Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 80 Kepulangan Lisia Kedesa Agelios


__ADS_3


Chapter sebelumnya


Nevan yang datang menjemput Lisia pun datang kehutan Forrest. Lalu Nevan bertemu Lisia dan mereka pun saling berhadapan satu sama lainnya.


"Senang bertemu dengan mu Nevan, Apa keadaan mu baik baik saja? "Tanya Lisia.


"Saya baik baik saja dewi, bagaimana dengan dewi sendiri? " tanya Nevan.


"Seperti yang kau lihat, saya baik baik saja"ucap Lisia yang tersenyum.


Setelah pembicaran selesai, keheningan pun terasa diantara mereka dan Lisia dan Nevan pun saling canggung satu sama lainnya.


".. (Cangung banget, apa yang harus ku katakan? Apa aku tanyakan tentang hak yang sudah ia dapatkan? Atau menanyakan kabar Nox dan Elis dulu untuk memulainya? Aku bingung) "ucap Lisia dalam hati.


".. (Apa yang harus kukatakan pada dewi?,apa aku langsung saja mengatakan keintinya?, tapi apa yang akan dipikirkan oleh beliau nanti)"ucap Nevan dalam hati.


Akhirnya Lisia dan Nevan sama sama bingung untuk memulai pecakapan mereka.


"Dewi! "


"Nevan! "


Lisia dan Nevan saling memanggil satu sama lain disaat bersamaan.


"Silahkan dewi duluan"


"Tidak,, tidak, Nevan saja dulu "


Terdiam untuk beberapa saat.


"Dewi! "


"Iya?! "


"Saya ingin mengajak anda kembali kedesa agelios kembali"ucap Nevan.


"Baik, saya akan kembali. Tapi apa Nevan sudah mendapatkan hak Nevan kembali? "tanya Lisia.


Nevan terdiam, ia sedang memikirkan kata kata untuk disampaikan kepada Lisia. Setelah yakin, Nevan pun angkat bicara. "Saya tidak menginginkannya, maaf kan saya dewi! "ucap Nevan.


Mendengar perkataan Nevan membuat Lisia kaget, "Tunggu apa?, kenapa Nevan tidak menginginkan hak Nevan kembali? "tanya Lisia.


"Dewi, mungkin ini sedikit membinggungkan untuk anda. Tapi saya tidak menginginkannya,karna saya tidak memerlukan hak itu"ucap Nevan yang melihat kebawah dengan perasaan takut.


"Apa?! Kenapa? " ucap Lisia yang masih bingung akan situasi yang ia dengar.


"Maafkan saya dewi, tapi saya tidak bisa mengatakannya. Saya benar benar minta maaf"ucap Nevan yang masih tetap tidak menatap mata Lisia.


Lisia pun bingung akan sikap Nevan yang begitu tertutup itu, namun ia juga tidak bisa memaksa Nevan untuk memberikan alasan kenapa ia menolak menerima semua hak yang susah payah ia perjuangkan sampai sampai mengambil keputusan untuk kembali kehutan Forrest untuk hak Nevan.


".. (Kenapa? Padahal aku susah payah memperjuangkan hak milikmu, jika kau tidak menginginkannya setidaknya katakan sesuatu padaku. Tapi kenapa? Apa kau begitu tidak mempercayai aku, padahal kita sudah menghabiskan banyak waktu. Setidaknya kau bisa mengatakan alasannya pada ku walau hanya satu, agar aku tidak salah paham akan sikapmu yang begitu menjauhiku seperti ini) "ucap Lisia dalam hati.


"(Padahal saat Diana memperjuangkan hak milikmu dan melakukan hal yang sama seperti yang ku lakukan, kau menerimanya. Lalu kenapa kau tidak bisa melakukan hal sama yang kepadaku seperti yang kau lakukan pada Diana? Aku benar benar tidak mengerti) "ucap Lisia dalam hati yang sedikit kecewa.

__ADS_1


"Baiklah, jika Nevan tidak mau mengatakan alasannya tidak apa apa, mungkin Nevan punya hal yang tidak bisa dikatakan pada saya"ucap Lisia yang tetap tersenyum.


Ekspresi sedikit kecewa terasa oleh Lisia, karna keputusan yang ia lakukan untuk membantu Nevan yang merupakan karakter yang begitu tersakiti. Namun Nevan tidak menerima akan usaha yang ia lakukan.


"Ayo! , kita kembali kedesa agelios sekarang "ucap Lisia.


"Dewi, saya,,.. " ucap Nevan yang terhenti.


"Tidak apa apa, saya baik baik. Tidak perlu memaksakan diri jika Nevan memang tidak ingin mengatakan alasannya. Saya akan menunggu sampai Nevan percaya pada saya dan mengatakan sendirinya suatu hari nanti "ucap Lisia yang tetap tersenyum, walau sebenarnya Lisia sedikit sedikit karna usahanya tidak dihagai.


"Baik"ucap Nevan yang sedikit merasa bersalah.


"Ayo, sekarang kita kembali"ucap Lisia yang mengulurkan tangannya sambil tersenyum.


"Baik"ucap Nevan yang mengapai tangan Lisia.


Nevan dan Elis pergi meninggalkan hutan Forrest menuju kedesa agelios. Diperjalanan,,..


"Bagaimana keadaan Elis dan Nox? Apa mereka baik baik saja. Saya khawatir mereka masih terkejut akan situasi yang saya buat"ucap Lisia.


"Mereka baik baik saja. Sekarang mereka sedang menunggu akan kepulangan anda kedesa agelios "ucap Nevan.


