Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 56 Rencana Clara


__ADS_3

Chapter sebelumnya


Diana hanya diam dan tidak menjawab sedikit pun akan pertanyaan Oliver, lalu Oliver merasa kesal karna rencana yang ia buat untuk mendapatkan hati Diana telah gagal.


...*****...


"Kalau begitu bisa kah saya meminta hal yang lain pada mu Diana? " tanya Oliver.


"Hal lain apa yang ingin kau minta Oliver? "Tanya Diana.


"Aku menginginkan kristal pelangi, berikan itu padaku!"


Mendengar ucapan dari Oliver, Diana kaget sambil menunjukan ekspresi dingin diwajahnya.


"Ternyata tujuan anda adalah untuk mendapatkan kristal pelangi, benar begitu Oliver?"tanya Diana dengan nada ketusnya.


"Memang benar aku menginginkan kristal pelangi, tapi jika seandainya kau menerima permintaan ku yang sebelumnya, mungkin aku tidak akan berfikir begini."


"Padahal aku sangat tulus mencintai mu Diana. Tapi, penolakanmu membuat ku tidak punya pilihan lagi selain meminta pada kristal pelangi untuk membuatmu menjadi manusia, karna itu Diana berikan kristal pelangi padaku!"ucap Oliver.


"Saya tidak akan memberikannya padamu Oliver, "tegas. " Saya pikir anda akan berbeda dengan yang lainnya, tapi seperti mustahil. Saya benar benar kecewa dengan mu Oliver, " ucap Diana.


"?! "Oliver kaget.


Setelah itu Diana meninggalkan Oliver sendiri ditepi danau pelangi dan kembali kekuil dewi.


🌺🌺🌺🌺🌺


Lalu keesokan paginya Diana meninggalkan Desa Agelios dan meninggalkan sebuah pesan kepada kelima tokoh yang pernah meminta kristal pelangi pada Diana.


Begitu kabar Diana yang telah meninggalkan Desa Agelios menyebar cepat sampai keseluruh kekaisaran Dacania, dengan sebuah pesan yang telah ditinggalkan oleh Diana untuk penduduk desa agelios, Oliver mengurung dirinya didalam kamar selama 1 minggu lamanya.


Melihat Oliver yang tidak keluar kamar, membuat kedua orang tuanya cemas akan kesehatan putranya itu.


"Oliver sayang! Ayo keluar nak, ibu sangat mengkhawatirkan dirimu sayang. Apa kamu tidak menyayangi ibumu ini lagi? "ucap Maria ibunya Oliver.


"Oliver buka pintu ini sekarang! Tugas mu untuk menjadi calon kepala desa selanjutnya sudah menantimu,jadi berhenti bersikap kekanakan mu ini hanya karna dewi hutan pergi. Oliver! "Teriak Galen ayahnya Oliver.


Seseorang datang dan mendekati Galen dan Maria, yang ternyata adalah Clara.


"Paman! Bibi!Ada apa ini? Kenapa kalian kelihatan khawatir?"tanya Clara.


"Clara!"mendekati Clara. "Oliver tidak sudah seminggu mengurung diri didalam kamarnya, bibi khawatir akan kesehatannya"ucap Maria yang sedih.


"Clara! Apa kamu bisa berbicara dan membujuk Oliver untuk keluar dari kamarnya? Mungkin saja dia akan mendengarkan perkataan mu"ucap Galen.


"Baik paman! Clara akan mencobanya. Bibi juga gak perlu khawatir, Clara akan coba menyakinkan Oliver untuk keluar dari kamarnya"ucap Clara dengan tersenyum.


"Terimakasih sayang"ucap Maria.


"Sama sama bi! " ucap Clara.


"Selama kamu menbujuknya, bibi akan menyiapkan makanan untuk kalian nantinya"ucap Maria.

__ADS_1


"Baiklah bi"


Setelah kedua orang tua Oliver pergi, Clara mencoba mengetuk pintu kamarnya Oliver.


Tok tok tok


"Oliver! Ini saya Clara. Ada hal yang ingin saya sampaikan padamu Oliver, jadi bisakah anda membiarkan masuk kedalam? " tanya Clara.


Oliver sama sekali tidak merespon permintaan ataupun membalas perkataan Clara, sampai Clara mengatakan,,...


"Ini mengenai Diana"


Saat Oliver mendengar kata Diana, ia langsung bangun dari tempat tidur nya dan berlari kearah pintu.


"Jika anda bisa memberikan saya,,... " ucap Clara yang terpotong karna pintu kamar Oliver terbuka.


Krekkk


"Hal apa yang ingin kau bicarakan mengenai Diana, katakan! " ucap Oliver yang keluar kamar dengan penampilan yang begitu berantakan.


"Sabarlah Oliver! Pertama tama biarkan saya masuk terlebih dahulu. Anda tidak inginkan orang lain mendengar apa yang akan saya katakan ini? "ucap Clara.


"Jangan menguji kesabaranku, Clara! " ucap Oliver yang marah.


"Baiklah jika anda tidak mau, saya akan pergi saja,"ucap Clara.


Oliver tidak punya pilihan lain, akhirnya hanya bisa menuruti apa yang diminta oleh Clara.


"Baiklah, kau boleh masuk "ucap Oliver yang membukakan pintu kamarnya.


"Sekarang katakan hal apa yang ingin kau bicarakan padaku mengenai Diana? "tanya Oliver dengan nada ketusnya.


