedang gelisah.


".. (Baiklah seperti aku minta dewi untuk menemani Nox dan Elis saja kekamar) "ucap Nevan.


"Nevan! " ucap Lisia dan "Dewi! "Ucap Nevan yang serentak.


Lisia dan Nevan sama sama kaget karna memanggil satu sama lainnya.


"Silahkan katakan duluan dewi! " ucap Nevan. "Tidak! Nevan saja dulu"ucap Lisia.


Saat Nevan dan Lisia tidak mau mengatakan duluan apa yang ingin mereka sampaikan , tibalah saat mereka mulai diam satu sama lainnya untuk beberapa saat.


Lalu tiba-tiba saja Nevan dan Lisia mengatakan apa yang mereka pikirkan diwaktu yang bersamaan.


"Itu.. Bagaimana jika dewi... " Nevan. "Bagaimana jika saya.. "Lisia.


"Menemani Nox dan Elis saja dikamar"ucap Nevan. "Membantu Nevan memotong sayur sayurnya"ucap Lisia.


"Ah! "Lisia dan Nevan kaget bersamaan karna mereka bedua mengatakan secara serentak sambil memandagi satu sama lainnya.


"Jika memang anda mau membantu saya tidak keberatan sama sekali "ucap Nevan yang berbalik badan karna merasa malu


"Tentu saja saya mau membantu"ucap Lisia yang berjalan kearah Nevan dan berada disebelahnya.


Nevan dan Lisia memasak bersama seperti sepasang suami istri dari sudut pandangan saya sebagai penulis hehe. Nevan yang sedang mengoreng ikan dan Lisia sedang memotong sayur sayuran disamping Nevan.


Penjelasan


Dunia novel yang Lisia masuki orang orang masak seperti didunia nyata milik Lisia dengan mengunakan kompor, hanya saja mereka gak menggunakan gas melainkan batu sihir untuk menciptakan api disebuah tungku.


"Nevan! Apa saya harus memotong seperti ini"ucap Lisia yang memotong bulat bulat sayur wortelnya.


"Iya dewi! " ucap Nevan. "Baiklah "ucap Lisia yang melanjutkan memotong wortelnya.

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺


Tengah hari


Setelah Nevan dan Lisia selesai memasak, mereka meletakan semua makanan diatas meja makan. Lalu Lisia menyusun piring ketempat masing masing sedangkan Nevan menjemput kedua adiknya yang ada didalam kamar.


".. (Akhirnya rencana untuk datang kemari lalu diajak makan bersama berhasil) "mengepalkan kedua tangan dengan perasaan senang. ".. (Sekarang aku hanya perlu alasan agar bisa berlama lama disini. Tapj bagaimana caranya?) "ucap Lisia yang mencoba berfikir.


Saat Nevan dan kedua adiknya sampai, mereka pun menyantap makanan bersama sama diatas meja seperti keluarga.


"Oh ya kak Lisia bagaimana rasa ikannya, apakah enak? " tanya Elis.


"Sangat enak sekali, rasanya ada sedikit manis dan segar"ucap Lisia.


"Tentu saja. Karna makasakan kak Nevan gak ada duanya"ucap Nox.


"Benar benar, makasakan kak Nevan selalu enak"ucap Elis.


Nevan yang mendengar pujian dari kedua adiknya itu membuanya merasa malu dan kelihatan sedikit senang.


"Baiklah bagaimana jika lanjutin makannya"ucap Lisia yang mencoba membantu Nevan yang terdiam.


"Baik"ucap Nox dan Elis serentak.


"Terimakasih dewi! " ucap Nevan yang berbisik.


🌺🌺🌺🌺🌺


Setelah Lisia, Nevan, Nox dan Elis selesai makan.Nox dan Elis kembali kekamar mereka sedang Lisia membantu Nevan membereskan piring kotor dan mengelap meja makan.