"Begitu ya, kalau boleh apa saya bisa melihat mereka? " tanya Lisia.


"Anda boleh melihat mereka, tapi anda harus kembali dulu kekuil dewi. Karna banyak orang yang mengkhawatirkan anda saat ini"ucap Nevan.


Lisia melihat Nevan yang sama sekali tidak melihat dirinya saat Lisia menanyakan alasan Nevan tidak menginginkan haknya kembali. "Baiklah, saya akan kembali kekuil dewi hutan dulu"ucap Lisia.


".. (Setelah aku sampai kekuil aku akan mencari pendeta menyebalkan itu untuk mengatakan apa yang sudah ia perbuat sampai Nevan tidak mau menerima semua hak yang kembali. Karna aku yakin pasti dia sudah mengancam Nevan) "ucap Lisia dalam hati yang merasa kesal.


Diperjalanan menuju desa yang sudah hampir dekat, terlihat Oliver telah berdiri dibawah sebuah pohon sedang menunggu kedatangan Lisia.



".. (Oliver!?, sedang apa dia ada disini?. Padahal aku masih kesal terhadap apa yang ia lakukan pada Nevan) "ucap Lisia dalam hati.


"Kenapa anda disini Oliver? "ucap Lisia dengan nada dinginnya.


"Saya kemari untuk menjemput anda Lisia "ucap Oliver dengan ekspresi senyum.


"Anda tidak perlu melakukannya, karna Nevan sudah melakukan hal itu"ucap Lisia dengan ketusnya.


Oliver menatap tajam kearah Nevan dengan ekspresi kesal. Namun, saat Lisia melihatnya Oliver kembali memasang ekspresi senyum ramah yang selalu ia gunakan. "Benar, karna anda ingin Nevan lah yang menjemput anda"ucap Oliver yang memperlihatkan ekspresi sedih.


"Lisia, saya minta maaf untuk kejadian saat dikuil hari itu, saya tidak bermaksud sama sekali bersikap tidak sopan didepan anda"ucap Oliver yang kelihatan sedih dan merasa bersalah.


"Anda tidak harus meminta maaf pada saya, seharusnya anda minta maaf pada Nevan bukan pada saya"ucap Lisia.


"Saya sudah melakukannya, saat anda kembali kehutan Forrest. Saya menyesal dan langsung meminta maaf pada Nevan dan memohon padanya untuk membawa anda kembali kedesa agelios "ucap Oliver.


Lisia mengerutkan dahinya merasa tidak percaya akan kata kata yang diucapkan oleh Oliver, namun Lisia percaya ketika Nevan angkat bicara.


"Dewi, yang kepala desa katakan benar. Beliau mendatangi rumah saya dan meminta maaf pada saya."ucap Nevan.


"Begitu ya baiklah. Tapi Oliver,,.. " ucap Lisia yang terhenti.

__ADS_1


"Ya?! "


"Tidak, bukan apa apa. Ayo sekarang kita kembali kedesa"ucap Lisia.


"Baik"


Setelah melakukan perjalanan, Lisia dan Nevan dan Oliver sampai kedesa agelios. Pengawas yang ada dimenara langsung membunyikan lonceng dan memberitahukan pada semua orang jika Lisia telah kembali begitu melihatnya.


Semua orang desa pun bekerumun datang menghampiri Lisia, Nevan yang ada disamping mulai menjauhi Lisia dan tiba-tiba saja ia sudah menghilang saja. Namun Lisia tidak menyadari bahwa Nevan telah pergi dari sampingnya, karna disibukkan dengan orang orang desa yang menanyakan kabar Lisia yang berada didalam hutan Forrest selama seminggu.


Dikuil dewi hutan


Didalam kamar miliknya, saking lelahnya Lisia langsung berbaring diatas kasur.


Brukk


"Hah"berbaring diatas kasur. "Melelahkan juga. Tapi Nevan cepat sekali menghilangnya, padahalkan aku ingin mengunjugi rumahnya setelah mengobrol dengan warga desa"ucap Lisia.


"Kenapa orang orang desa mengatakan hal aneh hari, aku tidak mengerti"ucap Lisia.


Flashback


Setelah Lisia sampai didesa, ia dikerumuni oleh orang orang desa.


"Dewi, syukurlah anda kembali. Kami sangat mengkhawatirkan anda "


"Kepala desa, terimakasih telah membawa dewi kembali sesuai janji anda"


"Bukan apa apa, ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai kepala desa "


"Kalau saja bukan karna pendeta Fergus, dewi tidak akan pergi dari desa agelios "


"Benar, syukurlah kalau ia sudah tidak ada lagi didesa ini. Dia tidak pantas menjadi warga desa agelios. "


"Pendeta Fergus tidak ada didesa? Apa maksudnya? "


"Itu beliau,,.. "


Saaat salah satu warga desa ingin mengatakan tentang pendeta Fergus, Oliver langsung memotongnya.


"Lisia!, bagaimana jika anda kembali kekuil dewi hutan untuk istirahat. Pasti anda kelelahan bukan? "


"Ah, benar. Maafkan kami tidak memperhatikan anda, padahal anda baru saja kembali dan mungkin lelah saat berjalan"


"Tidak,, tidak kelelahan sama sekali kok"


"Tidak dewi, anda harus istirahat. Kami akan mengantar anda kekuil segera, mari! "


"Ah, Baiklah "


Flashback selesai.


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....

__ADS_1


...Salam cinta dari redblack. ...



__ADS_2