Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 69 Rencana selesai


__ADS_3


Chapter selanjutnya


Setelah Oliver selesai makan malam dirumahnya Clara, ia pun berpamitan pulang. Clara lalu mengantar Oliver sampai kedepan rumah.


"Berhati hatilah saat pulang Oliver, "ucap Clara.


"Tidak perlu khawatir, tidak akan terjadi apapun kepadaku saat diperjalanan pulang"ucap Oliver yang mengelus kepalanya Clara.


"Oh ya, kapan kapan aku ingin makan masakan mu setiap hari. Rasa masakan mu kemaren sangat enak sampai aku pun tidak bisa melupakannya"ucap Oliver yang tersenyum.


Mendengar perkataan dari Oliver membuat Clara salah tingkah, "Benarkah? " tanya Clara yang malu malu.


Oliver menganggukan kepalanya. "Kalau begitu setiap pulang dari doa pagi, aku akan membawakan makanan untukmu, "ucap Clara dengan ekspresi tersipu malu.


"Baiklah, tapi tidak perlu setiap hari. Karna aku tidak ingin merepotkanmu"ucap Oliver.


"Tidak merepotkan sama sekali kok, malah aku senang bisa melakukannya untuk mu Oliver, karna itu aku akan melakukannya setiap hari "ucap Clara yang bersemangat.


Oliver tertawa kecil akan sikap Clara yang begitu semangat tersebut, "Baiklah. Jika kau maunya begitu aku tidak akan melarang, dan malahan aku jadi mengharapkan hari esok datang untuk bisa merasakan masakamu lagi"ucap Oliver yang tersenyum.


"Kalau begitu aku akan menantikan masakan calon istri ku ini"ucap Oliver yang memegang hidungnya Clara.


Clara dibuat malu dengan wajahnya yang sudah seperti buah tomat karna mendengar gombalan yang Oliver lontarkan padanya, sedangkan Oliver sendiri hanya tersenyum melihat reaksi yang ditunjukan oleh Clara.


"Baiklah aku pulang dulu, selamat malam Clara"ucap Oliver.


"Selamat malam Oliver "ucap Clara.


Ketika Oliver sudah melangkah pergi, ia berhenti dan kembali ketempat Clara yang masih menunggu didepan rumah. Begitu sampai dihadapan Clara yang kaget karna Oliver balik lagi, Clara dibuat terkejut lagi saat Oliver mencium keningnya. Wajahnya pun langsung memerah saat itu juga, dan Oliver pun tersenyum lembut pada Clara.


Setelah itu, Oliver pun pergi meninggalkan Clara yang masih terdiam mambatu itu. Saat orang tuan Clara yang juga melihat kejadian tersebut didepan pintu rumah, mereka mulai mengoda Clara.


"Ehm, belum nikah sudah mesrah aja ni"ejek Evans pada pada putrinya.


Clara yang tadinya diam kaget mendengar perkataan ayahnya yang sedang mengodanya itu, "Bukan begitu kok, "ucap Clara yang menyangkal.


"Bukan begitu apanya, ibu dan ayahmu ini melihat semuanya tau"ucap Charlotte yang juga ikut ikutan mengoda Clara.


Evans menganggukan kepalanya, "Clara! Aku tidak sabar menunggu masakan mu"ucap Evans.


"Aku akan memasak untuk mu setiap hari, Oliver! "ucap Charlotte.

__ADS_1


"Aku tidak sabar menunggu masakan calon istri ku"ucap Evans.


"Aku juga"ucap Charlotte.


Evans dan Charlotte memperagakan situasi yang terjadi antara Clara dan Oliver, dan membuat Clara kesal karna kedua orang tuanya itu mencoba mengodanya dengan ejekan tersebut.


"Berhenti sekarang, ayah dan ibu sama saja. Sama sama menyebalkan "teriak Clara yang marah dan langsung masuk kedalam rumah.


Charlotte dan Evans pun terkejut melihat putrinya yang begitu marah.


"Apa kita sudah keterlaluan sayang? " tanya Charlotte.


"Seperti gitu"jawab Evans.


"Clara sayang! ibu minta maaf"ucap Charlotte.


"Ayah juga"ucap Evans.


Saat Evans dan Charlotte saling memandagi satu sama lainnya, mereka pun menyusul Clara yang ngambek tersebut.


