
Chapter selanjutnya
Setelah sampai ditempat yang telah dijanjikan, di tengah hutan yang ada pohon besarnya.
Lisia, Nox dan Elis menyiapkan tempat untuk mereka duduk sambil menunggu Nevan datang.
Saat Lisia menunggu ia mendapatkan sebuah panggilan telepati dari penjaga kuil Forrest, “Dewi! ”panggil Muffin dengan suara yang panik sekali.
Lisia yang terkejut mendapat panggilan telepati dari Muffin, “.. (Muffin, ada apa?) ”tanya Lisia.
“Itu, siluman kelinci yang bernama Nevan sedang dikerumuni sekawanan monster buas yang letaknya tidak jauh dari anda dewi”ucap Lisia.
Lisia sontak kaget dan berteriak secara langsung “Apa?! ”ucap Lisia.
Nox dan Elis yang mendengar Lisia teriak membuat mereka langsung kaget dan bertanya tanya, “kak Lisia!, ada apa?, kenapa kakak seperti kaget seperti mendengar kabar buruk saja? ”tanya Elis.
“Tidak terjadi apa apa kok, itu kakak kelupaan sesuatu. Kakak baru ingat ada hal yang harus kakak lakukan dikuil dewi hutan, karna sudah ada disini kakak pergi kekuil dewi hutan dulu ya, kalian tetap disini jangan kemana mana, kakak akan segera kembali”ucap Lisia yang langsung pergi dengan tergesa gesanya.
Kembali melakukan telepati, “.. (Muffin, beri tahu dimana Nevan sekarang?) ”tanya Lisia.
“Tapi dewi, disana berbahaya jangan pergi! ”ucap Muffin.
“.. (Muffin, aku hanya mengatakannya sekali,cepat katakan dimana Nevan sekarang!!) ”ucap Lisia.
“Baik dewi, saya akan memandukan anda ketempat anak itu ”ucap Muffin.
Lalu Lisia pun pergi menuju ketempat Nevan yang ditunjukan oleh Muffin, begitu Lisia telah pergi , Nox dan Elis hanya bisa memandagi satu sama lainnya dengan ekspresi yang kebingungan.
“Kak Nox, apa kita ikuti saja kak Lisia?, seperti kak Lisia tadi sedikit panik”ucap Elis.
“Tidak perlu, kita disini saja menunggu kak Nevan, kalau kita pergi, siapa yang akan menjaga makanan ini. Kak Lisia gak akan pergi lama, mungkin memang benar kak Lisia ada urusan yang harus kak Lisia lakukan. Jadi kita tunggu disini saja, ”ucap Nox yang membereskan tempat istirahat mereka.
“Baiklah”
Meskipun Nox mengatakan seperti itu kepada adik perempuannya, sebenarnya Nox merasa khawatir karna melihat Lisia yang begitu terkejut dan panik. Tapi Nox mencoba untuk tidak berfikir aneh aneh apapun tentang sikap Lisia yang seperti mendapatkan sebuah kabar buruk, padahal dia kelihatan biasa biasa saja sebelum pergi.
🍂🍂🍂🍂🍂
__ADS_1
Disisi lain, Lisia yang pergi ketempat Nevan dengan tergesa gesa pun sampai ketempat yang dikatakan oleh Muffin.
Disana terlihat Nevan yang sedang berusaha waspada dan mencoba menghalangi para monster buat untuk tidak mendekati dan menyerangnya, dengan sebuah kayu yang ada ditangan, Nevan terus menghalau para monster itu dengan kayu yang ia pegang.
Gggrrrrr
Lisia yang melihat hal tersebut dari balik pohon yang tidak jauh dari tempat Nevan mencoba berfikir akan solusi untuk membantu Nevan, “Apa yang harus kulakukan? ”ucap Lisia yang bingung.
Melakukan telepat, “.. (Muffin, apa tidak ada cara untuk saya membantu Nevan? ”tanya Lisia.
Penjelasan :Disaat Lisia marah atau dalam keadaan tegas, ia akan mengunakan kata "aku' untuk menegaskan statusnya. Namun saat sudah tenang ia akan kembali bersikap sopan dan menggunakan kata "saya"
“Bagaimana jika anda coba gunakan kekuatan dewi milik anda untuk menarik perhatian para monster itu, ”ucap Muffin.
