Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 59 Tanggal Pertunangan


__ADS_3

Chapter selanjutnya


Oliver kembali pulang kerumahnya dan langsung masuk kekamar. Ia lalu mengambil sebuah surat yang berisi pesan yang Diana tinggal untuknya, tulisan yang ada didalam surat tersebut,,...


Kalian yang telah meminta kristal pelangi padaku, aku akan memberikan kalian kesempatan untuk mendapatkannya. Dua tahun dari sekarang akan ada dewi baru yang akan kuutus untuk mengantikan diriku. Jika kalian bisa mendapatkan hati sang dewi baru dan dia memberikan hatinya pada kalian, saat itu aku akan memberikan kristal pelangi pada orang yang telah dewi baru pilih. Sampai hari itu tiba, aku tidak akan kembali kedesa agelios.


"Aku tidak akan membiarkan siapa pun untuk bisa mendekati dewi baru, karna aku harus mendapatkan hati sang dewi baru terlebih dahulu,dengan begitu kristal pelangi akan menjadi milikku"ucap Oliver yang meremuk surat yang ia pegang.


🌺🌺🌺🌺🌺


Setelah 2 hari berikutnya Oliver dan kedua orang tuanya mendatangi rumah Clara untuk membahas kan pertunangan mereka.


Didepan pintu rumah


"Galen! Sahabatku"memeluk. "Apa yang membuatmu datang kemari? "Tanya Evans ayahnya Clara.


Disini lain ibu Clara dan ibunya Oliver juga berpelukan karna mereka juga merupakan teman dekat.


"Aku datang kemari karna ada hal yang ingin kusampaikan padamu"ucap Galen.


"Oh benarkah? Putri ku juga bilang, jika kau akan datang kemari untuk mengatakan sesuatu, tapi saat aku bertanya ia tidak mengatakan apapun sama sekali."


"Kalian berdua selalu saja merahasiakan sesuatu dariku, padahal aku adalah ayahnya, tapi Clara lebih dekat dengan mu, "ucap Evans dengan ekspresi sedih.


"Ayah! Itu tidak benar. Bagi Clara ayah tetap nomor satu"ucap Clara yang memeluk ayahnya.


"Benarkah itu? "Tanya Evans dengan ekspresi memelas.


"Mmm"Clara yang menganggukan kepalanya.


"Kau ini! "menepuk bahu Evans. "Tidak pernah berubah sama sekali, begitu menyayangi putri sendiri "ucap Galen.


"Tentu saja, karna dia adalah putriku satu satunya. Jika ada yang mencoba melukai atau berbuat kasar padanya, maka aku tidak akan membiarkan nya hidup"ucap Evans dengan ekspresi serius.


Galen yang mendengar perkataan dari sahabat nya itu mulai khawatir, karna jika ia mengetahui jika putranya telah melecehkan putrinya , maka ia tidak akan segan segan membunuh anaknya itu. Clara yang melihat ekspresi ayahnya Oliver yang ketakutan, merasa puas akan perkataan yang ayahnya ucapkan.


Sebab ayahnya Clara dulunya merupakan salah satu prajurit bayangan dari desa bulan sabit yang pindah kedesa agelios karna mengikuti ibunya Clara yang begitu ia cintai dan memulai kehidupan pernikahan mereka disini.


Lalu kedekatan Galen dan Evans bermula saat Galen melakukan kerja sama dengan desa bulan sabit yang mana ayah Clara merupakan pemimpin para prajurit bayaran dulu. Sejak hari itulah Galen dan Evans menjadi teman dekat, dan tidak pernah terpisahkan.


Bukan hanya itu saja, Galen yang ditetapkan sebagai kepala desa dan Evans yang ditetapkan sebagai kepala keamanan desa dan membentuk pasukan prajurit agelios, membuat mereka dikenal sebagai sepasang serigala agelios yang begitu gagah dalam menjaga keharmonisan desa.


Dan sejak itu, desa agelios menjadi desa yang begitu maju dan mendirikan kekuatan sendiri, dalam pemerintahan kedua orang tersebut.


Evans yang menyadari keberadan Oliver, "Oh! Oliver! Sudah lama Sekali kita tidak bertemu, kau sudah menjadi dewasa dan juga gagah seperti ayahmu sekarang."ucap Evans yang menepuk bahu Oliver.


"Paman terlalu berlebihan, saya tidak bisa dibandingkan dengan ayah yang begitu hebat dalam memimpin desa hingga menjadi seperti sekarang. Karna itu masih terlalu jauh agar saya bisa seperti beliau," ucap Oliver.

__ADS_1


"Hoho, memang sangat mirip dengan mu Galen! "ucap Evans yang tersenyum pada Galen.


"Tentu saja mirip, karna dia adalah putraku"ucap Galen yang membanggakan anaknya.


"Dengar baik baik Oliver! Suatu hari nanti kamu mampu melebihi ayahmu ini, karna itu berusahalah mulai sekarang"ucap Evans yang merangkul Galen.


"Baik paman"ucap Oliver.


"Baiklah sudah cukup sapa menyapanya, lebih baik kita masuk dan lanjutkan didalam saja"ucap Charlotte ibunya Clara.


"Ayo kita masuk dan melanjutkannya didalam"ucap Evans.


Galen, Oliver dan Maria pun masuk kedalam rumah.


