Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 4 Pesan


__ADS_3

Tik tok tik tok


05:00


Jam alaram berbunyi membangunkan Lisia. Begitu Lisia membuka mata dan melihat sekelilingnya, ia merasa kaget karna berada didalam kamarnya sendiri.


"Ini...? "Memeriksa seluruh tubuhnya."... (Aku masih hidup! ) "ucap Lisia yang merasa heran.


🌺🌺🌺🌺🌺


Dikantor


"... (Apa itu hanya mimpi ya? Tidak... Rasanya itu tidak mungkin. Karna semuanya terlihat nyata bagiku, terlebih aku sudah memastikannya)"ucapnya yang berfikir.


Flashback


Dihari pertama Lisia datang kedunia novel dan dibawa Kedesa Agelios. Penduduk desa menyambut Lisia dengan gembira dan ritual penyambutan dewi hutan pun dilakukan. Saat Lisia dibawa kekuil dewi untuk melakukan ritual pembersihan, Lisia dibantu oleh Violet dan Katania.


".. (Rasanya masih tidak percaya aku benar benar ada didunia novel) "ucap Lisia dalam hati yang begitu senangnya.


Penjelasan


Ritual pembersihan yang dimaksud dalam cerita ini adalah setelah selesai mandi Lisia akan dirias begitu cantik bagaikan dewi. Ya walaupun Lisia memang dewi, lanjut.....


"... (Tapi aku tidak boleh senang dulu, aku harus memastikan lagi jika ini bukan mimpi) "ucap Lisia yang sudah mencoba memastikan dengan cara mencubit dan menampar wajahnya sendiri.



Saat Lisia melihat sebuah pisau yang ada diatas sekeranjang buah, dibelakang Violet yang sedang meriasnya, Lisia meminta Violet untuk mengambil pisau tersebut. Setelah Violet menagambil pisau itu dan memberikannya pada Lisia, Violet mencoba untuk bertanya.


"Apa yang anda ingin lakukan dengan pisau ini dewi?"memberikan pisau kepada Lisia.


Lisia hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Violet, ia terus memperhatikan pisau tersebut dan tiba-tiba saja!.


Seett,!


Lisia melukai tangannya sendiri , membuat Violet dan Katania sontak terkejut melihat apa yang dilakukan olehnya.


"Ukh! ... (Sakit juga) "ucap Lisia yang kesakitan dan darah yang terus mengalir dari tangannya.


"Apa yang anda lakukan dewi! "Ucap Violet yang panik dan langsung mengambil pisau tersebut dari tangan Lisia.


"Aku hanya memastikan saja"gumam Lisia yang melihat tangan yang terluka itu.


"Apa! "Tanya Violet.


"Ah! Bukan apa apa "ucap Lisia yang langsung menyembuhkan luka yang ia buat.


"Tidak perlu khawatir,lihatlah lukanya sudah saya sembuhkan"menunjukkan tanganya pada Violet.


Banyangan


Saat Lisia sampai Didesa Agelios, ia mencubit dan menampar wajahnya hingga terluka didepan orang banyak, karna mengira kalau dirinya masih bermimpi. Semua orang kaget dengan apa yang dilakukan oleh Lisia, melihat Lisia terluka salah satu dari warga desa mengatakan jika kekuatan dewi hutan adalah sihir penyebuhan.


Lisia yang memdengar hal tersebut langsung mencobanya , dan benar saja luka dipipinya sembuh tanpa berbekas sedikit pun.


Bayangan selesai


"Walau anda mempunyai kekuatan sihir penyembuh, harusnya anda tidak boleh malakukan ini"ucap Violet yang mengomeli Lisia.


"Maaf"Lisia yang malu tapi senang karna bisa membuktikan kalau ia tidak mimpi.


"Tapi Violet! Apa ritual penyambutan perlu dilakukan?" tanya Lisia yang heran saat warga Desa Agelios sangat antusia begitu ritual penyambutan disebutkan.


"Tentu saja! Karna kapan lagi kami bisa melakukan ini"ucap Violet. Katania yang juga setuju akan ucapan Violet menganggukan kepalanya.


"Hahaha.. "Merasa terbebani.


