
11:45
Dibalkon kamar
Setelah Kyler sadar dan mulai membaik, ia langsung pergi keruang kerja melanjutkan mengerjakan dokumen yang sempat tertunda. Lisia yang sempat khawatir tidak bisa menghentikan Kyler yang keras kepala tersebut.
Akhirnya Lisia hanya bisa membiarkan Kyler yang memaksakn dirinya sendiri, sambil memikirkan dirinya sudah berapa lama didunia novel.
"Sekarang sudah hari kedelapan"ucap Lisia yang melihat menara jam dari kamarnya.
Waktu yang hampir menunjukan pukul 12 siang dimana Lisia akan kembali pada saat itu, karna sudah berada didunia novel selama seminggu seperti saat didesa agelios.
11:55
Jika seandainya Lisia kembali pada tengah hari,maka Lisia hanya bisa berada didunia novel selama seminggu. Tapi jika Lisia tidak kembali, otomatis waktu tidak menentukan berapa lama Lisia berada didunia novel.
"Sebentar lagi"ucap Lisia yang melihat jam menara.
11:59
"Jika sudah tengah hari maka jam itu akan berbunyi, mari kita hitung mundur 5, 4, 3, 2, 1"
12:00
Begitu jam menara berbunyi. Lisia terus memperhatikan setiap detik menara jam didesa Andora, dan juga seluruh tubuhnya. Namun tidak ada cahaya apapun seperti waktu didesa Agelios. Saat setelah waktu tengah hari lewat, Lisia merasa lega dan mulai senang karna ia tidak kembali kedunia nyata dan bisa berada didunia novel dalam waktu yang lama.
Saat Lisia yang begitu gembiranya sampai menari ia mulai terdiam kembali.
"Kalau begitu apa penyebab nya aku kembali dunia nyata? "ucap Lisia yang berfikir.
...*****...
"Aaa tidak penting, yang terpenting sekarang aku tidak kembali "ucap Lisia yang kembali menari lagi.
Saat Lisia begitu senangnya dan menari nari, Lisia tidak sadar jika Kyler datang dan ada didepan pintu teras. Lisia yang tidak sengaja melihat Kyler saat menari itu, lalu berhenti karna kaget dan juga syok.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Kyler dan Lisia duduk dikursi sembari menikmati secangkir teh. Lalu Lisia yang merasa malu hanya bisa menundukan kepala melihat kebawah, karna Lisia tidak berani menatap kyler.
Lalu...
"Apa yang membuat mu begitu senang nya sampai menari kayak tadi? "Ucap Kyler yang melihat Lisia.
"Itu,,..... Apa anda bisa,, ... Untuk tidak membahasnya?"ucap Lisia yang malu dan melihat kebawah.
"Yang mana maksud mu? Apa saat kamu me,,...."Ucap Kyler yang terpotong.
"Waaaaa! "Lisia yang teriak menghentikan Kyler karna malu.
"Dengan gaya,,.... "Ucap Kyler yang terpotong lagi.
"Waaaaa! "Lisia yang teriak lagi.
"Atau gaya,, ..... "Ucap Kyler yang terpotong lagi.
"Waaaa! Hentikan! Hentikan saya mohon hentikan! Jangan lanjutkan lagi saya mohon! "ucap Lisia yang menutup wajahnya dengan kedua tangannya saking malunya.
Kyler yang melihat Lisia yang begitu paniknya tidak bisa untuk tidak tertawa, lalu Kyler hanya bisa menahanya yang terlihat dari tubuh Kyler yang gemetaran.
"Tolong jangan tertawa, itu tidak lucu, "ucap Lisia yang melihat Kyler menahan ketawa.
"Baiklah saya tidak tertawa lagi"ucap Kyler yang mana bibirnya masih gemetaran menahan tawa.
Lisia yang tidak percaya memandang sinis kepada Kyler dengan ekspresi marah.
"Jika anda masih tertawa seperti itu,lebih baik saya pergi"ucap Lisia yang ingin pergi namun ditahan Kyler.
"Tunggu! Baiklah saya mengaku salah, saya tidak akan tertawa lagi"ucap Kyler.
Mendengar permintaan maaf dari Kyler, Lisia kembali duduk sembari menanyakan urusan kyler yang datang padanya.
"Jadi ada urusan apa anda datang kemari?"tanya Lisia.
