Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 85 Perjodohan


__ADS_3


Chapter selanjutnya


Dimalam hari dikerajaan Magixion. Diruang kerja, Adelio sedang fokus mengerjakan dokumen yang menumpuk diatas mejanya. Lalu disaat itu tiba-tiba saja Ezra pun muncul dengan sihir teleportasinya.


Sringg


Menyadari akan kehadiran Ezra, "Kau lama sekali, apa begitu jauh jaraknya sehingga memerlukan waktu yang cukup lama untuk kemari? " ucap Adelio.


"Cih, jika bukan karna ada berita menarik yang ingin kau katakan, aku tidak ingin datang kesini apa lagi melihat wajahmu itu"ucap Ezra yang merasa kesal sambil mengeluarkan ekspresi ketusnya.


"Ayolah, wajah ku ini sangat tampan, dan semua orang tau akan hal itu"ucap Adelio yang menyembongkan dirinya.


"Cih tampan, sekarang saja kau masih jomblo karna dibilang jelek sama Diana dan ditolak sebanyak tiga kali, dari mananya tampan"ucap Ezra yang menyindir Adelio.


"Ukh!! "


Adelio yang mendengar hal tersebut mendapatkan serangan mental yang cukup keras sampai muntah darah dari perkataan yang Ezra lontarkan.


"Sudah katakan!, hal penting apa yang ingin kau katakan?, cepat! Aku sibuk sekarang "ucap Ezra yang begitu terburu buru.


"Tenanglah jangan terburu buru,bagaimana jika kita bicarakan sambil minum teh"ucap Adelio yang bangun dari tempat kursi kerja menuju ketempat duduk lain, menawarkan pada Ezra.


Walaupun Ezra merasa tidak senang, ia tetap menerima ajakan dari Adelio. Lalu mereka pun duduk saling berhadapan sambil menikmati secangkir teh.



"Jadi, hal penting apa yang ingin kau katakan padaku? " ucap Ezra.


"Kelihatannya kau masih belum mendengar berita yang tersebar keseluruh kekaisaran Dacania, karna sibuk mengurus sampah "ucap Adelio.


Ezra mengenyitkan alis matanya sambil berekspresi tidak suka, "Berita apa yang kau maksud? "Tanya Ezra yang mulai kesal.


Adelio pun menyeringai akan perkataan dari Ezra yang tidak mengetahui akan berita tentang Lisia, "Lisia kembali kehutan Forrest "ucap Adelio yang menikmati secangkir tehnya.


"Tunggu, apa?!. Lisia kembali kehutan Forrest?"tanya Ezra yang terkejut.


"Iya"Minum teh. "Tapi Lisia sudah kembali kedesa agelios sekarang "ucap Adelio.


"Sebenarnya apa yang terjadi, dan kenapa Lisia sampai kembali kehutan Forrest? " tanya Ezra.


Adelio menceritakan semuanya pada Ezra dari berita yang menyebar keseluruh kekaisaran Dacania sampai ia menghubungi Oliver dan mengetahui alasan kembalinya Lisia kehutan Forrest.


"Sial, lagi lagi karna siluman kelinci itu. Kenapa selalu aja dia yang membuat masalah,"Marah sambil menghentakan meja.


"Kenapa Lisia maupun Diana begitu memperdulikan si siluman Nevan itu, padahal bocah itu juga tidak akan mau menerima haknya kembali. Hanya buang buang waktu saja"ucap Ezra yang kesal.


"Sudahlah, lagian dari dulu bocah itu memang tidak pernah menghargai usaha yang dilakukan oleh Diana maupun Lisia, jadi untuk apa kita pikirkan. Mungkin saja hal ini lebih baik, karna Lisia bisa saja membencinya karna usahanya disia siain"ucap Adelio.


"Cih, semoga saja. Karna aku benci jika Lisia dekat dekat dengannya"ucap Ezra.


Adelio hanya bisa diam sambil tersenyum tipis akan kekesalan yang diperlihatkan oleh Ezra dihadapannya.


"Jadi, kau memintaku datang bukan hanya untk menyampaikan ini bukan, apalagi sampai membuatku kesal mendengarnya"ucap Ezra yang mengerutu.


"Benar, aku ingin kau membantuku mencari tentang asal racun Lowislyea dimana dan siapa yang membuat racun itu"ucap Adelio yang serius.


