Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 124 Suasana Yang Serius Antara Adelio dan Duke Riecaldo


__ADS_3

Berkah selalu buat pembaca, mohon dukungannya. Terimakasih......


...Happy reading...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


Chapter selanjutnya


“Ayo Nox, kita pergi sekarang! Nevan dan Elis pasti sudah menunggu lama” ucap Lisia.


“Baik kak” ucap Nox.


“Lisia! ”panggil Oliver.


“Ya, ada apa? ” tanya Lisia.


“Apa kalian ingin pulang? ” tanya Oliver.


“Iya kami mau pulang dan sekarang Nevan dan Elis sudah menunggu dipintu masuk” ucap Lisia dengan sikap dinginnya.


“Kalo begitu bagaimana jika kita pergi bersama, saya juga mau pulang sekarang ” ucap Oliver yang menawarkan.


“Tidak perlu, saya pulang bersama Nox saja "BERDUA". Lagian kami mau pergi kesuatu tempat juga” ucap Lisia dengan nada yang menekan.


Seketika Oliver kaget akan sikap yang ditunjukan oleh Lisia. Lalu Lisia dan Nox pun pergi meninggalkan Oliver sendirian.


“Kak! ” panggil Nox.


“Ya?”tanya Lisia.


Ragu ragu,“Tidak, tidak jadi” ucap Nox.


Lisia hanya melihat Nox dengan tatapan penasaran akan sesuata yang ingin Nox tanyakan namun ragu ragu dan tidak jadi untuk bertanya ,akhirnya Lisia memilih tetap diam dan tidak bertanya akan apapun pada Nox.


Lalu Nox dan Lisia pun pergi ketempat yang telah mereka sepakati.


🍁🍁🍁🍁🍁


Sesampainya Lisia dan Nox ditoko dimana Lisia membeli hadiah ulang tahun untuk Nox dan Elis, mereka pun segera masuk kedalam toko tersebut.


“Selamat datang, ada yang bisa saya bantu” ucap sipenjaga toko dengan sontak melihat kedatangan pelanggan. Lalu sipenjaga toko tambah kaget karna yang datang ada pelanggan sebelumnya yeng pernah datang tadi pagi.


“Eh, nona,,... ”belum sempat kata kata terselesaikan, si penjaga toko langsung berhenti saat Lisia meletakan jari telunjuknya dibibir menandakan untuk tutup mulut.


“Selamat datang tuan, nona” ucap sipenjaga toko langsung memasang ekspresi profesionalnya.


“Ada yang bisa saya bantu? ” tanya sipenjaga toko.

__ADS_1


“Begini, kami datang ingin minta dipasangkan sihir pada sebuah benda” ucap Lisia.


“Sihir seperti apa yang diinginkan untuk dipasang pada benda tersebut? ” tanya sipenjaga toko.


“Sihir pelindung yang bisa melindungi adik perempuan saya” ucap Nox yang menjelaskan.


“Mmm” berfikir, “Bisa, dimana benda yang ingin dipasang sihir tersebut? ” tanya kembali si penjaga tokoh.


Lisia dengan segera memberikan benda yang ingin dipasangkan sihir tersebut. Setelah benda diberikan, dengan segera sipenjaga toko mengambilnya.


“Baiklah, selagi saya memasangkan sihir , kalian boleh lihat lihat. Jika lelah silahkan duduk saja dikursi disana, saya tidak akan lama” ucap sipenjaga toko.


“Baik terimakasih ” ucap Lisia.


Selama menunggu si penjaga toko, Lisia dan Nox melihat lihat yang ada disekeliling mereka.


“Kak Lisia! ” panggil Nox.


“Ya, ada apa Nox? ” tanya Lisia.


“Apa kakak tadi kesini?, seperti penjaga toko tadi mengenal kakak” ucap Nox.


“!! ” kaget.


“Mungkin hanya perasaan Nox doang, kakak baru datang kesini. ”ucap Lisia.


“Benarkah, kalau begitu bagaimana cara kakak tau jika disini ada toko yang bisa masang sihir? ” tanya Nox.


Lisia kembali bersikap tenang dan menjawab pertanyaan Nox tanpa ragu, “Kakak tau dari orang orang disekitar saat kakak tanya sama mereka” jawab Lisia.


Menatap Lisia dengan tatapan tajam, “Baiklah” ucap singkat Nox yang tidak lagi menanyakan apapun.


“Nona, ini! ” memberikan. “Saya sudah memasangkan sihir pelindung pada cincinnya. Pemakai akan terlindungi dari apapun selama dia memakai cincin tersebut” ucap sang penjaga toko menjelaskan.


Menerima, “Terimakasih banyak” ucwp Lisia.


Setelah membayar hasil sihir pelindung yang dipasangkan pada cincin hadiah untuk Elis, Lisia dan Nox pun pulang.


“Silahkan datang lagi” ucap sipenjaga toko yang melepaskan kepergian Nox dan Lisia.