"Itu,,... "Ucap Kyler dengan ekspresi malu.
Kyler yang ragu ragu untuk mengatakan pada Lisia membuat Lisia merasa heran melihat Kyler.
".. (Kenapa sekarang malah dia yang malu? Apa ada sesuatu yang sulit dikatakan sampai harus berhati hati kayak gitu) "ucap Lisia dalam hati yang melihat arah Kyler.
"Lisia! "Ucap Kyler
"Iya!? "
".. Apa kau mau melihat festival bersama ku lagi malam ini? "gumam Kyler.
"Apa? Maaf Kyler saya tidak dengar"ucap Lisia yang mencoba mengoda Kyler.
".... Bagaimana kau tidak dengar padahal jarak kita tidak terlalu jauh begini, "ucap Kyler dengan nada marahnya.
"Itu karna suara anda terlalu kecil, bagaimana bisa saya mendengarnya"ucap Lisia dengan nada sombongnya melirik sedikit kearah Kyler.
"Karna itu katakan lebih keras agar saya bisa mendengarnya, "ucap Lisia yang mencoba memancing Kyler.
Kyler yang menahan kemarahannya mencoba untuk tenang kembali.
"Itu didesa Andora akan mengadakan festival untuk memulihkan kondisi akibat penyerangan waktu itu"ucap Kyler yang tidak melihat Lisia.
"Jadi? "Tanya Lisia.
"Jadi,,..... Apa,,.. Kau mau ikut melihat festival bersama ku malam ini? "Ucap Kyler yang awalnya ragu dan mulai memberanikan diri sambil melihat arah Lisia.
__ADS_1
Lisia yang sempat khawatir karna Kyler yang ragu , tersenyum puas. "Baiklah saya mau melihatnya" ucap Lisia.
Mendegar hal tersebut membuat Kyler merasa senang dan tersenyum manis. Mereka berdua pun menjanjikan akan pergi ke festival setelah matahari terbenam.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Didepan kamar Lisia
"Saya akan mejemput anda nanti disini "ucap Kyler.
"Baiklah "ucap Lisia
Begitu Kyler pegi, Lisia menutup pintunya dan langsung ketempat tidur.
Sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya, Lisia pun berteriak tanpa bersuara.
"Akhirnya Kyler mengajak ku melihat festival lagi. Kyaa"ucap Lisia yang begitu senangnya.
"Untunglah aku gak jadi kembali kedunia nyata, kalau aku kembali maka aku gak akan bisa merasakan ini. Sekarang aku bisa berada didunia novel dalam waktu yang lama"ucap Lisia yang sangat bahagia.
"Sekarang aku hanya perlu mencari tau penyebab aku yang tiba-tiba kembali kedunia nyata saja"ucap Lisia yang serius.
"Ok cukup"sadar kembali. "Saat ini masih ada hal yang lebih penting, yaitu bersiap siap pergi melihat festival bersama Kayler"ucap Lisia.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Saat matahari sudah terbenam, Kyler yang sudah menunggu, sekarang ada didepan kamarnya Lisia. Begitu pintu terbuka dan Lisia keluar...
"Maaf! apa saya terlalu lama? "ucap Lisia.
Kyler dibuat terpana melihat Lisia yang menekan pakaian berwarna biru langit dan rambut yang diikat simpul dengan mahkota daun emas dikepalanya.
Terlihat begitu cocok dengan Lisia yang menggunkannya. Lisia yang melihat Kyler terdiam mencoba memanggilnya.
"Kyler! "
Kyler pun terkejut saat Lisia memanggilnya, "Ya"
"Bagaimana jika kita pergi sekarang Kyler! " ucap Lisia.
Namun Kyler kembali melamun sambil melihat Lisia dan tidak mendengar apa yang Lisia katakan.
Lisia yang melihat Kyler melamun mencoba memanggilnya kembali. "Kyler! Apa anda baik baik saja? " dan membuatnya terkejut lagi.
"Ah! saya baik baik saja"ucap Kyler kembali melamun sambil melihat Lisia. Lisia yang merasa heran mencoba bertanya pada Kyler yang selalu melihatnya itu.
"Apa ada sesuatu diwajah saya? Habisnya anda terus melihat saya? Atau saya kelihat aneh?"Ucap Lisia yang melihat sekeliling tubunya sambil berputar.
