
Keesokan paginya
Dikerajaan Magixion, seorang kesatria yang menunggangi kudanya dengan begitu cepat menuju keistana. Lalu ia bergegas pergi keruanga singgasana dimana Adelio,Oliver, Ezra, dan Nevan ada disana.
Kesatria tersebut berlutut dihadapan Adelio. "Hormat kepada matahari kekaisaran Dracania!, yang mulia! Saya telah menemukan lokasi dimana para pedagang yang mengirim barang barang menuju Kerajaan Wishangle. Namun untuk bisa masuk kedalam,para pedagang masih harus diperiksa dengan cukup ketat. Yang mulia! "
Adelio pun mencoba berfikir untuk mencari cara agar bisa mengirimkan pasukan Kerajaan Magixion untuk menyusup kedalam Kerajaan wishangle, tanpa ketahuan oleh Kyler untuk menyelamatkan Lisia.
"Cukup aku sendiri yang akan menyelamatkan Lisia! Tidak perlu mengirim Begitu banyak orang kesana"ucap Ezra.
Mendengar hal tersebut membuat Oliver merasa kesal."Apa maksudmu kau ingin pergi sendirian? Kau ingin terlihat seperti pahlawan, agar Lisia yang melihat merasa terharu lalu memilihmu. "ucap Oliver.
"Kenapa kau kelihatan tidak suka? Bukankah malam itu kau sangat percaya diri, apa sekarang kau sudah membuang kepercayaan dirimu itu ? "Ucap Ezra yang menyindir Oliver.
mendegar hal tersebut membuat Oliver merasa kesal, lalu Adelio yang tidak bisa diam begitu saja melihat pertengkaran Oliver dan Ezra mencoba mengakhirinya.
"Baikla Ezra! Aku setuju akan usulanmu"ucap Adelio.
"Aku tidak setuju!" ucap Oliver dengan tegas dan membuat Adelio sedikit kesal.
"Oliver! Aku tau apa yang sedang kau pikiran kan saat ini, tapi kau tidak berhak untuk menolak karna disini akulah rajanya"ucap Adelio dengan nada intimidasi.
Oliver pun terdiam mendengar akan perkataan Adelio "Cih! ". Sedangkan Nevan hanya terdiam selama pembicaraan Adelio, Ezra dan Oliver.
"Ezra memiliki kemampuan kegelapan yang memudahkannya untuk menyusup dengan mudah baik dirumah bangsawan seklipun, dari semua anggota bulan sabit lainnya kemampuan Ezra tidak bisa diremehkan"
Oliver yang tidak suka mendegar hal tersebut memandang kearah Ezra dengan tatapan sinisnya.
"Dengan kemampuannya itu, mungkin Peluang untuk menyusup kedalam Kerajaan Wishangle dan menyelamatkan Lisia akan lebih besar. Lalu selama Ezra menyusup kita akan mengaluhkan perhatian Kyler dengan menyerang secara tiba-tiba dan membuat Kyler bahwa kita datang untuk merebut Lisia kembali.
"Karna itu Oliver! Buang pikiran mu mengenai masalah itu, karna menyelamatkan Lisia lebih penting. "ucap Adelio dengan nada mengintimidasi Oliver.
Oliver pun hanya bisa diam dengan perasaan kesalnya karna tidak bisa berbuat apapun.Lalu mereka mulai melakukan rencana penyelamatan Lisia, Adelio memerintahkan Nathan nama kesatria tadi untuk mengumpulakan semua pasukan kesatria lainnya.
Sedangkan Ezra, Oliver dan Nevan kembali Kedesa Agelios untuk memberi tau kan pada prajurit Agelios dan anggota bulan sabit lainnya untuk ikut membantu pasukan Kerajaan Magixion.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Setelah semuanya sudah siap ,seluruh pasukan berangkat menuju Kerajaan Wishangle dengan bantuan para penyihir menggunakan sihir teleportasi untuk memindahkan semua pasukan.
Saat sampai Dihutan Griland yang tidak jauh dari lokasi Kerajaan Wishangle yang dilindungi oleh sebuah penghalang yang dipasang oleh Kyler sendiri, terlihat pedagang pedagang dari berbagai daerah masuk kedalam Kekerajaan Wishangle.
