Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 37 Bertengkar


__ADS_3

Chapter 37


"Kalian semua berhenti tertawa"ucap Lisia yang marah dan juga malu.


"Baiklah baiklah "berhenti. "Mm!"Mengambil. "Bagaimana jika Lisia makan ini dulu sampai ikannya sudah siap dibakar"ucap Adelio yang memberikan sepiring daging dan sayuran tusuk.


Lisia mengambil "baiklah saya akan menunggu sambil makan ini"ucap Lisia yang langsung pergi menuju ketempat Nevan.


Setelah Lisia pergi, Adelio, Oliver, Ezra dan Kyler terdiam beberapa saat sambil memandangi arah Lisia dan saling menatap satu sama lainnya.


"Ku dengar jika kalian akan kembali, bukankah begitu? " ucap Adelio yang sedang membakar daging tusuk.


"Iya. Aku akan kembali untuk mengecek kandugan racun yang terdapat didalam botol kaca itu"ucap Kyler.


"Bagaimana denganmu Ezra? "tanya Adelio.


"Aku ingin mencari lokasi racun yang pelayan itu dapatkan, jika aku menemukannya aku akan langsung membunuhnya"ucap Ezra yang marah.


"Apa kau tidak bisa berfikir dengan kepala dingin, jika kau langsung membunuhnya maka kita tidak akan tau apa pelayan itu yang membelinya atau malah orang lain"ucap Oliver.


"Benar yang dikatakan oleh Oliver, kau harus menangkapnya hidup hidup agar kita siapa dalang dari kejadian ini"ucap Adelio.


"Cih! Baiklah akan kuusahakn"ucap Ezra yang kesal.


"Bukankah kau juga akan kembali, apa yang akan kau lakukan? " tanya Ezra.


"Aku akan mengadakam pesat teh untuk Lisia"ucap Adelio.


"Apa! "Kaget "kau sudah gila ya? "Berteriak.


Lisia yang sedang makan bersama Nevan sambil menunggu kaget mendengar Ezra yang berteriak.


"Apa yang kalian bicarakan? Apa terjadi sesuatu? " tanya Lisia.


"Bukan apa apa Lisia! Hanya sedikit berdebat tentang sayuran yang akan digunakan untuk pendamping ikannya saja"ucap Oliver.


"Iya kami baik -baik saja, Lisia tidak perlu khawatir "ucap Adelio.


Lisia merasa bahwa Oliver dan yang lainnya sedang membicarakan hal penting, namun Lisia tetap diam dan membiarkanya.


"Baiklah kalau begitu"ucap Lisia.


"Dewi! "Memangil "Apa anda... " ucap Nevan yang terhenti.


"Ssstt. Biarkan saja apa yang ingin mereka lakukan, untuk sekarang saya hanya bisa diam saja"ucap Lisia yang terseyum.


"Baiklah. Seandainya saya juga bisa melakukan sesuatu untuk membantu anda"ucap Nevan yang murung.

__ADS_1


"Nevan sudah cukup membantu kok, jangan terlalu sedih hanya karna Nevan tidak bisa melakukan apa yang mereka lakukan. Sekarang saja Nevan sangat membantu mendengarkan apa yang saya tidak dengar, berkat itu saya bisa tau apa yang sedang mereka rencanakan"ucap Lisia tersenyum.


"Saya senang mendengarnya"ucap Nevan.


1 jam kemudian


Begitu waktu berlalu Oliver, Adelio, Ezra dan Kyler datang ketempat Lisia dan Nevan sambil membawa ikan yang sudah dibakar dan beserta makanan lainnya.


"Tada, ikan bakar udah siap dimakan"ucap Oliver yang meletakan ikan bakar diatas kain.


"Wahh kelihatan lezat. Ah!! "Senyum licik."Tapi diantara kedua ikan ini mana yang paling enak?" ucap Lisia.


"Tentu saja ikan yang saya bakar ini "ucap Adelio yang menunjuk ikan hasil tangkapan Kyler dengan bangganya.


"Wah benarkah? " ucap Lisia.


"Tentu saja"ucap Adelio yang melihat kearah Oliver dan Kyler yang juga ikut bangga karna ikan miliknya dipuji dibandingkan milik Ezra.


"Tidak! ikan yang saya bakarlah yang paling lezat"ucap Oliver dan Ezra yang ikut menganggukan kepala.


