Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 6 Lisia Diculik


__ADS_3

Dilorong dalam istana



".. (Apa maksud dari pembicaraan Ian dan Oliver menginginkan benda itu adalah yang itu ya? Kalau memang benar, dimana benda itu sekarang?) "ucap Lisia dalam hati yang kepikiran.


".. (Tidak! Tidak! ) "mengelengkan kepala.


".. (Sekarang aku harus fokus, karna aku akan bertemu sang tokoh pria yang ketiga) "ucap Lisia yang mulai tersenyum sendiri.


Lisia yang ada ditengah tengah Oliver dan Ian membuat mereka merasa heran karna melihat Lisia yang tersenyum sendiri sambil memegang wajahnya.


"Saya harap kalian bisa menjaga sopan santun saat bertemu dengan yang mulia, terutama anda tuan Oliver"ucap Ian yang menekan nama Oliver.


"Tentu"


Oliver yang hanya tersenyum akan perkataan Ian, membuat Ian jengkel dan mengabaikannya. Lisia yang merasa bingung akan keduanya mencoba mengingat cerita dinovel.


".. (Apa hubungan Ian dan Oliver begitu buruknya ya? , setauku hubungan Adelio dan Oliver lah yang begitu tidak baiknya)"ucap Lisia dalam hati dengan perasaan bingung.


Tak berlangsung lama Lisia sampai didepan ruang tahta milik Adelio.


Didepan pintu ruang singgasana


Tok tok tok


"Yang mulia! Saya sudah membawa dewi Lisia "


Ian, Lisia dan, Oliver masuk kedalam ruangan dimana Adelio duduk disinggasananya tepat dihadapan mereka.



"Dewi Hutan pemilik Kuil Forrest memberi salam kepada Baginda Raja Adelio Tsarevich Magixion ll, pemilik matahari Kerajaan Magixion Kekasiaran Dracania"ucap Lisia yang meletakkan tangan didadanya sebagai bentuk salam.


Dracania adalah Kekasiaran yang dibentuk dari gabungan Kerajaan Magixion dan Kerajaan Glorantha yang telah ditaklukkan oleh Adelio didalam novel pilihlah aku Diana volume 1,lalu nama Dracania adalah nama yang diberikan oleh Dewi Diana pada Adelio.


"Lama tidak berjumpa.. A D E L I O"ucap Oliver dengan senyumnya sinis.


Ian dan Lisia sontak kaget akan ucap Oliver yang terdengar meremehkan. Namun Adelio hanya tersenyum akan sikap yang ditunjukan oleh Oliver.


"Oh! Aku cukup terkejut kau juga ikut datang kesini Oliver! . Sepertinya kau tidak ingin orang lain mendekati Dewi hutan yang baru ya? "ucap Adelio yang menekan kata Oliver .


"Tentu saja. Aku tidak akan membiarkan Lisia datang sendiri kesini. "Ucap Oliver dengan tersenyum.


"Oh! "


Adelio dan Oliver saling bertatapan satu sama lain seolah olah ada Listrik yang keluar dari mata mereka. Lisia hanya bisa diam memaklumi apa yang terjadi, karna ia tau hubungan Adelio dan Oliver Memang tidak baik.


Lisia memperhatikan Adelio yang ada didepannya.


".. (Adelio Tsarevich Magixion ll, merupakan Raja Kerajaan Magixion. Sebelum Diana pergi ia masih menyandang gelar Putra Mahkota, pria yang memiliki rambut kuning keemasan dan mata biru bagaikan air laut yang jernih merupakan ciri khas keluarga kerajaan) ."


".. (Adelio merupakan tokoh paling romantis saat bersama dengan Diana didalam novel, sekarang dia sudah ada didepan ku. )"ucap hati Lisia yang begitu senang.


