
Chapter selanjutnya
Setelah selesai mengemasi, Nevan dan Gelard langsung kembali kedesa dan kembali pulang kerumah mereka.
Saat sampai dirumah, terlihat Amalthea yang tengah berdiri didepan pintu seolah mencemaskan akan sesuatu. Saat Amalthea melihat suami dan anaknya, ia langsung langsung menghampiri mereka.
“Kalian berdua pergi kemana malam begini, ha?”tanya Amalthea dengan perasaan cemas yang begitu luar biasanya.
“Tenanglah sayang, kami tadi memindahkan semua barang kerumah baru kita” Galen yang mencoba menenangkan istrinya itu.
“Apa?! Memindahkan barang?, kenapa harus malam malam begini?, bukankah bisa dilakukan esok pagi? ” tanya Amalthea.
“Sebenarnya memang ingin melakukannya besok, tapi takut tidak sempat, ”ucap Gelard yang tertawa kecil. “Sudah sudah lebih baik kita tidur sekarang, aku sudah ngantuk” ucap Gelard lagi yang mencoba menggoda istrinya itu.
Nevan yang hanya melihat kedua orang tuanya yang sedang bermersaan hanya terdiam sambil mengalihkan pandangan, sampai Amalthea yang menyadari akan anak pertamanya yang masih bersama mereka.
“Nak, pergi lah kekamar adik adikmu dan beristirahat. Karna besok pagi kita sudah akan sibuk, ”ucap Amalthea yang menyuruh Nevan.
“Baik bu, Nevan pergi tidur dulu, selamat malam ayah ibu ”ucap Nevan yang langsung meninggalkan kedua orang tuanya.
“Selama sayang”ucap serentak Amalthea dan Gelard.
“Jadi, bisa kita masuk kedalam sayang. Disini sudah semakin dingin sekarang ”ucap Gelard dengan nada mengodanya.
Menyadari mereka masih diluar, Amalthea dan Gelard pun masuk kedalam tumah mereka dan langsung masuk kedalam kamar.
Nevan yang sudah dikamar adik adiknya langsung berbaring disamping Nox dan langsung tertidur lelap bersama kedua adinya itu.
🍁🍁🍁🍁🍁
Kesokan harinya sebelum matahari terbit, Nevan beserta keluarga telah pergi meninggalkan desa menuju kerumah baru mereka. Sesampainya disana, dimana Nox yang digendong oleh Gelard dan Elis digendong oleh Nevan karna mereka masih dalam keadaan setengah sadar, langsung bangun setelah mereka melihat rumah baru yang begitu cantik.
“Ayah, apa ini benar benar rumah kita? ”tanya Elis.
__ADS_1
“Iya ini rumah kita, bagaimana? kalian menyukainya? ”tanya Gelard kembali.
“Tentu saja, rumahnya begitu cantik dan,,,... luar biasa "ucap Elis dengan perasaan semangat.
Sejak itu, Nevan beserta keluarga pun tinggal dengan nyaman dan tenang tanpa cacian dan makian dari warga desa agelios.
Flashblack selesai
Dirumah Nevan tepatnya dikebun belakang Nevan Lisia sedang mengambil sayur sayuran untuk bahan masakan mereka nanti. Lalu terlihat lah Nevan yang termenung seperti memikirkan sesuatu hal yang menganggu konsentrasinya.
Lisia yang melihat Nevan hanya diam saja mencoba untuk menegurnya, “Nevan!, ad masalah apa?, kenapa diam terus? ”tanya Lisia yang memegang pundaknya.
“Saya sedang memikirkan tentang hari pembangkitan sihir Nox dan Elis. Sebentar lagi usia mereka akan memasuki 15 tahun” ucap Nevan yang begitu khawatir karna takut kejadian yang sama menimpa adik adiknya.
Lisia mendengar keluh kesah Nevan juga merasa khawatir karna Lisia juga mengetahui alasan Nevan belum membangkitkan sihirnya dan alasan ia mendapatkan marna mata merah jambu dari novel yang telah ia baca.