"Tenanglah Oliver jangan terlalu terburu begitu"membukakan gorden dan jendela kamar.


Clara lalu berjalan kearah tempat tidurnya Oliver dan merapikannya, sedangkan Oliver yang muak menunggu langsung menarik tangannya Clara.


"Jangan buang buang waktu ku Clara! Cepat katakan! Hal apa yang ingin kau katakan mengenai Diana?"Tanya Oliver yang begitu marah.


Clara yang merasa kesakitan langsung melepaskan gengaman tangan Oliver yang begitu kuat memegang tangannya itu.


"Anda sungguh keterlaluan Oliver! Padahal saya sudah berbaik hati datang kesini untuk membantu anda tapi anda malah kasar kepada saya"ucap Clara.


"Apa sekarang kau sedang bermain main denganku, Clara!"ucap Oliver.


"Baiklah saya akan mengatakannya sekarang "ucap Clara.


"Oliver! Sebenarnya saya berbohong mengenai Diana tadi, "tersenyum licik. "Saya hanya ingin membuat anda membukakan pintu kamarnya agar saya bisa masuk. Karna anda tidak membukakan pintu sebelumnya maka saya terpaksa mengunakan nama Diana agar anda merespon perkataan saya"ucap Clara.


Mendengar ucapan Clara, membuat Oliver semakin marah dan memengang lengan Clara dengan begitu kuat.


"Ukh! Oliver tolong lepaskan! Kau menyakitiku"ucap Clara yang kesakitan.


"Kau mencoba membohongi dan sekarang kau minta pengampunan dariku? "Ucap Oliver.

__ADS_1


"Oliver! Kenapa anda memperlakukan saya seperti ini? Padahal saya sangat mengkhawatirkan anda. Apa anda tidak bisa melupakan Diana dan memperhatikan saya saja? Saya sangat mencintai anda Oliver karna itulah lupakan Diana si j*lang itu"ucap Clara.


"Kau menyebut Diana apa ha? "Marah. "Jangan mengatakan hal buruk tantang Diana dengan mulut kotormu itu"ucap Oliver yang melempar Clara kelantai.


"Aaaagrh"


Clara hanya menatap kebawah sambil mengepalkan tangannya dengan perasaan kesal.


"Baiklah Oliver! Seperti saya tidak punya pilihan lain agar anda bisa menjadi milik saya,"kesal.


Begitu Clara berdiri , ia merobek semua bajunya dan langsung berteriak dengan begitu keras.


"Aaaaa tolong! Siapapun yang ada diluar saya mohon tolong saya"ucap Clara.


"Kau! "Kaget. "Apa yang sedang kau lakukan ha? Berhenti sekarang juga! "ucap Oliver yang menampar pipi Clara.


Clara langsung menagis begitu keras sambil terduduk dilantai. Saat Oliver mencoba menarik tangannya Clara, kedua orang tuanya Oliver yang mendengar teriakan Clara langsung menerobos masuk kedalam kamarnya Oliver.


"Clara! Apa yang terjadi? " tanya ibunya Oliver.


"Bibi! "menoleh dengan ekspresi sedih.


Kedua orang tua Oliver kaget melihat Clara yang duduk dilantai sambil menangis tersedu sedu, dengan pakaiannya yang robek dan bekas tamparan diwajahnya dimana Oliver yang kelihatan begitu berantakan membuat mereka mengira jika Oliver telah melecehkan Clara.


Ibu Oliver langsung berlari menghampiri Clara. "Oliver! "Teriak. "Apa yang kau lakukan pada Clara? " tanya ibunya dengan nada yang marah.


"Ibu! dengarkan penjelasan ku dulu! Ini hanya kesalahpaham saja, karna itu jangan berpikir macam macam bu, "ucap Oliver yang panik.


Lalu tiba-tiba saja Oliver mendapatkan pukulan yang cukup keras oleh ayahnya.


Blam!..


"?! "Terkejut.


"Sebagai kepala desa aku sangat malu memiliki putra seperti mu, Oliver!. Bagaimana bisa kau berbuat hal memalukan seperti ini terlebih kepada Clara yang merupakan anak dari teman baik ayahmu ini"ucapnya yang berteriak.


"Ayah! Tolong dengarkan dulu penjelasan dariku, apa yang kalian lihat tidak seperti yang kalian bayangkan.Aku tidak melakukan apapun terhadap Clara, Clara sendiri yang,,... " ucap Oliver yang terpotong.


"Maafkan saya Oliver! Jika saya tidak melakukan apa yang anda minta. Tapi saya tidak bisa melakukan hal itu karna itu perbuatan tidak benar, karna itu tolong maaf kan saya"ucap Clara yang menagis.


"Apa maksud mu Clara? Hal apa yang diinginkan oleh Oliver padamu? "tanya ayahnya Oliver.


"Itu,,... "Ragu ragu.


"Clara sayang! Jangan takut dan katakan saja ya? " ucap ibunya Oliver.


Clara melihat kedua orang tuanya Oliver dengan ekspresi sedih dan membuat mereka bersimpati padanya.Namun sebenarnya ia merasa senang karna rencana yang ia buat pun berhasil.


Apakah yang akan dikatakan oleh Clara kepada kedua orang tuanya Oliver? Nantikan dichapter selanjutnya.


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....

__ADS_1


...Salam cinta dari redblack. ...



__ADS_2