
Berkah selalu buat pembaca, mohon dukungannya. Terimakasih......
...Happy reading...
...🍁...
...🍁...
...🍁...
...🍁...
...🍁...
Chapter selanjutnya.
Diruang makan, Lisia dan Nevan yang sudah menyelesaikan tugas mereka sibuk membuat kue bersama untuk dimakan bersama nantinya.
Tentu saja makanan yang mereka buat adalah makan yang pernah Lisia buat sebelumnya, yaitu kushi-dango.
“Nevan bisa ambilkan tepungnya lagi! ” ucap Lisia yang sibuk memegang adonanya.
“Oh ya bentar, akan saya ambilkan” ucap Nevan yang lalu mengambil tepung di lemari yang ada diatas.
Saat Nevan mencoba menggapai tepung diatas, Nevan tidak sengaja menyenggol dan tepung itupun terjatuh dan mengenai Lisia.Seketika Nevan langsung kaget melihat Lisia yang penuh dengan tepung ditubuhnya,“Dewi! ”
Disisi lain, Nox dan Elis yang ada dikamar mendengar suara keributan membuat mereka langsung beranjak dari tempat tidur dan langsung menuju kedapur.
“Ada apa?,,.. ”ucap Elis yang langsung sontak kaget melihat Lisia yang penuh dengan tepung. Begitu juga dengan Nox, juga langsung kaget melihat Lisia.
Sontak Nox dan Elis langsung tertawa keras akan hal itu, sementara Nevan sedang merasa cemas dan gelisah bukan main. Sedangkan Lisia sendiri hanya terdiam mematung ditempat.
“Kalian berdua, sudah selesai ketawanya? ” ucap Lisia yang melirik tajam kearah Nox dan Elis dengan ekspresi menyeramkan.
Nox dan Elis langsung terdiam seketika melihat ekspresi Lisia tunjukan, lalu Lisia mulai berjalan kearah Nox dan Elis dan mengoleskan tepung dipipi mereka.
Alhasil wajah Nox dan Elis penuh dengan tepung dimana wajah mereka kaget akan tindakan yang Lisia lakukan. Sedangkan Lisia langsung tersenyum dan menperlihatkan gigi putihnya pada Nox dan Elis.
__ADS_1
Lalu mereka pun tertawa bersama dengan penuh kebahagiaan satu sama lainnya, sementara Nevan hanya bisa binggung melihat mereka.
Saat Lisia membisikan sesuatu pada Nox dan Elis, mereka langsung melihat Nevan dengan tatapan penuh makna. Nevan yang tidak mengerti akan tatapan Lisia dan kedua adiknya hanya berekspresi bingung dan penih dengan penih pertanyaan.
Lalu Nox, Elis dan Lisia lalu berjalan kearah Nevan dengan cepat. Dimana Nox dan Elis d langsung memegang kedua tangan kakak tertua mereka, sontak hal itu membuat Nevan kaget.
“Nox, Elis apa yang kalian lakukan. Lepaskan!” ucap Nevan yang melihat kedua adiknya yang ada dikiri kanannya.
“Kak Lisia ayo, kami sudah memegang kak Nevan. ” ucap Elis.
“Ok, pegang erat erat” ucap Lisia yang mulai mendekati Nevan.
“Dewi, apa yang ingin anda lakukan? ” ucap Nevan yang gelisah.
Lisia hanya tersenyum sambil berjalan mendekat kearah Nevan, lalu Lisia langsung menyapu tepung kepipi Nevan dengan kedua tanganya. Hal hasil pipi Nevan penuh dengan tepung, Nox dan Elis hanya tertawa melihat wajah kakak tertuanya penuh dengan tepung.
Masih dalam keadaan bingung, Nevan memegang pipinya yang penuh dengan tepung itu, lalu ia melihat dari tanganya yang terkena tepung yang ada dipipi saat Nevan menyentuhnya.
Setelah termenung beberapa menit dimana Lisia, Nox dan Elis sibuk ketawa, Nevan mulai mengambil tepung dengan segera menyapukan kemuka Nox, Elis dan Lisia. Seketika Lisia, Nox dan Elis kaget, lalu mereka berempat mulai perang tepung satu sama lainnya sampai tubuh penuh dengan tepung.
🍁🍁🍁🍁🍁
“Sudah larut sekarang, saya harus kembali kekuil” ucap Lisia yang berdiri dari kursi.
“Apa kak Lisia akan pulang? ” tanya Elis dengan mata yang berkaca kaca.
“Tidak bisakah kak Lisia bersama kami malam ini? ” tanya Nox yamg juga matanya mulai berkaca kaca.