"Racun Lowislyea?, apa itu adalah racun yang digunakan pelayan wanita itu, saat dikuil dewi didesa agelios? "Tanya Ezra.



"Benar, Kyler mengatakan jika racun Lowislyea tidak ada Dikerajaan Wishangle, jadi dia memberitahukan padaku jika asal racun Lowislyea bisa jadi ada Dikerajaan Magixion. Namun, aku tidak ada waktu untuk menyelidiki dimana tempat pelayan itu mendapatkan racun Lowislyea itu, jadi aku akan menyerahkan malasah itu padamu"ucap Adelio.


"Baiklah, aku akan melakukannya. Lagian aku ingin tau siapa yang mencoba mencelakai Lisia, jika aku menemukannya aku akan membunuhnya"ucap Ezra dengan ekspresi suram.


"Ingat! Pembuat racun itu harus hidup, agar bisa diintrograsi jangan sampai kau membunuhnya"ucap Adelio yang memberi peringatan.


"Iya, tapi ngomong ngomong asisten abu abumu itu masih belum kembali juga nampaknya"ucap Ezra.


Penjelasan

__ADS_1


Ezra sedang membicarakan Ian karna memiliki warna rambut abu abu.


"Dua hari lagi dia akan kembali. Tapi aku bertanya tanya , kenapa kau melakukan semua permintaanku begitu lama? Biasanya 5 hari kau pasti akan selesai mengerjakannya"ucap Adelio yang penasaran.


"Kemana teman teman mu itu, dan kenapa malah kau sendiri yang membersikan, sampah sampah yang berserakan? "Tanya Adelio lagi.


Mengalihkan pandangan"Mereka juga kuberi liburan selama 2 minggu "ucap Ezra.


Mendengar ucapan Ezra, Adelio sedikit terkejut dan tidak percaya.


Prufff


Lalu Adelio mulai tertawa cukup keras atas perkataan Ezra yang ia dengarkan. Ia tidak menyangka jika Ezra juga mengalami hal yang sama yang ia alami dan malahan doa yang pernah ia ucapkan terkabulkan oleh dewi.


Penjelasan


Ucapan Adelio yang berdoa supaya Ezra mrngalami apa yang ia alami dichapter 42 "Liburan ".


Merasa kesal, "Aku akan kembali dan mencari asal racun Lowislyea itu"ucap Ezra yang bergegas pergi dari ruang kerja Adelio dengan sihir teleportasinya.


"Dasar, "masih menahan tawanya yang tidak bisa berhenti.


Disaat Adelio kembali kemeja kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya yang masih belum selesai, tiba-tiba saja Ezra kembali muncul dengan sihir teleportasinya.


Sringg


"Mmm" menyadari kedatangan Ezra.


"Ada apa?! "Tanya Adelio.


Adelio cukup bingung akan kedatangan Ezra, padahal barusan ia baru saja pergi. Ezra lalu mengulutkan tangannya dengan ekspresi dingin khasnya itu sambil acuh tak acuh pada Adelio.


"Bayaranku"


Adelio lalu memberikan bayaran atas perkerjaan yang ia lakukan. Setelah Ezra mendapatkan bayaranya, ia pun pergi kembali dengan sihir teleportasinya.


"Hahh"menghela nafas. "Setelah semua pekerjaan ini beres, dan Ezra mendapatkan bukti tentang racun Lowislyea itu maka hanya perlu waktu sampai orang yang membeli racun Lowislyea ditemukan"ucap Adelio yang melihat keluar jendela.



Disisi lain, Ezra yang baru saja pergi keistana menemui Adelio sampai kemarkas bulan sabit. Ia langsung mengeledah semua surat surat yang pernah ia baca, dan menyadari akan satu hal saat mengetahui nama racun yang diberikan oleh Adelio.


Setelah mencari dari berbagai surat yang tertumpuk dilantai, Ezra mendapatkan apa yang ia inginkan. Sebuah surat dari seseorang yang tidak Ezra pedulikan karna ia menganggap hal itu hanya memebuang buang waktunya.


Namun, karna surat itu ia menemukan sebuah petunjuk tentang tempat dimana racun Lowislyea berada.


