
Chapter sebelumnya
Kristiana gugup, ia yang dikenal sebagai nona bangsawan yang bisa mengatur ekspresi tidak bisa tenang saat berhadapan dengan Diana. Namun ia mencoba memberanikan dirinya dan mengatakan isi hatinya.
"Saya,,... "
"Saya ingin anda menjadi teman saya"ucap Kristiana dengan suara lantang.
Diana cukup terkejut dengan apa yang ia dengar dari kata kata yang diucap oleh Kristiana padanya, ia merasa aneh akan pernyataan tersebut. Karna bagi Diana yang tidak memiliki teman perempuan, merasa kata kata Kristiana bagaimana sebuah petasan kembang api yang indah diatas langit.
"Kenapa anda ingin berteman dengan saya?, secara teori saya adalah saingan anda dalam masalah percintaan dan juga halangan terbesar dalam posisi putri mahkota. Tapi kenapa anda masih mau dekat dengan saya, apa lagi ingin berteman"ucap Diana.
Diana sadar jika Adelio begitu tergila gila padanya karna ingin mendapatkan kristal pelangi yang bisa mengabulkan setiap permintaan sebanyak tiga kali. Namun dimata orang lain, Adelio begitu mencintai Diana sampai bisa mengorbankan segalanya.
"Saya tidak peduli mau menjadi putri mahkota atau tidak,karna semua itu merupakan kehendak orang tua saya. Saya tidak bisa menolak, walau sebenarnya di dalam hati saya tidak menyukainya"menjelaskan
"Memang benar posisi putri mahkota adalah hal yang didambakan setiap nona bangsawan,tapi tidak dengan saya. Karna saya ingin memiliki seseorang yang saling menyukai satu sama lainnya"menjelaskan
"Jika sebuah pasangan namun tidak memiliki ketertarikan satu sama lainnya, yang ada hanya ada kehancuran dan kesedihan. Karna itu saya tidak membenci anda apalagi tersaingi oleh anda"menjelaskan
"Lalu saya juga tidak merasa anda menjadi penghalang saya, malahan berkat anda saya merasa terbebaskan saat ini. Karna itu jadilah teman saya! "Ucap Kristiana.
Diana berfikir kelas, "Jadi bisa disimpulakn anda yang tidak membenci saya dan tidak merasa tersaingi, karna anda tidak menyukai Adelio, bukankah begitu? " tanya Diana.
"Benar, saya tidak menyukai yang mulia putra mahkota. Karna itu jadilah teman saya! "ucap Kristiana
"Saya tidak bisa"ucap Diana.
Kristiana pun terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Diana. "Apa?! ,, Kenapa? , kenapa anda tidak mau menjadi teman saya? " tanya Kristiana dengan penuh penasaran.
"Saya masih belum mengetahui alasan kenapa anda begitu inginnya saya menjadi teman anda, anda masih belum mengatakanya"ucap Diana.
"Ituu,,, "gugup, wajah mulai memerah seperti buah tomat.
"Apa alasannya begitu rumit sampai anda sulit mengatakannya?, jika memang begitu tidak perlu memaksakannya. " ucap Diana.
"Tidak, saya ingin mengatakannya"ucap Kristiana.
"Itu, alasan kenapa saya ingin anda menjadi teman saya,,... Karna saya sangat menyukai anda"ucap Kristiana dengan malu malu dan wajahnya yang mulai merah padam.
"Apa?! "Terkejut, "Apa saya salah dengar?, barusan anda bilang menyukai saya? " tanya Diana yang berulang, karna msih bingung dan tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Benar, saya sngat menyukai anda, saya ingin dekat dengan anda dan ingin tau apa hal yang anda sukai dan yang tidak anda sukai. Saya ingin mengetahui semuanya. " ucap Kristiana.
Diana berfikir cukup keras, selama ia berfikir ia melihat wajah Kristiana yang penuh dengan harapan dan wajahnya yang memerah seperti buah tomat itu.
"Baiklah, saya mau"ucap Diana ambil tersenyum.