"Cantik! "Gumam Kyler dengan wajahnya memerah.
"Apa!? "
"Terimakasih "ucap Lisia yang malu malu.
...*****...
Ketika suasana diantara mereka mulai hening, Kyler mengubah topik dan langsung mengajak Lisia untuk pergi kedesa Andora segera.
"Bagaimana jika kita pergi sekarang? " tanya Kyler.
"Baiklah. Jika kita kelamaan diam nanti festivalnya segera habis lagi"ucap Lisia yang beralasan.
"Kalau begitu, ayo!"ucap Kyler sambil mengulurkan tangannya pada Lisia dengan malu malu.
Lisia lalu menggapai tangan Kyler dengan wajahnya yang memerah semakin tambah merah melihat wajah Kyler yang juga ikut merah. Lalu mereka berangkat menuju desa andora untuk melihat festival.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Didesa andora
Begitu sampai didesa andora.
"Rasanya pakaian saya sedikit mencolok"ucap Lisia yang cemas.
"Tidap perlu khawatir karna saya sudah menggunakan sihir dimana semua orang akan melihat kita seperti orang biasa saja"ucap Kyler.
"Begitu ya, syukurlah"ucap Lisia yang merasa lega.
"Akan merepotkan jika mereka melihat kecantikan mu"ucap Kyler dengan santainya.
Mendengar hal tersebut membuat wajah Lisia mulai memerah kembali.
"... (Ya ampun kata katanya itu benar benar berbahaya) "ucap Lisia yang mengipas ngipas wajahnya dengan tangan.
Kyler dan Lisia mulai melihat lihat festival. Mulai dari melihat topeng , mencoba makanan ini itu sampai membeli lampion lalu menerbangkannya. Kesenangan yang dilakukan mereka berdua sampai tidak terasa waktu telah berlalu.
Diatas menara jam
"Sangat menyenangkan"ucap Lisia yang duduk diatas menara jam.
Saat Kyler melihat kearah Lisia dengan tatapan yang begitu lekat, tanpa disadari Kyler melihat mereka dan membuat Kyler kesal.
" Maaf Lisia! "Ucap Kyler yangmengendong Lisia lalu pergi dari menara jam.
"Ee! Kyler ada apa? "Tanya Lisia yang saat ini sedang digendong oleh Kyler sambil terbang dari satu atap rumah kerumah yang lain.
Sampai disebuah gang kecil Kyler akhirnya berhenti lalu menurunkan Lisia.
"Apa terjadi sesuatu Kyler? "Tanya Lisia.
__ADS_1
Kyler tidak menjawab dan hanya diam saja, membuat Lisia merasa heran. Lalu dua orang pria mengenakan jubah hitam tiba tiba muncul dihadapan Kyler dan Lisia. Mereka adalah.....
"..!.. Ezra! Oliver! Kenapa kalian ada disini?"Tanya Lisia yang kaget.
"..(Kenapa malah nama bocah Ini duluan yang disebut) "ucap Oliver dalam hati yang melirik kearah Ezra.
"Kami datang untuk menjemput mu Lisia"ucap Oliver.
"Menjemput? Bukankah saya sudah bilang dengan Ezra saya akan tetap kembali kedesa agelios lagi. Lalu kenapa kalian datang dan ingin menjemput saya? "
"Apa kalian begitu tidak percayanya dengan kata kata saya, sampai datang kemari langsung ingin membawa saya pulang"ucap Lisia dengan dingin.
"Tidak! Bukan begitu Lisia! "ucap Ezra.
"Kami kemari hanya karna desa agelios begitu sedih karna anda tidak kunjung kembali. Walau saya sudah bilang jika anda akan menetap untuk beberapa hari lagi dikerajaan wishangle. Namun warga desa agelios tetap cemas"ucap Oliver.
"Berita anda yang telah ditahan oleh raja iblis sudah menyebar sampai ibukota dan juga sampai para prajurit kerajaan magixion yang gagal membawa anda pulang juga telah membawa kepanikan diibukota maupun didesa. "ucap Ezra.
"Adelio sudah mengumunkan jika raja iblis tidak sedang menahan anda melainkan sedang berdiskusikan mengenai perdamaian antar dua kerajaan "ucap Ezra.
