Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 107 Menikah!


__ADS_3


Berkah selalu buat pembaca, mohon dukungannya. Terimakasih......


Berkah selalu buat pembaca, mohon dukungannya. Terimakasih......


...Happy reading ...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


Chapter selanjutnya


Setelah Lisia mengenakan pakaian yang Nevan tinggalkan, Lisia lalu bercermin sambil melihat pakaian yang ia kenakan. Sambil memperhatikan diri sendiri dengan seksama dari atas kepala sampai ujung kakinya.



Baju putih bersih yang Lisia kenakan sangat Indah dengan dirinya yang memiliki kulit seputih susu. Sampai sampai Lisia tidak menyadari akan kehadiran Nevan yanh sudah ada di belakangnya, sontak Nevan kaget melihat Lisia begitu cantiknya mengenaikan pakaian milik ibunya.


Hal itu membuat Nevan tidak sengaja memanggil ibunya, “Ibu” Hal itu pun terdengar oleh Lisia yang sedang bercermin dikaca dan membuatnya kaget.


“Ah!, Nevan ”ucap Lisia.


“Maaf, saya seperti melihat ibu saya dari diri anda dewi” ucap Nevan.


“Benarkah?, apa pakaian ini mengingatkan ada pada beliau? ”tanya Lisia.


“Iya”berjalan mendekati Lisia. “Dewi, maukah anda terus mengenakan pakaian ini setiap anda datang kemari? ” tanya Nevan dengan ekspresi penuh harapan.


Mendengar permintaan dari Nevan membuat Lisia sontak kaget dan juga senang, karna ini permintaan kedua dari Nevan yang begitu Lisia tunggu tunggu. “Jika itu yang Nevan inginkan, saya akan memakai pakaian ini setiap datang kemari” ucap Lisia dengan tersenyum manis pada Nevan.


Mendengar perkataan dari Lisia membuat Nevan merasa senang, “Tapi,,.. jika saya ingin datang kemari setiap hari. Tidak mungkinkan saya menggunakan pakaian ini setiap hari tanpa dicuci”ucap Lisia.


Nevan langsung berfikir keras akan hal itu, karna apa yang Lisia benar adanya, sebab tidak mungkin Lisia mengunakan baju iti setiap hari tanpa dicuci “Kalau begitu, saya akan memberikan beberapa pakaian ibu saya pada anda” ucap Nevan yang begitu semangat.


Sontak hal itu membuat Lisia tertawa lepas akan tingkah yang Nevan lakukan. “Tidak perlu Nevan, saya nanti bisa menggunakan pakaian ini. Lagiankan saya juga tidak setiap hari datang rumah anda, jadi anda tidak perlu memberikan saya pakaian milik ibu anda” ucap Lisia.

__ADS_1


“Ini kan pakaian milik ibu anda yang berharga, jadi anda harus menjaganya dengan baik. Saya tidak pantas mengenakan pakaian berharga ini, karna saya bukan siapa siapa” ucap Lisia yang suaranya perlahan lahan makin pelan.


“Itu tidak benar, bagi saya anda adalah orang yang paling berharga” ucap Nevan dengan tegas dan serius.


Mendengar perkataan dari Nevan membuat Lisia merasa tidak percaya akan apa yang ia dengar barusan, karna hal itu membuat Lisia tersipu malu dan memiliki sebuah harapan untuk lebih dekat dengan Nevan.


“Terimakasih Nevan ” ucap Lisia yang tersenyum.


Melihat senyum dari Lisia sontak Nevan langsung sadar akan kata kata yang ia ucapkan, sehingga membuatnya wajahnya langsung memerah seperti udang rebus.


“.. (Apa yang baru saja ku katakan, dewi orang yang berharga bagiku? Apa aku susah tidak waras?. Dewi adalah orang yang terhormat dan diriku hanyalah orang biasa, harusnya aku tidak pantas mengatakan hal itu, tapi..) ” ucapan dalan hati yang terhenti karna melihat kearah Lisia.


“.. (Dewi tidak merasa keberatan akan perkataan ku barusan, malahan dewi kelihatan malu karna mendengar apa yang ku katakan. Kalau begitu seperti tidak masalah,,.. ”ucap Nevan dalam hati yang perlahan tersenyum lembut.


“.. (Apa sekarang aku dan Nevan sudah mulai dekat? , karna dia menganggapku berharga baginya. Mungkin saja hal ini merupakan titik awal yang baik bukan?) ”ucap Lisia dalam hati dengan perasaan senang.


Nevan dan Lisia sibuk tenggelam dalam pikiran mereka masing masing dengan tersenyum sendiri.