Namun satu hal yang Lisia tidak ketahui adalah alasan sebenarnya Nevan gagal mendapatkan kekuatan sihir, Lisia hanya tau Nevan gagal karna dirinya merupakan klan manusia kelinci yang dekat dengan leluhur Nevan dan tidak tahu jika Oliver lah yang menganggalkan pembangkitan sihir Nevan dengan sihir hitamnya. Karna hal tersebut tidak tertulis didalam novel yang Lisia baca, atau bisa jadi menang ada namun Lisia tidak melihst atau tidak diizinkan untuk melihat kisah sebenarnya.
Alasannya mungkin Lisia harus mengetahui hal hal yang sebenarnya dengan langsung merasakannya, seperti Lisia sedang diuji akan hal itu.
“Terimakasih dewi, saya bisa merasa tenang sekarang ” ucap Nevan.
Mendengar Nevan masih memanggil dirinya dengan sebutan dewi membuat Lisia sedikit sedih, “... (Sampai kapan Nevan akan memanggil ku dengan sebeutan dewi terus, apa dia tidak ingin lebih akrab denganku dan memanggil namaku? ) ” ucap Lisia didalam hatinya.
“Iya sama sama ”Lisia hanya bisa memberikan senyum lembut seperti biasanya, karna tidak bisa mengungkit hal yang belum Nevan terima yaitu meminta Nevan memanggil nama miliknya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Setelah selesai memangambil bahan bahan untuk makan malam, Lisia dan Nevan kembali kedapur untuk mulai memasak makan malam untuk mereka nantinya. Lalu Lisia mulai membantu Nevan dengan memotong setiap sayuran yang ada dan langsung memberikan pada Nevan, karna tugas memasak Nevan yang lakukan.
Seperti halnya sepasang kekasih yang baru saja menikah, Nevan dan Lisia terlihat sangat sesari karna melakukan memasak bersama sama sampai membuat para pembaca mungkin sedikit iri akan hal tersebut jika membayangkannya.
Setelah beberapa menit kemudian, mereka pun selesai memasak makan malam mereka, lalu meletakannya diatas meja makan.
__ADS_1
“Akhirnya selesai ” ucap Lisia sambil mengusap pipinya sehingga terdapat tepung disana.
“Dewi, silahkan membersikan diri dulu. Anda bisa menggunakan kamar mandi yang ada dikamar orang tua saya ” ucap Nevan.
“Tapi saya tidak bawa baju ganti.” terdiam“ Kalau begitu saya akan kembali kekuil dulu setelah itu datang lagi kemari” ucap Lisia.
“Jika anda pulang dan kembali lagi, itu akan membuat dewi kelelahan. Kalau boleh, saya ingin menawarkan baju peninggalan milik ibu saya, anda boleh memakainya jika dewi tidak keberangkatan sama sekali ” ucap Nevan.
“Harusnya saya yang berkata seperti itu, jika Nevan tidak masalah sama sekali saya mau mau saja, malahan saya berterima kasih. ” ucap Lisia.
“Baik, kalau begitu mari dewi saya bawa anda kekamar milik orang tua saya” ajak Nevan.
Lisia pun mengingikuti Nevan menuju kekamar milik orang tuanya, sesampainya disana... “Dewi, saya akan mengambil bajunya segara lalu akan saya letakan diatas tempat tidur nanti” ucap Nevan.
“Baikalah”
Lisia pun pergi membersihkan diri dikamar mandi milik orang tua Nevan, sedangkan Nevan mencari baju milik ibunya yang sesuai untuk dikenakan oleh Lisia nantinya. Setelah mendapatkan bajunya, Nevan segara meletakannya diatas tempat tidur dan segera pergi meninggalkan kamar tersebut.
Begitu diluar kamar, Nevan mencoba mencium aroma yang ada ditubuhnya. Merasa ada bau yang tidak sedap, Nevan pun memutuskan untuk segar kembali kekamar untuk mandi.
Setelah beberapa menit kemudian, dikamar orang tua Nevan, Lisia yang telah menyelesaikan ritual mandinya segara keluar kamar mandi dan mengambil pakaian yang ada diatas tempat tidur.
Begitu Lisia melihat pakaianan yang Nevan tinggalkan untuknya, Lisia pun langsung kaget akan pakaian tersebut.
Seperti apa bentuk pakaian yang Nevan berikan pada Lisia?, ingin tau?. Nanti dichapter selanjutnya akan saya beri visual seperti apa pakaiannya, nantikan ya bye.....
...Terus dukung Redblack....
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....
...Salam cinta dari redblack....
__ADS_1