"Jadi apa rencana mu Ezra? "Tanya Adelio.
"Aku akan menyusup diantara kereta kuda pedagang disana, sampai matahari terbenam kalian harus menyerang Kerajaan Wishangle agar aku dan Lisia bisa melarikan diri saat itu. " ucap Ezra.
"Baiklah"
Setelah Adelio setuju akan rencana Ezra, Ezra pun pergi sambil menyembunyikan keberandaannya dan bersembunyi dalam salah satu kereta milik pedagang. lalu mereka masuk kedalam Kerajaan Wishangle setelah melewati pemeriksaan.
"Oliver! Dimana Nevan? Apa dia tidak ikut?"tanya Adelio.
Saat Adelio bertanya mengenai Nevan, Oliver merasa tidak suka dan mengatakan"Ia bilang kalau dia tidak ingin menjadi beban karna masih belum membangkitkan kekuatan sihirnya"
Adelio yang mendengar perkataan Oliver merasa tidak percaya dan mencurigai"Kau tidak melarang Nevan atau mengatakan sesuatu yang membuatnya tidak ikut membantu menyelamatkan Lisiakan? ."
"Tentu saja tidak. Dia sendiri yang mengatakan pada bahwa dia tidak ingin ikut"ucap Oliver.
"Kukira kau membuatnya tidak ikut membantu karna jika Nevan tidak kelihatan oleh Lisia maka Lisia akan berfikir bahwa Nevan tidak peduli akan dirinya. Lalu Lisia pun akan mengeluarkan Nevan dalam hak untuk mendapatkan kristal pelangi, dan kau bisa merasa puas karna telah menyingkirkan satu penghalang bagimu. Bukan kah begitu Oliver!"ucap Adelio yang menyindir.
Setelah mendengarkan perkataan Adelio, Oliver pun tertawa keras"Hah! Seterah jika aku tidak percaya Adelio! Aku tidak peduli "ucap Oliver dengan sombongnya.
...*****...
"Ya baiklah anggap saja aku percaya"ucap Adelio dengan nada merendahkan Oliver.
__ADS_1
Oliver yang merasa kesal mencoba untuk bersikap tenang dan tidak memperdulikan ucapan Adelio.
"... (Adelio sialan! Awas saja ) "ucap Oliver dalam hati.
Kerajaan Wishangle
Disisi lain diruang kerja milik Kyler, Lisia yang sedang minum teh sendirian sembari melihat Kyler, Ivan dan David yang sedang berkeja.
"... (Kenapa aku bisa ada disini sih?)" perasaan canggung."... (Padahal aku ingin tidur lebih lama tadi. )"ucap Lisia yang menghela nafas panjang.
Flashback
Setelah melihat festival malam itu. Pagi harinya Lisia bermaksud untuk tidur lebih lama krna merasa kelelahan. Tapi seorang pelayan tiba-tiba saja datang kekamar Lisia, dan mengatakan jika Kyler memanggilnya untuk datang keruang kerjanya sekarang.
Akhirnya Lisia terpaksa bersiap siap dan pergi keruang kerjanya Kyler. Tapi sesampai disana , Lisia hanya menunggu sambil minun teh dan hanya memperhatikan Kyler,Ivan dan David bekerja dan tidak ada yang mengajak Lisia berbicara sama sekali.
Flashback selesai.
"... (Dasar! harusnya katakan sesuatu, kenapa aku dipanggil kesini? dan bukan malah diabaikan seperti ini) "ucap Lisia yang kesal sambil menatap tajam kearah Kyler.
Saat Kyler melihat Lisia, Lisia membalas dengan senyum. Lalu Kyler kembali fokus mengerjakan dokumen yang menumpuk diatas mejanya.
"... (Dia!...Sengaja Mengabaikanku)"ucap Lisia dalam hati dengan perasaan yang membara.
Ivan dan David menyadari jika Lisia sedang marah hanya bisa diam, sedang kan Kyler yang juga tau tapi pura pura tidak tau. Dengan perasaan kesal Lisia mengerutu mengatai Kyler sambil memakan kukis sampai kukis tersebut hancur, karna Lisia membayangkan kukis tersebut adalah Kyler.
