Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 104 Kebenaran yang terungkap


__ADS_3


Chapter selanjutnya


Nevan lalu mengucapkan permohonan kepada kristal air yang ada dihadapannya itu. “.. (Wahai dewi Nerissa, saya ingin memiliki kekuatan yang bisa menjaga keluarga saya, saya tidak ingin memiliki kekuatan yang menyakiti atau melukai seseorang, tetapi kekuatan yang bisa melindungi dan membantu orang banyak) ”ucap Nevan yang memohon dalam hatinya yang paling terdalam.


Saat kristal air mulai melayang keatas udara dan bersinar, tiba-tiba saja Kristal air tersebut langsung berubah warna menjadi hitam pekat dan akhirnya bola kristal itu langsung kembali kebawah dan tidak bersinar lagi.


Semua orang yang menyaksikan pembangkitan sihir Nevan terheran heran, akan hal yang terjadi tersebut. Begitu juga Nevan yang juga kebingungan dan bertanya tanya akan apa yang terjadi.


Setelah beberapa menit terdiam tiba-tiba saja Nevan merasakan sakit dibagian matanya.


“Ukh,, ”merintih kesakitan.


Nevan lalu memegang kedua matanya yang sakit itu, lalu saat setelahnya darah mulai mengalir dibagian mata sehingga membasahi tangannya, Semua orang langsung terkejut begitu juga pendeta kuil langsung terdiam dalam ketakutan saat melihat warna mata Nevan yang berubah menjadi merah jambu begitu Nevan membuka kedua tangannya yang menutupi matany itu.


Inilah awal mula Nevan mendapatkan warna mata merah jambu. Namun perubahan warna mata pada Nevan masih belum diketahui akan apa penyebabnya.


“Pembawa sial”ucap sang pendeta yang berteriak sambil menunjuk kearah Nevan.


Mendengar perkataan sang pendeta, Nevan langsung terkejut. “Ah!! ”


Semua orang yang ikut hadir dalam upacara pembangkitan sihir tersebut langsung berbisik dan melirik tajam dengan tatapan menjijikan kepada Nevan.


“Desa kita telah mendapatkan kesialan, anak ini akan membawa bencana bagi kita, karna ia merupakan pembawa sial sama seperti si siluman itu ”ucap sang pendeta.


“Usir dia dari desa kita, jangan biarkan pembawa sial itu ada disini” riuh para warga desa agelios.


“Usir, usir usir”


Nevan yang tidak tau akan apapun hanya terdiam akan situasi yang menimpa dirinya, ia hanya bisa menundukan kepala sembari menatap tangannya yang penuh dengan darah yang keluar dari matanya tadi.


Ayah Nevan yang menyaksikan putranya dicaci maki langsung menghapiri Nevan dan membawanya pergi dari sana. Sedangkan semua orang terus mendesak Nevan dengan hinaan yang begitu kejamnya.


Oliver yang melihat kejadian tersebut hanya terdiam membisu sambil menjukan ekspresi datarnya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Setelah seminggu berlalu sejak kejadian Nevan yang memiliki warna mata merah jambu saat pembangkitan sihir, semua orang langsung membenci akan kehadiran Nevan.


Begitu juga para klan siluman kelinci lainnya, langsung memandangi Nevan dengan tatapan dingin dan menjauhi Nevan jika bertemu. Sejak itulah Nevan tidak memiliki teman dan selalu sendirian.

__ADS_1


Sementara Oliver memang sering bertemu dengan Nevan, namun ia selalu cuek dan mengabaikan Nevan. Saat mereka bertemu ditepi danau pelangi, disitulah Nevan mengetahui alasan Oliver mulai menjauhinya dan juga alasan Nevan mendapatkan warna mata merah jambu .


“Oliver, kenapa kau melakukan hal ini? ”tanya Nevan.


“Apa yang sedang kau bicarakan?, aku tidak mengerti” ucap Oliver dengan dinginnya.


“Oliver, bukankah kekuatan sihir mu ada tiga?, kenapa kau tidak memberi tahukan pada semua orang? ” ucap Nevan.


Oliver terdiam untuk beberapa saat karna perkataan yang ia ajukan “Ternyata kau bisa melihat hal yang tidak bisa dilihat oleh orang lain rupanya, tapi memangnya kenapa, toh semua orang tidak akan tau”ucap Oliver dengan penuh percaya dirinya.


“Apa kekuatan sihir ketiga mu itu, kau merusak upacara pembangkitan sihir miliku? ” tanya Nevan.


“Kalau aku bilang iya bagaimana? ”ucap Oliver tersenyum puas dengan ekspresi merendahkannya.


Nevan langsung terkejut mendengar perkataan Oliver, “Kenapa?, kenapa kau lakukan itu padaku?, aku ada salah apa padamu? ” tanya Nevan yang berteriak.


“Kesalahanmu adalah mencoba melampai ku, aku paling tidak suka jika ada orang didepan ku, dan kau” menunjuk kearah Nevan.


“Mencoba bersaing dengan ku, karna itu aku sangat membencimu Nevan ”ucap Oliver.


