Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 75 Berhenti Kau Bilang?


__ADS_3


Chapter selanjutnya.


Matahari pun terbenam, Nevan, Nox dan Elis sedang makan malam bersama diruang makan mereka. Namun mereka sama sekali tidak bicara satu sama lainnya dan hanya diam sambil menyantap makan mereka masing masing.


Nevan hanya bisa memaklumi akan sikap dingin yang kedua adiknya tunjukan pada dirinya. Karna Nevan tidak ingin mengatakan rahasia yang selama ini ia sembunyikan susah payah dari kedua adinya itu.


Setelah beberapa saat kemudian,,..


"Terimakasih untuk makan malamnya"ucap Nox dengan nada ketus sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Nox! Apa kau tidak ingin makan makanan penutup dulu? " tanya Nevan.


Nox hanya menatap tajam kearah Nevan dengan sinisnya, "Tidak selera"ucap Nox yang lalu pergi menuju kamar.


Nevan hanya terdiam terpaku melihat sikap dingin yang tinjukan adik laki lakinya itu.


"Elis sudah selesai makannya"ucap Elis.


"Elis mau makanan penutup? Kalau mau kakak buatkan"ucap Nevan.


"Tidak perlu kak, Elis udah kenyang"ucap Elis yang langsung pergi.


".. (Tidak biasanya Elis sudah kenyang dengan cepat? Biasanya pasti ia akan makan kue dulu setelah makan malam. Apa Elis juga marah pada ku?) "Pikir Nevan.


Nevan hanya bisa menatap makanan miliknya yang masih belum habis karna memikirkan sikap kedua adiknya yang masih marah padanya. Walau pun begitu, Nevan hanya bisa berdiam diri tidak melakukan apapun atau pun mencoba menjelaskan kepada Nox dan Elis. Karna Nevan tidak memiliki keberanian untuk menghadapi reaksi yang akan ditunjukan oleh kedua adiknya itu nanti, jika mereka mengetahui hal yang Nevan sembunyikan bertahun tahun.


Karna itulah Nevan tetap memilih untuk tetap diam. "Maafkan kakak Nox! Elis! " ucap Nevan.


*


*


*


Ketika hari mulai larut, Nevan pergi kekamarnya Nox dan Elis untuk memastikan mereka telah tidur apa belum. Setelah selesai memastikannya, Nevan lalu pergi dan menutup pintu kamar Nox dan Elis dengan perlahan.


Nox yang mendengar suara pintu yang telah tertutup dan langkah kaki kakaknya yang telah jauh, ia bangun dari pura pura tidur tadi.


"Elis! Bangun! " panggil Nox dengan suara pelan.


"Mm, kakak! Apa kak Nevan sudah pergi? " tanya Elis.

__ADS_1


"Ssstt, kecil kan suaramu! Nanti kak Nevan bisa mendengarnya."ucap Nox. Elis lalu menutup mulutnya dengan kedua tangan miliknya.


Elis pun turun dari tempat tidurnya dan perlahan membuka pintu, setelah melihat keluar dan tidak menemukan kakak tertuanya, ia pun langsung bergegas kedapur. Ketika Nox ingin menyusul adik perempuannya itu , tanpa disengaja Nox melihat kakak laki lakinya yang keluar rumah malam malam dari jendela kamar miliknya.


".. (Kak Nevan! mau pergi kemana malam malam begini? )"ucap Nox dalam hati.


"Kak! lihat Elis menemukan kue pie "ucap Elis yang baru saja dari dapur.


"Elis! Apa kau melihat kak Nevan? " tanya Elis.


"Tadi Elis mencoba mengecek diruang tamu sebelum kedapur, tapi kak Nevan tidak ada disana. " ucap Elis.


"Bagaimana dikamar? Apa kau sudah cek? " tanya Nox lagi.


Elis mengelengkan kepalanya. "Elis ngak berani, takut ketahuan kak Nevan "ucap Elis.


"Baiklah "mengelus kepala Elis. "Kau tetap dikamar! Kakak ingin melihat kak Nevan dulu, soalnya tadi kakak lihat kak Nevan pergi keluar"ucap Nox.


"Elis ingin ikut"ucap Elis.


"Tetaplah disini kakak tidak akan lama, oke? " ucap Nox.


Elis memperlihatkan ekspresi sedih dan cemberutnya kepada Nox, membuat Nox tidak enak hati meninggalkan adik kecilnya itu sendirian. Namun ia juga tidak ingin Elis melihat hal yang mungkin tidak boleh ia lihat nantinya.