".. (Padahal Diana tidak pernah melakukan ritual seperti ini dinovel)"Lisia yang baru selesai melakukan ritual pembersihan diri.


"... (Rasanya orang orang desa agelios seperti melampiaskan kepada ku karna tidak bisa melakukannya pada Diana. Ya.. tidak masalah toh hanya sehari)"sedang menuju ketempat ritual kedua.


Lisia tidak tau jika ia akan melakukan ritual lagi esok harinya.


Flashback selesai


"... (Setelah itu , esoknya aku melakukan ritual lagi selama 6 hari) "ucap Lisia dalam hati yang begitu tersiksa.


"Hahhh"menghela nafas panjang.


Lisia yang begitu fokus memikirkan penyebab ia kembali kedunia nyata tidak menyadari seseorang mendekatinya dari arah belakang. Lalu seseorang itu memegang pundak Lisia dan membuat Lisia kaget, yang ternyata adalah..


"Karin!"ucap Lisia dengan sinis.


Karin pun tertawa dan duduk dikursi kerjanya yang ada disamping Lisia.


"Habisnya dipanggil panggil gak ada respon sih. Lagi mikirin apa sampai gak fokus gitu haa? "Tanya Karin.Karin yang baru selesai mengatakan laporan keatasan, namun Lisia tidak menyadari Karin pergi karna terus melamun.


"Bukan apa apa"ucap Lisia yang cuek.

__ADS_1


Karin yang tidak percaya akan kata-kata Lisia, mulai memasang wajah cemberut sebagai senjata.


"Oo ayolah, kau masih marah ya pada ku? Aku kan sudah minta maaf,Eric juga sudah membalas perbuatan Deon"ucap Karin yang memelas.


Lisia yang diberitahukan oleh Karin pagi tadi jika sejak kejadian kencan buta kemaren, Eric langsung memecat Deon dari perusahaannya keesokan paginya. Lalu Lisia yang mengetahui hal tersebut juga merasa senang.


"Hahhhh"menghela nafas panjang.


"Memang kau akan percaya jika aku ceritakan?" ucap Lisia yang gak fokus kerja.


"Tentu saja.Apapun ceritanya aku akan percaya"ucap Karin yang penuh percaya diri.


🌺🌺🌺🌺🌺


Jam makan siang


"Sulit dipercaya bagaimana bisa?"Terkejut setelah selesai mendengarkan ceritanya Lisia.


Lisia yang mendengar hal tersebut memasang wajah dingin dan menatap tajam kearah Karin, karna merasa kesal pada sahabatnya itu yang akan mempercayai ceritanya, namun malah bertolak belakang dengan apa yang ia katakan setelah mendengar ceritanya.


"Dasar! Kukira kau akan percaya ternyata malah sebaliknya"


"Maaf Lisia!"membujuk. "Aku masih sulit mempercayai jika kau bisa masuk kedunia novel. Tapi aku rasa kau pasti sedang menghayal karna ingin mempunyai pacar yang sama persis seperti dinovel " ucap Karin.


Lisia yang menyangkal akan perkataan Karin menjawab "Iya mungkin saja"namun ragu sambil membuat muka karna gak sependapat dengan perkataan Karin.


"Tapi... Apa maksudnya saat kau kecewa karna mengetahui jika kau masih hidup dan tidak meninggal dunia.Apa kau tidak peduli meninggalkanku sendirian?" Karin yang mulai merajuk.


"Tega sekali "


".... Bukan begitu Karin! " mencoba membujuk Karin. "... (Kan Eric masih ada jika aku pergi, bukannya kamu yang meninggalkan ku saat kita berkumpul bertiga). "ucap Lisia dalam hati.


Bayangan Lisia


Setiap ada hal yang baik Lisia, Karin, dan Eric akan berkumpul sekedar makan makan untuk merayakannya. Tetapi Lisia seperti obat nyamuk diantara Karin dan Eric.


Bayangan selesai.


"Aku senang karna masih hidup. Hanya saja , aku ingin kembali kesana lagi"Lisia yang mulai merindukan kehidupan didunia novel.


