Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 67 Tuduhan palsu.


__ADS_3


Clara yang ingin menemui Oliver pergi dengan perasaan senang, ia singgah kesebuah pedagang buah dan membeli beberapa macam buah. Lalu ia pun langsung menuju kekantor desa.


...*****...


Begitu sampai diruang kerjanya Oliver, Clara melihat Oliver yang begitu fokus mengerjakan begitu banyak dokumen yang terlihat diatas mejanya.



Tok tok tok


"Mmm"Oliver yang menyadari.


"Apa aku menganggu mu Oliver? " tanya Clara dengan suaranya yang lembut.


"Clara! "Tersenyum. "Tidak sama sekali"berjalan kearah Clara. " Ayo masuk! Kenapa malah berdiri didepan pintu? " ucap Oliver yang dengan lebutnya.


Clara lalu masuk dengan perasaan yang berbunga bunga, karna Oliver begitu lembut memperhatikannya.


"Kamu bawak apa? " tanya Oliver yang melihat barang yang bibawa oleh Clara.


"Aku bawa buah buahan. Aku membelinya untuk dimakan bersama"ucap Clara yang menunjukan buah yang ia beli.


"Padahal kau tidak perlu susah susah begini, aku bisa meminta seseorang membelikannya nanti"ucap Oliver yang mengambil bawaan Clara.


"Tidak apa Oliver, ini tidak masalah buat ku"ucap Clara.


"Baiklah kalau Begitu, ayo kita makan bersama akan ku potongkan untuk mu"ucap Oliver yang memegang tangan Clara dan membawanya duduk kekursi.


Clara mengikuti Oliver dengan perasaan senang dan wajahnya yang memerah bagaimana buah tomat yang masak. Lalu Oliver mengeluarkan buah apel dan mengupas kulitnya, setelah bersih Oliver memotong dan menyuapi Clara secara langsung dengan ekspresi senyum manis semanis madu.


Clara yang sedikit ragu , lalu mulai membuka mulutnya dan memakan buah apel yang diberikan oleh Oliver padanya, dengan perasaan malu, Clara hanya bisa melihat kebawah.


"Clara! "Panggil Oliver.


"Iya! " jawab Clara.


"Aku ingin meminta menanyakan sesuatu padamu , apakah boleh? " tanya Oliver.

__ADS_1


"Tentu, kau ingin menanyakan apa padaku, Oliver? " tanya Clara yang begitu semangat.


"Apa kau hari ini bertemu dengan Lisia dikuil? " tanya Oliver.


"Apa! Lisia! "ucap Clara yang mulai tidak suka.


".. (Kenapa tiba-tiba Oliver menanyakan tentang Lisia? Apa dia ingin meminta tolong pada ku untuk dekat dengan Lisia lagi?. Apa mungkin Oliver lembut dan baik pada ku karna hal ini?) "ucap Clara dalam hati yang berfikir.


".. (Tidak, jangan curiga terlebih dahulu. Aku harus tetap tenang, dan mencoba mencari tau apa maksud dari perkataan Oliver barusan) "ucap Clara.


"Tidak! Aku tidak melihat Lisia pagi ini saat doa tadi. Padahal biasanya setiap acara doa pagi dilakukan, Lisia selalu ada untuk memimpin, tapi hari ini ia tidak kelihatan begitu juga kemaren. Apa Oliver tau Lisia kemana? " tanya Clara.


"Sebenarnya Lisia kembali kehutan Forrest "jawab Oliver.


"Apa! "Kaget.


".. (Lisia kembali kehutan Forrest, kenapa ia kembali kesana dan tidak memberi tahukan padaku?) "ucap Clara dalam hati.


"Apa warga desa tau, jika Lisia kembali kehutan Forrest? " tanya Clara.


"Tidak, yang tau hanya aku dan juga para pendeta kuil saja"jawab Oliver.


"Apa telah terjadi sesuatu yang membuat Lisia memutuskan untuk kembali kehutan Forrest? " tanya Clara.


Oliver berbohong kepada Clara atas kejadian yang sebenarnya dimana dirinya lah yang telah menghina Nevan, namun Oliver melemparkan kesalahan pada orang lain.


"Nevan?! Apa dia adalah salah satu siluman kelinci yang dikucilkan oleh warga desa? " tanya Clara.