"Benarkan? "Semangat sampai menghentakkan meja dan membuat Diana terkejut. "Ehm! Maksud saya, terimakasih banyak sudah mau menjadi teman saya"ucap Kristiana yang kembali kalem.
"Sama sama"
"Sekarang kita adalah teman"ucap Kristiana yang mengulurkan tangannya.
"Iya, kita adalah teman "ucap Diana yang membalas jabatan tangannya Kristiana dengan tersenyum.
Sejak hari itu, Kristiana dan Diana pun mulai dekat. Terkadang Kristiana selalu mengunjungi Diana dikuil dewi didesa agelios seminggu sekali dan menghabiskan satu malam disana.
__ADS_1
Mereka tidak pernah terpisahkan kecuali yang memisahkan Kristiana adalah waktu saat ia kembali keibukota.
Flasblack selesai
"Aku ingin tau sekarang Diana ada dimana?. Diana tiba-tiba pergi tanpa memberikan kabar pada kita?, padahal kan kita adalah berteman" ucap Ecriana.
"Kau benar, setidaknya kirimkan surat pada kita ia mau pergi kemana agar kita tidak khawatir seperti ini"ucap Kristiana.
Teringat akan sesuatu, "Bagaimana jika kita tanya saja pada dewi baru itu. Bukankah ia diutus oleh Diana untuk mengantikannya?, mungkin saja ia tau keberadaan Diana sekarang "ucap Ecriana.
"Entahlah, aku tidak yakin"
"Kenapa?! Ada apa?, kau kelihatan tidak seperti biasanya? Apa ada sesuatu? " tanya Ecriana.
"Sebenarnya aku pernah bertanya pada dewi baru itu saat pesta yang diadakan diistana hari itu"ucap Kristiana.
"Apa? Kenapa kau tidak mengajakku juga, padahal aku ingin sekali bertemu dengannya"ucap Ecriana yang marah.
"Maaf"
"Jadi, dewi mengatakn apa? Apa dia tau keberadaan Diana? " tanya Ecriana.
"Itu,,... "
Flasblack
Mengingat kembali, disaat pesta dansa yang diadakan diistana Kerajaan Magixion yang dibuat atas deklarasi perjanjian damai antar dua kerajaan Magixion dan Wishangle.
Setelah Lisia selesai dirias begitu cantiknya, ia beristirahat sejenak. Sementara Ezra dan Adelio pergi karna ada urusan sebentar, Nevan dan kedua adiknya langsung kelokasi pesta.
"Aduh, capeknya. Padahal cuma berias saja, tidak disangka akan melelahkan begini"ucap Lisia.
"Mm?! "Sadar. "Sepertinya Adelio sudah datang,"ucap Lisia yang menuju kepintu dan membukanya.
Kreek
"Eh, "kaget.
"Maaf menganggu, apa saya boleh berbicara dengan anda sebentar?, saya ingin menanyakan sesuatu jika anda tidak keberatan "ucap Kristiana.
"Tentu, saya sama sekali tidak keberatan, silahkan masuk! Kita bicarakan didalam"ucap Lisia.
"Terimakasih "
Didalam ruangan, Lisia dan Kristiana duduk saling berhadapan.
"Jadi hal apa yang ingin anda tanyakan pada saya? "Tanya Lisia.
"Itu,,, sebelum saya bertanya saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya Kristiana Raenger, putri sulung dari Marquess Raenger. Saya kemari karna ingin menanyakan tentang Diana pada anda, saya dengar anda adalah utusan yang datang mengantikannya. Jika boleh tau apa anda tau sekarang Diana ada dimana? "Tanya Kristiana.
".. (Kristiana Raenger, ternyata dia adalah kadidat putri mahkota saat Adelio masih menjadi putra mahkota. Dinovel, Adelio menegaskan jika ia tidak akan memilih satu pun putri mahkota karna hanya mencintai Diana, tapi Diana malah menolak Adelio didepan semua orang) "mengingat
".. (Karna keberanian dan ketegasan yang Diana lakukan membuat Kristiana terpesona dan ingin dekat dengan Diana. Sejak itu, Kristiana dan Diana menjadi teman, kalau tidak salah masih satu orang lagi yang dekat dengan Diana, dari keluarga Count Martin yaitu Ecriana Martin) "mengingat
".. (Baiklah, aku akan mulai bersandiwara disini)"ucap Lisia dalam hati.