...*****...


Diruang tamu


Setelah melanjutkan pembicaraan mengenai masa lalu, mereka pun mulai membahas hal yang paling penting.


"Jadi, hal apa yang membuatmu datang kemari Galen ? "Tanya Evans.


"Kedatangan ku kemari adalah, ingin menjadikan Clara sebagai menantu keluarga kami"ucap Galen tanpa ragu.


Evans dan juga Charlotte terkejut akan perkataan dari Galen.


"Bagaimana menurutmu Evans? Apa kau setuju jika anak kita dipasangkan? "Tanya Galen.


"Galen! Aku memang setuju akan usulanmu, tapi bagaimana dengan kedua anak kita apakah mereka tidak keberatan sama sekali? Aku juga tidak ingin memaksakan akan kehendak kita kepada mereka. Jadi mereka tidak menginginkan perjodohan ini, maka aku akan mendukungnya"ucap Evans yang ragu.


Mendengar ucapan dari sahabat itu Galen terkejut dan juga merasa bersalah, karna ia tidak bisa mengatakan kebenaran yang sebenarnya pada sahabatnya itu.


"Oliver! Aku ingin kau mengatakan sejujurnya, apa kau menyukai anak ku Clara? Jika memang kau hanya menganggapnya sebagai teman saja, maka kau boleh menolak pendapat dari ayahmu tentang perjodohan ini" ucap Evans yanh melihat kearah Oliver.


"Paman sebenarnya,,... "


".. (Jika Oliver menolaknya maka aku tidak bisa mendapatkan nya) "gelisah. ".. (Tapi aku juga tidak bisa menentang perkataan yang telah ayah katakan, apa yang harus ku lakukan sekarang?) "ucap Clara dalam hatinya yang sedang cemas.


"Sejak dulu sudah menyukai Clara "ucap Oliver yang melihat kearah Clara dengan tersenyum lembut.


Mendengar perkataan Oliver, Clara terkejut dan merasa tidak percaya akan apa yang telah ia dengar barusan sambil menatap Oliver begitu lekat.


"Jika paman tidak keberatan saya ingin Clara menjadi pendaping hidup saya "ucap Oliver dengan penuh senyuman.


Clara yang mendengar perkataan Oliver langsung tersipu malu dengan wajahnya yang merah seperti buah tomat.


"Paman tidak keberatan sama sekali, tapi paman ingin mendengar pendapat langsung dari putri paman, bagaimana Clara apa kamu,,...!! "Saat Evans menoleh kearah anaknya yang ada disamping, Evans langsung berhenti bicara karna melihat wajah Clara yang memerah.

__ADS_1


"Wahahah "Evans tertawa dan membuat yang lainnya kaget dan kebingungan. "Biaklah, karna aku sudah mendapatkan jawaban dari Clara, kapan tanggal yang cocok untuk mereka bertunangan? "Tanya Evans yang penuh semangat.


"Bertunangan? "Charlotte yang kaget.


"Tentu saja, karna Clara masih berusia 19.Aku ingin Clara memasuki usia dewasanya baru boleh menikah, lagian aku tidak ingin putri ku cepat cepat pergi"ucap Evans.


Galen sudah menyadari akan pemikiran sahabatnya itu, karna saking sayangnya ia terhadap Clara, maka ia tidak akan mengizinkan Clara cepat menikah sesui dengan harapannya.


"Aku juga sependapat denganmu Evans! Lagian aku juga ingin Oliver bisa melampaiku dulu agar saat melamar Clara nantinya aku bisa merasa bangga"ucap Galen yang tersenyum.


".. (Seperti paman sudah menyadari jika ayah akan mengatakan hal seperti ini, makanya paman dengan percaya diri mengatakan akan membahas pertunangan dua hari yang lalu) "ucap Clara dalam hati.


".. (Apa ayah sudah memprediksikan hal ini? Kalau memang begitu, baguslah untuk ku, dengan ini ku bisa mrnyusun recana untuk bisa membatalkan pertunangannya) "ucap Oliver dalam hati.


"Baiklah, kalau begitu bagaimana saat Clara berusia 22 tahun, bukan kah saat itu Oliver akan berusia 25 tahun? Aku ingin mereka menikah saat itu. Bagaimana menurut mu Galen? " tanya Evans.


"Baiklah,aku setuju. Karna aku yakin akan pendapatmu yang merupakan pilihan terbaik"ucap Galen.


"Hahah, baiklah kalau begitu"ucap Evans.


Keluarga Clara dan keluarga Oliver pun setuju akan pertunangan tersebut. Lalu mereka pun mulai melanjutkan pembicaraan sampai waktu pun tak terasa sudah hampir tengah malam.


🌺🌺🌺🌺🌺


Setelah selesai membahas akan pertunangan Oliver dan Clara, keluarga Galen pun berpamitan untuk pulang.


Didepan pintu


"Sampai jumpa lagi sahabatku, kapan kapan berkunjunglah kerumah ku! " ucap Galen.


"Baiklah, aku akan kesana nantinya"ucap.


Setelah saling melepaskan perpisahan, Galen, Oliver dan Maria pun pergi.


...*****...


Setelah Oliver beserta keluarganya sampai sampai kerumah.


Plakk!


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....


...Salam cinta dari redblack....


__ADS_1


__ADS_2