
Chapter sebelumnya
"Maaf jika saya menganggu, kenapa anda sendirian disini? " ucap Lisia.
Wanita tersebut menoleh kearah asal suara yang ia dengar.
"Bukankah dia Clara! Kenapa ia ada disini? " ucap Violet yang berbisik dengan Katania.
"Entahlah aku juga gak tau"ucap Katania yang berbisik.
".. (Jadi namanya Clara?) "ucap Lisia dalam hati.
"Ya mungkin aja ia bertengkar lagi dengan tuan Oliver "ucap Violet.
"Pasti begitu"ucap Katania.
Lisia mencoba mendekati Clara. "Maaf! Jika boleh tau siapa namamu? " ucap Lisia.
"Ha! Anda sungguh tidak sopan ya, apa anda gak diajarkan oleh orang tua anda? Kalau ingin menanyakan nama seseorang harusnya anda memperkenalkan diri dulu dong. Dasar! "ucap Clara dengan nada bengisnya.
Mendengar ucapaan Clara barusan membuat Lisia, Violet dan Katania kaget.
"Clara! Anda sungguh tidak sopan terhadap dewi Lisia, beliau adalah orang yang diutus oleh Dewi hutan sebelumnya. Karna itu minta maaf sekarang juga pada beliau! " ucap Violet yang marah.
"Ha! Minta maaf? Apa kau sudah tidak waras. Ngapain juga aku minta maaf pada dia, yang ku katakan tidak salah sama sekali tu"ucap Clara yang mencemooh.
"Clara kau... "Ucap Violet terhenti.
"Sudah hentikan Violet! Yang ia katakan benar, seharusnya saya yang harus memperkenalkan diri terlebih dahulu. Jadi jangan bertengkar lagi, ok? " ucap Lisia menenangkan Violet.
"Baik dewi! "
"Cih sok baik"gumam Clara.
"Ha! Barusan kau mengatakan apa? " tanya Violet yang marah.
"Aku tidak mengatakan apapun tu"ucap Clara yang acuh.
"Kau ini! "Saat Violet ingin marah Katania menghentikannya.
"Sudah hentikan! Jangan bertengkar lagi"ucap Lisia.
Setelah itu Violet dan Clara berhenti bertengkar.
"Kalau begitu Clara! Perkenalan nama ku Lisia. Senang bertemu dengan mu Clara! "mengulurkan tangan.
"Clara! "Menjabat tangan Lisia. "Tapi aku tidak senang bertemu dengan mu Lisia! " ucap Clara yang menatap tajam kearah Lisia sambil menggengam erat tangan Lisia.
"Ukh! "Lisia yang kesakitan.
__ADS_1
Melepaskan tangan Clara dan Lisia. "Clara anda sungguh keterlaluan. Padahal dewi Lisia sudah baik pada anda, tapi anda malah tidak sopan terhadap beliau "ucap Violet yang marah.
"Aku hanya mengatakan hal yang ada dipikiran ku saja, jadi apa salahnya aku mengatakan hal itu pada orang yang tidak kusukai"ucap Clara dengan sombongnya.
"Kau... "
Saat Violet ingin melakukan sesuatu pada Clara, Lisia menghentikannya. "Sudahlah Violet tidak apa apa "ucap Lisia sambil tersenyum.
Melihat sikap baik yang Lisia tunjukan membuat Clara kesal. "Cih!"Lalu Clara pun pergi meninggalakan Lisia dan juga yang lainnya
Bayangan Lisia bertemu pertama kali dengan Clara selesai.
...*****...
"Tidak apa Clara! aku juga sudah melupakan hal itu. Jadi kau tidak perlu minta maaf, ok? "
"Tidak Lisia! Akulah sangat bersalah. Tidak seharusnya aku membencimu dan berkata seperti itu padamu, karna itu maafkan aku Lisia "ucap Clara
"Baiklah Clara aku maaafkan. Sekarang lupakan saja tentang itu, karna ada hal yang lebih penting saat ini "ucap Lisia sambil tersenyum.
"Baik Lisia"tersenyum kembali.
".. (Cih! Jika aku tidak mengunakan alasan ini untuk menutupi tentang pesta dansa waktu itu, aku tidak akan mau minta maaf kepadamu Lisia) "ucap Clara dalam hati.
"Jadi Lisia hal apa yang ingin kau katakan padaku sampai harus menutup pintu dan jendelanya? " tanya Clara.
"Begini Oliver minta bantuan padaku untuk membawamu ketepi danau pelangi nanti sore, katanya ia ingin memberi kejutan pada mu Clara "ucap Lisia.
"Mungkin saja Oliver gak sempat mencari orang lain dan mengatakanya padaku, saat kami mengantar yang mulia Adelio, Ezra dan Kyler pulang. Lalu karna kita adalah teman dekat, makanya Oliver berfikir meminta bantuan ku adalah pilihan tepat untuk mengajakmu ketepi danau pelangi"ucap Lisia yang tersenyum.