"Mmm... "

__ADS_1


Mata Adelio dan mata Lisia saling bertemu. Lisia yang tertegun saat Adelio kembali menatapnya, membuat Adelio berdiri dari singgasananya dan berjalan kearah Lisia. Begitu Adelio ada dihadapan Lisia, ia mengamati Lisia dari atas sampai bawah.


"Hei! Apa yang kau lakukan? "ucap Oliver yang kesal.


"Oliver! Apa benar dia adalah dewi baru yang diutus oleh Diana? "Ucap Adelio yang melihat kearah Oliver.


"Tentu saja! Karna Lisia keluar dari Hutan Forrest sesui dengan pesan yang ditinggalkan oleh Diana "


Adelio kembali memperhatikan Lisia, dan membuat Lisia sedikit marasa gugup karna terlalu dekat dengan Adelio. Saat Lisia mulai merasa senang, Adelio menghancurkan kesenangan Lisia dengan kata katanya.


"Jelek! " ucap Adelio yang berbalik badan dan berjalan kearah singgasana.


".. (Apa?!)"


Lisia yang mendegar perkataan Adelio membuatnya merasa kesal, namun tetap tersenyum sabar.


"Tak kusangka jika Diana akan memilih dewi baru yang begitu jeleknya, apa Diana kehabisan orang yang pantas sampai tidak ada orang lain selain wanita jelek ini?. "


Level kemarahan Lisia semakin meningkat, setiap Adelio mengatakannya jelek.


"Rasanya sangat disayangkan"kembali duduk disinggasana.


Level kemarahan Lisia mencapai maksimal. Oliver yang sempat tidak terima akan perkataan Adelio tersebut, sudah mengepal tangannya dan ingin menghajar Adelio .Tapi dihentikan oleh Lisia yang melihatnya.


"Begitu ya..."ucap Lisia dengan tersenyum.


"Karna saya jelek dan bisa menganggu penglihatan anda, sebaiknya saya pergi saja. Karna sepertinya saya sudah tau urusan anda memanggil saya kesini adalah untuk mengatakan itu saja"ucap Lisia yang dingin.


Adelio terkejut karna tidak menduga jika Lisia akan bersikap berani terhadap dirinya yang merupakan seorang raja.


"Krna urusannya sudah selesai, maka saya akan kembali ke Desa Agelios.Sampai jumpa lagi yang mulia, semoga anda sehat sehat saja dan saya harap kita tidak bertemu lagi "ucap Lisia yang ketus sambil mengenggam tangan Oliver dan berjalan keluar.


Oliver yang tidak percaya dengan sikap Lisia terhadap Adelio begitu senang dan tersenyum puas kearah Adelio. Adelio yang terkejut akan itu marasa panik dan mencoba menghentikan Lisia.


"Tunggu! "


Adelio meminta Lisia untuk berhenti, namun Lisia tidak menghiraukannya dan terus berjalan.


"Dewi Lisia! Saya mohon, tunggu sebentar. Tolong dengarkan penjelasan yang mulia Adelio, dan redakan amarah anda"


Ian juga mencoba memghentikan Lisia, namun Lisia tetap tidak mendengarkannya. Begitu Lisia sampai didepan pintu, Adelio berdiri dari singgasananya dan membuang harga dirinya sebagai seorang raja dan berteriak kepada Lisia.


"Tolong lindungi Desa Taxxsia! "ucap Adelio yang akhirnya membuat Lisia berhenti.


"Sebagai Raja Kerajaan Magixion, Adelio Tsarevich Magixion ll. Meminta tolong kepada Dewi Hutan untuk memperbaiki segel pelindung Hutan Harvest"ucap Adelio dengan begitu lantangnya.


Lisia yang melihat Adelio sampai membukukkan badannya untuk meminta tolong memperbaiki segel pelindung Hutan Harvest, merasa kalau sudah sangat terdesak sekali.


Walau pun Lisia masih merasa kesal namun ia tidak bisa mengabaikannya. Lisia pun mencoba mendengarkan apa yang ingin Adelio sampaikan.