David yang melihat Lisia yang begitu marahnya mencoba berbisik pada Ivan yang ada di sebelahnya.
"Wahh seperti dewi benar benar marah"ucap David.
"Itu karna yang mulia pura pura tidak tau akan dewi"ucap Ivan.
"Apa kita perlu ikut campur ? "Tanya David.
"Mmm Entahlah"ucap Ivan yang sedikit ragu.
"Apa kalian berdua bisa diam! " ucap Lisia menatap tajam.
Ivan dan david yang terkejut terdiam kembali karna dimarahi oleh Lisia, lalu Kyler yang tidak sengaja memperhatikan Lisia mencoba manahan tawanya tapi ketahuan oleh Lisia.
"Apa anda akan tertawa terus seperti itu dan mengabaikan saya lagi? "ucap Lisia yang nada sinisnya pada Kyler.
Kyler menatap Lisia dan menghela nafas panjang dengan terseyum tipis. Lalu Kyler kembali mengerjakan dokumen dan mengabaikan perkataan Lisia.
Setelah beberapa menit Kyler mengatakan pada Lisia. "Saya sedikit sibuk dan tak ada waktu untuk melayani anda"ucap Kyler.
Lisia yang mendengar perkataan Kyler membuat Lisia makin kesal.".. (Apa! Jika kau sibuk kenapa aku dipanggil kesini) "ucap Lisia .
Ivan dan david hanya bisa diam dan tidak ikut campur melihat Lisia yang begitu marahnya karna Kyler memang mengabaikan Lisia.
Lisia hanya bisa duduk sambil minun teh kembali dengan ekspresi kesal dan berguman mengatai Kyler. Kyler yang melihatnya tersenyum tipis sambil memperhatikan tingkah kesalnya Lisia.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Setelah waktu menunjukan tengah hari , tiba-tiba saja seorang pria berjubah hitam muncul disamping Kyler dan mengatakan sesuatu dengan berbisik ditelinga Kyler.
Ekspresi Kyler yang mendegarkannya berubah menjadi dingin dan kesal. Lalu setelah Kyler mengatakan sesuatu pada pria berjugah itu, ia pun menganggukan kepalanya dan lalu menghilang.
Setelah itu Kyler berjalan kearah Lisia dan mengulurkan tangannya pada Lisia.
"Ayo! "Ucap Kyler yang mengajak Lisia.
Lisia yang sedikit bingung akan sikap Kyler yang tiba tiba itu hanya bisa menggapai tangannya tanpa bertanya apapun pada Kyler.
Lalu Kyler memerintah Ivan dan David pergi untuk melakukan sesuatu, dan membuat Lisia semakin bingung. Setelah Ivan dan David menghilang, Kyler membawa Lisia kembali kekamarnya.
__ADS_1
"... (Sebenarnya apa yang terjadi?)"ucap Lisia yang sedang bingung.
Begitu sampai Kyler langsung memasang sihir diseluruh ruangan, Lisia yang heran mencoba bertanya pada Kyler.
"Apa yang anda sedang lakukan sekarang Kyler? "ucap Lisia yang penasaran.
"Mereka sudah datang"ucap Kyler dengan nada sedikit lesu.
"Mereka! Apa maksud anda adalah pihak dari Kerajaan Magixion? "Tanya Lisia.
Kyler berbalik dan melihat arah lisia. Lisia yang sedikit terkejut dengan ekspresi yang Kyler pasang hanya bisa terdiam.
"Jangan keluar apapun yang terjadi, mereka tidak akan menemukan mu disini"ucap Kyler.
Setelah Kyler pergi dan meninggalkan Lisia sendirian didalam kamar, Lisia mulai berfikir dan mulai senang, karna Adelio , Oliver, Ezra dan Nevan akan datang menyelamatkannya.
Lisia yang senang bisa diselamatkan oleh para tokoh pria seperti dinovel romantis lainnya, berbaring dikasur sembari memeluk bantal dengan tersenyum sendiri.