"Dewi! Maaf mengerepotin anda, padahal anda pasti sibuk hari tapi anda mau makan disini atas permintaan adik saya, "ucap Nevan.


"Emmm"mengelengkan kepala. "Siapa bilang kalian merepotin saya, malahan sayalah yang merepotin kalian karna ada disini. Terlebih lagi saya meresa senang bisa diajak makan bersama kalian, harusnya sayalah yang mengatakan terimakasih pada kalian. "


"Terimakasih ya Nevan sudah mengundang saya makan disini"ucap Lisia sambil tersenyum.


"Tidak seharunya anda berterimakasih kepada adik adik saya karna merekalah yang mengajak anda"ucap Nevan yang panik.


"Tapikan merekakan meminta izin dulu kepada kakaknya, karna Nevan mengizinin saya makan disini tentu saja saya berterimakasih pada Nevan. Saya akan berterimakasih pada Nox dan Elis juga. " ucap Lisia sambil tersenyum.


"Baiklah kalau begitu, sama sama dewi! " ucap Nevan yang malu malu.


"... (Ya akhirnya, setidaknya aku bisa memperbiki suasana dan melupakan kejadian malam tadi. Sekarang aku hanya perlu membuat Nevan lebih nyaman lagi dan ia akan segera memanggil namaku, ok Lisia kau harus semangat!) "ucap Lisia dalam hati yang sedang membara.


Saat Nevan dan Lisia sibuk membereskan dapur tiba-tiba saja Elis berteriak.


"Waaaaa! "

__ADS_1


Nevan dan Lisia kaget mendengar teriakan tersebut, lalu Nox datang memanggil kakaknya.


"Kak Nevan! " ucap Nox yang panik.


"Nox ada apa? " tanya Nevan.


"Itu.,, Elis tiba-tiba sakit perut."ucap Nox.


"Apa! "Nevan dan Lisia kaget.


Lalu Nevan, Lisia dan Nox pergi kekamar dan meihat Elis yang terbaring sakit diatas kasur sambil memegang perutnya.


"Elis kau baik-baik saja? " ucap Lisia yang panik.


"Kak Lisia! Perut Elis sakit huaa"ucap Elis yng menangis.


"Nevan! Apa tidak ada obat untuk mengobati sakit perut Elis? " tanya Lisia.


"Saya akan coba mrncarinya dewi! " ucap Nevan.


"Baiklah. Selama itu saya akan coba menyembuhkannya dengan kekuatan sihir saya, walau saya tidak tau apa akan berhasil atau tidak. " ucap Lisia.


"... (Aku juga gak pasti apa kekuatan ini bisa menyembuhkan sakit perut Elis, soalnya saat datang bulan aku sudah mencobanya untuk membuat rasa nyeri diperutku hilang, tapi gak ada efeknya.)"memegang perut Elis. ".. (Ku harap kekuatan sihir ini bisa berefek pada Elis) "ucap Lisia dalam hati.


"Kalau begitu dewi! saya titip Elis."ucap Nevan.


Begitu Lisia menganggukan kepalanya, Nevan lalu pergi untuk mencari obat. Lalu Lisia mencoba menggunakan kekuatan penyembuhnya pada Elis.


Sringg


Setelah 15 menit Lisia mengunakan kekuatannya, Elis tidak terlihat membaik.


"Elis! Apa masih sakit? "Tany Lisia.


"Masih "ucap Elis yang masih menangis.


"Kak Lisia! Apa Elis akan baik-baik saja? " tanya Nox yang berlinangkan air mata.


"Elis akan baik-baik saja,Saat ini Nevan sedang mencari obatnya karna itu Nox gak perlu khawatir ya?."ucap Lisia yang mencoba menenangkan Nox.


"Iya"


Lisia dan Nox hanya bisa menuggu Nevan kembali dengan membawa obat untuk Elis.


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....

__ADS_1


...Salam cinta dari redblack....


__ADS_2