🌺🌺🌺🌺🌺


Desa Taxxsia adalah desa yang sangat dekat dengan Hutan Harvest . Dua hari terakhir ini , para monster keluar dari hutan dan menyerang Desa Taxxsia. Penyebab monster monster itu bisa keluar masih dalam penyelidikan.


Penduduk Desa Taxxsia untuk sementara mengungsi didesa sebelah Desa Xanthi yang dekat dengan Hutan Hollis.Adelio pun sudah mengirimkan semua kesatria kerajaan ke Desa Taxxsia untuk membunuh monster jika mereka keluar lagi dari Hutan Harvest .

__ADS_1


Setelah Lisia mendengar penjelasan dari Adelio, Lisia Kaget akan apa yang telah ia dengar. Lisia pun menyetujui permintaan Adelio untuk memperbaiki segel pelindung Hutan Harvest . Tapi karna hari yang sudah mulai gelap Lisia memutuskan untuk berangkat esok, pagi-pagi sekali.


...*****...


Malam hari


Adelio telah menyiapkan sebuah kamar untuk Lisia, tempat yang begitu mewah dan juga anggun.



Brukk


Lisia berbaring diatas kasur yang begitu empuk itu, sambil berfikir keras mengenai rusaknya segel pelindung Hutan Harvest.


".. (Sebenarnya siapa orang yang bisa merusak segel pelindung Hutan Harvest yang dipasang oleh Diana?)"ucap Lisia dalam hati.


Lisia yang tidak menemukan jawabnya, segera tidur agar bisa bangun lebih awal esok.


🌺🌺🌺🌺🌺


Keesokan paginya, Lisia bersama Oliver dan juga Ian berangkat menuju Desa Taxxsia menggunakan kereta kuda yang dikawal beberap prajurit kerajaan.


Didalam kereta kuda


"Terimakasih Dewi! telah mau membantu Desa Taxxsia. Saya mewakili dari yang mulia Adelio, untuk minta maaf kepada anda atas kejadian kemaren"ucap Ian.


"Sama sama. Saya juga tidak memasukan perkataan yang mulia dalam hati"ucap Lisia dengan tersenyum.


".. (Walau sebenarnya aku ingin sekali memukulnya)"ucap hati Lisia yang sebenarnya kesal.


"Sebagai seorang Dewi, sudah menjadi tanggung jawab saya untuk memperbaiki segel pelindung Hutan Harvest yang telah rusak. " ucap Lisia.


"Anda benar benar memiliki hati yang seluas samundra, tidak seperti orang yang ada disampaing anda"ucap Ian yang menyidir Oliver.


Oliver yang mendengar perkataan Ian membalasnya dengan tersenyum. Lalu mereka berdua mulai perang saraf didalam kereta kuda, membuat Lisia hanya bisa diam melihatnya.


🌺🌺🌺🌺🌺


Perjalanan menuju Desa Taxxsia sudah hampir dekat. Tapi tiba-tiba saja diarah belakang sekelompok orang yang memakai jubah hitam sambil menunggangi kuda, menyerang prajurit dan menghentikan kereta kuda yang dinaiki oleh Lisia.


Pertarungan pun terjadi diantara kedua belah pihak.Ian dan Oliver pun turun untuk membantu prajurit melawan sekelompok berjubah hitam itu, sementara Lisia tetap berada didalam kereta kuda. Tapi saat Oliver dan Ian lengah, pihak lawan berhasil menculik Lisia dan membawanya pergi.


Saat Oliver dan Ian mencoba mengejar, sekelompok berjubah hitam itu melemparkan bola asap dan mereka menghilang seketik dihadapan Oliver dan Ian.


"Sial! Sebenarnya siap mereka? "ucap Ian yang begitu kesalnya.


"Lisia...! "Oliver memandang kearah dimana Lisia pergi.


...Terus dukung Redblack...


...Jagan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....


...Salam cinta dari redblack.


__ADS_1


...


__ADS_2