“Ukh, itu,,,... ” Lisia merasa bingung untuk menjawab pertanyaan dari Nox dan Elis yang menatapnya dengan mata yang berkaca kaca, namun juga ragu ragu mengatakan ingin lebih lama lagi bersama Nevan, Nox dan Elis.
“Dewi, jika anda tidak keberatan bisakah anda disini untuk malam ini? ” ucap Nevan.
“Iya kak, disini aja ya. Lagian udah malam juga” ucap Elis yang memelas.
“Baiklah kalau begitu” ucap Lisia sambil menghela nafas panjang, walau sebenarnya didalam hati Lisia sedang sangat senang sekali saat ditawarkan untuk tetap tinggal.
“.. (Yess, bisa bersama Nevan, Nox dan Elis lagi malam ini dan kali ini Nevan sudah berani memintku untuk tinggal dirumahnya, mungkin dengan ini kami akan semakin dekat) ” ucap Lisia.
“Yee, kak Lisia akan tidur lagi malam ini. Kak Lisia harus tidur bersama ku” ucap Elis sambil menarik Lisia.
__ADS_1
“Gak, sekarang giliranku lagi. Kak Lisia akan tidur bersama ku! ” ucap Nox yang juga ikutan menarik tangan Lisia
“Tidak, kak Lisia akan tidur bersama Elis” ucap Elis.
“Sudah sudah jangan bertengkar, ” ucap Lisia.
“Kalau kalian ingin tidur bersama dengan dewi, lebih baik gunakan kamar ayah dan ibu. Karna tempat tidurnya lebih besar, jadi kalian bisa tidur bersama” ucap Nevan yang menyarankan.
“Apa tidak masalah Nevan? ” tanya Lisia yang sedikit ragu, karna ia tau kamar tersebut adalah kamar yang berharga dari peninggalan kedua orang tua Nevan.
“Tidak apa apa dewi” ucap Nevan sambil tersenyum.
“Ayo, kak. Kak Nevan juga sudah memperbolehkannya, jadi kakak gak perlu khawatir ” ucap Elis yang bagitu bersemangat.
“Iya, ayo kak Lisia! ” ajak Nox.
“Baiklah” Lisia, Nox dan Elis pun segara menuju kekamar Gelard dan Amalthea kedua orang tua Nevan.
Saat ini pikiran Lisia untuk dekat dengan Nevan hanya sekedar perasaan menyukai karakter pria disebuah novel, jika ditanya apa Lisia menyukai Nevan sebagai lawan jenis?. Maka jawabanya adalah tidak(masih belum) , karna Lisia hanya mengaggap Nevan sebagai karakter novel begitu juga para karakter lainnya seperti Adelio, Kyler, Ezra dan Oliver.
Walau dalam hati terkecil Lisia ingin sekali bisa menjadi kekasih diatara 5 karakter pria tersebut, namun Lisia menyadari akan sesuatu yaitu mereka berlima menyukai Diana dan dekat dengan Lisia karna mengharapkan kristal pelangi.
Hal itu membuat Lisia tidak mencampur adukan perasaannya dan hanya bersikap seperti mana biasanya, walau sering kali Lisia juga menggunakan perasaannya kepada karakter pria dinovel itu.
Tapi bagi Lisia sendiri tidak menyadari bahwa 3 diantara kelima pria dinovel yang Lisia masuki sudah tidak memikirkan Diana dan mulai tulus akan keberadaan Lisia, malahan 2 diantara ketiga tadi sudah mulai menetapkan hati mereka untuk bisa mendapatkan Lisia bukan karna kristal pelangi.
Akan tetapi tulus ingin mendapatkan cinta dari Lisia, walau 1 diantara 3 masih bimbang dalam memilih karna hatinya terbagi untul Lisia dan juga Diana.
Penasaran siapakah ketiga diatara 5 karakter pria yang mulai membukakan hati untuk Lisia?
Mereka adalah, Ezra, Kyler dan juga Nevan. Sementara Adelio dan Oliver masih belum melupakan Diana dan Oliver sendiri mendekati Lisia hanya karna kristal pelangi.
Sementara diantara Ezra, Kyler dan Nevan yang masih bimbang memilih antara Lisia dan Diana adalah Ezra. Karna ia masih merasa bersalah kepada Diana saat meminta kristal pelangi untuk sahabatnya, sedangkan Lisia sendiri Ezra mulai merasa nyaman saat mereka bersama dan juga mulai dekat.
...Terus dukung Redblack....
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Klik juga tombol Favoritnya, agar kalian tidak tertinggal informasi chapter selanjutnya....
...Salam cinta dari redblack....
__ADS_1