
Chapter selanjutnya
Dirumah Nevan
“Kak udah selesai belum sih, udah mau siang ni”ucap Elis.
“Bentar ini kakak lagi beres beres makanannya”ucap Nox yang sedang memasukan makanan kedalam keranjang.
Tok tok tok
“Eh, siapa yang datang?. Mungkinkah kak Nevan udah pulang?, Lis coba lihat! ”ucap Nox.
“Okey”
Elis lalu segera kedepan sedang Nox melanjutkan memasak makanan kedalam keranjang.
🍁
🍁
Setelah Elis sampai didepan dan membuka pintu, Elis cukup kaget yang mengetuk pintu bukanlah kakak tertuanya melainkan Lisia yang datang.
“Eh!! ”kaget.
“Halo Elis, ”menyapa. “Lagi ngapain?, Nevannya ada? ”tanya Lisia.
“Kak Nevan berburu di hutan Forrest, Elis dan kak Nox lagi siap siap kehutan untuk mengantar makanan buat kak Nevan ”ucap Elis.
“Oh benarkah?, kalau boleh apa kakak juga bisa ikut? ”tanya Lisia.
“Tentu, Elis senang kakak ada disini dan bisa menemani Elis ”ucap Elis yang senang.
Diarah belakang Elis.
“Elis, siapa? Apa kak Nevan yang pulang? ”tanya Nox.
Begitu Nox melihat Lisia, Nox pun kaget. “Oh, ternyata kak Lisia. Ada apa kakak kemari? ”tanya Nox.
“Tentu saja ingin bertemu kalian”ucap Lisia dengan tersenyum.
__ADS_1
“Benarkah? ”tidak percaya. “Nox pikir kak Lisia ingin bertemu kak Nevan ”ucap Nox yang mengoda Lisia.
Lisia terkejut mendengar perkataan Nox yang tepat sasaran. “Gak kok, kakak murni kemari karna ingin bertemu Nox dan Elis ”ucap Lisia yang panik.
“Baiklah, tapi saat ini Nox dan Elis mau kehutan Forrest untuk mengantar makanan kak Nevan, ”ucap Nox.
“Elis juga bilang pada kak Lisia kalau kita akan kehutan, lalu kak Lisia bilang ia ingin ikut juga”ucap Elis.
Mendengar perkataan Elis, Nox langsung terkejut dan melirik tajam kearah Lisia dengan senyum manis seolah oleh mengetahui akan tujuan Lisia. Lisia hanya bisa terdiam dengan ekspresi gelisah dan tidak berani melihat kearah Nox yang memandanginya itu.
“Baiklah, kalau gitu gimana jika kita pergi sekarang, takutnya hari akan mulai siang”ucap Nox.
“Ayo”begitu bersemangat.
Nox dan Elis yang melihat Lisia yang sangat antusias membuat mereka tersenyum, dan Lisia pun merasa malu karna lebih semangat dari pada kedua adiknya Nevan.
Setelah itu Lisia, Nox dan Elis pun pergi menuju kehutan Forrest bersama.
🍂🍂🍂🍂🍂
Diperbatasan desa, ketika Lisia, Nox dan Elis keluar desa melewati menara pengawas, tiba-tiba saja mereka dihentikan oleh penjaga menara disana.
“Saya mau pergi kehutan Forrest menemani Nox dan Elis untuk mengantar makanan kepada kakaknya”ucap Lisia.
Penjag menara itu menatap tajam kembali pada Nox dan Elis. “Maaf dewi, kalau boleh biarkan saya saja yang mengantar mereka, anda tidak perlu melakukan hal tidak berguna ini. Seorang dewi yang terhomat, tidak baik melakukan pekerjaan tidak terhomat ini apalagi menemani mereka berdua, mereka tidak pantas. Saya akan mewakili anda, dan dewi bisa kembali dengan tenang”ucap si penjaga menara dengan nada merendahkan dan meremehkan.
Mendengar perkataan dipenjara menara, membuat Nox kesal dan marah, namun Nox masih menahan penghinaan tersebut. Sedangkan Elis hanya diam sambil mengenggam erat tangan Lisia sambil menunduk kebawah.
Akan tetap diantara mereka, Lisia lebih merasa marah mendengar hal tersebut. Merasa tidak terima dan sudah menahan cukup lama, Lisia mulai mengambil tindakan. Tapi Lisia tetap bersikap tenang dan tidak terbawa emosinya, “Kalian tidak punya hak untuk mengatur apa yang kulakukan dan apa yang tidak boleh kulakukan” Lisia mulai mengeluarkan nada intimidasiny.