Dikediaman duke Floweries.



didalam sebuah kamar yang begitu indahnya, putri seorang Duke bernama Flora Floweries sedang berbaring diatas kasur sambil membaca buku novelnya.



Diarah pintu kamar


"Nona, hari sudah malam kenapa anda masih belum tidur "ucap seorang pelayan yang ternyata Daisy.


"Sebentar lagi, masih ada halaman yang masih belum ku baca"ucap Flora yang asik membaca novel romantisnya.


Daisy lalu berjalan kearah tempat tidurnya Flora, lalu mengambil buku novel romantis dari tangan Flora.


"Jika anda masih belum tidur, maka saya akan mengadukannya pada tuan Duke "ucap Daisy yang mengomeli Flora.


Flora memperlihatkan ekspresi cemberutnya, namun Daisy tidak memperdulikan hal tersebut dan tetap menatap Flora dengan ekspresi dinginnya.


"Baiklah, aku akan tidur sekarang "ucap Flora yang langsung berbaring dengan baik dan menyelimuti dirinya dengan selimut.


"Oh, ya Daisy. Apa ada kabar tentang perempuan menyebalkan itu? " tanya Flora pada Daisy yang sedang meletakan novel kerak buku.


"Saya mendapatkan kabar kalau dewi hutan kembali kehutan karna mendapatkan hinaan dari seorang pendeta 15 hari yang lalu, namun sekarang beliau sudah kembali lagi"ucap Daisy.

__ADS_1


"Apa?!"bangun, "Kenapa kau tidak memberi tahukan hal itu padaku dengan cepat dan malah baru mengatakannya sekarang? " ucap Flora yang marah.


"Itu karna anda tidak menanyakannya jadi bukan salah saya"ucap Flora dengan percaya dirinya.


"Kau,, "


Flora yang ingin marah tidak jadi dan hanya diam akan perkataan yang Daisy ucapkan, karna yang ia katakan benar.


"Sudahlah, aku mau tidur sekarang "ucap Flora yang kembali tidur.


"Baik, selamat malam nona"ucap Daisy tmyang lalu meninggalkan ruang kamar Flora.


Disebuah lorong kediaman Duke.



"Maafkan saya nona, saya tidak mengatakannya karna atas perintah tuan Duke agar nona tidak mendengar berita tersebut. Sekali lagi saya minta maaf "ucap Daisy yang ada didepan pintu kamar Flora, lalu mulai berjalan menjauhi kamar Flora.


Diruang kerja Duke Floweries.




Tok tok tok


"Masuk! "


Daisy lalu masuk kedalam ruang kerja Duke Floweries, disana terlihat Riecaldo sedang sibuk dengan dokumen yang ada diatas mejanya.


"Apa Flora sudah tidur? " tanya Riecaldo sambil menulis.


"Baru saja tuan Duke "jawab Daisy.


"Begitu ya"ucap Riecaldo yang masih menulis.


"Tuan!"


"Ya? "


"Nona tadi bertanya, tentang dewi hutan pada saya"ucap Daisy.


Mendengar perkataan Daisy, Riecaldo langsung berhenti menulis. "Lalu apa yang kau katakan? " tanya Riecaldo.


"Saya mengatakan yang sebenarnya "ucap Daisy.


"Begitu ya, baiklah. Kau boleh kembali sekarang"ucap Riecaldo.


"Baik, saya permisi tuan"


Daisy lalu meninggalkan ruang kerja Duke Floweries.


"Hah"menghela nafas panjang.


Riecaldo melihat daftar para tuan muda yang telah ia pilihan didalam sebuah lembaran kertas.


Mengambil, "Aku harus secepatnya menjodohkan Flora dengan salah satu tuan muda dari keluarga bangsawan, jika tidak akan terjadi hal buruk kalau Flora terus menginginkan yang mulia yang sekarang menyukai dewi hutan baru itu"ucap Riecaldo.


"Apapun yang terjadi, aku tidak ingin Flora melakukan segala cara demi apa yang ia inginkan dan malah memperburuk hidupnya"ucap Riecaldo yang meremas kertas daftar para tuan muda dari keluarga bangsawan sampai remuk.


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....


...Salam cinta dari redblack....



Pemberitahuan:


Dichapter berikutnya akan banyak tokoh tokoh yang baru, silahkan menantikannya. ❤

__ADS_1


__ADS_2