“Bersaing?! ”kebingungan. “Apa yang kau maksud Oliver?, aku tidak pernah bersaing denganmu. Kenapa kau bisa berfikir seperti itu"ucap Nevan yang tidak mengerti.


“Nevan, Nevan, kau sungguh temanku yang sangat polos. Apa kau pikir aku tidak mengetahui akan dirimu, kau selalu baik pada semua orang untuk mengincar posisi kepala desa selanjutnya dariku, bukan? ”ucap Oliver.


“Bohong, kalau begitu kenapa kau selalu bersikap baik dan mencari perhatian orang orang desa! ”teriak Oliver yang begitu marahnya.


“Oliver, apa yang salah dari itu?, aku hanya menolong orang yang memerlukan pertolongan saja, untuk apa aku mengincar posisi kepala desa? . Yang pantas menjadi kepala desa hanya dirimu Oliver, aku tidak pantas”ucap Nevan.


“Memang benar, tapi karna dirimu semua orang membicarakan kalau kau lebih pantas menjadi kepala desa selanjutnya, karna perbuatan mu semua orang memperhatikan mu dari pada aku. Apa kau paham sekarang? ”ucap Oliver.


“Ah?! ”terkejut. “Aku minta maaf Oliver, aku tidak bermaksud untuk melakukan itu semua. Maafkan aku” ucap Nevan.


“Aku tidak butuh maaf darimu, karna sekarang aku gak perlu memikirkan apapun. Sebab kau sudah menjadi pembawa sial desa agelios ”ucap Oliver.


Mendengar perkataan dari Oliver, Nevan langsung terkejut dan terdiam karna tidak percaya akan apa yang ia dengar dari temannya itu. “Kenapa kau bisa mengatakan hal seperti Oliver? , aku tidak salah apapun”ucap Nevan.


“Memang benar kau tidak salah apapun, tapi warna matamu itu yang bermasalah. Aku yakin sebentar lagi keluarga mu pasti akan diusir dari desa karna mu Nevan, karna matamu”ucap Oliver yang tersenyum puas.


Mendengar perkataan dari Oliver Nevan langsung bergegas kembali pulang kerumah. Begitu ia sampai, Nevan terkejut melihat rumahnya dikerumuni oleh warga desa agelios.


“Ayah, ibu! ”teriak Nevan.

__ADS_1


“Sayang”



Amalthea, ibu Nevan, Nox dan Elis. Merupakan siluman kelinci wanita yang cantik, lembut dan penyayang.


Nevan terkejut melihat ibunya yang terduduk ditanah, “Ibu tidak apa apa? ” tanya Nevan yang mencoba membantu ibunya yang berdiri.


“Ibu baik baik saja sayang”ucap Amalthea.


“Dimana ayah, Nox dan Elis? ”tanya Nevan.


“Nox dan Elis pergi mengikuti ayahmu kehutan mencari kayu bakar sayang” ucap Amalthea.


“Hei Nevan, kau dan seluruh anggota keluarga mu harus pergi dari desa ini. Kalian tidak pantas berada disini, karna hanya akan membawa bencana bagi desa agelios ”riuh para warga desa.


“Sebenarnya apa salah ku dan keluarga ku?, kami tidak melakukan apapun”ucap Nevan yang berteriak.


“Nevan sayang, sudahlah nak. Lebih baik kita mengemas barang barang kita, dan pergi. Setelah itu kamu susul ayahmu dihutan”ucap Amalthea.


“Tidak ibu, kita tidak akan pergi. Kita tidak melakukan apapun yang salah sama sekali, jadi untuk apa kita harus pergi” ucap Nevan.


“Dasar tidak tau diri, masih berani melawan.” teriak warga desa. “Hei Nevan, kau memiliki warna mata pembawa sial diklan siluman kelinci kalian, apa kau tidak tau akan hal itu? ” ucap salah satu warga desa.


Nevan memperlihatkan ekspresi bingung karna tidak mengetahui apapun. “Sepetinya orang tuamu tidak menceritakan apapun tentang mata itu rupanya. Baiklah, kami yang akan memberi tahukannya padamu akan kau sadar”ucap salah satu warga desa.


“Tolong hentikan, masalah itu biarkan saya dan suami saya yang menceritakannya. Tolong beri kami waktu sampai suami saya kembali dari hutan, setelah itu kami akan pergi” ucap Amalthea.


“Cih, baiklah. Kami akan memberikan waktu kalian sampai besok, jika kalian tidak pergi kalian akan tau akibatnya ” ucap salah satu warga desa.


Lalu semua warga desa pun meninggalkan rumah Nevan.Nevan hanya bisa terdiam dalam kebingungan karna mendengar perkataan dari warga desa tantangan warna mata miliknya.


Seperti apakah cerita sebenarnya dari balik mata merah jambu yang akan dicerikan oleh kedua orang tua Nevan?...


Kita lanjutin dichapter selanjutnya, bye.....


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....


...Salam cinta dari redblack....

__ADS_1



__ADS_2