"Namun semua orang tidak percaya karna Lisia tidak kunjung kembali dan membuat orang orang berfikir jika Lisia memang ditahan oleh raja iblis "ucap Ezra
"Karna Itu kami datang kemari atas permintaan Adelio untuk menjemput anda pulang agar bisa menenagkan semua orang" ucap Ezra.
Lisia yang kaget mendengar hal tersebut membuat Lisia merasa bersalah karna tidak memikirkan keputusan yang telah ia ambil dan menimbulkan kepanikan bagi kerajaan magixion.
"Baiklah saya akan kembali Kekerajaan Magixion"ucap Lisia.
"Ukh! "Lisia merasa kesakitam karna Kyler menggenggam tangannya begitu erat.
"Kalau begitu mari kita segera pulang Lisia"ucap Oliver.
"Tidak! Saya tidak akan pulang sekarang, saya akan kembali esok pagi"
Oliver dan Ezra terkejut mendengar keputusan Lisia.
"Tapi Lisia anda harus kembali sekarang" ucap Oliver.
"Oliver! Ezra! Saya akan kembali esok. Ini sudah menjadi keputusan saya, tolong sampaikan hal ini pada yang mulia Adelio. Ucap Lisia dengan ekspresi dingin.
Oliver dan Ezra yang kaget akan perkataan Lisia yang sudah bertekat tersebut hanya bisa terdiam dan menyetujui akan keputusan Lisia.
"Baiklah saya akan mengatakan keputusan Lisia pada Adelio "ucap Ezra
"Terimakasih kasih Ezra"ucap Lisia dengan tersenyum.
"Jika itu keinginanmu maka saya tidak bisa memaksa. Saya akan menunggu anda didepan hutan forrest , Lisia! "ucap Oliver dengan tersenyum.
"Baiklah"
Oliver dan Ezra kembali memghilang dengan mengunakan sihir perpindahan.
"Apa kau akan kembali Kekerajaan Magixion?"tanya Kyler.
"Iya"
"Begitu ya. Baiklah. "Ucap Kyler dengan ekspresi sedih.
Setelah itu Kyler dan Lisia kembali pulang keistana.
Di depan kamar Lisia
"Terimakasih untuk malam ini Kyler! "ucap Lisia.
"Iya. Kalau begitu saya pergi dulu, selamat malam Lisia! "ucap Kyler.
"Selama malam juga, Kyler! "ucap Lisia
Setelah Kyler pergi , Lisia pun masuk kekamar dan berbaring diatas kasur dengan perasaan yang bingung.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Keesokan paginya
Didepan portal hutan forrest, Lisia yang ingin kembali kedesa agelios, diantar oleh Ivan,David dan juga Kyler.
"Apa anda benar benar harus kembali?"tanya David yang sedang ekspresi sedih.
"Iya. Soalnya semua orang dikerajaan Magixion sedang mengkhawatirkan saya saat ini, jadi saya harus menenangkan mereka, "ucap Lisia
"Rasanya akan sepi jika tidak ada anda dewi"ucap Ivan.
Mendengar perkataan David dan ivan membuat Lisia merasa senang. "Saya akan datang kesini nantinya"ucap Lisia.
David yang mendengar hal tersebut merasa senang dan mulai semangat kembali.
"Tapi jika Kyler mengizinkan saya untuk datang"ucap Lisia yang melihat kearah Kyler.
"Tentu yang mulia pasti mengizinkannya. Benarkan yang mulia? "Ucap David yang melihat arah Kyler dengan wajah memelas.
saat Ivan juga ikut melihat Kyler, membuat Kyler merasa kesal terhadap kedua bawahanya itu.
"Dewi Lisia boleh datang kekerajaan Wishangle kapan pun yang ia mau,"ucap Kyler yang sebenarnya juga suka hal tersebut.
Mendengar Kyler yang telah memberi izinnya, David, Ivan dan Lisia merasa senang mendengarnya.Setelah pamit dengan David, Ivan dan Kyler, Lisia mulai masuk keportal sambil melihat kearah Kyler. Lalu Lisia masuk semakin dalam dan keluar dari hutan Forrest dimana Ezra dan Oliver sudah ada didepan hutan forrest menunggu kedatangan Lisia.
...Terus dukung Redblack....
...Jagan lupa like, comment, share, dan votenya nya, Kilik juga tombol favoritnya....
...Agar redblack terus semangat....
__ADS_1
...Salam cinta dari redblack....