Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 78 Kebenaran Yang Tersembunyi Namun Sudah Diketahui


__ADS_3


Chapter sebelumnya


"Dia minta cuti karna telah mengantikanku berkerja saat aku berada didesa agelios saat itu, jadi aku pun memberikannya liburan atas kerja kerasnya itu selama 2 minggu "ucap Adelio.


"Mm! "


"Karna kau tidak mendapatkan informasi yang lengkap, kau langsung menghubungi ku dengan keadaan marah marah gak jelas, membuat kesal saja"ucap Oliver.


"Aku juga gak akan seperti ini jika si Ian menyebalkan itu minta libur lama, berkatnya aku sibuk sehingga sulit mencari informasi terkait pesta dansa waktu itu"ucap Adelio yang mengerutu sambil memengang bagian belakang kepalanya.


"Kenapa kau gak minta bantuan si boca hitam itu untuk mencari informasi? "ucap Oliver dengan ekspresi ketusnya.


"Ah! "Sadar. "Kenapa aku tak pernah terpikirkan kearah sana ya?"ucap Adelio dengan nada mencemoohnya.


Oliver yang kesel akan sikap yang Adelio tunjukan membuatnya muak meladeni orang yang membuatnya makin jengkel, "Kalau tidak ada hal yang ingin diomongin lagi, kita sudahi saja obrolan ini, karna kau perekerjaan ku tertunda lagi"ucap Oliver.


"Tunggu Oliver! " ucap Adelio yang menghentikan.


"Apa? " tanya Oliver dengan dingin.


"Kau harus membuat Lisia mau keluar dari hutan Forrest, kalau tidak awas saja kau"ancam Adelio sambil menatap tajam kearah Oliver.


"Tidak perlu kau ancam pun aku akan membawa Lisia kembali kedesa agelios "ekspresi kesal sambil menatap sinis ke Adelio. "Karna aku tidak akan membiarkan Lisia membenci ku terlalu lama. Jika tidak, aku tidak akan mendapatkan kristal pelangi "gumam Oliver.


"Barusan kau bilang apa? " tanya Adelio.


Oliver menatap tajam kearah Adelio dengan ekspresi tidak suka, "Bukan apa apa. Kalau begitu aku pergi dulu"ucap Oliver yang lalu menutup alat kominikasi.


Diruang komunikasi menara sihir."Bocah itu sebenarnya apa yang ia rencana? " ucap Adelio yang merasa heran.


Seorang datang membawakan pesan dari istana"Maaf menganggu Yang mulia! "


"Ada apa? "


"Duke Floweries datang berkunjung keistana dan sedang menunggu diruang tamu untuk menemui anda yang mulai"


"Duke Floweries?!, baiklah aku akan segera kesana"


Adelio yang masih melihat kearah alat kominikasi sambil memikirkan ekspresi Oliver yang membuatnya tidak tenang, lalu Adelio kembali keistana untuk menemui Duke Floweries.


🍂🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


Disini lain Oliver yang masih diruang komunikasi, memasang ekspresi kesal dan jengkel. "Dasar menyebalkan, selalu saja ikut campur. " ucap Oliver yang kesal.


Ketika Oliver ingin beranjak dari ruang kominikasi, ia mendapatkan panggilan lagi. Bola kristal yang merupakan alat sihir kominikasi bersinar menandakan adanya sebuah panggilan.


Menoleh, "Apa lagi yang b*njingan itu inginkan"ucap Oliver yang lalu menghubungkan.


"Hal apa lagi yang ingin kau ketahui lagi, Adelio!? "teriak Oliver dengan penasaran marah.


"Adelio?,Apa dia barusan menghubungi mu juga? "ucap Kyler.


Alat sihir kominikasi pun memperlihatkan wajah Kyler dihadapan Oliver. "Kau! Apa yang kau inginkan? "tanya Oliver dengan ekspresi tidak sukanya.


"Aku ingin tau alasan kenapa Lisia kembali kehutan Forrest? "tanya Kyler dengan ekspresi dingin.


Oliver mulai kesal, sambil mengretak giginya dengan tangan yang mengepal dengan ekspresi geram. "Bukankah kau sudah tau berita yang menyebar, untuk apa kau bertanya lagi? " ucap Oliver.


Kyler melihat Oliver dengan tatapan dingin namun menghanyutkan,dimana tangan yang mengepal sambil menahan wajahnya yang sombong itu. "Apa kau pikir aku akan percaya informasi yang mengatakan jika seorang pendeta telah menghina seorang dewi?, jika bukan dibuat oleh mu. Oliver! "ucap Kyler yang menatap sinis


Oliver mulai mengenyitkan matanya, sambil menatap tajam kearah Kyler dengan perasaan jengkelnya. "Apa maksud dari perkataan mu barusan?, "tanya Oliver dengan ekspresi kesal.


Kyler tertawa cukup keras membuat Oliver semakin geram akan tindakan yang meremehkan dirinya, "Hei Oliver, apa kau akan tetap pura pura polos seperti ini?. Padahal kau tau akan maksudku"ucap Kyler.