"Untuk seterusnya semua makanan penutup bagian kakak , akan kakak berikan padamu semuanya, bagaimana?" tanya Nox yang menawarkan pada Elis.


"Baiklah Elis mau"ucap Elis.


"Kalau begitu kakak pergi dulu"ucap Nox.


"Hati hati kak"ucap Nox.


Setelah Nox pergi, Elis menyantap kue pie sendiri didalam kamar "Mmm enak"ucap Elis.


🌺🌺🌺🌺🌺


Ditepi danau.


Terlihat seseorang yang sedang menunggu ditepi danau, tidak lain adalah Oliver. Nevan yang baru saja sampai, melihat Oliver yang sudah ada ditepi danau menunggu dirinya.


"Mm! "Menyadari akan kedatangan Nevan. "Ku pikir kau tidak akan menjawab pesan yang ku kirim dan akan menghiraukannya, tidak ku sangka kau akan langsung datang kemari, Nevan! " ucap Oliver.


"Oliver! " ucap Nevan.

__ADS_1


"Kau pasti sudah mendengar kabar bukan, jika pendeta Fergus telah menghina dewi?, walau kenyataan bukan seperti itu "ucap Oliver.


"Kenapa kau melakukan itu? " tanya Nevan.


"Apa! "


"Kenapa kau memfitnah pendeta Fergus dan mengatakan omong kosong pada semua orang? " ucap Nevan.


Oliver hanya diam menatap Nevan, setelah itu ia pun tertawa begitu keras. Ketika Oliver berhenti tertawa, ia mulai memasang ekspresi serius.


"Sejak kapan kau memperdulikan hal itu, bukankah kau harusnya senang?"berjalan kearah Nevan. "Orang yang selalu menghinamu sekarang berbaik dibenci oleh semua orang desa"ucap Oliver.


Nevan mengenyitkan matanya. "Aku tidak pernah menghaparkan hal ini terjadi"ucap Nevan.


"Oh! "


🌺🌺🌺🌺🌺


Pindah sisi lain, Nox yang melihat kakak laki lakinya pergi keluar rumah dimalam hari, mencoba mengikuti kakaknya dari belakang. Ketika ia berhenti disebuah pohon yang tidak jauh dari danau pelangi, Nox melihat kakaknya yang ternyata pegi menemui kepala desa.


"Bukankah itu kak Oliver, apa yang dia ingin lakukan pada kakak malam malam begini?. Apa kak Oliver meminta pada kak Nevan untuk menjemput kak Lisia kembali kedesa agelios? " ucap Nox yang tengah sembunyikan dibalik pohon.


"Aku harus lebih dekat lagi agar bisa mendengar apa yang mereka bicarakan"ucap Nox yang lalu pegi ketempat yang lebih dekat dengan Nevan dan juga Oliver.


🌺🌺🌺🌺🌺


Kembali kesisi Nevan dan Oliver yang sedang bicara.


"Oliver hentikan semua ini, apa yang kau lakukan sudah salah. Aku akan pergi menemui dewi untuk memintanya kembali tanpa perlu mendapatkan hak ku kembali, aku akan mengatakan pada dewi jika aku tidak menginginkanya."ucap Nevan.


"Berhentikan kau bilang?. "Oliver lalu mengeluarkan kekuatan sihirnya dan membuat disekitar Nevan terkena angin yang begitu kuat sehingga membuatnya seperti mata pisau yang begitu tajam dan mengenai Nevan sampai terluka.


"Jika kau tidak dekat dengan Lisia sehingga ia sampai membelamu yang hanya siluman sampah seperti mu, aku tidak akan melakukan hal sampai sejauh ini. " ucap Oliver yang marah.


Nevan hanya bisa bertahan dari kekuatan sihir milik Oliver walau tubuhnya terluka.


Nox yang dibalik pohon yang tidak jauh dari Nevan dan Oliver."Apa yang sedang terjadi? Kenapa ada angin kencang yang tiba-tiba muncul,aku tidak bisa melihat karna angin kencang ini"ucap Nox yang berusaha melihat ketempat kakaknya.


Apa yang akan terjadi kepada Nevan? Silahkan baca dicapter selanjutnya, bye,,,.....


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....

__ADS_1


...Salam cinta dari redblack....



__ADS_2