“Apa kalian mencoba memerintahkan ku yang merupakan dewi hutan? ,”ucap Lisia dengan ekspresi dingin sambil menatap tajam kearah dipenjara hutan.
Mendengar perkataan Lisia, membuat dipenjara menara terdiam dan mulai takut. “Ma,, maafkan saya dewi, saya tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja,,.. ”terpotong.
“Aku tidak ingin dengar, ”nada tegas. “Hutan Forrest adalah rumahku, jadi kapan pun aku bisa kembali kesana. Kenapa aku harus meminta izin dulu pada kalian untuk pulang kerumah ku”ucap Lisia.
Sipenjara menara kembali dibuat kaget akan kata kata Lisia, karna makna kata yang Lisia ucapkan berarti, "jika membuat dewi murka maka dewi akan pulang kehutan Forrest ". Itulah yang sedang sipenjaga menara tengah pikirkan.
“Sudah, jangan menghalangi jalanku, aku mau kehutan sekarang. Kalian bisa memberi tahukan kepada kepala desa jika aku pergi kehutan, nanti sore aku akan pulang. Bilang pada sipendeta tua dikuil juga agar dia tidak mengkhawatirkan ku”ucap Lisia yang tegas.
“Satu hal lagi, jangan bicara yang macam macam dan menyebutkan nama kedua adik Nevan atau pun Nevan sendiri.Bilang saja aku sendirian kehutan ingin pulang kerumah, kalau aku mendengar perkataan selain itu, awas saja!! ”ucap Lisia dengan nada mengancamnya.
__ADS_1
"B,, baik dewi!, akan kami lakukan sesuai perkataan anda. Kami tidak akan mengatakan apapun”ucap sipenjaga menara yang begitu ketakutan.
Setelah mendengar hal tersebut, Lisia mengajak Nox dan Elis melanjutkan perjalanan mereka menuju kehutan, dimana Nox dan Elis dalam keadaan yang tercenggang karna tindakan yang Lisia lakukan barusan.
Setelah meninggalkan desa dan pergi menuju hutan, Nox yang dari tadi diam, mulai berbicara “Kak Lisia, maaf” ucap Nox.
“Kenapa Nox minta maaf? ”tanya Lisia.
“Karna kami kakak harus mendengar perkataan tidak baik dan melakukan tindakan tegas seperti tadi, nanti jika semua orang membenci kakak karna kami bagaimana? ”tanya Nox yang begitu merasa bersalah.
“Jika mereka membenci kakak, mereka yang rugi doang. Karna kakak adalah dewi hutan yang diutus oleh dewi sebelumnya,siapa yang berani melawan kakak, ”perkataan yang penih percaya diri
“Lagian kakak tidak melakukan kesalahan, mereka pantas mendapatkan atas apa yang mereka lakukan, karna kakak tidak suka melihat kalian diperlakukan seperti tadi. Padahal kalian tidak salah apa apa, ”ucap Lisia.
“Oleh karna itu, kalian tidak perlu minta maaf, kakak lakukan ini karna kalian tidak bersalah sama sekali dan tidak pantas menerima perlakukan seperti tadi. Terlebih kalian berharga bagi kakak seperti keluarga sendiri, jadi sebagai keluarga, kita harus melindungi satu sama lainnya” ucap Lisia yang tersenyum.
“Terima kasih kak Lisia”ucap Elis.
“Sama sama,”tersenyum. “Ayo sekarang kita kehutan! ”ucap Lisia.
“Baik”ucap Nox dan Elis.
Lisia, Nox dan Elis pun melanjutkan perjalan mereka menuju hutan Forrest. Begitu mereka sampai didepan hutan, mereka pun masuk kedalam hutan Forrest.
“Jadi bagaimana cara kita mencari Nevan? ”tanya Lisia.
“Kak Lisia tenang saja, Nox dan Elis sudah buat janji dengan kak Nevan akan bertemu dipohon besar”ucap Nox.
”Pohon besar? ”
”.. (Apa mungkin tempat dimana Nevan menjemputku?) ”ucap Lisia dalam hati.
Lisia, Nox dan Elis pun menuju ketempat janji yang sudah disepkati.
...Terus dukung Redblack....
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....
...Salam cinta dari redblack....
__ADS_1