Namun tiba-tiba saja Lisia terdiam kembali mengingat jika ia kan meninggalkan kerajaan wishangle yang sangat ia sukai. Perasaan senang dan juga cemas dirasakan oleh Lisia, saat Lisia yang melihat ekspresi Kyler tadi yang kelihatan sedih.
"Kenapa Kyler memasang wajah sedih seolah sesuatu miliknya akan diambil? "Ucap Lisia yang merasa heran.
Lisia yang marasa sudah cukup nyaman atau dibilang sudah nyaman, membuatnya tidak ingin meninggalkan Kerajaan Wishangle yang mana Lisia mendapatkan sesuatu yang ia tidak dapatkan selama Didesa Agelios atau Kerajaan Magixion.
Lisia merasa bingung akan keputusan yang harus dibuat , mengingat bahwa Kerajaan Wishangle tidak terlalu banyak diceritakan didalam novel. Karna Kyler yang pernah memaksa Diana untuk tetap tinggal Dikerajaan Wishangle membuatnya tidak ingin datang lagi kesini.
Hal itu membuat Lisia simpati, karna seharusnya yang akan menjadi tempat romantis antara Kyler dan Diana hanya berakhir dengan luka dan juga kebencian.
Karna itulah Lisia ingin tetap tinggal dikerajaan wishangle, dan melihat tempat -tempat yang belum Lisia ketahui. Tapi Lisia juga tidak bisa menolak jika Kerajaan Magixion datang membawanya kembali.
Jika Lisia melakukan hal tersebut kemungkinan yang akan terjadi adalah perang antar kedua kerajaan.
...*****...
".. (Aarggh... Aku bingung) "teriakan tanpa suara.
".. (Aku harus memikirkan jalan keluar untuk tokoh novel jahatku ini. Harus!)" ucap Lisia dengan semangatnya.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Saat matahari sudah terbenam pasukan Kerajaan Magixion menyerang Kerajaan Wishangle, namun hal itu sudah diketahui oleh pihak lawan. Kerajaan Wishangle mulai mengerahkan semua pasukan mosternya, dan kedua pasukan kerajaan saling bertarung satu sama lain.
Pertarungan antara Kyler dan Adelio, Beserta kedua pasukan kerajaan berlangsung cukup sengit hingga hari mulai gelap. sampai Kyler yang merasa ada yang sedikit ganjil karna anggota bulan sabit lainnya ikut membantu namun ia tidak melihat keberandaan Ezra berada.
Akhirnya saat Kyler mulai menyadari jika ini hanya umpan untuk mengalihkan perhatianya.Kyler mencoba untuk pergi menuju istana,namun Adelio menghalangi langkah Kyler.
"Menyingkir! "ucap Kyler dengan nada marahnya.
"Aku tidak akan membiarkan mu pergi begitu saja"ucap Adelio yang mengunakan kekuatan cahayanya.
Kyler yang mencoba menahan serangan Adelio mendapat luka dibagaian tangan. Saat Adelio mulai melakukan serangan kedua dan Kyler tidak bisa menghindarinya, Ivan muncul dan menangkis serangan Adelio.
"Yang mulia pergilah! Biar saya menghadapi raja Adelio"ucap Ivan yang menyerang balik Adelio.
Setelah itu Kyler pergi menuju istana dengan tergesa gesa, ia langsung menuju kekamarnya Lisia. Namun semuanya terlambat, Ezra yang ternyata sudah ada disamping Lisia membawa Lisia pergi menggunakan sihir perpindahan.
Kyler hanya bisa terdiam duduk dilantai dengan perasaan kesal yang bercampur sedih. Beberapa saat setelah Lisia dibawa pergi oleh Ezra, seluruh pasukan Kerajaan Magixion mundur dan pergi dari Kerajaan Wishangle.
Ivan dan David bergegas menuju tempatnya Kyler dan mereka melihat Kyler yang duduk dilantai dengan perasaan yang sangat sedih, karna Lisia sudah dibawa pergi. Ivan dan David yang ada disamping Kyler hanya bisa diam dan tidak bisa melakukan apapun untuk Kyler.
Lalu tiba-tiba saja diarah belakang mereka.
...Terus dukung Redblack....
...Jagan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya....
__ADS_1
...Agar redblack terus semangat....
...Salam cinta dari redblack....