"Tapi aku yakin jika yang ku alami bukan mimpi dan bisa kembali lagi kesini. Mungkin saja aku berpindah dimensi doang pada waktu tertentu saja"ucap Lisia setelah mengumpulkan semua kejadian dan menyimpukannya.


"Apa maksudnya? "Ucap Karin yang bingung.


"Setelah lembur hari itu aku langsung pulang dan tertidur... (Ya walau aku baca novel dulu)"Lisia tidak mengatakan karna takut Karin mengira kalau dirinya hanya menghayal.


"Kapan ....? "Mulai ada hawa dingin.


"Aku tidak tau kapan waktu pastinya aku mulai pindah dimensi. Yang pasti..."Ucap Lisia yang terpotong.


"Bukan itu! Kapan kau pulang dari kantor waktu itu? "ucap Karin mulai dengan nadanya yang dingin.


"Itu... 30.. menit.. mau.. jam 11.. " ucap Lisia yang berjeda sambil melihat kearah Karin.


Mendengar hal tersebut Karin melihat Lisia dengan wajahnya yang masam. Lisia yang kaget mulai panik sampai keringat mulai becucuran.


"Maaf karin! Maaf! Aku tidak mendengarkanmu untuk tidak memaksakan diriku lagi "Lisia mulai gelisah karna Karin memasang wajah cueknya.


"Bukankah sudah kubilang untuk tidak lembur lagi. Kau kan pernah sakit gara gara itu, sampai 2 minggu kau berada rumah sakit"mata yang mulai berkaca kaca."Apa kau tidak tau aku sangat khawatir padamu saat itu "ucap Karin yang menangis.


"Iya aku sudah tau tentang hal itu ketika Eric cerita padaku saat kau yang tidak mau makan karna melihatku tidak sadarkan diri selama 2 hari "ucap Lisia yang merasa menyesal.


"Kalau begitu kenapa kau lakukan lagi"menangis terisak isak.


"Maaf!..... Aku janji gak akan mengulanginya lagi, Karin! "mecoba menenangkan Karin yang menangis.


🌺🌺🌺🌺🌺


30 menit kemudian


"Jad, apa rencana mu setelah ini"Karin yang sudah berhenti menangis dan sudah bekerja lagi karna waktu istirahat sudah selesai.


"Ketoko buku! Soalnya aku ingin mencari buku novel pilihlah aku Diana volume 2 disana, karna saat aku lihat dionline tidak ada dijual"mengerjakan laporan.


"Aku ikut yaa? "


"Tidak perlu! Kan rumah mu sangat berlawanan dari toko bukunya. Terlebih bukannya kau ada janji kencan dengan Eric malam ini? Karna itu kau tidak perlu khawatir pada ku , aku akan baik-baik saja kok"meyakinkan Karin.


"Mmm Baiklah. Kalau ada apa apa hubungi aku dengan cepat, ya! "


"Iya aku janji akan menghubungi mu kalau ada apa apa. Ok"


20:05


Setelah menyelasaikan semua pekerjaan, tak terasa waktu pulang pun tiba. Diluar kantor Eric sudah menunggu Karin didalam mobilnya.


"Kalau begitu aku pergi dulu ya, kalau ada apa apa hubungi aku "ucap Karin yang ada didalam mobil Eric.


"Iya"

__ADS_1


Setelah Karin dan Eric pergi, Lisia langsung mengambil mobilnya diparkiran dan melaju pergi ketoko buku.


🌺🌺🌺🌺🌺


Sesampainya Lisia ditoko buku langganannya ,Lisia langsung masuk dan mencari novel itu dirak buku.


Tapi Lisia tidak menemukan novel pilihlah aku Diana volume 2. Saat Lisia mencoba mencari lagi karna mungkin ia tidak melihatnya dengan teliti, tiba-tiba saja diarah belakang, seorang penjaga toko mengejutkan Lisia.


"Maaf! Jika saya mengagetkan anda, apa... anda mencari sesuatu? "ucap penjaga toko.


"Iya, saya mencari novel dengan judul pilihlah aku Diana volume 2,apakah ada?"tanya Lisia.


"Ooh! Novel itu .Novel itu sudah tidak diterbitkan lagi"ucap penjaga toko.