"Begitu ya baiklah. Tapi kejutan apa yang telah Oliver buat untuk ku? "tanya Clara.
"Ya ampun Clara! Jika aku mengatakannya, nanti yang dilakukan oleh Oliver untuk mengejutkanmu akan sia sia dong "ucap Lisia.
"Tapi aku kan penasaran, ayolah Lisia katakan padaku aku janji akan pura pura tidak tau nanti, ya "ucap Clara yang memelas.
"Baiklah akan ku katakan. Sebenarnya Oliver sudah menyiapakan sebuah perahu untuk melihat danau pelangi bersamamu, karna itu Oliver meminta ku untuk mengajakmu ketepi danau"ucap Lisia.
"Benarkah? " tanya Clara.
"Benar. Karna itu kita akan sama sama kesana nanti"ucap Lisia.
"Eh! Lisia juga akan ikut?"tanya Clara.
"Tentu saja. Aku ingin membawa mu langsung sesui permintaan Oliver dan menunjukannya"ucap Lisia dengan tersenyum.
"Baiklah kalau begitu "
".. (Aku yakin Oliver tidak mengajakku melainkan mengajak Lisia untuk melihat danau pelangi, tapi karna Lisia tau aku adalah tunangan Oliver ia tidak ingin terlihat berduaan saja didepan orang lain, makanya ia mengajakku) "ucap Clara dalam hati.
__ADS_1
".. (Kau sungguh licik Lisia didepan kau kelihatan baik tapi dibelakang kau mencoba mencuri kesempatan agar bisa berduaan dengan Oliver, aku tidak akan membiarkan kau merebut Oliver dari ku, tidak akan)"ucap Clara yang kesal.
Flaschblack selesai.
".. (Lihat saja Lisia , aku akan buat kau menyesal karna telah mencoba merebut Oliver dari ku) "ucap Clara.
Lisia, Oliver dan Clara berjalan menuju kearah perahu. Sesampainya diperahu Oliver naik duluan keatas perahu,lalu ia mengulurkan tangannya kepada Lisia.
"Lisia! Kemarilah saya akan membantu anda naik"ucap Oliver.
".. (Kenapa Oliver malah mengulurkan tangannya padaku dan bukannya Clara?) "ucap Lisia yang melihat kearah Clara yang hanya diam.
"Oliver harusnya anda membantu Clara dulu baru saya, karna ia adalah tunangan anda"ucap Lisia yang gelisah.
"Clara adalah wanita tangguh, ia tidak memerlukan bantuan ku dan bisa naik sendiri. Benarkan Clara? " ucap Oliver.
"Tentu saja"tersenyum. "Tenang saja Lisia kalau hanya sebatas ini saya bisa kok"ucap Clara yang langsung naik keatas perahu.
"Nah Lisia! Clara sudah naik. Sekarang giliran anda lagi"ucap Oliver dengan tersenyum.
Lisia yang awalnya ragu ragu mulai menggapai tangannya Oliver dan naik keatas perahu. Lalu Clara hanya melihat dengan perasaan kesal didalam hatinya.
"...(Lisia! aku tidak akan pernah memaafkanmu, akan kubuat kau menderita karna telah merebut Oliver dari ku) "ucap Clara dalam hati yang sedang geram melihat Lisia bersama Oliver.
...*****...
Ketika Lisia, Clara dan Oliver sudah naik keatas perahu ,Oliver mulai mendayung perahu menuju ketengah tengah danau. Sambil melihat bunga teratai yang begitu banyak warna, Lisia menyentuh air sambil melihat pemandangan danau pelangi yang begitu indahnya saat sore hari.
"Lisia! lihatlah, mataharinya sangat indah saat terbenam "ucap Clara.
"Benar, sangat indah sekali"ucap Lisia.
Matahari yang terbenam diarah utara begitu indah dengan warna jingganya yang membuat danau pelangi ikut berubah berwarna jingga.
"Mungkin hal inilah danau ini disebut danau pelangi " ucap Lisia.
"Benar. Bukan hanya bunga teratai yang penuh dengan warna , air danau juga bisa berubah warna saat ada cahaya yang memantul kearah danau, seperti sekarang"ucap Oliver.
"Saat tengah hari warna danaunya akan berubah kuning keemasan, lalu saat dimalam hari dan ada bulan danau akan berubah warna menjadi biru. Itu sangat indah sekali, benarkan Lisia? "Ucap Clara.
"Iya sangat indah"tersenyum. "Karna itulah desa agelios dikenal sebagai desa terindah berkat danau pelangi"ucap Lisia.
"Tenti saja"ucap Oliver.
"Benar sekali"ucap Clara.
Lisia, Clara dan Oliver menikmati matahari terbenam ditengah tengah danau.
...Terus dukung Redblack....
__ADS_1
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....
...Salam cinta dari redblack....