
Chapter selanjutnya
Diistana Kerajaan Magixion
Ian yang baru kembali, langsung pergi menuju keruang kerjanya Adelio. Begitu Ian masuk kedalam, ia terkejut melihat Adelio yang sudah terkapar diatas meja dengan dokumen yang begitu banyak dilantai dan diatas meja.
Menyadari kedatangan Ian "Oh Ian kau sudah pulang"ucap Adelio yang tidak bertenaga lagi.
"Apa anda baik baik saja yang mulia? " tanya Ian
"Ya aku baik baik saja, karna kau sudah kembali tolong susun semuanya berdasarkan yang penting. "Ucap Adelio yang beranjak dari tempat duduknya.
"Apa semua ini sudah diselesaikan yang mulia? " tanya Ian.
"Sudah, kamu hanya tinggal menyusunnya saja"ucap Adelio.
"Baiklah, "ucap Ian dengan ekspresi yang berbinar binar karna tidak minta berkerja lagi.
Ketika Adelio udah mau keluar,ia berhenti didepan pintu. "Ian! "
"Iya yang mulia? "Sedang membereskan dokumen.
"Siapkan acara minum teh yang akan diadakan seminggu lagi, undang semua nona bangsawan yang ada. Acara itu harus sempurna dan tidak boleh ada yang kurang,"ucap Adelio.
"Apakah ini untuk dewi Lisia yang mulia? " tanya Ian.
"Iya, tapi bukan hanya itu saja. Acara ini penting untuk mengetahui dalang dari orang yang mencoba membunuh Lisia, karna itu kuserahkan semuanya pada mu Ian"ucap Adelio.
"Baiklah yang mulia, serahkan saja semuanya pada saya"ucap Ian.
"Satu hal lagi, siapkan semua yang diperlihatkan untuk Lisia, dari pakaian, perhiasan, semuanya agar Lisia terlihat cantik "ucap Adelio.
"Baik yang mulia"
"Kalau begitu aku pergi dulu "ucap Adelio yang pergi meninggalkan ruang kerjanya.
"Selamat istirahat yang mulia"
Setelah Adelio pergi, Ian melanjutkan mengemas dokumen yang ada.
__ADS_1
"Baiklah, aku harus menyelesaikan pekerjaan ini lalu segera membuat persiapan untuk acara minum teh untuk dewi"ucap Ian yang begitu semangat.
🍂🍂🍂🍂🍂
Didesa Agelios
Lisia yang sedang melakukan doa bersama para pendeta lainnya dan penduduk desa agelios. Setelah selesai doa, Lisia kembali kekamarnya untuk menukar baju biasa.
"Hah"menghela nafas, "Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan yang lainnya setelah hari pesta bersama malam itu. Begitu mereka pulang, tidak ada kabar apapun dari mereka, apa mereka sudah melupakan ya? "Ucap Lisia yang melihat keluar jendela.
Lisia sedang memikirkan karakter prianya yaitu Adelio, Ezra dan Kyler yang tidak pernah terlihat setelah peristiwa Lisia yang hampir kehilangan nyawa dan juga hampir diracuni oleh seorang.
"Padahal dinovel Ezra selalu mengunjungi Diana malam malam, tapi Ezra tidak pernah melakukannya padaku"merasa sedih. "Kalau dipikir pikir untuk apa Ezra melakukan hal itu,kan aku dan Ezra tidak terlalu dekat juga, kami hanya sebatas teman. Tapi aku sedikit kecewa karna kami hanya sebatas teman"ucap Lisia yang tidak semangat.
"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan,"semangat kembali. "Lebih baik aku kerumah Nevan saja, dari pada di kuil terus gak ada kerjaan, setidaknya aku bisa mengebalikan mood ku saat melihat Nevan yang tampan "ucap Lisia yang begitu senangnya.
Saat Lisia memikirkan Nevan yang tampan, tiba-tiba saja Oliver terlitas dipikiran Lisia. "Tunggu, kenapa aku malah memikirkan Oliver, memang sih dia tampan dan keren, tapi dia kan sudah punya tunangan. Jadi, aku gak ingin terlibat diantara hubungan mereka, nanti malah akan memusingkan buatku jika terjadi kesalahanpahaman dengan Clara "
"Untuk sekarang aku harus menghindari berduaan dengan Oliver jika bukan hal penting yang menyangkut desa, agar Clara gak cemburu atau dendam padaku"ucap Lisia.
Lisia sebenarnya sudah tau sejak Oliver dekat dengannya, Clara mulai bersikap dingin dan juga sedikit acuh tak acuh padanya. Lisia tau jika Clara tidak menyukai dirinya karna cemburu melihat oliver lebih memperdulikan Lisia dari pada dirinya yang merupakan tunangan Oliver.