Ketika Lisia dan Nox sudah pergi, sipenjaga toko kaget akan bayaran yang ia dapat diatas meja yang sangat banyak. Dengan segera sipenjaga toko langsung mencari pelanggan nya yang tadi, namun sayang mereka sudah tidak kelihatan dimana pun dan akhirnya membuat sipenjaga toko menyerah untuk menemukan mereka.


Disisi lain, Lisia dan Nox yang mengarah kearah pulang pun sampai ditempat janjian, yaitu berkumpul didepan pintu masuk balai desa.


Dari kejauhan terlihat Nevan dan Elis yang sudah menunggu didepan pintu masuk.


Menyadari kedatangan Lisia dan Nox “Kak Lisia! ” teriak Elis.


Lisia pun melambaikan tangannya pada Elis, lalu mereka semua pun berkumpul dan memutuskan pulang kedesa bersama sama sambil menikmati suasa yang begitu senang dan bahagia.


🍁🍁🍁🍁🍁


Beralih kekerajaan Magixion, diistana semua orang pada sibuk menyiapkan segala hal untuk menyambut kedatangan Lisia dan acara minum teh yang akan diadakan diistana.


__ADS_1


Di ruang kerja, Adelio sibuk mengerjakan sebuah dokumen yang ada diatas meja kerjaannya. Lalu,,...



Tok Tok Tok Tok


“Masuk! ” ucap Adelio.


Memasuki ruang, “Yang mulia! ” panggil Ian.


“Bagaimana dengan semua persiaannya, apa semuanya sempurna? ” tanya Adelio.


“Semua sudah dipersiapakan dengan baik dan sempurna yang mulai. Tidak akan ada satu pun yang kurang saat dewi datang” ucap Ian dengan percaya dirinya.


“Lalu bagaimana gaun dan semua yang akan dipakai oleh Lisia nanti saat acara minum teh? ” tanya Adelio.


“Tenang saja yang mulia, semunya sudah saya persiakan. Saya sudah memberi tahukan kepada madam Kleisya bahwa semua pakaian yang ada dibutik miliknya akan dipakai oleh dewi, mendengar hal itu madam Kleisya bersemangat untuk membuat gaun khusus buatannya sendiri yang tidak ada duannya saat dewi memakainya nanti” ucap Ian.


“Bagus, siapkan semuanya tanpa kekurangan sedikit pun dan jangan ada kesalahan apapun” ucap Adelio.


“Baik yang mulia” ucap Ian.


“Oh ya Ian, apa tidak ada kabar apapun dari kerajaan Wishangle? ” tanya Adelio.


“Belum yang mulia, tidak ada kabar dari mereka” ucap Ian.


“Sial, apa si brengs*k itu sedang menunggu ku untuk menghubunginya duluan. Padahal aku sudah susah payah membuat acara ini untuk mengetahui dalang yang memcoba mencelakai Lisia ” ucap Adelio yang mengerutu.


“Tenang yang mulia, mungkin saja mereka sedang mempersiapkan sesuatu untuk acara besok, kita tunggu saja sampai besok” ucap Ian yang mencoba menenangkan Adelio.


Menghela nafas panjang, “Baiklah, kamu bisa kembali ketugas mu Ian ” ucap Adelio.


Baik yang mulis, saya undur diri dulu. Permisi!” ucap Ian sambil menunduk dan lalu pergi meninggalkan ruang kerja Adelio.


Setelah kepergian Ian yang belum lama,tiba-tiba Adelio mendapatkan panggilan pribadi. Yang menghubungi Adelio tidak lain adalah panglima perang yang dihormati dikerajaan Magixion yaitu Duke Riecaldo Floweries , ayahnya dari Flora.


“Maaf yang mulia menganggu waktu anda yang mulia! ” ucap Riecaldo.


“Ada apa Duke Riecaldo? ” tanya Adelio.


“Maaf yang mulia jika saya lancang, jika yang mulia tidak keberatan sama sekali, ada hal penting yang ingin saya sampaikan pada yang mulia secara pribadi” ucap Duk Floweries dengan ekspresi serius.


Adelio dengan tatapan tajam memperlihatkan ekspresi serius seolah olah sudah mengetahui hal penting apa yang akan Duke Riecaldo Floweries katakan, namun untuk sementara Adelio memilih untuk tetap diam.


Sementara Ricaerdo sendiri sangat tau akan Adelio dari ekspresi serius yang ditunjukan dari bola sihir, jika rajanya mengetahui apa yang akan ia katakan itu.


Suasanya pun berubah serius ditempat masing masing dari kedua belah pihak yang saling terhubung melalui bola sihir.


Seperti apa kelanjutannya dan apa yang akan terjadi antara Adelio dan Duke Riecaldo?, kita lanjutkan dichapter selanjutnya. Bye,,,......


Bersambung


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Klik juga tombol Favoritnya, agar kalian tidak tertinggal informasi chapter selanjutnya....

__ADS_1


...Salam cinta dari redblack....



__ADS_2