🌺🌺🌺🌺🌺


Disisi lain, Oliver yang telah sampai rumah disambut oleh kedua orang tuanya.


"Oliver! Kamu dari mana saja baru pulang sekarang? "tanya Maria.


"Begitu ya, baik sekarang kamu bersihkan diri setelah itu istirahat "ucap Maria.


"Baiklah "ucap Oliver yang lalu pergi.


Setelah didalam kamarnya, Oliver lalu mengunci pintu kamarnya, ia lalu berjalan kearah meja miliknya. Begitu ia membuka laci dimeja, Oliver mengambil selembar kertas didalam laci tersebut.


"Dengan begini rencana ku akan dimulai"ucap Oliver yang seringai sembari melihat selembar kertas tersebut.


🌺🌺🌺🌺🌺


Keesokan harinya didalam kuil dewi hutan, warga desa yang melakukan doa pagi yang dilakukan tiap harinya, merasa heran karna tidak melihat dewi mereka yang tidak lagi terlihat memimpin acar doa pagi sejak kemaren. Mereka pun bingung dan bertanya tanya akan keberadaan dewi Lisia tersebut.


Dilorong kuil.


"Kenapa hari ini dewi Lisia tidak kelihatan ya? Apa beliau sakit? " ucap cewek pertama.


"Aku juga tidak tau. Tapi aku yakin terjadi sesuatu pada dewi"ucap cewek kedua.

__ADS_1


Clara yang baru selesai berdoa tidak sengaja mendengar orang orang yang sedang membicarakan tetang dewi hutan tersebut.


"Kalian sedang membicarakan apa? " tanya Clara.


"Eh! Clara itu,,... "panik panik.


"Kami hanya merasa heran, kenapa hari ini dewi Lisia tidak kelihatan ya? " tanya cewek 2.


"Oh! Apa kalian masih belum dengar beritanya? Katanya dewi telah kembali kehutan"ucap Clara.


"Apa! "Cewek 1 & 2 kaget.


"Kenapa dewi kembali, apa terjadi sesuatu? " tanya cewek 1.


"Entahlah aku juga tidak tau"pura pura tidak mengetahui. "Tetapi yang kedengar dari seseorang, katanya pendeta Fergus telah menghina dewi, makanya dewi Lisia kembali kehutan"ucap Clara yang berbisik pada cewek 1 dan 2.


"Apa pendeta Fergus? "Terkejut. "Kenapa pendeta Fergus bisa melakukan itu? "tanya Cewek 2.


"Kalau itu aku juga tidak tau alasan yang kenapa pendeta Fergus menghina dewi Lisia, karna aku hanya mendengar gosip seseorang saja"ucap Clara.


"Keterlaluan sekali, pantesan saat doa tadi pendeta Fergus tidak kelihatan juga, ternyata ia mencoba untuk tidak ketahuan akan hal ini. " ucap cewek 1 yang marah.


"Benar, kita harus memberitahukan pada orang orang desa, agar mereka tau apa yang telah pendeta Fergus lakukan pada dewi, " ucap cewek 2.


"Ayo kita pergi! "Berhenti. " Maaf Clara apa kami boleh minta tolong sesuatu? " tanya cewek 1 dengan sopan.


"Tentu, apa yang bisa ku bantu disini? " tanya Clara.


"Bisakah anda meberitahukan ini pada kepala desa? Mungkin saja beliau belum mengetahui hal ini, jika dewi kembali kehutan. Lalu dengan adanya kepala desa maka pendeta Fergus bisa dihukum atas perbuatannya pada dewi. " ucap cewek 1.


"Baiklah akan kulakukan kalian tenang saja dan beri tau saja hal ini pada orang orang desa, urusan kepala desa serahkan saja padaku"ucap Clara.


"Terimakasih banyak"


"Sama sama "


Setelah kedua cewek tersebut pergi untuk menyebarkan berita tentang Lisia yang kembali kehutan, Clara menunjukan ekspresi yang tersenyum licik dan sangat puas.


"Rencananya telah selesai"tersenyum. "Sekarang aku pulang dan menyiapkan makanan enak, setelah itu baru menemui Oliver "ucap Clara yang pergi.


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....

__ADS_1


...Salam cinta dari redblack....



__ADS_2