"Iya"jawab Oliver.


".. (Seperti yang dilakukan oleh dewi sebelumnya, Lisia pun melakukan hal yang sama pada siluman kelinci itu. Apa Lisia memiliki perasaan pada Nevan?) "ucap Clara yang berfikir.


".. (Kalau memang iya, aku harus membuat mereka dekat, setidaknya agar Lisia tidak lagi mengangguku dengan Oliver nantinya) "ucap Clara dalam hati.


"Kalau memang begitu, apa yang harus kita lakukan untuk membawa Lisia kembali? " tanya Clara.


"Apa kau benar benar akan membantu untuk membawa Lisia kembali? " tanya Oliver.


"Tentu saja, Lisia adalah temanku jadi aku akan membawa dia kembali. Jika Lisia tidak kembali, mungkin saja warga desa malah menyalahkan mu karna sebagai kepala desa kamu tidak melakukan tanggung jawab dengan baik dalam mengurus dewi hutan"

__ADS_1


"Aku tidak ingin orang orang menyalahkan mu Oliver, atas kesalahan yang dilakukan oleh orang lain"ucap Clara.


"Terimakasih Clara, kau memang tunangan ku yang paling pengertian akan masalah yang ku hadapi. Maaf selama ini aku tidak pernah mengerti akan dirimu, lain kali aku akan memperhatikan, Clara! " ucap Oliver yang menatap Clara dengan perasaan yang begitu lembut.


Wajah Clara mulai memerah, "Sama sama Oliver. Aku senang bisa membantu mu, kamu juga tidak perlu merasa bersalah akan yang sudah lalu yang terpenting adalah sekarang "ucap Clara.


"Baiklah "ucap Oliver yang memegang tangan Clara dan lalu mencium punggung tangannya.


Clara terkejut akan tindakan yang Oliver lakukan terhadapnya. Lalu saat Oliver tersenyum manis semanis mangga masak, wajah Clara langsung memerah kayak warna cabe merah.


"Kalau begitu Oliver! Apa yang harus saya lakukan? "Tanya Clara.


"Kamu memang wanita yang sangat tanggap sekali, kau hanya perlu menyebarkan kabar burung pada orang orang desa jika Lisia kembali karna perbuatan pendeta Fergus "ucap Oliver.


"Bilang pada mereka jika pendeta Fergus telah menghina sang dewi "ucap Oliver.


"Tunggu! Kenapa tidak katakan saja jika pendeta Fergus telah menghina Nevan didepan dewi Lisia? "tanya Clara yang bingung.


"Clara! Apa kau lupa jika sebagian penduduk desa sangat membenci Nevan, jika alasan itu yang digunakan yang ada hanya akan terjadi perdebatan dari kedua belah pihak "menjelaskan.


"Sebagian orang yang tidak membenci Nevan, akan mendukung akan alasan Lisia yang memutuskan untuk kembali kehutan, lalu sebagian lagi malah akan mendukung pendeta Fergus dan akan melemparkan kesalahan pada Nevan "menjelaskan.


"Jika Lisia mengetahui akan hal itu, ia tidak akan mau kembali lagi kedesa kita"ucap Oliver.


"Apa! Apa kaitannya Nevan atas kembalinya Lisia? " tanya Clara lagi.


"Saat pendeta Fergus menghina Nevan, Lisia meminta syarat padaku untuk mengembalikan semua hak Nevan sebagai warga desa agelios, setelah ia mendapatkannya maka Lisia ingin Nevan sendiri yang menjemputnya kehutan"kembali menjelaskan.


"Karna itulah, jika warga desa menyalahkan Nevan atas kejadian ini, maka Lisia tidak akan mau kembali lagi"ucap Oliver.


"Begitu ya"berfikir. "Baiklah aku akan mengatakan alasan sebelumnya pada warga desa jika pendeta Fergus telah menghina dewi Lisia "ucap Clara.


"Terimakasih Clara, kau memang tunangan ku yang paling pengertian."ucap Oliver yang lalu mencium kening Clara.


Clara kembali terkejut sambil memegang keningnya, dan Oliver sendiri tersenyum manis semanis madu kepada Clara yang terlihat malu seperti bunga putri malu.


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....

__ADS_1


...Salam cinta dari redblack. ...



__ADS_2