Walau Lisia sudah berusaha untuk tidak terlalu dekat dengan Oliver dan tidak terjadi kesalahpahaman yang makin membesar, Lisia terus menghidari bertemu dengan Oliver secara berduaan.
Tak berselang waktusetelah Lisia pergi, Oliver pun datang keruang kamar Lisia. Jadi mereka tidak bertemu karna Lisia mengambil jalan lain.
Tok tok tok
"Lisia!, ini aku Oliver, apa anda ada didalam? " tanya Oliver.
Setelah menunggu beberapa menit dan tidak ada jawab dari dalam, Oliver mencoba memanggil Lisia lagi.
Tok tok tok
"Lisia!, apa anda ada didalam? Saya datang ingin membicarakan sesuatu penting pada anda, "ucap Oliver lagi.
Oliver tidak mendengar balasan atas panggilannya, "Apa Lisia pergi atau masih di ruang doa ya?, tapi saat ini harusnya sudah selesai "ucap Oliver yang sedang berfikir.
Tanpa pikir panjang, Oliver lalu pergi melihat keruang doa untuk mencari Lisia.
__ADS_1
Begitu sampai diruang doa, Oliver tidak melihat siapa pun didalam sana. Lalu Oliver kembali mengelilingi kuil, tapi tidak menemukan Lisia kemana pun. Akhirnya Oliver menyerah, dan kembali menuju kekantor desa.
Sesampainya Oliver dikantor desa, Oliver melihat Clara yang ada didapan kantor. "Clara!, sedang apa dia kemari"ucap Oliver yang begitu tidak sukanya.
Menyadari kedatangan Oliver, "Hai Oliver "ucap Clara.
"Kenapa kau kemari Clara, ada hal apa? " tanya Oliver dengan dinginnya.
Melihat Oliver bersikap dingin kembali padanya membuat Clara tidak senang. ".. (Sejak Lisia kembali kedesa , Oliver kembali bersikap dingin padaku) "ucap Lisia dalam hati yang lagi kesal.
"Tentu saja aku membawa makan siang buat mu, sudah hampir tengah hari jadi kamu gak boleh telat makan walau sesibuk apapun"ucap Clara yang tersenyum manis.
Oliver dan Clara masuk kedalam kantor berjalan menuju keruang kerjanya Oliver.
"Tapi ngomong ngomong Oliver, kamu habis dari mana? "Tanya Clara.
"Untuk apa kau tau setiap kegiatan yang kulakukan, "ucap Oliver.
"Tentu saja aku harus tau, aku adalah tunangan mu."ucap Clara.
"Benar, kita adalah tunangan. Tapi hanya sebatas tunangan dan belum menikah apalagi menjadi suami istri, karna itu jangan mengaturku atau bertanya hal pribadi tentangku, karna aku gak suka mengerti "ucap Oliver yang memperlihatkan ekspresi marahnya pada Clara.
Melihat Oliver memarahi nya, Clara merasa kesal karna Oliver kembali dingin setelah Lisia kembali, Clara merasa semua sikap Oliver yang berubah semua karna Lisia. Tapi Clara mencoba untuk bersabar dan tidak marah, "Baiklah, lagian tidak lama lagi kita juga akan menikah. Jadi aku akan bersabar untuk kali ini, setelah kita bersama apapun yang kamu lakukan aku harus tau"ucap Clara.
"Kau cukup percaya diri sekali jika kita akan menikah " ucap Oliver dengan nada meremehkan.
"Tentu saja,"percaya diri. " Karna rekaman itu masih ada pada ku Oliver, apa kau lupa Oliver. Dengan adanya itu, maka mau tidak mau kau akan menikah dengan ku, atas perintah ayahku"ucap Clara.
Mendengar perkataan Clara, membuat amarah Oliver mencapai puncak. Namun Oliver tidak bisa berbuat apapun dan hanya diam sambil menahan kekesalannya.
"Baiklah, kau menang sekarang. Sekarang berikan padaku makanannya "Ucap Oliver.
Mendengar permintaan Oliver, Clara kembali senang "Ayo makan bersama "ucap Clara.
"Ok"tersenyum.
".. (Tunggu saja Clara, setelah aku mendapatkan rekaman itu dari tangan mu, maka saat itu juga aku akan memutuskan semua hubungan kita, lalu aku akan bisa bersama Lisia) "ucap Oliver dalam hatiny dengan pikiran yang begitu licik.
...Terus dukung Redblack....
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....
__ADS_1
...Salam cinta dari redblack....