“kekuatan dewi? ”bingung. “.. (Apa mungkin kekuatan itu) ”dalam hati.
“Benar sesuai apa yang ada pikirkan ”ucap Muffin.
“Baiklah, saya akan mencobanya”ucap Lisia.
Lisia lalu langsung pergi menuju ketempat Nevan.Nevan yang sedang menghadapi para monster buas dikaget akan kedatangan Lisia yang langsung ada didepannya dimana Lisia menghadapi para monster buas itu.
“Dewi! ”kaget.
Setelah beberapa lama kemudian, perlahan lahan mereka mulai tenang dan tunduk dihadapan Lisia.Lisia mengelus kepala mereka, lalu mereka pun mulai pergi.
“Dewi, apa yang ada lakukan disini? ”tanya Nevan yang bingung akan kedatangan Lisia.
Lisia lalu melihat Nevan begitu lekat, “Nevan, apa kau baik baik saja?, tidak ada yang terlukakan? ”tanya Lisia.
“Saya baik baik saja dewi, tapi kenapa anda bisa ada disini? ”tanya Nevan.
“Saya datang kemari karna menemani Nox dan Elis kesini, katanya mereka datang untuk mengantar makanan buatmu jadi saya ikut ”ucap Lisia.
“Tapi, kenapa dewi bisa tau saya disini?, kenapa gak bersama adik adik saya? ”tanya Nevan yang bingung.
Lisia terdiam, ia bingung ingin menjawab apa akan pertanyaan Nevan. “Nevan,bagaimana jika kita kembali sekarang, Gak baik meninggalkan Nox dan Elis terlalu lama. ”ucap Lisia.
“Dewi benar, ayo kita pergi ketempat adik adik saya”ucap Nevan.
__ADS_1
"Ayo”
Lisia pun menuntun jalan kedepan, sedangkan Nevan mengikuti dari belakang sambil melihat punggung Lisia dengan ekspresi yang tidak bisa ungkapkan.
“.. (Sepertinya, dewi menyembunyikan sesuatu. Tapi aku gak bisa maksa karna aku juga menyembunyikan sesuatu dari dewi, kalau aku jujur, apa dewi juga akan jujur padaku?) ”ucap Nevan dalam hatinya.
Disisi Lisia, “.. (Maafkan aku Nevan, tapi gak bisa mengatakan bagaimana caraku tau kamu ada disini. Seperti dirimu yang menyembunyikan sesuatu dariku maka akupun juga) ”ucap Lisia dalam hati.
Akhirnya Lisia dan Nevan saling menyembunyikan rahasia mereka satu sama lainnya, namun mungkin saja karna rahasia itu bisa membuat mereka semakit dekat lagi.
🍁🍁🍁🍁🍁
Ditempat Nox dan Elis
“Kenapa kak Lisia lama sekali? ”ucap Elis yang melihat kearah perginya Lisia tadi.
“Tunggu saja”ucap Nox yang sedang berbaring.
Setelah menunggu lama,akhirnya Lisia dan Nevan pun datang.
Melihat Lisia dan Nevan, “Kak Lisia, ”menghampiri. “Kenapa kak Lisia bisa barengan dengan kak Nevan, bukankah kak Lisia bilang mau kekuil dewi hutan tadi? ”tanya Elis.
“Itu,,..... ”merasa ragu ragu untuk menjawab.
“Tadi kak Nevan gak sengaja bertemu dewi dijalan, makanya kami bisa barengan datangnya”ucap Nevan.
Lisia yang kaget“Benar, apa yang dikatakan Nevan, kak Lisia gak sengaja bertemu ditengah jalan tadi ”ucap Lisia yang canggung.
Elis menatap tidak percaya kepada Lisia dan kakak tertuanya, “Sudah,sudah ayo segera makan aku udah laper ni”ucap Nox.
“Baiklah, Elis juga udah lapar. Ayo kita makan, kak Lisia! , kak Nevan! ”ucap Elis.
“Ayo”ucap Lisia.
Lisia, Nevan, Nox dan Elis pun mulai makan bersama dibawa pohon besar. Mereka pun menikmati makanan dengan suasan yang begitu adem dan sejuk akan angin angin yang berhembusan, seperti piknik bersama akan keluarga yang begitu harmonis.
...Terus dukung Redblack....
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....
...Salam cinta dari redblack....
__ADS_1