Oliver hanya diam dan tidak bicara sama sekali, ia hanya menunjukan ekspresi tidak suka kepada Kyler sambil menatap tajam kearahnya.


"Sudahlah, aku sudah menemukan kebenarnya. Semoga kau bisa membuat Lisia kembali, lalu berhati hatilah agar Lisia tidak tau akan kebenarannya yang kau sembunyikan saat ini"ucap Kyler yang lalu memutuskan kominikasinya dengan Oliver. Lalu Oliver langsung menghacurkan alat kominikasi dengan sihir anginnya. "Sial! "


"Akan ku ingat penghinaan yang kau berikan padaku hari ini, Kyler! " ucap Oliver yang kesal dan marah.


Dikerajaan Wishangle


"Aku yakin Oliver sedang kesal sekarang"ucap Kyler yang tersenyum puas.


🍂


🍂


Siang harinya


Disisi lain, Nevan yang bersama kedua adiknya sedang makan siang bersama.


Berhenti, "Kak, apa hari ini kakak akan pergi kehutan Forrest untuk menjemput kak Lisia? " tanya Nox.


"Iya"jawab Nevan.

__ADS_1


"Begitu ya, baiklah"ucap Nox yang kembali melanjutkan makannya.


Nevan bingung akan sikap adik laki lakinya itu,selama seminggu ini Nox tidak banyak bicara. Ia tidak menanyakan tentang kejadian itu lagi atau pun alasan yang dia ambil, ia hanya diam dan bersikap tenang seolah olah telah mendapatkan jawaban yang selama ini ia tanyakan.


"Nox, apa kau baik baik saja? " tanya Nevan yang melihat Nox yang dari pagi sampai sekarang hanya diam.


"Aku baik baik saja, kakak gak perlu khawatir. Keputusan apapun yang kakak ambil, Nox tidak akan menentangnya"ucap Nox yang sama sekali tidak menatap mata Nevan.


Setelah itu kesunyian pun mulai memenuhi ruangan tersebut. "Terimakasih untuk makan "ucap Nox yang beranjak dari tempat duduknya.


Kaget. "Kau gak ingin makan makanan penutup dulu? " tanya Nevan.


"Untuk Elis saja"ucap singkat Nox yang lalu pergi.


"Eh benarkah?, Asik"ucap Elis yang langsung mengambil bagian milik kakaknya itu dengan cepat.


Nevan hanya bisa diam, akan sikap aneh dari adik laki lakinya itu. ".. (Apa yang terjadi pada Nox?) " tanya yang bingung.


Nevan mencoba bertanya kepada adik perempuannya yang sedang menikmati makanan penutup yang ia buat. "Elis! "Panggil Nevan.


"Iya? "Jawab Elis.


"Apa ada sesuatu hal yang terjadi akhir akhir ini, Nox keliahatan aneh. Apa Elis tau kenapa Nox bersikap seperti itu? " tanya Nevan.


Elis menatap kakak tertuanya itu sambil menikmati puding buatannya. "Kak Nevan gak perlu khawatir, kak Nox baik baik saja. Mungkin ia sedikit ngambek karna kakak selalu menyembunyikan sesuatu dari kami"ucap Elis.


Mendengar dari perkataan adik perempuannya itu, Nevan pun terkejut. "Tapi kak Nevan gak perlu memikirkannya, nanti kak Nox akan melupakannya dan akan membaik sendiri. Biarkan kak Nox sendiri dulu"ucap Elis yang sedang makan.


"Begitu ya. Lalu bagaimana dengan Elis sendiri? Apa Elis merasa seperti yang dirasakan oleh Nox? Apa Elis juga marah dengan kakak lagi"tanya Nevan.


"Masih dan juga tidak."jawab dari Elis membuat Nevan kaget. "Karna menurut Elis apa yang kakak lakukan pasti ada alasannya, lalu kenapa kak Nevan gak penah mengatakannya, pasti juga punya alasan. Karna itu Elis gak bisa maksa, soalnya yang Elis tau kakak melakukannya demi Elis dan juga kak Nox "ucap Elis yang tersenyum.


Nevan langsung terdiam akan kata kata yang diucapan oleh adik perempuannya itu, ia kagum dan juga terharu akan sikap tenang dan juga pengertiannya itu membuat Nevan mengeluarkan air mata.


"Terimakasih Elis, "ucap Nevan yang memeluk Elis. "Sama sama kak"ucap Elis yang menepuk nepuk punggung kakak tertuanya itu.


"Padahal kakak sudah besar ini, tapi masih tetap nangis"ucap Elis. "Usia tidak menentukan boleh tidaknya menangis "ucap Nevan.


Elis pun tertawa mendengar perkataan kakaknya itu, lalu Nevan pun juga ikut tertawa. Sementara Nox yang tadinya pergi, ternyata sedang berada dibalik dinding dengan ekspresi tersenyum puas.


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....

__ADS_1


...Salam cinta dari redblack....



__ADS_2