"Apa!? Kenapa tidak diterbitkan lagi?"ucap Lisia yang kaget.


"Saya juga tidak tau akan itu, yang saya dengar tempat penangung jawab untuk menerbitkan buku itu sudah lama terbakar. Jadi buku itu dihentikan dalam penjualan"ucap penjaga toko.


Mendengar hal tersebut membuat Lisia merasa kecewa, karna tidak mendapatkan apa yang di inginkan nya.


"Tapi anda sangat beruntung"ucap penjaga toko.


"Ya!? "Kebingungan.


"Kemaren seseorang meninggalkan novel itu disini"berjalan menuju ketempat kasir.


"Katanya 'akan ada seseorang perempuan yang datang untuk mencari novel ini lalu tolong berikan padanya'. Mungkin yang dimaksudnya adalah anda"memberikan novel tersebut pada Lisia.


".. (Apa? ) "ucap Lisia merasa bingung.


"Siapa orang yang meninggalkan novel ini?"Lisia memegang novel yang masih terbungkus sampul dan belum terbuka.


"Saya juga tidak tau siapa, karna wajahnya tidak kelihatan sama sekali karna memakai topi"ucap penjaga buku.


"Kalau begitu dia perempuan atau laki laki?"Tanya Lisia yang merasa curiga dan penasaran


"Mmm... Saya tidak ingat! Perempuan atau laki laki ya...? Saya juga lupa, maaf saya tidak bisa membantu. "ucap penjaga buku yang kebingung.


"Iya tidak apa apa"


Akhirnya Lisia memutuskan untuk pulang setelah mendapatkan novel tersebut walau ia merasa ada yang aneh.


...*****...


Didalam mobil


"... (Sebenarnya Siapa yang telah meninggalkan buku ini ?)"ucap Lisia yang mendapatkan novel tanpa bayar karna penjaga toko menolak dibayar.


".. (Lalu bagaimana ia tau kalau aku akan datang untuk mencari novel ini.)" sedang menyetir mobil.


🌺🌺🌺🌺🌺


21:20


Dirumah


Setelah sampai dirumah, Lisia langsung membersihkan badan, makan dan langsung kekamar untuk membaca novel itu. Saat Lisia membuka plastik pembukus dan membuka halaman novelnya, Lisia terkejut akan isinya.


"Ini.... tidak mungkin ceritanya sama dengan yang ku alami. Bagaimana bisa?" Lisia langsung berdiri begitu tidak percayanya.


Bagian dalam novel yang Lisia baca tersebut, tertulis sama persis sampai Lisia yang saat ini membuka novel nya sambil berdiri dan duduk kembali . Lisia mencoba membuka halaman berikutnya tapi isinya kosong.


Saat Lisia membuka halaman berikut berikutnya, tetap saja kosong tanpa tulisan apapun. Lisia yang kebingung mencoba melihat lagi sampai halaman paling belakang dan terdapat sebuah tulisan diakhir halaman.


Dan tulisan tersebut"Pilihlah salah satu diantara mereka untuk ku"tulisan yang Lisia baca dihalaman belakang novel tersebut.


"Apa maksudnya? Apa pesan ini menyuruh ku memilih salah satu karakter didalam novel ini?. Kalau begitu aku bisa kembali lagi dong kedalam novel! "ucap Lisia yang sebenarnya bingung tapi juga ikut senang.


Lisia berfikir cukup lama dan akhirnya memutuskan."Baiklah jika memang aku disuruh memilih diantara 5 karakter pria novel ini akan ku lakukan! "ucap Lisia yang bersemangat.


Saat Lisia mengatakan jika ia akan melakukannya, buku itu tiba tiba bersinar dan tulisan muncul dibawah pesan tadi.


"Terimakasih "itulah tulisan tersebut.


Lisia kaget sambil memegang buku dan melihat saking tidak percayanya. Lalu Lisia memandangi arah jam yang tiba-tiba berbunyi cukup keras itu.


23:59


Tik tok tik tok


Saat Lisia mengedipkan matanya , ia kembali lagi keduania novel.


...Terus dukung Redblack...


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....


...Salam cinta dari redblack....


__ADS_1


__ADS_2