__ADS_1
"Kalau boleh tau, apa hubungan anda dengan Diana?,"tanya Lisia.
"Saya dan Diana adalah teman dekat. Namun saat ia pergi, Diana tidak memberi tahukan apalagi memberi kabar pada saya, jadi saya mengkhawatirkan akan keberadaan Diana sekarang "ucap Kristiana yang merasa sedih.
".. (Benar benar teman sejati, Diana aku cukup iri padamu) "ucap Lisia dalam hati.
"Maafkan saya,,.. Saya tidak tau keberadaan Diana sekarang dan kemana ia pergi"ucap Lisia.
"Apa?! "Terkejut, "Bukankah anda adalah orang yang diutus Diana untuk mengantikannya, kenapa anda tidak tau kemana Diana pergi? " tanya Kristiana.
"Saya tidak bohong, sewaktu saya membuka mata, saya sudah ada didalam hutan Forrest. Saya tidak mengingat apapun saat itu, dimana saya tinggal, siapa orang tua saya, dan kapan saya bertemu dengan Diana saya tidak mengingatnya "menjelaskan.
"Yang saya ingat hanyalah nama saya sendiri, saya juga tidak tau jika saya orang yang diutus oleh Diana sampai orang orang desa agelios mengatakan tentang pesan yang ditinggalkan Diana pada mereka, barulah saya tau akan hal itu"menjelaskan.
"Saya benar benar minta maaf karna tidak bisa membantu anda tentang keberadaan Diana "ucap Lisia yang merasa bersalah.
"Tidak, anda tidak perlu minta maaf. Malas saya berterimakasih karna anda mau menjawab pertanyaan saya barusan. Maaf, saya tadi berteriak pada anda, saya benar benar minta maaf "ucap Kristiana yang menundukkan kepalanya pada Lisia.
"Tidak,, tidak, saya sama sekali tidak memasukannya dalam hati. Anda bersikap seperti itu karna mengkhawatirkan Diana dan ingin tau keberadaan. Saya sangat paham akan seseorang yang mengkhawatirkan temannya, malahan saya terharu akan pertemanan kalian"ucap Lisia sambil tersenyum.
"Begitu ya, baiklah. Kalau begitu saya pamit untuk kembali ketempat pesta, mungkin teman saya sudah menunggu saya saat ini"ucap Kristiana.
"Baiklah, silahkan "
Saat Kristiana pergi, ia berhenti dan berbalik melihat Lisia. "Dewi Lisia! "
"Iya?! "
"Terimakasih untuk waktunya, anda merupakan orang yang cukup ramah. Kapan kapan saya ingin lebih dekat dengan anda dan mengobrol lebih banyak lagi dilain waktu"ucap Kristiana yang tersenyum.
Lisia terkejut dengan apa yang ia dengar, membuat wajahnya merona dan seketika malu. Kristiana yang melihat hal tersebut pun tersenyum puas. "Kalau begitu permisi"ucap Kristiana.
"Iya"
Kristiana pun meninggalkan ruang tersebut dengan ekspresi senyum yang terlihat diwajahnya.
Flasblack selesai.
"Begitulah"selesai menceritakan.
"Keterlaluan, kau pergi menemui dewi Lisia sendiri dan tidak mengajakku. Dasar jahat, Kristiana jahat"ucap Ecriana yang marah sambil memukul Kristiana.
"Maaf, maaf "
Ecriana pun memperlihatkan ekspresi masamnya, dan Kristiana mencoba membujuk Ecriana yang sedang marah itu.
🍁
Lalu tak lama kemudian,Flora yang merupakan penyelenggara acara minum teh pun datang bersama dua orang nona bangsawan disampingnya yang merupakan teman teman Flora.
Siapakah mereka, nanti dijelaskan dichapter selanjutnya,,.... Bye.....
...Terus dukung Redblack....
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....
...Salam cinta dari redblack....
__ADS_1