🍁🍁🍁🍁🍁


Diruang makan, Nox dan Elis yang sudah menunggu dimeja makan sudah tidak sabar untuk menyantap makanan yang ada dihadapan mereka.


“Kak Nevan dan kak Lisia kemana? , kenapa lama sekali sih. Elis udah lapar sekali” ucap Elis yang mengoceh sambil memainkan jarinya kepiring.


“Mungkin masih ada dikamar, bagaimana jika kita susul saja? ” ucap Nox.


Nox dan Elis pun pergi menuju kamar milik orang tua mereka dimana Lisia dan Nevan baru saja ingin kedapur.


“Kalian kenapa kemari? ” tanya Nevan pada Nox dan Elis.


“Habisnya kak Nevan dan kak Lisia lama sekali datangnya, jadi kami susul deh”ucap Nox.


“Maaf membuat kalian menunggu, ayo kita makan sekarang ”ucap Lisia yang keluar dari belakang Nevan.


Melihat Lisia, Nox dan Elis langsung terdiam membatu karna kaget melihat Lisia yang mengenakan pakaian milik ibu mereka. Hal hasil mereka hanya menatap Lisia dengan tatapan yang begitu lekat, karna Lisia kelihatan cantik menggunakan pakaian tersebut.


“Kak Nevan! ” panggil Nox.


“Ya? ”


“Menikahlah dengan kak Lisia agar kak Lisia jadi kakak ipar kami” ucap Nox dengan sempontannya.


“Ya benar” ucap Elis yang mulai ikutan.

__ADS_1


Mendengar perkataan dari dari Nox, sontak membuat Nevan dan Lisia yang awalnya terdiam tanpa ekspresi apapun langsung berubah malu dan wajah mulai memerah dengan sikap yang kacau balau.


“A,, ap,, apa menikah?!, apa yang kai katakan Nox, jangan bercanda kamu” ucap Nevan yang terbata bata.


Sementara Lisia hanya terdiam karna pikirannya sudah tidak ada dalam raganya, karna sudah melayang keluar saat mendengar kata nikah, “.. (Aku dan Nevan menikah?) ” ucap Lisia dalam hati dengan nyawa yang ikut keluar.


“Kenapa tidak, kak Lisia sangat cantik menggunakan pakaian milik ibu dan sangat serasi dengan kak Nevan. Jadi kami ingin kak Lisia menjadi kakak ipar kami” ucap Elis. Nox yang setuju akan perkataan dari adik perempuannya juga ikut menganggukan kepalanya.


“Bagaimana kak Lisia?, apa kakak ingin mau jadi kakak ipar kami? ” tanya Elis.


Saat Lisia ingin menjawab pertanyaan dari Elis sontak perut Lisia langsung berbunyi dengan suara yang cukup keras.


Kruyuuukkk


Hal itu sontak membuat suasana langsung hening seketika dan membuat Lisia langsung malu banget. “.. (Perut sialan, kenapa harus berbunyi disaat yang tidak tepat sih. Rasanya aku ingin bersembunyi dilubang tikus saking malunya) ” ucap Lisia dalam hati dengan perasaan malu dan air mata yang bercucuran.


“Bagaimana kita makan sekarang! ” ucap Nevan yang langsung mencaikan suasana.


“Ayo kak, Nox juga sudah lapar sekali ” ucap Nox.


“Elis pun” ucap Elis.


“Baikalah kalian pergi duluan nanti kakak nyusul” ucap Nevan.


“Baik, ” ucap serentak Nox dan Elis. Lalu mereka pun pergi keruang makan terlebih dahulu meninggalkan Nevan dan Lisia berduaan.


“Dewi! ”


“Iya?! ”


“Ayo kita segera keruang makan” ucap Nevan.


“Iya baiklah” ucap Lisia yang masih merasa malu.


Akhirnya Nevan dan Lisia menyusul Nox dan Elis menuju keruang makan, dimana Lisia masih menahan rasa malunya karna suara perut yang merusak suasana.


Sementara Nevan merasa lega karna bisa mengalihkan pembicaran tentang permintaan Nox yang ingin Lisia menikah denganny, sambil menahan tawa akan suara perut Lisia.


Hal hasil disisi Nevan yang sedang menahan tawa akan lucu, sedangkan sedang berusaha menutupi rasa malunya.


...Terus dukung Redblack. ...


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Klik juga tombol Favoritnya, agar kalian tidak tertinggal informasi chapter selanjutnya. ...

__ADS_1


...Salam cinta dari redblack....



__ADS_2