"Eh! Benarkah? " ucap Lisia yang kaget.


"Lisia! lihatlah ikan milik saya yang bentuknya begitu sempurna " ucap Adelio.


"Lisia! Jangan dengarkan apa yang dikatakan oleh Adelio, ikan yang saya bakar lebih besar dan pasti rasanya lebih enak dari pada miliknya."ucap Oliver.


".. (Apa kaitanya sabar menunggu dengan kelezatan ikannya Ezra?) "ucap Lisia dalam hati yang merasa aneh.


"Apa?! sayalah yang paliang bersabar menunggu saat memancing tadi. Jadi ikan milik sayalah yang paling enak dan lezat, terlebih dengan tangan yang dimiliki Adelio maka ikan saya menjadi sempurna"ucap Kyler.


"Hahaha "Lisia yang tertawa kecil melihat pertengkaran para tokoh novelnya yang gak masuk akal.


"Dewi! "Berbisik. "Apa anda akan membiarkan mereka terus seperti itu? " ucap Nevan.


"Saya juga awalnya gak ingin seperti ini, tapi ya udah terjadi juga"ucap Lisia.


"Lisia! " ucap serentak Oliver, Adelio, Ezra dan Kyler yang memanggil Lisia.


"Iya!? "Kaget.


"Lisia anda harus mencicipi kedua ikan ini lalu berikan nilai yang manakah ikan yang paling enak menurut anda"ucap Adelio.


"saya juga menginginkan hal itu, dengan begitu kita bisa tau yang mana paling enak oleh Lisia"ucap Oliver.


Ezra dan Kyler menganggukan kepalanya bersamaan yang sependapat dengan perkataan Adelio dan Oliver.


"Apa perlu melakukan hal itu"ucap Lisia yang merasa terbebani.

__ADS_1


"Perlu"ucap serentak kembali Oliver, Adelio, Ezra dan Kyler.


"Nevan lakukan sesuatu"ucap Lisia yang memberi isyarat melihat kearah Nevan dengan wajahnya yang memelas.


"Anda harus menanggung apa yang sudah anda lakukan, dewi! "ucap Nevan yang memberikan isyarat pada Lisia dengan tersenyum.


Dengan pasrah Lisia mencicipi kedua ikan dengan air mata yang becucuran. Begitu mulai memakan ikan yang dibaka oleh Oliver,Lisia memasang ekspresi yang kurang baik karna rasanya tidak enak.


"Bagaimana rasanya Lisia? " tanya Oliver.


"Ituuu.. "Ragu ragu "Ikannya sedikit pahit"ucap Lisia.


Mendengar perkataan Lisia membuat Oliver dan Ezra syok dan lemas, sedangkan Adelio dan Kyler merasa puas akan perkataan Lisia.


"Lisia! Sekarang ikan selanjutnya "ucap adelio yang semangat.


"Heheh ikan milikku lah yang paling enak"ucap Kyler yang tersenyum sombong pada Ezra.


Ezra yang melihat merasa kesal dan tidak terima. "Masih belum pasti"ucap Ezra yang membalas.


Saat Lisia mencoba ikan milik Adelio, Lisia kembali memasang wajah yang meras tidak enak.


"Bagaimana rasanya Lisia! Pasti enak kan? " ucap Adelio yang bersamangat.


"Ikannya.. Sangat.. Ukh! "Menutup mulut.


Lisia langsung berlari ketepi danau dan muntah. Oliver,Adelio, Ezra dan Kyler yang melihat Lisia muntah setelah makan ikan langsung panik dan menghampiri Lisia.


"Lisia kau baik baik saja? " tanya Adelio yang risau.


Lisia mengatakan baik baik saja dengan menunjukan tangannya.


"Ini pasti karna ikan yang kau bakar makanya Lisia jadi seperti ini"ucap Oliver.


"Apa! Ikan milikmu lah yang mungkin membuat Lisia seperti ini karna saat Lisia makan ikanku rasanya jadi ikut tidak enak"ucap Adelio.


Lisia yang ingin menghentikan pertengkaran Oliver dan Adelio tidak bisa, karna merasa terus mual akibat ikan yang ia makan terasa pahit dan berbau amis.


Bersambung.


...Terus dukung Redblack...


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya....


...Agar redblack terus semangat...


...Salam cinta dari redblack....

__ADS_1



__ADS_2